
...Selamat membaca Kaka cantik and ganteng etss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah jangan sakit-sakitan...
Sekarang semua orang panik mencari keberadaan Siska karena ini sudah jam 5 sore dan belum juga ada yang mendapatkan kabar dari Siska
Ayub maupun Alvaro yang sudah sangat kacau dan frustasi karena mencari keberadaan Siska tapi belum juga mendapatkan kabar dari gadis yang mereka sukai
Bukan hanya Ayub, Alvaro yang kacau dan frustasi Abangnya Siska maupun Sahabat Siska juga merasakannya
...****************...
"Langit apa Siska baik-baik saja" tanya Adel Kepada Langit dengan pandangan kosong
Langit yang mendengar pertanyaan dan melihat pandangan Adel pun tidak tega dan langit segera membawa Adel dalam pelukan nya
"Tenang Siska baik-baik aja, loh percaya sama gue"
"walaupun gue juga nggak percaya dan yakin dengan ucapan gue juga" batin langit
Adel yang mendengar ucapan langit pun menhela nafas lega, ucapan langit bisa nennagin dia walau nggak seberapa
...****************...
Disisi lain Widya berjalan di taman yang sekarang sedang sunyi dan terlihat seorang pemuda yang duduk sendiri dengan menunduk dan terlihat kalau punggung pemuda itu bergetar pertanda pemuda tersebut sekarang sedang menahan untuk menangis
Widya yang tak tega melihat nya pun langsung duduk di samping pemuda itu "loh boleh nangis jangan di tahan, karna menangis itu wajar"
Pemuda yang mendengarnya pun langsung melihat kearah Widya dan terlihat Widya sekarang Sedang duduk di samping nya dan mengapa dia tidak sadar
"Devan gue mau bilang sama loh, loh jangan gengsi untuk mengeluarkan air mata loh, karena loh juga manusia yang bisa merasakan perasaan sedih maupun bahagia jadi hal wajar jika loh menangis, nggak ada istilah kalau cowok menangis adalah banci atao lemah kalau ada yang mengatakan itu berarti mereka bodoh, karena kita juga adalah manusia biasa bisa merasakan namanya sakit" ucap Widya dengan panjang lebar sambil melihat kearah devan
"Gue hiks nggak becus hiks jagain adik gue hiks" ucap Devan yang sudah menangis
"Husst loh nggak bisa bilang gitu, karena ini juga salah kita semua yang lengah menjaga satu sama lain jadi stop untuk nyalahin diri loh sendiri" ucap Widya yang langsung memeluk tubuh Devan tanpa izin
Devan yang merasakan tubuhnya di peluk oleh Widya pun sempat menegang karena dia tidak memprediksi kalau Widya akan memeluknya tapi tiba-tiba tubuhnya kembali tenang karena dia sungguh nyaman dalam pelukan ini
__ADS_1
...****************...
"Mengapa kalian belum mendapatkan informasi tentang Siska haaaa!! Kalian ada suatu organisasi yang terlatih tapi hanya mencari seseorang gadis tidak bisa"
Bughh...
Bughh..
Ahkk..
Krek bunyi tulang yang patah..
Ahkkkk ampun bos..
Ayub yang sudah selesai menpelampiasan amarah nya pun langsung pergi dari markasnya dia tidak peduli orang yang habis dia pukuli
...****************...
Hal yang terjadi begitu dengan sama dengan Alvaro beda nya Alvaro masih bisa menahan amarah nya dia tidak melampiaskan amarahnya seperti yang di lakukan oleh Ayub
"Apa kalian sudah mendapatkan lokasi atau petunjuk dimana gadisku"
Para bawahan yang mendengar atasannya bertanya dengan dingin pun hanya terdiam dan menunduk kan kepalanya
"APAKAH KALIAN BISU MENGAPA KALIAN DARI TADI DIAM JIKA SAYA TANYA KALIAN HARUS MENJAWAB NYA" ucap Alvaro dengan aura intimidasi
"M-aaf bos ka-ami belum mendapatkan pengtunjuk sama sekali, saya rasa orang yang membawa gadis bos adalah orang yang berlindung di balik orang yang kuat dan memiliki banyak koneksi" jawab seseorang anak buah dengan gemetaran
"kalau begitu cepat cari tau dimana gadisku berada dan kalau sampai saya nggak dapat informasi sampai besok sudah di pastikan itu adalah terakhir kalian lihat matahari" ucap dingin Alvaro
"siap bos"
...****************...
