
...Hallo kaka gimana kabarnya hari ini🙃...
"Lama bangat sih Siska di toilet sumpah" ucap Adel
Yah tadi mereka sudah berjanji sepulang sekolah akan ke berjalan-jalan ke mall tapi sudah sampai di parkiran sih Siska malah kebelet pipis jadi siska menyuruh teman-temannya menunggu di parkiran tapi ini sudah 15 menit menunggu belum juga kelihatan tuh si Siska
Si adel yang kesal pun menendang kaleng disitu dan tidak sengaja kena ke segerombolan anak lelaki nakal yang sedang berkumpul
"Woy siapa yang nimpuk gue pakai ini haaa!!!.. teriak seorang pemuda"
"Bos tuh gadis yang disana yang nendang nih kaleng ke arah bos"
Ohya bos dari geng ini namanya Dion yah gays
"Mati kita Del Napa kaki loh sembarangan nendang kaleng itu, astga mana mereka berlima lagi di tambah badan-badannya kekar gimana nih dell" bisik Widya takut-takut kearah Adel
emang Widya dia pemberani tapi dia juga Seorang perempuan pasti langsung K.O kalau melawan pria apa lagi ada 5
Dan Adel jangan tanya dia juga takut karena Adel melihat badan dan muka nya seramin lagi gimana ini...
"gue nggak tau juga Widya, gue juga takut kali" cicit Adel
Dion dkk itu terkenal dengan siswa yang suka main fisik dan mereka tidak memandang pria atau wanita
"Oh ini nih cewe yang nendang kaleng kearah gue besar juga nyali Lo" ucap seorang lelaki yang di ketahui bos dari geng itu dia adalah Dion
Sedangkan di parkiran sudah banyak siswa yang mau melihat ini
Karena mereka penasaran apa yang akan terjadi dengan temannya queen bullying dan Dion preman sekolah
Disana juga ada Alvaro dkk mereka mau melihat bagaimana mereka menyelesaikan masalah dan mereka tidak ada niat pun membantu dua gadis yang sedang ketakutan itu, Alvaro dkk bingung biasanya mereka ber3 tapi itu hanya berdua dimana siska
"Maafin sahabat gue, sahabat gue nggak sengaja nendang tuh kaleng" ucap widya yang sedikit keberanian dan dapat dari anggukkan Kepala dari Adel
"Gue mau maafin kalian tapi dengan satu syarat" ucap dion yang sedang tersenyum manis tapi di mata Adel dan Widya itu menjijikkan
"What??" tanya Widya
"Loh berdua harus jadi pacar gue dan teman gue, karna gue lihat-lihat tubuh kalian lumayan yah nggak sih" ucap bos geng tersenyum mesum sambil memegang tangan Widya
PLAK...mendarat sudah tamparan dari Widya
"apa apan sih loh haaa!! Loh kira kita ini murahan haa!! Seenak aja Congor loh ngomong gitu" ucap widya yang emosi
"Kita berdua ini nggak cocok tau sama loh atau teman loh itu, bagaikan berlian dan sampah, kita berdua berlian dan loh sama teman loh itu sampah jadi, sangat sangat berbeda kasta tau nggak" ucap Adel dengan pedasnya
Yang diparkiran terkejut dengan keberanian Widya yang menampar preman sekolah, tapi mereka lebih lebih terkejut mendengar suara Adel yang sangat menusuk itu dan pedas secara bersamaan
Alvaro dkk mereka terkejut tapi tidak berlangsung lama karena Mendengar bentakan dari dion
"*Gue suka keberanian nya" batin Devan
"Perkataannya pedas tapi aku suka" batin langit*
"Loh berdua makin ngelunjak haaa!!!
