
...Selamat membaca kakak cantik dan ganteng, etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah jangan sakit-sakittt...
"Loh jangan ganggu dia" ucap Rasya kepada Siska yang berdiri di hadapannya yang membela seorang gadis yang sedang menangis sesegukan
Siska yang mendengar ucapan abangnya pun langsung memegang hatinya yang terasa sedikit nyeri karena abangnya memakai kosakata lo dan gue dan lebih parah nya lagi, dia membela seorang gadis yang berada di pelukannya Alvaro sambil sesenggukan daripada adiknya sendiri
"sekali lagi gue lihat loh ganggu dia habis loh di tangan gue" ucap Devan kepada seorang gadis tersebut
"loh itu kenapa selalu saja membawa masalah di kehidupan kami, belum cukup loh buat mami kita meninggal dan sekarang lu nyari masalah sama dia" ucap Nabil yang penunjuk arah seorang gadis
Sudah cukup siska tidak bisa menahan lagi air matanya pun berlomba-lomba keluar dari matanya Dia merasakan sakit karena mendengar kata demi kata yang keluar dari abangnya tersebut
"Loh sekali lagi nyentuh gadis gue, gue nggak akan segan-segan untuk memberi pelajaran sama loh" ucap Alvaro
Wow Siska tidak percaya lihat lah sekarang Alvaro yang dulu dan sekarang, dulu saja Alvaro menangis meminta maaf kepadanya dan sekarang dia mengeluarkan kata-kata yang tampak disaring dulu, tapi menurut siska perkataan Alvaro itu tidak menyakitkan ntah Kenapa
"Gue udah bilang gue kagak nyari masalah sama tuh cewek" ucap Siska membelah dirinya
"Alah lu kan emang dari dulu tukang bully mana mungkin mau ngaku" ucap Guntur yang memandang Siska dengan sinis
"Yah betul, gue kira lu udah berubah tapi ya ternyata tetap sama yah" ucap langit yang tak kalah memandang Siska dengan sinis
"Mending kita pergi dari sini gue kagak mau lama-lama berdekatan dengan gadis penbawa sial" ucap Nabil
"Iyah mending kita pergi dan kita obati dia saja" ucap Devan dengan lembut kepada gadis yang berada di pelukan Alvaro
setelah Devan mengucapkan itu mereka pergi tanpa melihat ke arah siska yang sedang menangis sesegukan
Siska yang ditinggal sendiri pun hanya memandangi punggung mereka dengan sendu, tak lama siska sendiri di situ sudah ada suara yang berteriak kepadanya
"SISKA!!!!!!!"
Siska yang mendengarnya pun melihat ke arah belakang siapa yang meneriaki namanya tersebut wah ternyata sahabatnya
PLAK.. tamparan dari adel kepada Siska
"LOH APA APAAN HAH, LOH NGGAK KAPOK APA CARI MASALAH SAMA DIA, DIA PUNYA MASALAH APA SIH SAMA LO HA!!, SAMPAI-SAMPAI LO NGEBULLY DIA GUE NYESEL TEMENAN SAMA LO" teriak Adel kepada Siska setelah menamparnya
__ADS_1
"Kenapa si Siska lu kayaknya berubah kenapa nggak kaya dulu aja, gue suka sama cara ngebully lo tapi gue nggak suka lo ngebully dia" ucap Widya dengan pandangan sinis
"kalian salah pah--" ucapan Siska terputus oleh Adel
"Apa, ha!! lo mau bilang kaya seperti biasa kalau kita ini salah paham gitu alah bullshit tau gak" ucap Adel
"KALIAN DENGARIN GUE SEKALI INI AJA, GUE NGGAK NGEBULLY DIA TAHU GAK KALAU INI TUH SALAH PAHAM BISA NGGAK SIH KALIAN ITU PERCAYA SAMA GUE APALAGI KALIAN ITU SAHABAT GUE" teriak Siska yang sudah hilang kendali
"Iya kita Sahabat loh tapi itu dulu sekarang NGGAK" ucap widya yang menekan ucapannya dikata nggak
"yang diucapkan oleh Widya itu betul, sahabat kita sekarang adalah dia kita tidak sudi lagi temanan bersahabat lagi dengan lo" ucap Adel
"Kenapa kalian tidak mempercayai dengan apa yang gue katakan, satu kali saja kalian percaya sama gua" ucap Siska dengan suara sendu yang seakan-akan sudah patah semangat
"Kita nggak akan percaya sama lu lagi ingat karena lo bukan sahabat kita lagi" ucap Widya dan pergi meninggalkan Siska sendirian di situ tidak lupa diikuti oleh Adel
"Siska" Panggil seseorang lagi
