
...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...
"Aku baik kok pak angga." Balas siska dengan senyum lebar miliknya.
Angga yang mendengar itu pun menganggukkan kepala, "terus kamu udah makan belum."
"Tadi sih aku udah makan pak angga, sekarang belum hehe." Jawab siska.
"Ini aku bawa kamu makanan di makan yah." Ucap angga dan menyerahkan makanan yang sudah di buka.
Siska yang melirik kearah makanan yang di sodorkan oleh angga, siska Langsung menutup mulutnya siska sangat tidak suka dengan makanan yang di sebut dengan BUBUR itu.
"Aku nggak suka makan bubur pak angga, rasanya hambar nggak ada rasa nya." Ucap siska sambil menutup mulutnya.
Angga yang melihat itu hanya menhela nafas pelan, "jangan panggil aku dengan sebutan pak angga aku bukan bapak kamu, panggil aku dengan sebutan mas," Ucap angga.
"kamu tenang aja nih bubur aku yang masak jadi aku di jamin enak." Lanjut angga.
Siska yang Mendengar Angga menyuruh nya untuk memanggil mas pun melongo dengan mulut yang terbuka, apakah dia salah dengar atau angga yang salah mengucapkan kata.
Angga yang melihat Siska melongo dengan mulut terbuka pun terkekeh geli mengapa gadisnya sangat imut.
Happ..
Angga langsung saja menyuapkan bubur ke mulut siska yang sedang terbuka itu, Sedangkan Siska yang menerima nya pun terkejut dan tanpa sengaja dirinya menelan bubur itu.
"Loh loh kok buburnya enak sih, setau gue kan bubur itu nggak enak tapi kenapa bubur ini enak sekali." Batin siska yang sesudah menelan bubur.
"kamu harus makan yang bergizi, aku tau kamu tadi banyak makan tapi dari sekian banyaknya makanan yang kamu makan nggak ada yang sehat semuanya, mana ada orang sakit makan burger, pizza, coklat dan lain-lain." Ucap panjang lebar angga.
Siska di sadarkan dengan ucapan angga Siska melihat kearah angga yang sekarang ini sangat tampan bisa nggak yah dia jadi istrinya pak Angga.
Astaga apa yang lo pikirin siska, siska langsung menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran yang sudah kemana.
Angga yang melihat Siska menggelengkan kepala pun mengkerut bingung, "kamu kenapa buburnya nggak enak yah."
__ADS_1
"Haa enak kok aku mau lagi." Ucap siska yang akan mengambil bubur yang berada di tangan angga.
"Kamu diam aja disitu aku akan menyuapi mu makan." Ucap angga yang sudah menahan tangan siska.
Siska yang mendengar itu pun ngeloading lagi haa Siska masih saja bingung dengan sikap pak Angga yang baru.
"Nggak usah pak Angga aku bis-."
"Panggil aku mas, aku bukan bapak mu siska." Ucap Angga yang memotong ucapan siska.
"Ehh nggak usah m-mas aku bisa sendiri makannya." Ucap siska yang terbata saat menyebut angga dengan sebutan mas.
Sedangkan angga yang mendengar itu pun tersenyum manis kearah siska, angga sangat suka saat mendengar Siska menyebutnya dengan mas.
"Bagus mulai sekarang kamu panggil aku dengan sebutan mas, biar aku saja yang menyuapi mu." Ucap angga yang sudah menyodorkan sendok yang berisi bubur.
Siska yang mendengar ucapan Angga pun mengangguk kan kepalanya dengan kaku dan membuka mulutnya untuk menerima bubur yang di suapi oleh angga.
"Ohyah apa kamu mau juga aku panggil dengan sebutan bunda, dek atau honey." Tanya angga yang melihat kearah Siska dengan wajah serius.
"E-ehk n-nggak usah m-mas panggil aja siska." Ucap siska dengan kikuk.