Prangggg....
__ADS_1
"Mengapa kalian kehilangan jejak gadis ku haa!!! Mengapa kalian tidak becus menjaga satu gadis saja" teriak Angga
Yang Angga juga kaget karena mendapat kan kabar dari bawahan nya jika Siska gadisnya yang baru berpamitan dengan nya untuk pulang tiba-tiba menhilang
Angga mengepal kan tangan nya dia tidak suka ada orang yang bermain dengan nya dan menyangkut pautkan dengan orang yang dia sayang
"APA KALIAN TUlI!!! SAYA BERTANYA BAGAIMANA KALIAN KEHILANGAN JEJAK GADISKU DASAR TIDAK BECUS!!" teriak Angga yang sangat emosi
Dan para bawahan yang mendengar nya pun tidak ada yang berani mengeluarkan suara jangan kan mengeluarkan suara bahkan mereka juga takut bernafas karena di ruangan ini yang terdengar nafas nya Angga yang memburu pertanda dia sedang marah
"Leon bunuh semua orang yang nggak becus menjaga gadisku dan jangan ada yang lepas dan Ingat jangan lupa ambil jantung Meraka untuk makanan peliharaan kesayangan saya dirumah" ucap Angga dengan nada rendah yang membuat Leon bergidik ngeri
"B-baik tuan" jawab Leon yang sedikit gugup
Bagaimana Leon tidak gugup disini Leon akan membunuh lagi yahh Leon sudah beberapa kali membunuh orang yang bermasalah dengan tuannya
Tapi kali ini Leon gugup karena biasa nya Leon hanya akan membunuh orang sebanyak 5-7 lah ini dia akan membunuh sekitar 50-60 mana dia harus mengambil setiap jantung mereka
Yah Angga memberi anak buahnya sebanyak itu untuk menjaga gadis nya itu maka sebabnya Angga selalu tau apa yang akan di lakukan oleh Siska maupun Di mana Siska berada tapi ntah Kenapa anak buah nya Angga yang sebanyak itu kehilangan jejak nya siskaa
Sedangkan bawahan yang melaporkan kejadian ini menegang di tempat mereka sedih, bersyukur dan juga merasakan bahagia di saat bersamaan
Sedih karena mereka akan kehilangan anggota yang mendapat kan tugas untuk menjaga gadis yang di sukai oleh tuannya tersebut dan bersyukur bukan Mereka yang berada di posisi seperti itu dan bahagia mereka masih selamat karena di sini mereka mendapatkan tugas hanya untuk menyampaikan pesan
...****************...
Mari balik ke beberapa jam yang lalu
Sekarang ini Siska Sedang berfose dengan Angga
"Pak Angga bisa kah pak Angga memeluk pinggang non Siska seperti orang yang posesif dan non Siska bisa kan anda mengalunkan tangan anda di lehernya pak angga" ucap seorang kamera yang sedang mengatur fose yang akan di ambil
*Sedangkan Siska yang mendengarnya pun tiba-tiba saja wajahnya memerah karena malu karena dia merasakan tangan kekar dan besar nya pak Angga sedang memeluk nya apalagi pak Angga memeluknya erat seperti takut kehilangan
Siska menarik nafas lalu menhela nafas pelan dia mengatur detak jantung yang berdetak dua kali lipat saat posisinya dengan pak Angga terlalu dekat dan intim*
__ADS_1