
...Selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...
sekarang mereka sedang berada di rumah sakit terbesar, mereka sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan Siska
bahkan mereka tidak mempedulikan tatapan orang yang berada ada di rumah sakit karena keadaan mereka yang sangat kacau bahkan di penuhi dengan darah, mereka semua bingung mengapa mereka yang di penuhi darah baik-baik saja, para dokter dan suster sempat mengira kalau mereka ini adalah zombie
"ini rumah sakit yang terbesar kan, baru kali ini gue nginjak kaki disini mana di rumah sakit terbesar lagi kaki gue gemetaran" bisik Guntur Kepada langit
"loh mending diam deh lo kek orang miskin aja, dan tolong kondisikan kaki loh itu jangan malu-maluin" balas bisik langit
"beuhh omongan nya sampai ke hati gue terus turun ke jantung tembus ginjal berasa bangat" ucap dramatis Guntur
sedangkan langit yang mendengar omongan Guntur pun hanya mendengus kesal Mengapa Sahabat satunya ini tidak tau kondisi sekali
"dok bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Brayen dengan cepat bahkan dokter tersebut belum sepenuhnya Keluar dari ruangan tersebut
"apa adik saya baik-baik aja dok" tanya Rasya dengan wajah khawatir
dokter menatap kearah Brayen terus kearah devan,Rasya,Nabil dan semuanya terus dokter tersebut menhela nafas dan menggeleng kan kepala
Nabil yang melihat dokter menhela nafas dan menggeleng kan kepala langsung menarik kerah baju dokter "maksud dokter apa geleng-geleng kepala gitu haa!!"
"Nabil loh harus tenang, kita dengar penjelasan dokter dan lepaskan kerah baju dokter itu, loh mau bunuh tuh dokter dengan kesusahan nafas" ucap langit untuk nenangin Nabil yang sekarang sedang emosi
dokter yang sudah di lepas oleh Nabil pun langsung mengambil nafas dengan rakus mengapa pemuda di depan nya ini sangat emosian huh hampir saja nyawa nya melayang
"begini dalam tubuh nya pasien kami mendapat bahwa ada racun yang bernama Batrachotoxin racun yang paling berbahaya dan kami belum mendapatkan penawaran nya, dan kami juga mendapat bahwa racun tersebut yang berada dalam tubuh pasien sudah ada dosis tinggi, dan waktu nya pasien bertahan Hanya 1 bulan saja, kami para dokter mengangkat tangan karena ini adalah jenis racun yang belum ada penawaran nya" ucap dokter dengan panjang lebar
(Hua tentang racun nya itu ngarang yah jangan cari di google)
tiba-tiba saja keadaan menjadi mencekam kan aurah nya menjadi sangat dingin "yah tuhan tolong selamatkan saya dari manusia menyeramkan ini" batin dokter berdoa
__ADS_1
bahkan dokter takut untuk melangkah kakinya untuk meninggalkan ruangan tersebut, karena banyak sekali pasang mata yang menatap nya dengan tajam dan yang tatapan pembunuh
"kalian para dokter bukan tugas kalian adalah mencari penawaran dari setiap penyakit, terus mengapa kalian mengangkat tangan begitu saja apakah kau betul-betul seorang dokter" tanya Brayen dengan tajam
belum juga dokter untuk menjawab pertanyaan yang menohok itu sudah ada saja yang bersuara
"walau penawaran nya belum dapat kau adalah seorang dokter seharusnya kau tak berkata seperti itu pada kami" ucap Rasya dengan tajam
"kami mohon sembuh kan sahabat ku dia sangat penting buat kami" ucap Adel
Widya langsung menuju kearah dokter dan menarik kerah nya dokter dan mengucap kan kata-kata pedas "jika kau betul-betul dokter kau dan semua jenis dokter harus bisa mendapatkan penawaran nya"
suster yang melihat wajah dokter yang sudah behijau kedua kalinya pun Langsung bersuara "dek lepaskan tanganmu, dokter akan kehabisan nafas dan tidak akan bisa mencari penawarannya"
semua keadaan sekarang hening sepi mereka sedang dalam pemikiran sendiri-sendiri
"bagaimana pun saya tidak mau tahu selama 2 Minggu kalian sudah mendapatkan penawaran nya jika kalian tidak mendapatkan penawaran nya kalian dan rumah sakit ini akan lenyap tanpa sisa" ucap Angga dengan dingin memecahkan keheningan dan pergi meninggal tanpa Mendengar balasan dari dokter
mereka yang mendengar nama itu pun langsung menegang siapa yang tak mengenal Anggara Pratama Alexsander seorang CEO muda yang sukses dan sangat berbahaya
mereka tidak mengetahui jika pengusaha itu adalah seorang pemuda yang sangat mudah dan tampan tapi juga menyeramkan, para dokter juga takut Mendengar nama itu
pernah Angga hanya menyuruh anak buahnya untuk meratakan kantor polisi yang terkuat ke-2 karena Angga tidak suka melihat cat kantor polisi tersebut
...****************...