"Baik sesuai perintah kamu tapi kalau kamu ingin aku panggil dengan sebutan yang kamu inginkan bilang saja padaku yah." Ucap angga.
Yang di angguki Kepala dengan kaku, ntah sudah berapa kali siska menganggukkan kepala dengan keadaan kaku.
"Aku belum terbiasa dengan semua perubahan sifat pak angga." Batin siska meringis.
"Ohya kamu harus cepat sembuh yah, karena kamu sama aku akan melakukan foto model dengan tema busana pernikahan." Ucap angga.
uhk uhk..
Siska tersedak dia lupa kalau dirinya ini seorang model, "mengapa harus sama pak eh mas kenapa nggak sama model lainnya." Tanya siska bingung
Angga tersenyum saat mendengarkan Siska yang sudah mulai membiasakan nama panggilan itu.
__ADS_1
"Makannya pelan aja oke." Ucap Angga sambil mengusap punggung siska dengan lembut.
"Karena saya tidak ingin melihat pria lain menyentuh tubuhmu." Lanjut Angga dengan santai sambil menyuapi Angga.
"Apakah kepala pak angga terbentur saat gue berada di rumah sakit mengapa sikap pak angga saat ini sangat meresahkan." Batin siska.
Angga terus saja menyuapi siska dengan pelan dan lembut, saat buburnya tinggal sedikit Angga berhenti menyuapi Siska.
Siska yang melihat itu mengkerut bingung mengapa pak angga berhenti menyuapinya, siska akan bertanya tapi terdiam saat melihat angga mendekatkan wajahnya kearah wajahnya aiska.
Angga terus saja mendekat sampai wajah mereka berdekatan 4 cm angga memiringkan kepalanya dan menempelkan bibirnya ke sudut bibir siska dan juga siska dapat merasakan lidahnya angga menjilati sudut bibirnya.
Tubuh Siska tiba-tiba saja menegang, tubuhnya juga kaku dan jangan lupakan jantungnya yang sudah berdetak 3 kali lipat cepatnya.
"Astaga apa tadi apa gue sedang berhalusinasi ahk tidak gue yakin lagi nggak sedang berhalusinasi, aku bisa merasakan dengan jelas saat pak Angga menempelkan bibirnya disudut bibirnya dan menjilatinya." Batin siska.
Angga menjauhkan wajahnya dan melihat kearah Siska yang terdiam dan lagi-lagi angga di buat gemas oleh perubahan wajah siska yang kaget.
"Tadi di sudut bibir kamu ada bubur yang nyangkut, jadi aku bersihkan." Ucap Angga tersenyum.
Siska yang mendengar ucapan angga pun langsung bertanya, "tapi kenapa nggak bilang sama aku aja mas, aku bisa menghilangkan nya sendiri."
Angga melihat kearah Siska dan menyuapi bubur yang di terima oleh Siska "aku hanya ingin membersihkan dan juga aku tidak ingin kamu kerepotan." Ucap angga.
Sedangkan siska hanya menhela nafas untuk bersabar, "kalau begitu kenapa nggak pakai tangan aja kenapa harus pakai bibir dan lidah kamu mas." Ucap siska yang sudah mulai terbiasa memanggil angga dengan sebutan mas.
"Selagi bisa menggunakan bibir mengapa harus pakai tangan lagian tangan aku kan lagi megang bubur mah sendok." Ucap angga.
"Yah kan bisa di simpan dulu sen-."
"Huss diam yah kamu harus cepat habiskan makanan mu, supaya kamu cepat sembuh dan bisa menjalankan tugas mu sebagai model yang profesional." Ucap angga.
Siska lagi-lagi menganggukkan kepala dengan patuh, ntah kenapa dirinya sekarang sudah kehilangan kata-kata lagi.
Selamat menunaikan ibadah puasa yah, dan semoga saja dibulan puasa ini kita di beri hikmah dan juga semoga saja kita bertemu dengan bulan puasa tahun depan aminn
__ADS_1