Dan loh berani bangat loh nampar gue, loh nggak tau siapa gue dan teman gue haaaa!!!!" bentak Dion
Widya dan Adel yang mendengarnya hanya tertawa
"Hahah iya kita tau loh, Loh kan anak yang berandal yang numpang disekolah ini udah nggak ganteng, bodoh, hidup lagi" ucap Adel mari kita juluki Adel dengan mulut pedas level 100+
PLAk..tamparan itu mendarat tepat kearah pipi adel bukan Dion yang menampar tapi Rian teman Dion
"Loh makin ngelunjak sama kita haaa!!" Teriak riann
"Heh Lo apa apa an haa!!!main tampar aja Lo ahkk—PLAK" ucapan Widya terpustus dengan tamparan Dion
__ADS_1
Widya dan Adel sekarng langsung menangis sesenggukan karena mereka itu anak orang kaya tidak pernah merasakan tamparan
Langit dan Devan yang melihat itupun sudah tidak tahan ntah apa yang terjadi pada mereka, Devan dan langit juga seakan merasakan sakit yang di terima Adel dan widya
Mereka sudah melangkah kakinya tapi langsung di tahan oleh alvaro, mereka berdua ingin marah tapi Alvaro langsng mengisyaratkan lihat kesamping
Devan dan langit yang mengerti pun langsung melihat kearah yang dimaksud Alvaro, dan dapat dilihat disitu sudah ada Siska yang melihat Dion dengan tatapan membunuh
"Tunggu sebentar saja" ucap Alvaro
Devan dan langit yang mendengar pun menunggu sebentar saja walau terpaksa
Siswa di parkiran langsng menutup mulutnya mereka, apa yang akan terjadi jika queen bullying tau kalau sahabatnya di tamparan begitu
"Kalian itu seharusnya jadi jal*ng kami aja kalian puas kami senang iya nggak" kata Rian sambil tertawa dan di ikuti Dion dan teman-teman
"Ehk biasanya kalian itu ber 3 mana satunya katanya itu lebih cantik gue mau lihat teman yang notabennya queen bullying" tanya dion
"Kenapa loh nangis kemana keberanian loh haaa!! Tadi aja loh selalu ngebentak dan ngehina kita sampah bukan, tapi sekarang kenapa kalian menangis" bentak Dion
"Emang loh sampah kan" jawab Adel
"Loh masih berani ngejawab haaa!" bentak Dion dan langsung mengangkat tangannya siap mendaratkan ke arah adel
Adel yang melihat itu pun langsung menutup matanya tapi sudah beberapa menit mengapa tidak terasa apa pun
PLAK.. bukan, bukan Adel yang tertampar tapi..
adel mendengar suara tamparan begitu keras Adel membuka matanya dan disana terlihat jelas Siska sedang menahan tangan Dion dan langsung menamparnya
...****************...
Siska lagi ngantri di wc" haaah ini sekolah elit bangat tapi kok WC nya penuh sih mana harus ngantri lagi"
10 menit Siska mengantri pun dia langsung masuk kedalam WC
Siska baru melangkah kakinya tapi dia melihat adek kelasnya sedang berlari kearahnya sambil memanggil nama nya
"Kak siska hos kak disana HOS diparkiran" ucap adik kelas yang ngos ngosan sambil nunjuk kearah parkiran
"loh kenapa sampai ngos-ngosan gitu dah, ikut gue tarik nafas, tahan, buang" ucap siska dan di ikuti adik kelasnya
siska yang sudah rasa nafas adik kelasnya mulai teratur itu pun langsung bertanya "kenapa loh tadi manggil gue"
"Kak Widya sama kak Adel ditampar sama kak Dion kak" ucap adik kelas dengan takut-takut,oh ayolah siapa yang tidak takut dengan Siska Queen bullying
"Terus dimana Widya dan Adel" tanya Siska
diparkiran kak.
Siska yang mendengar pun langsung berlari ke arah parkiran, dan di mata Siska terlihat jelas tatapan membunuh
Dan dari sini dia bisa melihat Widya dan Adel menangis dan sambil memegang pipi yang sedikit bengkak akibat tamparan
Siska yang melihat Dion mengangkat tangannya yang mengarah ke arah Adel pun langsung melanjukan larinya dan menahan tangan Dion yang hampir saja menampar Adel
Siska melihat bagaimana cara dia membentaak Sahabat yang dia sayang itu dan jangan lupa dia juga melihat bagaimana Dion dkk meminta sahabat nya itu menjadi jalangnya, semua yang dikatakan oleh Dion dkknya Siska mendengar semuanya
...****************...
