Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
bingung mau kasih judul apa


__ADS_3

...Selamat membaca kak...


Siska sekarng berada di masionnya sedang menyimak pertengkaran Abang-abang nya, perihal siapa yang akan berangkat bareng ke sekolah


"Dek berangkat sama Abang yuk kesekolah" ucap bang devan


Sebelum Siska menjawab pertanyaan bang Devan, Nabil sudah memotong ucapan nya


"Ehk nggak bisa Siska berangkat sama gue" bang Nabil


"Ehk disini gue yang ngajak Pertama dan siapa cepat dia dapat" bantah Devan karena dia tidak mau Siska berangkat bersama bang Nabil karena disini dia yang mengajak pertama jadi harus dia dong yang berangkat bareng adiknya itu


Sedangkan Nabil yang mendengar itu langsung melotot kan mata nya apa katanya SIAPA CEPAT DIA DAPAT oh itu tidak ada di kampusnya


"Nggak ada cerita begitu di kamus gue,


Gue disini sebagai Abang kedua jadi loh harus ngalah karena sebelum Lo lahir gue udah lahir" ucap nabil tak terbantahkan


Lo-


"Kalian berdua diam lah yang berhak berangkat ke sekolah itu adalah aku, abang pertama dan juga gue udah lahir sebelum lo berdua keluar dari perut ibu gue" ucap Rasya


Sedangkan Devan dan Nabil Mendengar itu tidak menerima nya


"Tidak bisa begitu disini aku yang mengajak pertama" bantah Devan


"Tapi pasti Siska yang akan milih ku, secarakan aku membawa mobil karena Siska tidak mau naik motor karena nanti kulitnya akan kusam" ucap nabil


Nabil tidak terlalu tertarik dengan motor menurut nabil jika dia mengendarai motor kulit nya akan kusam karena terkena debu belum lagi Sinaran matahari dan dia memikirkan perawatan mahal nya akan sia-sia


Sedangkan Siska sudah kesal mendengar Abang-abang nya bertengkar karena masalah sepeleh


Oh ayo lah ini Masi pagi dan dia sudah mendengar keributan yang tidak ada manfaatnya dan belum lagi dia akan terlambat ke sekolah


Seandainya mobil Siska tidak di sita oleh ayah nya, dia sudah berangkat ke sekolah sendiri dari tadi


Yah mobil Siska disita karena Abang nya mengadukan nya perihal dia pulang ke masion jam 12 malam


"Kalian berhenti lah bertengkar kalian ingin membuat putri ku satu-satunya ini terlambat ke sekolah" ucap brayen, karena tadi dia turun dari kamar nya dan akan pergi ke kantor tapi dia mendengar ada keributan di masionnya


Dan ternyata keributan yang dia dengar berasal dari anak-anak nya,Dia mendengar mereka meributkan siapa yang akang berangkat bersama ke sekolah


Brayen melihat kearah putrinya itu, sudah kesal mendengar keributan yang ditimbul kan oleh Abang nya itu dan sambil melihat jam


"Dan kalian berangkat lah kesekolah, Siska akan berangkat dengan ku ayah nya dan kalian tidak usah membantah karena kalau bukan benih ku kalian tidak akan keluar ke dunia ini" ucap brayen yang sekali lagi blak-blakan


Sedangkan ke3 Abang nya Siska mendengar ingin membantah tapi mereka melihat kearah Siska yang sudah kesal jadi mereka menerima nya


...****************...


Siska sekarng sudah berada disekolah tenang dia tidak terlambat, ingat kan Siska untuk berterima kasih kepada ayah nya itu kalau bukan karena ayah nya bisa di pastikan dia akan terlambat


"Sis ke kantin yuk lapar nih gue" ucap Adel sambil mengelus perut rata nya itu


"Hum yaudah Ayuk gue juga laper" ajak Siska


"Tumben lo langsung mau biasa nya kan loh bilang gini 'bentar gue main game dulu kalau kalian udah laper bangat pergi aja ntar gue nyusul" ucap Widya dengan gaya yang dibuat-buat nya itu


Adel yang mendengarnya pun menganggukan kepala "eh iya yah tumben sis"


Siska yang mendengar nya hanya cecengesan "hehe hp gue lowbet"


