
...Selamat membaca🙃...
Sekarang Siska Sedang duduk diatas kasurnya dia sedang mengumpulkan nyawa nya yang berterbang-terbangan
"Isssh gue udah lulus sekolah kenapa harus sekolah lagi sih ahkk malas bangat sih
Kalau gue tau, gue ada kesempatan hidup kedua gue nggak usah sekolah di kehidupan lalu." Ucap Siska yang nyawa nya belum terkumpul.
Siska bangun dari tempat tidurnya dan berjalan tergopoh-gopoh kearah kamar mandi
30menit kemudian siska sudah siap dengan seragam sekolahnya, sekarang penampilan dia berbeda dari yang lain
Dulu gayanya seperti ****** baju ketat dan memakai mek'up tebal tapi sekarang siska memakai baju yang pas pada badan nya tidak kebesaran mau ketat dan hanya memakai bedak tipis dan terakhir memakai liptin sedikit
Perfek sekarang Siska cantik bahkan bisa di bilang Bidari bukan alay yah memang Siska ini sangat cantik bagaikan bidadari hanya saja mukanya dulu tertutup dengan mek'up tebal
Setelah puas memuji tubuh barunya pun Siska langsung turun kebawah
Tak tak..
Bunyi sepatu Siska terdengar dan bisa dilihat jika di meja makan bukan hanya ada Abang nya ternyata juga ada Alvaro dkk di situ
Sekarang Siska sudah duduk di meja makan bersama abangnya dan Alvaro dkk
Dia tau dia sekarang diperhatikan dengan berbagai tatapan dari abangnya dan Alvaro dkk tapi Siska bodoh amat dia sekarang sedang lapar yang Siska pikir kan sekarang adalah makan dan kenyang
"Apakah ini betul adikku." Batin Rasya.
"Mengapa adikku sangat berbeda." Batin Nabil/ Devan.
"Cantik dan berubah." Batin Alvaro.
"Apa ini maklam." Batin sahabat temannya.
......................
...Skip...sekolah...
Mobil Siska sekarng sedang ada di parkiran sekolah dan dia turun dari mobilnya dengan gaya lambatnya dan mengeluarkan kaca mata hitam nya dan jangan lupa dia memainkan rambut yang tergerai itu dan itu sangat sangat berdamage..
Aaa siapa dia,dia cantik bangat sumpah...
Dia Murib baru kah, kalau Murib baru gue Sabila lah jadi pacar gue...
Ehk dugong muka loh itu seperti panta bab* mau bersanding dengan Bidari..
Ehk loh kalau ngomong di filter dulu Napa..
Bukan kah itu si Siska Queen bullying..
Iya anjir itu sih queen bullying..
Makin cantik aja..
Siska yang mendengar bisik-bisik tetangga sekolah yang sedang menbahasnya puh hanya bodoh Amat
"Siskaa." Teriak seorang gadis cantik.
"Wihk udah berubah aja gaya loh makin cantik aja." Ucap satu gadis cantik lagi.
Siska yang dulu memiliki sahabat yang bernama Widya dan Adel
Mari kita berkenalan bersama sahabat nya Siska
Adel adalah Sahabatnya siska yang pertama dan bersahabat dari kelas 1 SMP mereka bersahabat karena memiliki kesamaan hobi yaitu membully
Adel adalah seorang gadis yang cantik ia memiliki postur badan yang tidak tinggi, memiliki pipi tirus,mata bulat,dan jangan lupa lesung pipi menghiasi pipinya itu
Adel memiliki mulut pedas 100+ dia tidak akan segan-segan mengeluarkan kata-kata pedasnya jika dia sedang emosi adek juga termasuk orang yang mampu
Yang kedua adalah Widya, widya berteman dengan Siska dan Adel saat bertemu di sekolah di situ juga Widya sedang membuli salah satu murid cupu yang menumpahkan sedikit minuman di baju Widya
__ADS_1
Karena Widya yang sama seperti mereka berdua jadi Widya bertemanan dengan adil dan Siska
Widya adalah seorang gadis yang cantik, memiliki postur yang tinggi seperti badannya Siska, dan memiliki pipi tirus,mata tajam
Widya dia pemberani dari mereka bertiga yang pemberani adalah Siska setelah Siska adalah Widya setelah itu Adel
......................
...mari balik ke topik...
"Gue dari dulu cantik Lo aja yang buta nggak lihat kecantikan gue." Ucap siska dengan gaya sombong.
Widya yang mendengarnyapun hanya memutar matanya terlalu malas dengan tingkah kepdan sahabat nya ini tapi memang cantik sih
"Serah loh deh." Ucap Widya.
"Ehk kita ke kelas aja yuk disini panas sumpah, udah capek-capek gue mutihin nih badan 5 tahun hitamnya 5 menit." Ucap Adel.
"Yaudah yuk." Kita bertiga pun langsung berjalan kearah kelas.
...****************...
Didalam kelas ada seorang guru botak killer sedang menulis soal di papan tulis..
"STT STT Siska bangun woy udah belajar itu Siska STT." Panggil Widya tapi bukannya bangun Siska tambah nyenyak tidurnya seolah-olah suara Widya yang sedang memanggilnya itu adalah nyanyian untuknya.
"Itu yang dibelakang yang sedang tidur siapa." tanya pak botak dengan galak.
Tidak ada yang berani menjawab karena menurut siswa yang ada di kelas duanya punya jabatan.
