
...Selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...
"Tapi sebelum loh ngantar gue di rumah sakit, ayo pukul gue buat gue babak belur dan patahkan salah satu Tangan ku" ucap Ayub enteng
Donny yang mendengar ucapan Ayub pun menjadi semangat karena selama persahabatan mereka Donny tidak pernah membuat Ayub babak belur apalagi patah tangan, tapi semangat nya kalah dengan kebingungan nya mengapa juga Ayub meminta dia untuk membuat dia babak belur apa dia tidak sayang dengan wajah tampan nya
Setelah Ayub mengucapkan itu, Ayub melihat kearah Donny awalnya Ayub Melihat wajah nya Donny ada kobaran semangat dan Ayub hanya terkekeh geli tapi tiba-tiba Donny memasang wajah bingung
"Sudah kau jangan berpikir keras, aku kasian dengan otak kecil mu itu tersiksa" ucap Ayub
"Kau sudah tau bahwa otak ku ini kecil dan mengapa kau masih saja mengeluar kan kata dan perintah yang membingungkan" ucap Donny dengan sinis
"Sudah lah kau lihat saja, yang senior membuat permainan dan kau jonior cukup menyimak dan ambil pelajaran" ucap Ayub
"Dan sekarang ayo lakulah perintahku tadi"
"aku hanya akan menambah babak belur mu saja karena gue nggak ingin loh patah tangan, ntar kalau ada musuh yang nyerang siapa yang susah tetap gue juga yang susah"
setelah Donny mengucapkan itu dia melangkahkan kearah ayub dan mengerjakan apa yang di perintahkan
...****************...
Kabar yang menggemparkan bagi Alvaro dkk, Siska dkk, dan tmn-tmn nya Ayub, dan menurut Siska dan Alvaro kabar ini juga membingungkan
Karena mereka mendengar kan kabar bahwa Ayub masuk rumah sakit karena di keroyok Dan informasi orang yang membawa Ayub ke rumah sakit mendapatkan surat dan sekarang surat tersebut sudah berada di tangan nya haikal
"Biar gue yang baca"ucap Haikal
**Surat ini dari A
Sudah aku katakan jauhi mereka Siska, tapi mengapa kau tidak menjauhi mereka kau kira aku akan main-main dengan perkataan ku
Ini adalah peringatan kedua, Untung saja teman mu itu hanya kupatah kan tangan nya
Berhati-hatilah aku ada di sekitar mu dan selalu pantau kau dari dekat maupun jauh**
Setelah Haikal membacakan surat itu mereka semua terdiam dengan pikiran masing-masing
__ADS_1
"Siapa yang mukul si bangsat sampai tangan nya patah di tambah muka nya babak belur, bukan nya tadi gue hanya mukul perutnya yah, ah ngapain juga gue mikirin dia. tapi syukurlah mati aja sekalian" batin Alvaro tersenyum miring
"Lah siapa yang mukul Ayub coba huaa masa kebohongan gue jadi kenyataan sih" batin Siska bingung and frustrasi
"Apa betul Ayub di pukul sampai patah tulang, haa gue nggak percaya kalau cuman babak belur itu mah udah biasa tapi ini udah patah tulang, hum apa yang sebenarnya lo rencanain Ayub" batin Haikal/Rijal
Rijal/Haikal tidak terlalu percaya bahwa Ayub di keroyok dan mengalami patah tulang oh ayo lah Ayub sudah di latih oleh bokap nya
Bahkan Ayub pernah melawan 3 pembunuh bayaran yang di sewah oleh bokapnya dengan mata yang di tutup
Ayub hanya mengalami luka-luka di wajahnya, itu pun hanya sedikit dan sekarang Ayub mengalami patah tangan hahaha mustahil
"Oke sekarang ayo kita lihat keadaan ayub" ucap Haikal
"Tapi kita bagi tugas dulu, yang lain tinggal disini untuk menjaga Widya dan yang lain untuk melihat ayub" ucap Rijal
"Hum Siska loh disini aja jagain widya" ucap Guntur kepada Siska
Siska yang mendengar itu pun menggeleng kepala pertanda menolak
"Nggak gue mau ikut karena gue mau lihat keadaan ayub, seandainya kalau gue jauhin kalian pasti ini nggak akan terjadi lagi" ucap Siska dengan mata yang berkaca-kaca, yang diucapkan Siska berbeda dengan isi pikirannya itu
Yang pergi melihat ayub hanya Alvaro, Haikal, Rizal dan Siska da sisanya menjaga widya
sebenarnya Alvaro tidak ingin melihat keadaan musuhnya itu tapi karena Siska ingin melihat Ayub jadi dia mengikuti Siska
Begitupun dengan Haikal sebenarnya dia tidak begitu rela meninggalkan Widya dalam satu ruangan bersama Devan
Dan yang menjaga Widya, langit, Adel, Guntur dan Devan
...****************...
