
...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak, sehat lah jangan sakit sakitt🙃...
tiba mereka di luar sudah di suguhi banyak nya orang yang sedang baku hantam, dan mereka juga bisa melihat jika yang berbaju putih/hitam juga sedang baku hantam dengan orang yang bertopeng
Leon yang melihat mereka (Ayub dkk, Alvaro dkk, Brayen dan ke-3 kakaknya siska) hanya terdiam dengan mata tertuju melihat kearah terjadinya baku hantam pun menhela nafas kasar
kenapa mereka hanya diam saja, apakah mereka tidak bisa maju untuk membantu pasukan tuan nya untuk melawan hama ini
"tunggu apa lagi ayo kita gabung untuk baku hantam untuk membantu pasukan tuan saya, dan tidak usah banyak bacot karena keadaan nona Siska lebih penting, apa kalian fikir pasukan lawan akan berkurang jika kalian hanya menonton saja dan juga bagaimana tuan saya membawa nona Siska jika jalan sudah di blokir oleh pasukan lawan" ucap Leon panjang lebar
mereka yang mendengar ucapan Leon pun tersadar dan tanpa di perintah kedua kali mereka maju untuk melawan pasukan musuh dengan bengis karena mereka ingin cepat-cepat menyelesaikan ini supaya Siska cepat di larikan di rumah sakit
"eh kenapa kau hanya diam saja, apakah kau juga tidak ingin membantu" tanya Guntur kepada Leon
Leon yang mendengar pertanyaan dari Guntur pun menjawab dengan tegas "saya akan membantu jika keadaan semakin memburuk"
"bukan kah maju bersama-sama itu lebih baik dari pada maju sendirian, lagian kau kan yang yang memerintah kan kami untuk bergabung membantu pasukan tuanmu terus mengapa kau tak ingin bergabung bersama kami" ucap Guntur dengan kerutan di dahinya
sedangkan Leon Mendengar ucapan Guntur pun sekali lagi menhela nafas kasar, ada apa dengan manusia satu ini kenapa teman-teman nya sudah bergabung untuk baku hantam tapi dia malah mengintrogasi dirinya
"aku tak mau merusak wajah saya asal kau tau, aku ini sudah dari lama menjomblo dan jika wajah saya kena satu pukalan otomatis wajah saya akan rusak, dan good bay Masa depan" batin Leon yang mengomel-ngomel
Leon ingin menjawab pertanyaan Guntur tapi suara tuannya sudah terdengar lebih dulu "maju lah Leon dan cepat habisi mereka, apakah kau buta tak bisa melihat keadaan Siska sekarng dan ini pistol untuk mu" ucap Leon dengan dingin sambil memberikan dua buah pistol
"gara-gara manusia ini saya harus turun tangan aaahh siall,tapi tak apalah yang penting ada pistol huhh baiklah mari turun kelapangan pertempuran dan kau harus menjaga wajah mu Leon ingat itu" batin Leon
"bisa kah saya pinjam satu pistolnya" ucap Guntur Kepada Leon
sedangkan Leon yang mendengar ucapan Guntur hanya melihat wajah Guntur dengan malas dan dengan tidak ikhlas nya dia memberikan 1 buah pistol Kepada Guntur
__ADS_1
"OKEY MARI KITA BASMI HAMA-HAMA YANG TAK BERGUNA INI" teriak guntur dan Langsung berlari kelapangan yang penuh nya manusia untuk baku hantam
Leon yang mendengar teriakan tiba-tiba dari Guntur pun terkejut dan langsung menghafal nama-nama hewan dalam pikiran nya
"anj*Ng, ba*i, kucing, jerapah, buaya, komodo dll" batin Leon yang bertuju Kepada Guntur
...****************...
langit sekarang sedang di kelilingi dengan 5 orang bertopeng, langit mundur kebelakang bertujuan untuk menendang lawan dan berputar kesamping kiri/kanan dengan
gerakan cepat langit mengambil belati tersimpan di balik baju nya dan langsung menusuk belatinya tepat di jantung musuh
musuh yang melihat teman-teman nya yang sudah terbaring tak bernyawa Langsung menuju kearah langit mereka bergerak Gesik kearah langit dengan tangan yang sudah memegang belati, langit yang melihat itupun tersenyum miring dia sudah lama tidak mengasah kemampuan nya ini
...****************...