Adel dan Widya mendengarnya hanya memutar mata malas jadi kalau hpnya tak lowbet dia akan bermain gitu


"Ini gimana, jadi nggak kita kekantin" tanya Siska yang melihat kearah Sahabat nya yang diam saja


"Yah jadi lah Siska" sewot Adel dan widya


Siska sekarng sedang duduk dikantin dan menunggu makanan yang dipesan oleh Widya & adel


"Kita boleh gabung disini nggk soalnya bangku lain udah ful" ucap Guntur yang datang entah sejak kapan mereka didepan Siska


"Hum bisa tapi kalian nggak lupa kan kalau bangku ini nggak gratis" jawab Siska


Sedangkan Alvaro dkk yang mendengar nya hanya mengangguk pasrah, andai saja mereka tidak telat datang kekantin pasti tidak akan begini


"Langit pesan sana" ucap Devan tanpa banyak bicara Langit langsung pergi memesannya, karena langit tau kalau hari ini jadwal dia mesan makanan


Alvaro dkk memakai jawdal begitu..


Belum lama Alvaro duduk sudah ada Suara yang meminta izin untuk duduk di bangku nya Siska


"Kita bisa duduk disini nggak" Alvaro dkk + Siska melihat siapa yang meminta izin untuk duduk itu


Oh ternyata yang meminta izin duduk itu, adalah Haikal teman nya Ayub bukan cuman Haikal yang ada disini tapi juga ada Ayub dan rijal


Siska yang melihat nya itu pun itu langsung tersenyum oh astaga mimpi apa dia semalam karena rejeki sedang ada di depan matanya


"Bisa, tapi kalian harus bayar karena duduk di bangku ini nggak gratis dan kalian nggak usah banyak bacot, karena nih bangku punya gue bukan punya sekolah" jawab Siska dengan cepat karena dia tidak suka beradu bacot seperti Alvaro dkk dulu


Haikal,Rijal  yang mendengar nya ingin membantah tapi di urungkan karena Mendengar bangku itu, bukan bangku sekolah tapi bangku pribadi nya Siska dkk


Sedangkan Ayub yang mendengar hanya tersenyum sangat tipis bahkan tidak terlihat kalau tidak di perhatikan Dengan teliti "ternyata gadisnya ini ingin mencari uang dengan cara yang licik" batin ayub


"Berapa?" tanya Guntur karena dia tidak mau lagi membantah, dia sudah sangat lapar


"Humm tidak mahal, hanya 3 juta saja" ucap Siska dengan santai


Ayub dkk yang mendengar melotot kan mata nya apa katanya tidak mahal, hanya 3 juta saja astagaa hanya numpang duduk di bangku harus membayar 3 juta haha bahkan lebih mahal dari di restoran


Mereka memang orang kaya tapi mereka sangat-sangat tau batasan memakai uang mereka


"Apa kata mu tidak mahal, kami hanya mau duduk dan harus membayar nya 3 juta dan katamu itu tidak mahal" ucap Rijal


Bukan hanya Ayub dkk yang terkejut, tapi Alvaro dkk juga terkejut mengapa makin kesini bayaran bangku Siska makin mahal saja


Ingat kan mereka untuk membuat bangku sendiri juga


"Kalau kalian tak mau membayar pergi aja sana" ucap Siska mengusir


"Baik kami membayarnya dari pada kami harus menahan lapar" ucap Haikal dengan tidak ikhlas


Sedangkan Ayub hanya diam saja, menyimak apa yang yang di lakukan oleh Sahabatnya dan gadisnya

__ADS_1


apa gadisnya, apakah ayub sudah tertarik sama Siska ntahlah hanya Ayub yang tahu dan autor tentunya


"Pesanan datang ehk kok rame di bangku kita" tanya Adel yang membawa pesanan


"Dan mengapa kau tersenyum sangat lebar begitu" lanjut Adel


"Ahk biasa, gue mendapat kan uang dari hasil kerja keras gue" ucap Siska yang mendramatis


Sedangkan Ayub dkk dan Alvaro dkk menatap Siska dengan pandangan horor, apa katanya uang hasil kerja keras nya, bisa kah mereka menenggelamkan Siska di laut...


...****************...