Siska mendengar itu pun tidak berani melihat ke arah belakang sudah cukup dia menerima penderitaan demi penderitaan
"Gue enggak marah sama lo Sis tapi gue kecewa dengan loh, gue nggak nyangka sikap lo kayak gitu sama dia" ucap Ayub dengan sendu dan pergi dari situ
Siska langsung mengusap air matanya dan tertawa "Hahah kenapa gue harus sedih gua kan udah biasa merasakan ini,jadi kenapa gue bersedih kan gue udah tahu isi novel ini gue akan berakhir tragis"
setelah itu Siska berjalan tak tentu arah dengan pandangan kosong dan Siska tidak menyadari dia sudah berada di tengah jalan
Tin tin klason mobil yang berklakson Kearah Siska karena Siska tak keluar dari arah jalan mobilnya melaju mana mobilnya rem tidak berfungsi lagi
Siska yang melihat mobil melaju ke arah nya pun hanya tersenyum dia sudah pasrah dengan takdir
Brakk bunyi tubuh dan mobil yang bertubrukan, setelah itu Siska terpental jauh dengan darah mengalir dari pelipisnya tapi bukannya meringis dia malah tersenyum dan batin "selamat tinggal"
"TIDAK!!"teriak Siska dari mimpinya
Siska yang sudah bangun dari mimpi nya pun melihat dia berada di mana wah ternyata dia berada di kamar nya berarti tadinya hanya mimpi, tapi mengapa serasa seperti nyata
Siska takut jika mimpinya menjadi kenyataan, sudah cukup dia tidak mau merasakan apa yang ada di mimpinya itu,Siska melihat ke arah jam ternyata sudah jam 06:13 dengan malas dan tatapan kosong dia bangun dari kasurnya menuju kamar mandi bersiap-siap ke sekolah
__ADS_1
"Sayang kamu mau pergi kesekolah mau diantar sama abang atau ayah" tanya Brayen kepada Siska yang hanya diam saja sambil menundukkan kepala nya
"Sendri saja yah" jawab Siska dengan suara yang malas hidup
Abang dan ayah nya Siska mendengar suara Siska yang tak biasa pun bingung
"Ada apa dengan mu sis, bilang Ama Abang siapa tau abang bisa bantu" ucap bang Rasya yang khawatir
"Cukup percaya sama aku aja bang" ucap Siska dan pergi dari situ dengan tatapan kosong
Lagi dan lagi ayah dan Abang nya bingung "ada apa dengan nya" batin mereka
...****************...
Siska sekarng berada di dalam kelas dia sedang memikirkan apa maksud nya dia bermimpi seperti itu, dan siapa gadis yang ada di pelukan Alvaro itu Kenapa mukanya buram
"Sis loh kenapa dari tadi ngelamun dan ada apa denganmu kenapa pandangan mu kosong seperti tidak ada jiwa nya saja" tanya Adel khawatir dengan sahabat nya ini
"Iyah loh sakit, yuk kita ke rumah sakit" ucap Widya yang ikut khawatir
"Gue mohon sama kalian kalau tidak ingin bersahabat sama gue jauhin gue" ucap Siska dengan pandangan kosong
Adel yang mendengarnya omongan Siska pun merasa bingung dan marah, bingung kenapa sih suka mengatakan itu dan marah saat Siska menyuruh mereka untuk menjauhinya
"MAKSUD LOH APA SIS, GUE MOHON SAMA LOH KALAU KITA PUNYA MASALAH SAMA LOH JANGAN SAMPAI LOH NGOMONG KEK GITU" bentak Adel kepada Siska
"Kalau loh punya masalah omongin baik-baik sama kita" ucap Widya dengan tenang tidak seperti Adel yang sudah berkoar-koar
BRAK.. gebrakan meja yang cukup keras ditimbulkan oleh Siska
"KALIAN NGGAK PAHAM APA YANG GUE ALAMI MAUPUN GUE RASAIN TAU NGGAK" bentak Siska dan pergi dari situ
Adel dan Widya yang mendengar bentakan Siska pun terkejut ada apa dengan Siska mengapa dia begitu, tapi mereka berdua tidak marah karena mereka tahu sekarang siska sedang dalam berada masalah
Dalam perjalanan siskan ntah kemana Alvaro dkk mencegat nya
"kenapa loh ngebentak sahabat mu" tanya Guntur
__ADS_1
"Itu bukan urusan loh atau kalian, dan jangan coba-coba gangu gue saat ini jika kalian ganggu gue, gue pastikan kalian akan lihat sisi berbeda gue" ucap Siska dengan nada dingin dan pergi dari situ meninggal ribuan kebingungan
"Ada apa dengannya" batin ayub/Alvaro