Haikal dan rijal mereka bekerjasama sama dan saling menjaga, mereka menyerang dengan licik dan penuh muslihat tapi tiba-tiba mereka berdua lengah dan musuh ingin menusuk Haikal dengan belati kearah jantung
"loh jangan lupa bilang makasih bentar, karena gue dah nyelamatin loh" ucap Guntur dan mengedipkan sebelah matanya
"loh dapat dari mana tuh pistol" tanya Rijal mewakili Haikal yang terlihat sedikit syok
"sekarang bukan waktunya untuk menjawab pertanyaan yang tak seberapamu itu,sekarang kita harus membasmi mereka" ucap Guntur
Rijal yang mendengar ingin sekali menonjok wajah Guntur yang sok keren tapi dia sadar ini bukan waktu untuk memberi pelajaran kepada guntur
...****************...
sedangkan disisi lain Ayub dan Alvaro sudah di penuhi dengan darah musuh mereka berdua tak segan-segan menusuk jantung, mata, memotong kepala, lengan maupun kaki musuh
__ADS_1
mereka mendapatkan pedang dari hasil merampas musuh, jika ada musuh yang menyerang dari hadapan mereka, mereka langsung memotong kepala dengan mata tak berkedip malahan mereka berdua tersenyum yang sangat mengerikan bahkan teman-teman mereka melihat kearah mereka bergedik ngeri
...****************...
Brayen juga tak kalah bengis menghabisi musuh dia menembak musuh tepat kearah jantung dan kepala dia tak ingin buang-buang waktu dan peluru Brayen mau mereka sekali dor langsung berpulang ke Rahmatullah
Rasya melihat kearah ayahnya bergedik ngeri di Medan pertempuran ini yang bengis menurutnya adalah ayahnya, Alvaro dan Ayub mereka bertiga seperti iblis
bahkan mereka memotong kepalah musuh dan menembak kepala musuh tak berkedip sama sekali, dan mereka juga seperti tak puas jika yang mereka bunuh hanya sedikit seakan-akan mereka bertiga itu haus dengan adanya darah
...****************...
Nabil dan Devan juga sedang bekerjasama melawan musuh mereka juga tak kalah gesik untuk melawan musuh, jika Devan menusuk makan Nabil mukul begitu juga sebaliknya jika Nabil menusuk maka Devan memukul
mereka berdua saling menjaga satu sama lain, dan mereka memukul bukan sembarang memukul mereka memukul tepat pada titik lemah manusia
...****************...
"Siska apakah kamu masih Mendengar suara saya, saya mohon jangan tutup mata kamu bartahan sedikit lagi" ucap Angga khawatir dengan keadaan siska
Angga sangat menyesal seandainya dia menolong Siska dengan cepat tanpa menunda pasti Siska tidak akan seperti ini
"pak a-angga sa-saya sul-lit berna-fas" ucap Siska dengan terbata-bata karena jika Siska mengeluarkan satu kata maka dia akan merasakan sakit dibagian jantung dan leher nya
Angga yang mendengar ucapan Siska jika dia sulit bernafas pun langsung memberikan nafas buatan Kepada Siska
Siska yang merasakan sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya pun terkejut tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena badan nya sangat sakit jika digerakan
tapi sudah 5 menit Angga memberi nafas buatan Kepada siska, dan Siska merasakan itu sangat membantu sekarang Siska sudah bisa mengontrol jalur pernafasannya
__ADS_1
tapi dalam fikiran Siska sekarang adalah jika Angga memberikan nafas buatan lewat bibirnya otomatis bibirnya Siska sudah di cium dan itu cium pertama nya
Author: dasar udah sekarat tapi masih mikirin aneh-aneh༎ຶ‿༎ຶ