
...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...
semuanya terdiam dengan pandangan yang menuju kearah depan yang di mana 10 mayat tergeletak dengan panah di sekujur tubuh
"kalian harus hati-hati karena disini penuh dengan jebakan, dan kita harus menyelamatkan Nona yang disana sebelum jam 02:00 tepat" ucap orang yang berpakaian hitam A
"emang kenapa kalau udah lewat jam 02:00" tanya Rijal yang bingung
pertanyaan Rijal sudah mewakili kebingunan semua orang yang berada di dalam itu, mereka bingung memangnya kenapa kalau lewat
"cek apa kalian bodoh kalian lihat sana, disana disisi sudut ruangan sana terdapat boom yang sudah berjalan dan waktu kita tinggal 25 menit saja" jawab berbaju hitam B dengan kesal
sedangkang mereka yang melihat boom yang sudah berjalan pun menegang kenapa mereka baru menyadari kalau di ruangan ini ada boom
dan mereka juga tak menyadari kalau diruangan ini banyak jebakan
"Kenapa kalian hanya diam saja ayolah berpikir bagaimana menyelamatkan nona yang disana apa kalian pikir boom yang disana akan berhenti jika kalian berfikir" ucap berbaju hitam C dengan sedikit nada dingin
mereka yang mendengarnya pun langsung sadar dari pemikiran mereka yang tiba-tiba loading
"bagaimana kita lewati jalan jalur samping kiri dan kanan, karena gue tadi lihat anak panah hanya muncul di tengah-tengah saja jadi bisa di simpulkan kalau anak panah itu berasal dari tengah-tengah" ucap Ayub ntah Kepada siapa
sedangkan yang lain mengangguk kepala setuju dengan ucapan Ayub barusan
"baik tidak ada salahnya untuk mencobanya kan, tapi kalian tunggu saja di sini kami yang akan mencoba nya duluan untuk memastikan keadaan" ucap berbaju hitam A
sedangkan mereka menganggukkan kepala setuju dengan orang asing yang berada dihadapan mereka, Mereka semua juga bingung dengan orang asing yang tiba-tiba datang dan menolong mereka
tapi mereka tidak ada waktu untuk memikirkan itu, yang sekarang dan yang paling penting adalah keselamatan Siska yang sedang
sekarat
__ADS_1
"kalian maju dan berpisah 5 sebelah kanan dan sebelah kiri nya juga 5 orang" perintah berbaju hitam C
10 orang yang mendengar perintah dari atasannya pun langsung bergerak pelan-pelan ke tujuan Masing-masing dan mereka bergerak hati-hati untuk menghindari kematian
mereka berdoa semoga saja nasib mereka selamat dan tak akan mati mengenaskan seperti teman mereka tapi baru saja mereka berdoa tentang keselamatan mereka sudah terdengar
BOOM BOOM
arghh arghh arghh
terdengar suara ledakan dan teriakan Kesakitan ternyata doa mereka tidak di kabulkan karena Malaikat Izrail sudah menunggu mereka, bahkan mereka mati lebih mengenaskan dengan tubuh yang sudah terbakar
"ternyata jebakan disitu lebih ganas dari pada yang di tengah bahkan mereka sudah menjadi manusia panggang siap saji aku ingin mencicipinya andai disini ada garam dan kecap" ucap enteng berbaju hitam B
"kenapa muka kalian begitu, sudah saya bilang bukan di ruangan ini banyak jebakan" ucap berbaju hitam A yang bingung melihat muka mereka yang terkejut
mereka tidak terkejut dengan manusia yang terbakar barusan mereka hanya cengo saja saat mendengar orang yang berbaju hitam B dengan santainya dia mengucapkan (manusia siap saji aku ingin mencicipi nya andai Disni ada garam dan kecap) berarti bisa disimpulkan orang yang berada dihadapan mereka ini adalah KANIBAL
"hei kalian berhenti memasang wajah waspada begitu ini adalah teman kami yang akan membantu kita untuk menyelamatkan nona" ucap berbaju hitam B
"tapi mengapa mereka memakai baju berwarna putih" tanya langit dengan bingung
"mungkin baju berwarna hitam udah habis stok, jadi mereka memakai baju yang berwarna putih" jawab gunutur
"hei bukan gitu konsep nya, mengapa kau seenak nya berbicara" ucap berbaju hitam A sinis sambil menunjuk kearah Guntur
"yah kan gue hanya ngejawab pertanyaan teman gue Napa loh ngegas bangat sih santai aja kali" ucap Guntur Tak kalah sinis
"itu rahasia mengapa kalian kepo sekali, dari pada kalian banyak bacot mending cepet lah bergerak dan berpikir karena waktu Kita tinggal 20 menit" ucap ketua yang memakai baju kuning
sudah 10 menit mereka mencari jalan keluar tapi mereka tidak mendapatkan mereka sekarang sudah sangat frustasi
__ADS_1
"mengapa kalian mencari jalan keluar yang begitu mudah Sangat sulit untuk kalian" ucap seseorang yang memakai topeng dengan nada dingin
sedangkan mereka mendengar suara yang dingin pun langsung melihat kearah orang tersebut dan orang berbaju hitam dan kuning Langsung menunduk serempak
"ahk sudah lah emang kalian tidak ada yang becus untuk mengerjakan tugas, Leon ambil kan aku palu" perintahnya
Leon yang mendengar ucapan atasannya pun langsung memberikan palu yang besar kepada tuannya tersebut
Angga yang sudah megengam palu yang besar pun berjalan menuju kesalah satu dinding berwarna hitam keputihan dan saat Angga berjalan anak buahnya Langsung mengihindar dari jalan tuannya dengan tunduk
sedangkan tmn"dan ayah/anak nya Siska bingung melihat kejadian itu, mengapa mereka semua tunduk kepada laki-laki itu
Tuk Tuk Tuk bunyi palu yang di pukul oleh Angga kearah dinding dan saat Angga berhenti memukul nya keluar lah kamera pingintau yang sudah tak berbentuk lagi tak sampai situ saja Angga berjalan kearah sudut ruangan dan langsung mengincak-incak sebush kaleng
tapi jika di perhatikan dengan teliti itu adalah kamera pengintai yang kecil, setelah itu Angga berjalan dengan santai kearah Siska dan yang melihat itu pun langsung menengang mereka takut laki-laki itu akan mati
tapi yang mereka lihat selanjutnya Langsung membuat mereka melototkan mata, karena mereka melihat tidak ada yang terjadi apa-apa laki-laki tersebut berjalan dengan selama kearah Siska
"apa yang kalian lihat, pergilah keluar siapkan tenaga kalian" ucap Angga yang masih dingin saja
anak buahnya Langsung menunduk dan pergi dari situ melaksanakan perintah dari atasan mereka
"dan kalian mengapa tidak keluar" tanya Angga yang sudah memeluk Siska yang sudah tak sadarkan diri
"maksud kau kami harus keluar dan meninggalkan anak saya Kepada mu, yang jelas-jelas orang asing" ucap Brayen dengan dingin dan menatap tajam kearah laki-laki asing ini
bukan hanya Brayen saja yang menatap Angga dengan tajam Alvaro/Ayub dan ke-3 kakaknya Siska, mereka tidak suka melihat Siska di peluk oleh laki-laki
"yah, apa kalian mau disini saja dan kalian harus wasdap saat keluar karena di depan ada banyak orang yang menunggu kita" ucap Angga dengan santai tapi masih ada nada dingin dan melewati mereka
mereka ingin sekali menegur dan ingin sekali memukul tapi mereka urungkan karena melihat keadaan Siska yang sudah sangat sekarat
__ADS_1