"Kalian berdua mau jaga gue atau mesra-mesraan di depan gue haa!!" Ucap Widya karena sudah sejam Widya melihat asmara di depannya yang membuatnya muak
"yah dua-duanya lah beb mau ngejaga loh dan mau mesra-mesraan sama pacar gue, emang masalah kalau gue mesra-mesraan sama pacar gue enggak akan" ucap Adel yang sekarang sedang bergelayut di lengan langit seperti monyet
Widya yang mendengar ucapan Adel pun langsung melihat ke arah 2 Joule yang sedang bermesra-mesraan itu dengan tatapan sinis dan menusuk
__ADS_1
"Gue ngeliat kalian berdua mesra-mesraan di mata gue, gue bukannya sembuh malah tambah sakit tau nggak" ucap Widya dengan sinis
"jika loh tak ingin melihat kita berdua bermesra-mesraan tutup aja tuh Mata mentang-mentang jomblo kita dimarahin mesra-mesraan" ucap langit
entah kenapa Widya seperti mendengar sindiran dari ucapan langit apa katanya tadi mentang-mentang jomblo jika saja dia tidak sakit sudah di hantam itu langit
Widya ingin membalas ucapan langit tapi terpotong oleh Devan
"Udah nggak usah marah-marah ntar nggak sembuh lagi, nih makan gue suapin ya" ucap Devan lembut yang sekarang sedang duduk di pinggir Widya tak lupa dengan senyumnya
"Hum nggak ngerepotin kan" tanya Widya malu-malu dan dibalas dengan gelengan kepala Devan sambil tersenyum
"tadi aja ada yang marah kita mesra-mesraan di sini lah dia sekarang mesra-mesraan mana main suap-suapan lagi" sindir langit
sedangkan Widya yang mendengar sindiran Itu pun hanya memutar bola matanya malas dia tidak mau untuk beradu argumen dengan langit karena Sekarang dia sedang menikmati suapan demi suapan dari Devan
"Nggak papa sayang, emang hanya dia yang bisa mesra-mesraan, aku kupasin jeruk mau nggak" tanya Adel dengan genit kepada langit
"mau kok sayang tapi suapin ya supaya jeruk yang asam itu akan jadi manis jika kamu yang suapin" ucap langit yang ada sedikit gombal
Tiba-tiba saja ada suara cempreng "jadi gue harus ngelihat kalian berempat mesra-mesraan di mata gue begitu, hello kalian hargain gue dong yang pacaran tapi masih LDR an" teriak Guntur
"Itu mah derita loh" ucap widya di sela-sela mengunyah makanan yang disuapi oleh Devan
"Sekate-kate loh ngomong kayak gitu ke ada pacar aja padahal kan jomblo" ucap Guntur dengan julid
"jomblo-jomblo gini tapi masih ada yang perhatiin daripada situ pacaran kok nggak ada yang perhatiin, mana cium nya lewat stiker lagi" balas Widya tak kalah julid sedangkan Devan tersenyum kecil saat mendengar ucapan Widya
"Noh sana tuh handphone lu mending telepon tuh pacar lo dan mesra-mesraan aja lewat telepon" ucap Adel yang sekarang sedang asyik menyuapi langit
Bukannya menelepon pacarnya langit malah menangis dan keempat manusia yang ada di situ bingung mengapa Guntur menangis
"Lah malah nangis emang perkataan gue barusan salah" tanya Adel yang mewakili kebingunan ketiga orang
"Iya Del loh salah, salah besar lagi huaaaaaa gue kagak ada pulsa" ucap Guntur
"Sudah kuduga" batin Devan/langit
__ADS_1
Sendangkan Widya dan Adel yang mendengar perkataan Guntur pun hanya terbengong apa gara-gara tidak mempunyai pulsa untuk menelpon pacarnya dia menangis dan what handphonenya mempunyai kamera 3, namanya pun iPhone harganya 27juta dan tidak ada pulsanya mending banting aja handphone