
...Selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...
"Ini loh di Keroyok dimana coba sampai keadaan loh kaya gini" tanya Guntur kerena dia betul-betul melihat keadaan ayub yah menurut nya agak parah
Ayub yah Mendengar pertanyaan Guntur pun langsung menjawab dengan suara pelan tapi masih dapa di dengar oleh semua orang yang berada di ruangan tersebut
"Gue di pukul di jalan xxx yang pinggir hutan itu" jawab Ayub
Alvaro yang mendengar ucapan Ayub pun bingung karena Lokasi yang di ucapkan oleh Ayub sedikit jauh dari lokasi dimana dia dan Ayub bertemuan dan memukul nya
"Coba Lo ceritain gimana kronologi kejadiannya itu terjadi" tanya haikal dan dapat anggukkan dari Siska, Guntur sedangkan Alvaro hanya diam saja bak patung (canda patung)
Ayub yang mendengar pertanyaan dari Sahabatnya pun tersenyum kecil bahkan senyum nya tidak terlihat sama sekali karena Ayub sudah menyusun apa yang akan di ucapkan
"Gue pergi ke jalan xxx karena gue dapat SMS dari Seseorang dia ngirim pesan itu ke handphone gue katanya jika ingin Siska selamat maka datang lah ke jalan xxx, gue yang udah khawatir dengan keadaan Siska pun tidak berfikir untuk nelfon kalian untuk meminta bantuan jadi gue pergi ke sana sendiri, stelah gue sampai kesana gue malah di sambut dengan anak buah nya dan mereka memukulku tanpa ampun" jelas Ayub dengan lancar tanpa kegugupan sama sekali
Sedangkan disisi Alvaro dia mendengarkan semua penjelasan Ayub pun alis mekerut bingung pertanyaan nya kapan Ayub mendapatkan pesan itu
"Kapan loh dapat pesan itu dan gimana ceritanya loh di tolong sama orang yang bawa Lo ke rumah sakit" tanya tiba-tiba Alvaro karena Alvaro sanggat ingin tahu
Ayub yang mendengar pertanyaan Alvaro pun terdiam apa kalian pikir Ayub tidak bisa menjawab pertanyaan alvaro maka kalian salah kan Ayub sudah bilang bahwa sudah menyusun apa yang akan di ucapkan
"Hahah pertanyaan itu terlalu kecil untuk ku jawab" batin Ayub sombong
"Gue dapat pesan itu jam 02:16, setelah mereka memukul gue badan gue lemes dan bagian tangan gue yang patah sakit bangat dan di situ juga gue udah menutup mata gue karena menahan rasa sakit yang berada di tubuh gue, tapi gue masih dalam kesadaran gue ngerasa gue di seret ntah dimana dan mereka ninggalin gue di situ, udah kaya 15 menit an gitu tiba-tiba ada yang datang dan nolongin gue dan sekarang gue berakhir disini" jawab Ayub
__ADS_1
Alvaro yang mendengar ucapan Ayub pun berpikir yang diucapkan Ayub tidak masuk akal apa Ayub pikir dia bodoh hey dia ini pintar mana mungkin bisa di bodohi
Alvaro memikirkan apa yang di ucapkan Ayub pun langsung bingung karena ada yang salah Alvaro dan Ayub bertemu 01:45 setelah mengancam Alvaro pulang 01:55 dan barusan Ayub mengatakan kalau dia dapat pesan 02:10 dan lokasi yang dikirim seseorang itu cukup jauh dan butuh waktu 25 menit kalau dengan kecepatan pun mobil butuh waktu 10 menit dan mana mungkin Ayub bisa sampai di tempat lokasi dengan cepat jadi kalau Alvaro nyimpulkan ini rencana nya
"Ini kabar yang buat gue bingung kalau ini benar adalah rencana nya Ayub, mana mungkin Sampai mematahkan tangan nya sendiri" batin Alvaro yang frustasi
"Tapi loh nggak sampai matikan" tanya siska yang Ngadi-ngadi
"Lah Napa loh nanya kaya gitu, emang nggak ada pertanyaan lain apa" tanya Guntur yang mendelik kesal kearah Siska
Karena seumur dia hidup baru kali ini Mendengar pertanyaan yang Ngadi-ngadi kepada orang yang kena musibah
Siska yang mendengar ucapan Guntur pun menbalas dengan enteng
"Gue bosan setiap nanya orang yang kena musibah kegini terus loh nggak apa-apa kan, syukur deh keadaan kamu nggak
Sedangkan Ayub yang mendengar perkataan siska pun membatin
"sabar Ayub dia itu gadis yang Lo
cinta dan sayang jangan sampai kata mutiara berlian sejagat raya yang loh simpan keluar"
Alvaro yang mendengar perkataan gadisnya pun pingin sekali tertawa terpingkal-pingkal tapi dia masih menahannya karena dia ingin menjaga image-nya
Haikal melangkahkan kakinya ke arah Ayub dan memegang punggung dan melihat ke arah Ayub seakan-akan mengatakan
__ADS_1
"Loh jangan sampai frustasi,ingat masih ada uang yang loh habis kan"
"udah udah nggak usah dibahas eh ayub loh udah makan belum" tanya Siska kepada Ayub
ayub yang mendengar pertanyaan Siska pun tersenyum dan mengatakan kepada Siska
"Gue belum makan dari tadi dan juga gue lapar tapi tangan gue nggak bisa megang sendok" ucap Ayub dengan nada sedih
Tapi percayalah nada sedih yang digunakan oleh Ayub hanya akting belakang
"Ya udah gue suapin aja makannya pokoknya harus mau itung-itung gue ngejaga loh, kan keadaan lo kayak gini gara-gara gue juga" ucap Siska kepada Ayub
Ayub yang mendengar ucapan Siska pun menganggukkan kepala sambil tersenyum lebar
"Siapa coba yang nggak mau disuapin sama lo" batin ayub
Alvaro yang mendengar percakapan kedua orang yang berbeda jenis itu pun melototkan mata kearah ayub apa-apaan minta disuap kan masih ada tangan satu Kenapa harus disuap coba
Alvaro ingin sekali mencegah Siska untuk menyuapi ayub Tapi itu sudah terlambat karena Siska sudah menyuapi Ayub
ruangan yang dingin karena AC tiba-tiba panas bagi Alvaro karena melihat adegan yang sangat sangat membuatnya terbakar
"Hahaha panas-panas lu ngelihat gue disuapin Siska, nggak pernah kan loh disuapin Siska, panas nggak panas nggak panas lah masa enggak" batin Ayub yang mengejek karena Ayub melihat gelagat aneh ke arah Alvaro
"kayaknya si ayub cari kesempatan dalam kesempitan" batin Rijal yang dari tadi memperhatikan ayub
__ADS_1
"perasaan tangannya yang satu masih sehat-sehat tapi kenapa maunya disuap ya dasar Ayub" batin haikal