Dion yang merasakan tangannya yang sedang di tahan pun langsung melihat kearah belakang dan dia bisa melihat ada seorang gadis yang sangat cantik
Siska langsung melepaskan tangan Dion dan langsung menampar Dion PLAKKK...
Dion yang kaget pun langsung berteriak "loh siapa jangan yang ikut cam—ahkkkk"
PLAKK..
__ADS_1
ucapan Dion terputuss akibat tamparan yang di berikan Siska
Sekarang Dion sedang linglung dan kepala nya sedikit pusing, dion tidak berbohong tamparan yang di berikan oleh gadis itu tidak main-main bahkan sudut bibirnya robek
Rian yang melihat bosnya di tampar pun langsung maju untuk memberikan pelajaran pada gadis yang ikut campur urusan bosnya itu
Mereka tidak tau saja gadis yang di maksud itu ada Queen bullying Siska Amelie Smith dan sahabat dari Adel dan widya yang mereka tampar dan dihina
Rian sudah didepan Siska dan ingin menonjok Siska tapi Siska langsung menghindar setelah menhidar Siska dengan cepat menarik tangan rian dan tanpa aba-aba atau peringatan Siska membanting tubuh Rian sehinga terdengar surah patah tulang
Kreak..suara patah tulang
"ahkkk sakit anj*Ng" teriak Rian kesakitan dia tidak menyangka gadis di depan ini membanting tubuhnya tanpa ekspresi
Tapi Siska tidak berhenti sampai disana dia melihat kearah Rian yang sedang menahan rasa sakit di punggung nya pun berjalan mendekati kearah Rian
Rian yang melihat gadis itu mendekati nya dengan wajah datar itu pun berteriak "berhenti jangan mendekat, menjauh dari gue"
Tapi Siska tidak berhenti maupun menjauh Siska Sekarang sudah ada di hadapan Rian dan berjonkok mengambil tangan paksa Rian dan akhirnya
KREAK..
"Ahkk tangan gue ahkk sakit loh gila" teriak kesakitan Rian
yah Siska mematah tangan Rian tanpa ekspresi dan Rian tidak bisa menahan rasa sakit yang di terima pun jatuh pingsan
Melihat teman kesakitan dan sudah tidak sadarkan diri pun Dion langsng sadar dan berteriak kepada teman lainnya
"Apa yang kalian lihat haa!!! Serang sekarang dia" perintah Dion
Teman-temannya yang mendengar perintah dari bosnya pun langsung menyerang bersamaan kearah Siska
Bugh ahk..
Plak..
Bugh ahkk..
Kreak sakittt..
5 menit anak buah nya Dion yang ber3 tadi sudah tidak sadarkan diri
Sedangkan Dion yang marah dan takut langsung berteriak kearah Siska
"Siapa loh sebenarnya kami nggak ada masalah sama loh!!!! Dan loh seenaknya ikut campur terhadap masalah gue" teriak Dion
Siska yang mendengar nya pun langsung melihat kearah Dion, siska berjalan kearah Dion tanpa ekspresi
Dion yang melihat Siska berjalan ke arahnya pun sangat takut
BUGH..
"gue sahabat dari yang Lo tampar tadi, dan tangan ini yang berani menampar Sahabatku maka ku akan patahkan"
KREAK..ahkkk sakit
BUGH...
"gue sahabat dari yang Lo hina tadi, dan mulut loh ini yang berani menhina sahabatku maka akan ku beri pelajaran" ucap siska
Siska mengeluarkan silet tajam dari saku nya dan langsung saja dia mengiris bibirnya Dion
"ahhh sakit hiks hentikan hiks kumuhon hiks" mohon dion sambil sesenggukan
"Mana tadi keberanian lohh haaa!!! katanya tadi mau bertemu denganku queen bullying dan sekarang mengapa kau menangis, aku hanya mematahkan tangan mu dan sedikit mengiris bibir mu tapi kau sudah menangis dasar cengeng" ucap Siska dengan santai tanpa beban
...prinsip ku bila kau tidak ingin melihat sisi kejam ku dan ku praktekkan kepadamu jangan kau coba-coba menyakitkan orang...
__ADS_1