Guru botak jabatannya sebagai guru sejarah yang paling kiler dan jahat tentunya
Sedangkan disisi lain Siska Amelie Smith seorang gadis cantik memegang jabatan sebagai Queen bullying
"Siska Amelie Smith bangun kamu,
Kamu kira ini rumah yang se enaknya kamu tidur haaa." Teriakan membahana itu pun membangunkan Siska.
Seisi kelas menahan tawa karena melihat wajah pak botak itu sedang menahab emosi
Siska cepak kamu maju dan jawab pertanyaan saya jika kau tak dapat menjawab, saya akan meng hukum mu suara pak botak Terdengar mengerikan bagi penghuni kelas tidak termasuk Siska
"Ckck iya." Siska maju dengan santai dan mengerjakan soal itu dengan mudah 10 menit dia mengisinya.
"Bagaimana pak benarkan." Tanya Siska kepada guru tersebut.
pak botak yang melihatpun hanya bisa menganggukkan kepala, "bagus."
...****************...
...Skip...kantin...
"Lo mau pesan apa ntar gue yang pesanin" Tanya Widya.
"Gue pesan bakso sama jus alpukat aja" Ucap Adel.
"Gue samain aja."
Sepeninggal Widya tadi kantin tidak terlalu berisik sekarang berisik sekali seperti di pasar
Aaa Devan gateng bangat...
Alvaro rahim gue hangat..
Ka Rasya juga ganteng..
I love you kak Alvaro..
Aaa kak Nabil pacaran yuk...
Kak langit nikah yuk..
__ADS_1
Kak Guntur senyumnya masyallah..
Begitulah teriakan alay dari wanita kurang belayan canda 🤣
"Ehk nih meja semua full kecuali sana sama sih Siska gimana kita gabung nggk, gabung aja lah dari pada kagak makan." Ucap langit.
"Yaudah Ayuk mereka semua menuju kearah meja siska."
"kita bisa duduk disini nggak." Tanya Guntur
Siska yang mendengar suarapun langsng melihat dan dia melihat ada Alvaro dkk itupun tersenyum manis
Aaa kak Siska kenapa senyumnya manis..
Jangan sampai gue belok liat senyum kak Siska..
Pingin jadi pacar kak Siska..
Itulah teriakan penghuni kantin yang melihat senyuman Siska
Sedangkan disisi lain Alvaro dkk merasa bingung dan mempunyai firasat buruk kenapa Siska tersenyum manis begitu dan lagi mengapa Siska tidak bermanja-manja kepada Alvaro
"Boleh." Suara terdengar lembut di telinga di seluruh kantin.
Setelah mendengar itu pun Alvaro dkk langsung duduk
Siska melihat Alvaro dkk sudah duduk pun semakin tersenyum dan dia melanjutkan ucapan nya, "tapi ada syaratnya."
Alvaro dkk yang mendengarpun sudah menduga karna Siska tidak akan tersenyum manis begitu jika tidak ada maunya
"Apa." Tanya langit.
Sedangkan Adel dan Widya hanya melihat apa yang akan dilakukan sahabatnya in, ohya Widya udah sampai saat Alvaro ddk meminta izin dduk ditempat mereka
"Kalian harus bayar perorang 2 juta bagaimana." Ucap Siska yang sedang melihat ke arah Alvaro dkk
Alvaro dkk mendengar itu melototkan mata apa maksudnya membayar
Sedang isi kantin melongo mendengar harga itu Meraka dari orang berada tapi uang jajan Meraka paling banyak 1 juta
"Maksud loh apa nyuruh kita bayar haa emang ini bangku punya loh gitu, ini bangku punya sekolah asal loh tau." Sewot langit.
"Lo kekurangan uang atau gimana sampai loh meminta uang pada orang lain." Tanya abang rasya yang kesal karena siska meminta uang kepada mereka.
"Kalau nggak ikhlas numpangin kita duduk disini bilang dong." Marah Guntur.
Siska yang mendengar nya hanya tertawa kecil haha
"Guntur Guntur mana ada zaman sekarang pake ikhlas apalagi itu nggak berlaku sama gue."
"Dan Abang,gue nggak kekurangan uang hanya saja mengapa aku harus menolak rezeki."
"Ohya langit ini bukan bangku sekolah
Ini bangku yang gue buat khusus untuk gue dan sahabat gue, Luh pada pikir gue buat nih kursih pakai daun gitu yah pakai uang lah."
"Dan kalian-kalian ini mau duduk gratis gitu di bangku gue oh tak semudah itu ferguso."
"Mengapa kalian tidak membayar nya saja kan kalian orang kaya apa susah nya sih ngasih gue uang 2 juta perorang dan bokap nyokap kalian tidak akan bangkrut jika mengeluarkan uang segitu." Ucap Siska panjang lebar dan santai tanpa beban.
Sedangkan Alvaro dkk melongo mendengar nya mengapa sekarang Siska perhitungan sekali
Alvaro dkk yang sudah terlanjut dudukpun langsung ngasih uang ke Siska dan diterima senang hati oleh Siska
Disisi lain Sahabatnya Siska sedang mati-matian menahan tawa mereka,
Memang bangku ini di buat khusus oleh Siska tapi harga bangku ini hanya 200ratus ribu
Dan apa tadi itu, dia meminta Alvaro dkk membayar mana 2 juta pula tuh, ahk kenapa sahabatnya sekarang berubah tapi mereka suka
Jika keuntungan di depan mata mengapa harus menolak🙃
__ADS_1