Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
mimpi


__ADS_3

...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...


Siska membuka matanya perlahan dia meresakan tubuhnya sangat sakit semua jika di gerakan sedikit saja itu akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa


"sayang jangan banyak bergerak dulu yah, kamu baru sadar dari pingsang" ucap bryaen yang melihat anaknya sudah sadar dari pingsang


"a-ayah s-sakit" ucap Siska dengan suara serak karena menahan rasa sakitnya


"mana yang sakit sayang hum bilang sama ayah" ucap Brayen dengan nada lirih


"s-semua badan s-siska sa-sakit yah"


Brayen tidak tega melihat keadaan Siska yang berbaring di rumah sakit dengan menahan rasa sakit apa lagi saat mendengar bahwa putrinya baru mengucapkan kata rasa sakit


"ku mohon Tuhan jangan ambil anakku terlebih dulu, jika bisa aku meminta padamu pindah lah rasa sakit putriku kepadaku, aku tidak tega melihat putriku menahan rasa sakit yang begitu luar biasa" batin Brayen yang sekarang sedang menahan air mata yang akan keluar


Brayen dengan cepat memanggil dokter dengan memencet tombol darurat dan tidak lama dokter dan suster datang terburu-buru


"dok anakku merasakan sakit di badannya buat dia tidak merasakan sakit lagi dokter" ucap Brayen dengan mata berkaca-kaca


dokter yang mendengarnya pun menganggukkan kepalanya dan menyuntikkan obat bius terhadap Siska


"untuk sementara pasien tidak akan merasakan sakit di tubuhnya karena pasien sedang dalam pengaruh obat bius jika pasien sadar kembali tolong jangan buat dia terlalu banyak berbicara dan bergerak" ucap dokter


Brayen hanya menganggukkan kepala dia tidak ingin mengucapkan kata-kata lagi, dokter yang melihat jika Brayen hanya menganggukkan kepala pun menhela nafas pelan


"pak Brayen tenang saja kami para dokter akan berusaha kuat untuk mendapatkan penawarannya dan saya juga harus meminta maaf karena ucapan tenpo saya lalu seharusnya seorang dokter tidak bisa berucap begitu karena dokter itu adalah manusia pantang menyerah" ucap dokter tersenyum kearah Brayen


"hm" hanya dehemen yang keluar dari mulut nya Brayen dan dokter tidak akan marah karena mendapat respon seperti itu karena dia tau bahwa Brayen Sendang menahan tangisnya yang akan keluar, karena dokter dengan jelas mendengar dehemen itu bergetar seperti menahan tangis


Brayen yang melihat dokter dan suster pun dia langsung menuju kearah Siska yang sedang terbaring lemah itu


"hiks p-putri ayah ha-harus hiks kuat, jika si-siska hiks sehat kembali ayah, ayah hiks akan membelikan apapun hiks mau sayang" ucap Brayen yang sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya


...****************...

__ADS_1


disisi lain Angga sedang tidur terduduk dan juga dapat dilihat jika Angga sendang bermimpi karena dari postur tubuh dan wajahnya mudah di tebak jika Angga sedang bermimpi


perlahan-lahan Angga tersenyum sangat tanpam bahkan senyuman itu tidak pernah di perlihatkan kepada siapapun terkecuali ibunya


tapi beberapa saat tubuhnya Angga bergerak gelisah dan wajah nya dipenuhi dengan keringat kedua tangannya mengepal


*disebuah taman ada seorang gadis berdiri dan memegang sebuah bunga berwarna putih Angga yang melihat pun menhampiri nya karena dari postur tubuh nya Angga seperti mengenalnya


"siska" panggil Angga


dan gadis itu berbalik menhadap Angga dengan senyumnya yang menawan dan Angga mematung karena gadis itu benar-benar Siska


"mengapa kamu disini Siska bukankan kamu sedang sakit dan juga mengapa kamu bisa berdiri tampa bantuan suster" tanya Angga yang begitu khawatir


"haha pak Angga mengapa kamu begitu khawatir aku sudah sembuh tahu" ucap Siska dengan nada imut


