Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
ruangan Siska yang sekejap menjadi warung


__ADS_3

...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...


"sis gimana keadaan loh sekarang" tanya Ayub yang sedang berdiri di samping siska


yang berada dalam ruangan ini Alvaro dkk,Ayub, Widya dan Adel, Rasya dan kedua adiknya jika kalian menanyakan Widya, Adel maka jawabannya mereka pulang untuk menggantikan pakaian mereka


sedangkan teman-temannya Ayub, mereka di beri misi untuk melindungi kedua sahabatnya Siska,karena Ayub mempunyai firasat jika musuh nya Siska akan mengincar salah satu dari mereka


dan Ayub juga khawatir terhadap Sahabatnya Siska karena dari kedua orang itu mereka tidak bela diri jadi sangat mudah untuk dicelakai oleh musuh


langit mempunyai urusan tersendiri..


kalau Brayen dia memiliki beberapa pekerjaan yang penting jadi dia memerintahkan ke 3 anaknya untuk menjaga putrinya


"gue baik-baik aja kok, kalian semua kesini nggak ada yang bawa makanan gitu sama gue" tanya Siska


mereka yang mendengar ucapan Siska pun menggaruk belakang leher mereka masing-masing, mereka lupa saat mereka mendengar jika Siska sudah sadar dan baikan mereka terburu-buru kesini dan melupakan untuk membawa apapun


"Hem gue bawa cuman coklat sebatang loh mau nggak" tanya Guntur kepada Siska


sedangkan Siska menganggukan kepala dengan semangat "gue mau kok walau itu hanya coklat sebatang itu dari pada yang datang kesini cuman tangan kosong" ucap Siska menyindir


sedangkan mereka yang tersindir sekali lagi menggaruk belakang leher mereka dan memasang senyum paksa dan canggung


"*hahaha baru kali ini gue lihat Alvaro masang senyum canggung" batin Rasya yang terkekeh geli


"baru juga sembuh udah main sindir-sindir aja nih adek gue" batin Nabil*


"kalian kalau nggak ada niat buat jenguk adik gue nggak usah datang deh, masa jenguk orang yang ada di rumah sakit nggak bawa apa-apa padahal kan orang mampu" ucap Devan yang memanaskan suana


"usir aja mereka kak, buat habis oksigen yang gue hirup aja disini" ucap siska dengan sinis


Devan yang mendengar ucapan adiknya pun tersenyum menyeringai haha "kalian dengarkan apa yang di ucapkan oleh adikku, jadi kalian keluar dari sini"


Devan menolak tubuh meraka keluar dengan paksa karena mereka hanya diam saja saat Devan akan menolak Guntur untuk keluar suara Siska terdengar


"kak jangan usir Guntur, setidaknya dia udah kasih aku coklat" ucap Siska yang sedang asik mengunyah coklat yang di oleh Guntur


Devan menganggukkan kepala "kalian semua keluar dari ruangan adik gue cepat" ucap Devan


setelah diluar ruangan "mari mengambil keuntungan"batin Devan tersenyum miring


"kalau kalian semua ingin masuk di dalam kalian harus beli makanan yang enak, ingat yang enak" ucap Devan


setelah Devan menyelesaikan ucapannya, dia melihat kearah Ayub dan Alvaro yang sudah terlari Terbirit-biri ntah mau kemana yang membuat Devan cengo


"mereka mau kemana yah, ck baru juga mau ambil keuntungan Udah larih aja" ucap Devan malas


...****************...


...disisi lain...


"kita harus buat rencana lain, kalau kita nggak bisa buat Siska merasakan sakit fisik, maka kita harus membuatnya merasakan rasa sakit mental" ucap wanita itu


"cara gimana, buat lah rencana yang sekali gerak nggak gagal lagi gue bosan sembunyi

__ADS_1


disini terlalu lama" ucap anggel


"ck kalau saja gue nggak butuh sama loh udah gue bunuh loh dari dulu, gue punya rencana yaitu ngebuat orang terdekat Siska meninggalkannya" ucap wanita itu dengan menyeringai


sedangkan anggel mematung saat mendengarkan ucapan kalau tidak di butuhkan dia akan di bunuh


"gue harus punya rencana, kalau kapan-kapan gue udah nggak dibutuhin Seenggaknya gue udah Ada rencana" batin anggel


