
...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...
"LEON KUMPULKAN SEMUA DOKTER YANG TIDAK BERGUNA ITU" ucap Angga yang penuh dengan teriakan
"b-baik tu-tuan" ucap Leon dengan gugup
Leon yang mendengar atasannya yang pertama kali mengeluarkan kata yang di tinggi pun mengutil ketakutan karena ini adalah hal yang pertama di lihat oleh Leon saat bertahun-tahun berkerja bersama
Leon yang sudah tidak tahan dengan aura yang di keluarkan atasannya pun keluar dan berjalan tergesa-gesa untuk mengumpulkan para dokter ntah akan di apakan oleh atasannya
sekitar 10 menit semua dokter terkumpul di suatu ruangan, dalam satu ruangan itu di penuhi dokter-dokter yang berbakat, yang anehnya dalam ruangan itu sunyi,sepi,senyap tidak ada yang mengeluarkan suara
bahkan para dokter sekedar mengeluarkan nafas dan akan menghirup udara dengan sangat pelan, mereka takut jika seakan-akan nafas mereka menganggu Anggara Pratama Alexsander yang sedang duduk dengan tatapan tajam dan aura yang mencekamkan
untung saja yang berada di dalam ruangan ini adalah dokter yang berbakat jadi mereka bisa mengatur nafas yang sulit di keluarkan dan juga udara yang sulit di hirup
"yah Allah semoga tak akan ada malah petaka" batin dokter A
"gue harap ini bukan terakhir kali gue lihat matahari" batin dokter B
"gue belum punya anak" batin dokter C, yang sabar •́ ‿ ,•̀
"kasian istri gue yang masih mudah, udah jadi janda aja" batin dokter D, masih sempat-sempat nya di pikir kegitu ( ꈨຶ ˙̫̮ ꈨຶ )
"good bay kehidupan alam, Wellcome kehidupan baka" batin dokter E yang Ngadi-ngadi
"maafkan aku mak, seandainya aku mendengarkan ucapan mu untuk menikahi tentangga kita pasti aku sudah merasakan ***-***, tapi aku tidak mendengarkan mu jadi aku akan mati tanpa merasakan ***-***" batin dokter F
__ADS_1
"gue belum minta maaf sama bokap nyokap gue lagi" ucap dokter G
"setidaknya gue dah minta maaf kesemua orang" batin dokter H
dan masih banyak lagi batin dokter yang meminta maaf kepada orang yang bersangkutan maupun tidak bersangkutan
"apakah kalian sudah mendapatkan penawaran nya" tanya Angga dengan sangat dingin dan tak lupa tatapan tajam bak pisau, ini sudah 2 Minggu tapi para dokter sial*n ini belum mendapatkan penawarannya jadi Angga tidak bisa menunggu lagi
bahkan para dokter menahan nafas mereka karena mendengar suara yang begitu dingin dan tatapan yang sangat tajam
Angga yang melihat semua dokter yang berada di ruangan ini hanya terdiam pun menambah aura dinginnya
"Leon bunuh semua dokter yang berada di sini" ucap Angga dengan dingin bahkan Angga memperintahkan Leon tanpa berkedip
Leon yang mendengar perintah dari atasan nya pun menganggukkan kepala dengan pasrah, "kasian padahal kalian masih banyak yang mudah tapi otw ke mati" batin Leon
Leon yang sudah mengarahkan sebuah pistol kearah dokter wanita muda yang sedang menangis ketakutan dan dia juga sudah siap menembak
"Leon bunuh mereka pakai pedang, dan pastikan semua kepala mereka lepas dari tubuh mereka dan juga hantar tubuh mereka kepada keluarga masing-masing tanpa kepala buat kepala mereka jadi pajangan di ruangan bawah tanah" perintah angga
para dokter yang mendengarnya pun melototkan mata mereka dengan kaget, mereka tau jika Anggara Pratama Alexsander adalah pria dingin yang kejam tapi mereka tak dapat mengira jika dia akan sekejam ini
"jadi tubuh gue kalau di kubur tanpa kepala yah" batin doker A dengan lirih
"semoga emak dan bapak gue nggak sok ngeliat tubuh anak mereka yang tinggal tubuhnya tanpa kepala yang pulang ke rumah" batin dokter B yang berdoa
"gue harap gue nggak jadi hantu tanpa kepala" batin dokter C
__ADS_1
Leon yang mendengar nya pun mengangguk kepala dan mengganti pistol menjadi pedang dan akan siap-siap menebas kepalanya dokter wanita didepan nya saat Leon melayangkan pedang kearah leher dokter wanitanya itu terdengar suara
"tu-tuan sa-saya ma-mau b-bilang bah-bahwa saya d-dan te-teman sa-saya su-sudah men-mendapatkan pe-penawarannya" ucap dokter pria dengan gugup
Angga yang mendengar ucapan dokter itu pun melihat kearah dokter itu dengan tatapan tajam "berbicara dengan benar kalau kau tidak ingin kepalamu berpisah dengan tubuhmu" ucap Angga
"sa-saya dan teman saya sudah mendapatkan penawarannya tuan" ucap dokter itu yang di awal gugup
"benarkah, jika kau berbohong bukan hanya kau saja yang aku kirim di alam lain keluarga mu juga akan ku kirim" ucap Angga dengan dingin
tapi jika di teliti baik-baik di mata Angga ada sebuah binar harapan, dia berharap jika dokter itu mengatakan kalau itu betul bukan bohong
"ka-kami tidak berbohong tuan" ucap dokter itu
"jelaskan apa penawarannya" tanya leon, karena Leon Mendapatkan sebuah kode dari atasannya untuk menanyakan apa penawaran nya
"penawarannya adalah racun kelajengking yang di campurkan dengan cairan kimia yang bernokotin rendah dan ditambah dengan penawaran racun akar Hitam dan darah dari hewan Pingin yang masih berusia 12 hari" ucap dokter satunya yang menjelaskan
"kami berdua sudah mencoba penawaran ini pada hewan dan diri kami sendiri, kami menyuntikkan racun yang sama persis yang sedang bersarang di tubuh pasien dan dengan cepat kami menyuntikkan penawarannya dan dalam 4 jam kami memuntahkan darah yang hitam dan berbau busuk itu adalah racun Batrachotoxin" jelas dokter itu dengan mantap
sedangkan para dokter lain memandang kearah 2 dokter itu dengan tatapan kagum dan takjub, karena mereka tidak menyangka kalau mereka berdua akan mendapatkan penawaran dan mereka juga sangat berani menyuntikkan racun berbahaya itu ke dalam tubuh mereka sendiri
sedangkan Angga Mendengar penjelasan dari kedua dokter itu pun tersenyum kecil dan juga ada perasaan lega saat mengetahui jika penawaran nya sudah di tes oleh para dokter tersebut
"baik tunggu apalagi, kita pergi ke rumah sakit karena saya tidak mau gadisku menahan rasa sakit yang begitu lama" ucap Angga dengan nada dingin tapi aura nya sudah di tarik dan para dokter lain bernafas lega
mereka sangat berterima kasih kepada kedua dokter itu karena pasal mereka berdua mereka semua tidak jadi bertemu dengan malaikat pencabut nyawa
__ADS_1
sedangkan kedua dokter itu mereka tersenyum puas akhirnya bisa menyelamatkan ratusan nyawanya dokter dalam satu kali gerakan