
...Hai-hai Kaka-kaka selamat membaca etss tunggu dulu kalian sehat nggak,sehatlah jangan sakit-sakit...
Siska sekarang Sedang berada di dalam ruangan kantor nya Angga, tapi yang berada di dalam ruangan tersebut hanya Siska dan Leon sekertaris nya Angga
"Ehk pak Leon ini dimana bos nya, saya udah nunggu di sini selama setengah jam loh, mana pantat saya udah keram karena kelamaan duduk lagi" ucap Siska yang blak-blakan
Leon yang mendengar pertanyaan dan pernyataan blak-blakan pun hanya menhela nafas panjang dan mengucapkan kan kata dengan tenang "sebentar lagi, tuan akan datang, tuan hanya akan mengambil berkas yang akan di tanda tangani oleh nona"
Siska yang mendengar nya pun bingung dan bertanya "disini siapa bos nya, mengapa pak Angga yang mengambil berkas nya sedangkan pak Angga adalah bos di perusahaan ini"
"Pak Angga ingin menyampaikan sesuatu kepada Mbak riana, yah mumpung berkas ada pada mbak riana, pak Angga mengambil berkas tersebut sekalian menyampaikan yang ingin di sampaikan oleh pak Angga, dan juga pak Angga takut nona sendirian jadi saya di utuskan untuk menemani nona supaya nona tidak kesepian" jawab Leon dengan sabar
"Yah ampun berapa lama lagi gue harus duduk disini pantat gue udah keram, tambah tepos deh tuh pantat gue, dan apa katanya tadi menemani gue supaya gue ngga kesepian eleh bahkan dia dari tadi hanya diam saja bak patung disana nggak ada niat gitu ngajak gue ngobrol apa gibah" guman Siska dengan suara yang kecil
Tapi percayalah sekecil apa pun suara Siska Leon dapat mendengar nya
"Seperti nya aku harus akan menambah kesabaran ku lagi karena sifat nona muda yang ada dihadapan ku ini seperti sifat tuan ku, mana lagi tuan ku tertarik dengan nona muda ini, semoga saja aku masi sehat dan mendapat kan jodoh di masa depan" batin Leon
For Leon༎ຶ‿༎ຶ
Clek bunyi pintu terbuka dan yang mebuka itu adalah seorang pria yang tampan tapi dengan muka yang datar
"Maaf saya terlambat" ucap Angga dengan nada datar
"Dia meminta maaf dengan wajah seperti itu, kaya nggak ada rasa bersalah aja sih" batin Siska yang mengomel
Tapi lain di hati, lain juga di mulut "tidak apa-apa saya sudah terbiasa menunggu, apalagi yang saya tunggu adalah bos saya bahkan sampai puluhan tahun pun saya akan menunggu, walau bos saya tidak menempati jam janjian pertemuan nya" ucap siska yang tersenyum paksa kepada Angga
"Wow nona muda ini kalau menyindir kena sampai di uluh hati yah, bagus nona saya kagum pada nona tingkatkan, selama ini saya ingin mengucapkan kata seperti itu kepada tuanku tapi tidak beraniಥ‿ಥ" batin Leon
dan saya senang dengan nona karena mewakili perasaan saya
Sedangkan Angga yang mendengar nya pun tersenyum kecil karena dia suka melihat wajah nya Siska yang sedang tersenyum paksa ahhk itu sangat manis
Sebenarnya angga sudah lebih dulu menyelesaikan masalah kantor nya dengan riana, tapi dalam perjalanan menuju ruangan nya dia melihat pantulan nya di litf jika penampilan nya sangat berangkatkan
__ADS_1
Karena Angga takut Siska ilfil dengan penampilan nya pun, Angga berniat ke toilet untuk memperbaiki penampilan walau toilet nya jauh
"Wah ternyata saya mempunyai seorang model dengan kesabaran segunung" ucap Angga mengejek dia tau kalau Siska menyindir nya
Siska yang mendengar nya pun hanya menatap sinis kepada bos nya, wow mari kita tepuk tangan atas keberanian nya
"yah, maka pak Angga harus bersyukur mendapatkan model seperti saya apalagi saya sudah cantik,baik hati, dan tentu sabar" ucap Siska yang angkuh dan sombong
"Yah yah terserah kamu saja, walau yang kamu ucapkan itu, setengah kebenaran" ucap Angga yang ingin membuat Siska kesal
Sedangkan Leon dari tadi hanya menyimak (●__●) dia tidak mau mencampuri urusan kedua orang yang berada di hadapan nya ini jika dia ikut campur bisa-bisa dia yang duluan tepar