"Siska menurut loh gue itu cocok nggak sama Kaka loh devan" tanya Adel kepada Siska


Siska dkk Sekarang sedang berada dimasionnya widya, Adel dan Siska akan menginap disini satu malam


Tenang Siska sudah meminta izin kepada ke 3 abangnya dan jangan lupa ayahandanya walau masih adu cekcok tapi pemenang nya ada Siska


"Hum menurut gue sih cocok, tapi nggak tau kalau kakak gue suka sama loh" ucap Siska


"Iyah gue juga pikir loh cocok sama kak Devan Del, lagian yah kalau dilihat-lihat setiap kita ketemu sama Alvaro dkk, Devan selalu ngeliat kearah loh, apa jangan-jangan kak Devan juga suka sama Lo" ucap widya


"Ahk masa sih" ucap Adel malu-malu meong


"Iyah lah masa gue boong, ehk ehk gue juga mau nanya gue cocok nggak sama langit" tanya Widya


"What!! loh suka sama kak langit gitu, gue dukung kok loh sama langit dari pada sama mantan loh itu" ucap adel yang membandingkan mantan Widya


"Hmm sejak kapan loh suka sama kak langit Wid" tanya siska


"Loh mah jangan ungkit-ungkit soal mantan gue, hum gue suka kak langit seja" Widya terdiam tapi tak lama melanjutkan kan ucapannya "nggak tau tiba-tiba aja udah suka"


"Gue mau nanya sama kalian berdua?" ucap Siska


"Apa" jawab Adel dan Widya bersamaan


"kalian berdua suka mah Kak Devan dan Kak langit baru di tahap tertarik apa baru suka atau udah mencintai" tanya Siska dengan serius


"Kalau gue sih, masih di tahap tertarik" Adel


"Sama gue juga baru masih di tahap tertarik" widya


"Gue kasih saran mah lo ber 2 deh, coba kalian berdua dekatin Kak Devan dan kak langit,  buktiin jika ke devan dan kak langit juga tertarik sama kalian berdua dan jika terbukti kalau kak Devan ataukah kak langit juga tertarik sama kalian berdua maka kalian perjuangin, tapi jika sebaliknya kalian Jangan memaksakan, kalian tahu kan jika cinta dipaksakan, akan terjadi apa. pasti kalian tidak lupa tentang aku dan Alvarokan" ucap Siska panjang lebar


Adel dan Widia yang mendengar ucapan panjang lebar Siska pun hanya menganggukan kepala Mereka pun mengerti apa yang dimaksud kan Siska


Siska menyuruh mereka untuk mendekati kak devan dan kak langit tujuannya, untuk mengetahui apakah kak langit dan kak devan tertarik pada mereka, jika mereka tidak tertarik mereka akan mengubur rasa tertarik mereka kepada Devan dan langit


intinya Siska tidak mau Adel dan Widya merasakan sakit yang ia rasakan saat mencintai Alvaro walaupun bukan Siska yang sekarang merasakan


...****************...


...Di sisi Alvaro dkk...


Alvaro dkk sedang berada di markas, Alvaro berada diruangan inti dia sedang duduk di sofa sedang memikirkan seseorang yang yang semakin lama semakin jauh darinya


jika kalian menebak seseorang itu adalah Siska maka jawaban kalian benar, dia memikirkan Siska yang selalu menghindar darinya


Alvaro yakin jika dia sudah di tahap menyukai Siska tapi entah kenapa Siska malah menjauhinya, apakah ini yang dirasakan oleh Siska saat dia tidak merespon rasa cinta Siska dulu


dia suka saat gadis itu menampar dion dengan keberaniannya, padahal dia tahu Dion adalah preman sekolah tapi dia tidak takut untuk melawannya


kalian menanyakan siapa gadis yang disukai oleh Devan maka jawabannya adalah..WIDYA


kita sekarang beralih kepada langit, langit juga sedang memikirkan seseorang yang selalu mengganggu pikirannya sekarang ini


pikirannya sekarang ini, sedang memikirkan gadis yang bermulut pedas dia menyukai ciri-ciri perempuan yang mempunyai mulut pedas


Langit Sedang berpikir apakah dia baru merasa tertarik atau sudah di tahap menyukai, dan juga dia Sedang berpikir apakah gadis yang dia sukai membalas perasaan nya


mari kita bongkar gadis yang dimaksud oleh adalah..ADEL


...****************...


...sekolah...