"langit keadaan hiks Siska baik-baik aja hiks kan disana" tanya Adel
"kamu tenang aja yah, keadaan Siska baik-baik aja percaya sama aku Siska itu kuat hal sepeleh gini mah kecil buat dia" ucap Langit menghibur kekasih nya
"maaf Del aku ngomong gitu karna tidak ingin kamu khawatir keadaan Siska yang kacau" batin langit yang sedang melihat kearah kekasih nya yang sedang berada dalam pelukannya
__ADS_1
...****************...
Widya sudah dari tadi tidak melihat keberadaan Devan setelah mendengar kondisi Siska Devan sudah menghilang entah kemana dan firasat Widya mengatakan kalau Devan sekarang tidak baik-baik saja, Widya pergi dari rumah sakit untuk mencari dimana keberadaan Devan
lama Widya mencari Devan dan untung saja Widya menemukan Devan yang sedang duduk sendiri di bawah pohon yang rimbun
"devan" panggil Widya dengan lembut
Devan yang di panggil pun melihat kearah Widya yang sedang duduk di samping ntah kapan dia tak sadar karena pikirannya sedang kacau
"Devan sini loh boleh peluk gue dan loh boleh nangis di pelukan gue, yah walau gue hanya bisa ngelakuin itu buat loh sedikit tenang" ucap Widya yang sedang merentangkan tangan nya kearah Devan
tanpa menunggu lama Devan Langsung memeluk Widya dan Devan tak sanggup lagi menahan tangisnya
"Wid gue nggak hiks mau kehilangan hiks adik gue, hiks gue baru hiks aja baikan bersamanya" ucap Devan yang sedang dalam pelukan widya
"kita berdoa yah semoga Siska baik-baik aja, loh tenang Siska itu kuat dan satu hal lagi, Tuhan nggak akan beri cobaan kepada hamba-nya yang tak sanggup menerima nya" ucap Widya dengan pelan tapi masih dapat didengar oleh Devan
...****************...
Disebuah ruangan ada dua manusia yang berjenis kelamin perempuan yang sedang baradu argumen
"loh apa-apaan sih, gue kan udah bilang loh boleh nyiksa dia tapi jangan loh suntik Ama racun, mana racun nya belum ada penawarnya" bentaknya
"kata lo, lo punya dendam Ama dia dan ditambah lagi gue juga punya dendam dan gue nggak Sudi lihat dia hidup gara-gara dia PACARKU meninggalkanku" ucapnya dengan penuh kebencian
"tapi gue nggak suka lihat gitu, emang gue punya dendam tapi gue nggak mau masuk penjara gara-gara rencana bodohmu itu kak"
"loh mending diam deh, loh nggak lihat keadaan gue yang ketembak gini" balasnya dengan cuek
"kak loh kenapa santai bangat sih kak, loh nggak lihat apa yang bantu Siska banyak dan berbahaya, gue yakin loh nggak buta ngeliat mereka ngebantai anak buah kita Tampa rasa takut, gue takut kalau mereka nyari loh dan akan nyiksa loh atau akan nyiksa gue juga" ucapnya dengan frustasi
__ADS_1
"suttt mending loh diam anggel, mengapa kau khawatir begitu loh tenang saja kakakmu ini udah nyiapin rencana" ucapnya dengan tersenyum miring