Siska yang mendengar ucapan Angga pun melototkan mata nya apa maksudnya "ah sudahlah, saya kesini ingin mentanda tangani berkas"
Angga yang mendengar nya pun mengangguk dan menyerahkan sebuah berkas kepada siska, Angga sudah cukup senang melihat ekspresi wajah Siska yang kesal menunggunya lama, dan mengatai nya kalau ucapan nya setengah kebenaran
Siska langsung menerima berkas tersebut dan membaca yang tertulis di berkas tersebut dan bisa dilihat kening nya sesekali menkerut pertanda dia memikirkan sesuatu atau bingung
"Ini maksud nya saya harus memakai pakaian bermotif dres ini dan berfoto dengan pak angga" tanya Siska karena di bingung mengapa harus pak Angga kenapa tidak model lain saja, tidak tau kan dia jika kalau berdekatan seperti dengan pak Angga jantung nya akan berdetak 3× lipat
Angga dengan santai menjawab "karena model pria di perusahaan saya tidak ada waktu karena mereka mendapat kan banyak tawaran foto di luar negri"
Angga sendirilah yang memberikan pekerjaan kepada semua model lelaki yang ada di perusahaannya untuk foto di luar negeri
"Tapi pak Angga bisa berfose seperti model di kamera, bukan apa-apa pak Angga saya tidak bermaksud menhina anda, hanya saja saya khawatir dengan wajah anda yang datar itu" ucap Siska yang bar-bar, apakah Siska tidak bisa mengontrol mulut nya itu
Leon yang mendengar nya sungguh dia ingin sekali tertawa tapi dia takut karena melihat wajah tuan nya lebih datar dari sebelumnya
Angga yang mendengar ucapan Siska pun lebih mendatar kan wajah nya dan mengucapakan kata "Leon jelaskan"
Leon yang mengerti pun langsung menjelaskan dengan tenang tapi percayalah dari nada penjelasan nya sedang menahan tawanya untuk keluar "begini nona muda, pak Angga adalah model tingkatan atas, bahkan pak Angga banyak tawaran bekerja sama tapi pak Angga tidak menerima tawaran tersebut"
Siska yang mendengar nya pun kaget, dia baru mengetahui jika pak Angga adalah Seorang model mana model tingkatan atas pula, jadi malu(ʘᗩʘ’)
...****************...
__ADS_1
...Skip......
"Yang ampun ini jaringan di hp ku kok ngilang yah,kek perasaan gue Ama mantan" ucap Siska
Siska sekaranh sedang di luar gedung karena selesai mentanda tangani berkas tersebut dia langsung keluar tak lupa pamit
Ting..Ting
Angga menberhentikan mobil nya dan mengatakan "mau pulang bersama"
Siska yang mendengar nya pun mengangguk kepala karena hp nya tidak ada jaringan dan tidak bisa memesan taksi online
Tapi dalam perjalanan, mobil nya pak Angga mogok
"Pak Angga punya perusahaan tapi kenapa mobilnya mogok sih" kesal Siska yang sedari tadi menolak mobil pak Angga yang mogok
"Kamu jangan bawel deh, bahkan kamu anak orang kaya ke-3 mobil nya aja bisa mogok" ucap Angga
"Ihk kesal, ehk kenapa pak Angga nggak nelpon sekertaris pak Angga aja dan suruh kirim mobil untuk menjemput kita" ucap Siska
"Mau nya gitu tapi handphone saya dan dompet saya ketinggalan di perusahaan saya" ucap Angga yang mendorong mobil nya
"Kemarin Ayub yang lupa bawa dompet dan sekarang pak Angga Yang lupa aaah gue lapar dan gue nggak mau cuci piring" batin Siska yang frustasi
Angga yang melihat Siska bengong pun mengucapkan "Ehk jangan bengong, buruan dorong disana ada bengkel"
"Punya dosa apa sih gue dari kemarin sial Mulu, kemarin mah Ayub lah sekarang mah pak Angga besok-besok nya mah siapa lagi" batin Siska yang frustasi
...****************...
...Episode berikutnya...
"Pak Angga ikut aja deh ide saya di jamin kenyang and gratis" ucap siska
Angga yang melihat Siska menariknya di tempat pernikahan pun merasakan firasat yang tidak enak "kamu jangan macam-macam deh sis"
__ADS_1
"Tenang pak saya nggak akan macam-macam hanya saja satu macam saja🤣"ucap Siska yang tertawa kecil dengan ucapan nya sendiri
...****************...