"Siska gue bisa minta bantuan sama lo harus mau" ucap Adel


"lah minta Bantuan maksa banget, buruan apa" tanya Siska


"gue minta bantuan sama lo untuk dekatin gue sama Kak Devan"


"Ehem menurut gue sih bisa aja, loh percayain sama gua ntar gue dekatin loh sama abang gue, tapi jika Abang gue nggak tertarik sama loh, maka lo harus kubur baik-baik rasa tertarik lo sama abang gue jangan sampai Karena rasa tertarik lo itu lo akan terluka oke" ucap Siska


adel yang mendengar ucapan Siska pun menganggukkan kepala semangat, apalagi Siska mau membantunya untuk mendekati devan


"Ehk gue juga mau bantu lo dekatin sama Kak Devan, tapi kalian berdua juga jangan lupa juga untuk dekatin gue sama Kak langit" ucap widya


"Beres" ucap bersamaan adel dan Siska


...****************...


...Pulang sekolah...


"Bang Devan" teriak Siska karena jarak Siska dengan bang Devan sedikit jauh


Siska berlari kecil kearah Devan dan jangan lupa Widya dan Adel mengikuti Siska


Siska sudah sampai di hadapan Abang nya itu, dia melihat yang ada di parkiran itu hanya ada Alvaro, langit dan Abang nya devan


"Kenapa dek" tanya bang Devan karena dia bingung adik nya itu memanggil nya


"Bang Rasya dan bang Nabil sama teman Abang satu nya kemana" tanya Siska


"Oh bang Nabil dan bang Rasya udah pulang duluan katanya ada urusan penting dan kalau guntur udah pulang sama pacarnya barusan" jawab bang Devan Siska yang mendengar nya hanya menganggukkan kepalanya


Siska melihat kearah Alvaro dan mengucapkan "Alvaro gue bisa pulang sama Lo nggak"


Alvaro yang mendengarnya bingung campur senang, senang karena bisa pulang bareng bersama Siska, bingung kenapa Siska mengajaknya pulang padahal didepan nya ada abangnya DEVAN


Dan ntah kenapa dia bisa sesenang ini saat Siska mengajak nya pulang barang, padahal lalu saja dia hanya cuek saat Siska mengajak nya pulang tapi sekarang ahh sudah lah Alvaro tidak bisa menjelaskan perasaan nya melalui kata-kata


"Bisa" ucap Alvaro dan menarik Siska ke motornya

__ADS_1


Tapi sebelum Siska pergi dia mengatakan sesuatu


"Bang Devan tolongin antarin adel kerumah nya yah karena sopir adel sakit dan bang langit tolongin gue juga antarin si Widya yah" ucap Siska


Sedangkan Adel  dan Widya  yang mendengar hanya tersenyum kecil jadi ini yang dimaksud Siska tadi yang akan membantu mereka berdua


oh astaga mereka berdua terkejut karena Siska bergerak cepat untuk dekatin mereka sama Devan dan langit


mereka mengira siska akan lama, karena harus menyusun rencana dulu, tapi ini ahh ingat kan Widya dan adel untuk mengucap terima kasih kepada Siska


Ntah Kenapa Devan tidak suka saat melihat Widya tersenyum ke arah langit dan berjalan menuju motornya langit, dia tidak masalah mengantar Adel tapi masalahnya adalah mengapa harus adel yang dia antar mengapa tidak Widya saja


Begitu pun langit ada rasa api cemburu dihatinya saat melihat Adel tersenyum senang karena pulang bersama Devan, ahhk Kenapa Siska tidak menyuruhnya untuk mengantar Adel saja, kenapa harus Widya


Sebelum Siska meninggal kan parkiran terdengar suara langit dan bang Devan


"Siap/sip" ucap bang Devan dan bang langit, tapi jika diteliti baik-baik, ucapan Devan dan langit seperti tidak ikhlas untuk mengantar Pasangan mereka masing-masing tapi dasarnya Siska tidak peka jadi Siska tidak tahu


...****************...


Sekarang Alvaro dan Siska sedang dalam perjalanan..