"caranya gimana kita sudah tidak memiliki banyak uang lagi untuk menyewa salah satu anak buah di suatu organisasi lagi" tanya anggel


"kita akan keluar dari sarang ini dan loh harus melakukan operasi plastik di bagian wajah dan di saat itu juga rencana kita akan dimulai" ucap wanita itu


"gue nggak mau ngelakuin operasi plastik, wajah gue udah cantik dan gue udah nggak mau lagi buat ubah bentuk wajah gue" bantah anggel


"don't act stupid angel, your face must have been recognized by the closest people, siska and again they must have targeted you (jangan bertingkah bodoh anggel, wajah mu pasti sudah di kenalin orang terdekatnya siska dan lagi pasti mereka sudah menargetkanmu) " ucap wanita itu


"tapi gue takut ntar wajah gue nggak akan cantik lagi, gue takut kalau dokter akan ngubah wajah gue nggak cantik lagi" ucap anggel dengan sinis


sedangkan wanita itu memicit kepalanya yang pusing saat mendengarkan ucapan anggel "loh nggak usah khawatir gue akan bayar dokter profesional bukan doketer abal-abal, uang gue masih cukup"


anggel yang mendengar nya pun menganggukkan kepala dengan sangat terpaksa huh menjengkelkan


...****************...


BRAK bunyi pintu yang dibuka tiba-tiba dan membuat Siska/Guntur dan ke 3 Abangnya siska terkejut mereka melihat siapa yang menbuka pintu rumah sakit yang tidak punya ahklak itu


ternyata yang membuka pintu itu adalah Ayub dan Alvaro yang sedang ngos-ngosan dan berdiri dengan kedua tangan mereka yang sudah di penuhi dengan belanjaan


"kalian berdua kenapa ngos-ngosan gitu, dan bukannya gue udah ngusir kalian dari ruangan terus ngapain masih disini" ucap Siska dengan sinis


"gue udah bawa makanan buat loh nih" ucap Ayub sambil mengangkat kedua tangan yang memperlihatkan kedua tas Alfamart yang sudah penuh


"aku juga udah bawa makanan restoran buat kamu" ucap Alvaro mengangkat tas ala-ala restoran


Siska yang mendengar ucapan mereka pun tersenyum lebar "baik keluarkan makanan yang kalian beli Taruh di atas meja sana" tunjuk siska


Ayub dan Alvaro menganggukkan kepala dan dengan patuh mereka mengeluarkan belanjaan yang di beli oleh keduanya


dimulai dari Alvaro mengeluarkan makanan udang tumis kecap


nasi korea


cumi bakar


ikan bakar balado


kangkung tumis


badger


pizza


sosis yang dipanggang dan di goreng


mie ayam

__ADS_1


bakso


Rendang


Soto


Rawon


Bebek Betutu


Sate.


dan di lanjutkan oleh Ayub yang mengeluarkan Stik Balado


Keripik Balado


Beng-Beng


Makaroni Panggang


Roma Malkist


Happy Tos.


Kacang atom


coklat


donat


Cheetos


Chitato.


Kacang Atom Garuda


Qtela


Roma Sandwich Coklat.


Happy tos


bahkan makanan yang dimeja sudah tidak cukup menampung karena saking banyaknya makanan yang di belikan oleh Alvaro dan ayub akhirnya Snack yang di belikan oleh Ayub di taruh di lantai sebagaian


Siska yang melihat semua makanan yang di berikan oleh alvaro dan Ayub tersenyum manis kearah Alvaro dan Ayub dan jangan lupa juga menatap semua makanan dengan tatapan binar


sedangkan Guntur dan ke 3 abangnya Siska melongo dengan semua yang di belikan oleh Alvaro dan Ayub


"*sekejap mata ruangan Siska jadi warung yang di penuhi oleh macam-macam makanan" batin Guntur


ini Napa makanan banyak bangat yang dibeli sama dua secungguk ini" batin Rasya dengan heran


wah bisa makan-makan nih hehe" batin Devan dengan senang


"dua manusia ini udah terlalu terjerat dalam pesona adik gue" batin Nabil memandang Alvaro dan Ayub dengan miris*

__ADS_1


__ADS_2