"benarkah" tanya Angga yang tidak percaya


"apakah pak Angga lupa bahwa dokter-dokter yang pak Angga ancam itu berhasil menemukan penawaran nya dan akhirnya aku selamat" ucap Siska dengan senyum manisnya


"*kalau pak Angga sedang apa kamu disini" tanya Siska biasa seperti tidak merasakan sakit


"aku sedang melihat dan menikmati ciptaan tuhan yang sangat begitu cantik" ucap Angga yang memandang sang gadis


"wah siapakah dia" tanya gadis itu dengan nada imut


"dia adalah kamu Siska Amelie Smith kamu adalah ciptaan tuhan yang begitu cantik bagiku" ucap Angga yang sudah berdekatan dengan Siska


sedangkan Siska terkekeh geli karena Mendengar ucapan Angga yang begitu manis "yah aku tau kalau aku ini memang cantik"


Angga perlahan-lahan memeluk pinggang ramping Siska dan mengucapakan "maukah kamu menikah denganku siska"


"wah kamu sedang melamarku pak angga, tidak ada romantis romantisnya" ucap Siska dengan nada sedikit kesal


Angga yang melihat itu hanya terkekeh geli karena melihat wajah Siska yang begitu lucu di matanya

__ADS_1


"jadi maumu aku harus melamar mu dengan romatis dengan cara apa princess" ucap Angga dengan lembut dan masih memeluk pinggang ramping Siska


Siska perlahan-lahan mengangkat tangannya dan menaruh di dadanya angga "aku ingin kau melamar ku disebuah pantai dan di pantai itu terhias dengan cantik wah pasti itu sangat cantik hihi"


"sesuai kemauanmu ratu" ucap Angga


"yah kau harus mematuhi permintaan ratumu ini raja" ucap Siska dengan tersenyum


Angga yang sudah tidak tahan pun langsung memeluk Siska yang begitu erat dan beberapa kali mencium kepala Siska tapi tiba-tiba saja Angga merasakan sesuatu yang sedang menariknya


dan akhirnya Angga berpindah tempat seperti dirumah sakit dan dia mendengar suara menangis di dalam ruangan yang kini ditempati


dia bertanya-tanya mengapa dia disini bukan kan dia sedang dengan Siska di taman dan sedang berpelukan


Angga yang sedang berfikir keras pun terusik dengan tangis orang yang sedang membelakanginya


tiba-tiba salah satu dari Meraka membalik badan dan badan Angga mematung itu bukannya devan yang sedang menangis itu kenapa dia menangis seharusnya dia bahagia karena Siska sedang baik-baik saja


dan juga Angga melihat dirinya sendiri sedang berdiri di dekat hospital bed dengan pandangan kosong dan tak lupa matanya sedang berkaca-kaca


(info: hospital bed tempat tidur pasien)


Angga yang sudah tidak tahan dengan situasi seperti ini pun langsung menuju kearah orang berkumpul dan melihat kearah seseorang yang sedang menutup mata dan dengan wajah memucat


tubuh Angga mematung apa yang dia lihat pasti hanya ilusi Angga Melihat Siska sedang terbaring kaku di hospital bed dengan wajah yang begitu pucat pasti ini hanya ilusi karena dia yakin Siska baik-baik saja karena dia melihat dan memeluk tubuhnya Siska barusan


"tidak ini pasti hanya ilusi yah ini hanya ilusi" ucap Angga sambil memundurkan langkahnya yang tak mampu melihat


tapi tiba-tiba saja dia berpindah tempat lagi dan tempat ini adalan sebuah pemakaman dan dia melihat tubuh Siska yang sudah di bungkus dengan kain kafan


"apa-apaan kalian mengapa kalian ingin mengubur Siska dia itu masih hidup" teriak Angga tapi tidak ada satu pun yang mendengar dan melihat nya


"t-tolonh hiks percaya si-siska d-dia masih h-hidup TIDAK JANGAN KUBUR DIA KU MOHON" teriak Angga tapi usahanya begitu sia-sia dan dalam terakhir kali dia mendengar ucapan Siska ditelinga* selemat tinggal rajaku


"TIDAK SISKA" teriak Angga yang terbangun dari mimpinya

__ADS_1


__ADS_2