"Alvaro berhenti" teriak Siska tiba-tiba dan Alvaro langsung mengrem motor nya tiba-tiba, untung saja Alvaro jago dalam membawa motor jika tidak sudah di pastikan mereka akan jatuh dari motor ini


Alvaro yang khawatir karena Mendengar suara siska yang berteriak meminta nya untuk berhenti pun bertanya "Kenapa sis"


Siska turun dari motor nya Alvaro dan tersenyum lebar kepada Alvaro mengatakan "Gue lapar hehe"


Alvaro yang mendengarnya melongo mendengar jawaban dari Siska


pertanyaan Alvaro itu kalau lapar kan bisa ngomong santai saja, karena Alvaro mempunyai telinga yang sangat tajam kenapa harus teriak-teriak begitu


"Yuk ikut gue kita makan bakso yang di pinggir sana" ucap siska yang sudah berjalan kearah pedagang bakso itu


"Bang bakso nya dua yah" ucap Siska kepada pedagang bakso itu, dan di balas "siap neng"


Alvaro langsung menyusul Siska yang sudah duduk santai di warung kecil itu


Alvaro sudah duduk di dekat Siska


"Sis lo nggak malu makan disini?" tanya Alvaro, karena setau Alvaro Siska itu anak manja mana mungkin dia akan makan disini


Ya kar-''


"ini makannya neng den" ucapan Siska terpotong oleh pedangan bakso


"Makasih bang" ucap siska


"Ngapain harus malu gue disini mau makan bukan jual diri, jadi gue nggak malu dong dan disini ini makanannya murah dan enak jadi ngapain makan di restoran udah mahal, tapi nggak enak kan bubazir uang saja" ucap siska yang sekarang sedang memakan baksonya.


Alvaro yang mendengar Siska tersenyum kecil dia baru tau kalau Siska ada sisi lain


Author: hohoho kau tak tau saja nak, yang ada di dalam raga itu ada jiwanya chandra


Pembeli yang ada di warung itu, memuji pasangan yang sedang makan bersama itu


Loh liat deh Mereka serasi bangat ya, yang satu tampan dan yang satu cantik..


Aaa gue juga mau punya pacar kaya bang tampan disitu...


Gue juga mau punya pacar kaya gadis itu dia cantik,putih plus bodynya bagus kaya model aja...


Author: hohoho😁 dia tidak tau saja kalau Siska model betulan


Sedangkan Alvaro dan Siska tidak mendengar itu karena mereka fokus terhadap makanan mereka masing-masing


...----------------...


...Mari kita lihat keadaan Devan dan Adel...


"Devan" panggil Adel tapi tidak di balas oleh Devan


Adel memikir pasti suaranya kecil dan tidak kedengaran oleh Devan


"Devan!!!!!!!" teriak Adel


Citt bunyi rem mobil berhenti, Devan mengrem mobilnya karena teriakan Adel


"Loh kenapa" tanya Devan sama Adel


"Gue lapar kita cari restoran atau tempat makan yuk" ucap Adel dengan cengengesan


Devan yang mendengar nya pun menganggukkan kepala dan menjalankan mobil nya untuk mencari  tempat makan


Devan sempat berfikir Adel Kenapa-kenapa, tapi ternyata Adel berteriak itu hanya lapar


Mengapa Devan tidak mendengar Adel memanggil dan saat Adel berteriak dia langsung mengrem mobilnya maka jawaban nya dia sedang mefikirkan Widya yang pulang bersama dengan langit


...****************...


Sedangkan disisi lain, langit dan Widya pun Sekarang sudah berada di tempat makan


Langit mengajak Widya makan, karena langit ingin menhilang kan pikiran yang selalu memikirkan Adel dan Devan


Karena dia tau jika mengemudi motor banyak pikiran mending berhenti dan hilang kan pikiran tersebut demi keselamatan apalagi dia sedang mengantar Widya pulang


...Hehehe maaf yah kalau ceritanya membosankan...


...Devan menyukai Widya...


...Tapi...


...Widya menyukai langit...


...Dan...


...Langit menyukai Adel...


...😶...


...Adel menyukai Devan...


Jadi bagaimana kisah cinta mereka, apakah mereka bisa mendapatkan sesuai keinginan mereka masing-masing, atao akan mendapatkan takdir yang lain oleh author

__ADS_1


Dan apakah Alvaro mendapatkan cinta Siska kembali atau Siska akan jatuh cinta pada seseorang


dan jangan lupa juga, ayub juga tertarik kepada Siska


__ADS_2