
...Hallo kak salam kenal...
...Yahđdari sayađ...
Dion yang mendengar nama gadis itupun menegang di tempat, apakah dia tidak salah mendengar nama gadis yang ada didepannya ini
dia adalah queen bullying dan Siska Amelie Smith siapa yang tidak mengenal nama itu dan lebih parahnya dia sahabat dari gadis yang baru saja dia tampar
Oh tuhan jika Dion tau kalau dia akan bertemu dengan iblis berwujud gadis cantik ini dia tidak akan mencari masalah tapi itu sudah terlambat
Dion mendengar nama siska yang bergelar queen bullying itu dari temannya, dan temannnya berkata Siska itu kejam dalam hal membully seluruh warga sekolah takut kepadanya..
Tapi dasarnya Dion dia tidak percaya, menurutnya yang harus di takuti itu mereka dan kapan-kapan dion ingin bertemu dengan siska, dan akan memberi pelajaran sebagai bukti kalau yang berkuasa di sekolah ini adalah dia dan teman-temannya
Tapi sekarang bukan Dion yang memberi pelajaran melainkan Siska, dan Dion lebih terkejut mendengar nama lengkap Siska Amelie Smith
Siapa yang tidak mengenal keluarga smith mereka keluarga terkaya no 3 dan usaha bokap nya berada dimana-mana
Dion tidak mengetahui kalau queen bullying itu adalah anak orang terpandang..
Dan sekarang dion mempercayai kata temannya jika Siska sungguh kejam bahkan bisa dibilang seperti iblis
Dion yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit di bagian tangannya dan pipinya pun langsung pingsang
Siswa/i yang melihat betapa kejam queen bullying itu pun menjadi lebih tambah takut
Mereka berdoa semoga saja mereka tidak akan bermasalah dengan Siska di masa depan
...****************...
Sedangkan disisi lain Alvaro dkk mereka terkejut, karena mereka melihat bagaimana Siska mematah kan tulang Dion dkk tanpa ekspresi
"Gilaaa ngeri cuy sih siska kalau lagi marah gitu yah" ucap Guntur yang mendapat anggukan mereka
"Dan sejak kapan dia menjadi sangat kejam begitu" ucapan itu keluar dari Devan
Devan sangat-sangat terkejut apa yang dilakukan siska, Devan tau kalau Siska itu kejam dalam membully tapi Devan tidak percaya jika Siska sekejam itu
"Akupun tidak tau, dan aku penasaran siapa yang mengajarkannya mematahkan tulang dengan ekspresi seperti itu" ucap Rasya yang memandang adiknya itu ehk apa adiknya
"Mengapa kau berubah menjadi kejam begitu tapi tidak masalah aku malah tertarik denganmu" batin Alvaro
Alvaro pun sama seperti sahabatnya terkejut dengan Siska, Alvaro baru tau jika Siska memiliki sisi sekejam itu tapi ntah kenapa dia malah tertarik..
...****************...
Dan disisi lain ternyata Ayub pun melihat kejadian itu, dia memperhatikan Siska yang berdiri tanpa ekspresi itu yang memberi pelajaran kepada Dion
Ayub sedang berfikir jika di lihat-lihat tubuh Siska seperti wanita yang menolongnya, dan namanya pun sama "Siska"
"Apa jangan-jangan ahh aku menemukanmu" batin Ayub sambil tersenyum penuh arti
Kalian masih ingat Ayubkan, ayuub Pujiyanto tokoh utama pria antagonis yang pernah di tolong Siska
...****************...
Kembali lagi kesiska..
Setelah puas memberi pelajaran kepada Dion dia berbalik dan langsung berlari kearah Adel dan Widya
__ADS_1
Wajah yang tadinya datar sekarang menampilkan wajah khawatir
"Kalian berdua nggak apa-apa kan, yuk kita ke rumah sakit, ini salah gue kalau saja gue nggak lama-lama di toilet kalian nggak akan terjadi seperti ini" ucap Siska dengan Suara bersalah
Adel dan Widya melihat Siska menyalahkan dirinya langsung membuka suara
"Loh nggak salah kok, yang salah itu si Dion dkk" ucap Widya sambil menunjuk ke arah Dion dkk yang tergeletak tak berdaya, karena Widya tidak mau melihat wajah bersalah Sahabatnya
"Siska loh tadi kurang keras nampar sih Dion dan tadi apa kau hanya mematahkan tangan satu mengapa tidak keduanya saja" ucap Adel yang kesal
Siska yang mendengarpun hanya terkekeh geli dan menjawab pertanyaan Adel dengan kata pedas "jika aku mematahkan kedua tangannya dia akan langsung diusir oleh keluarganya karena keluarganya tidak mau menampung beban"
nah dari sini kita tahu asal muasal mulut pedas Adel ternyata turun dari Siska
Sedangkan siswa yang ada di parkiran mendengar ucapan Adel dan Siska terkejut mereka sekarang sedang bercanda atau bagaimana,Meraka melihat Siska terkekeh geli seakan-akan tak ada masalah
"APA YANG KALIAN LIHAT HAAA!! CEPAT SANA BUBAR DAN TELPON KELUARGA SAMPAH INI" teriak Siska sambil menunjuk ke arah Dion dkk dan sehabis berkata begitu siska dkk Langsung pergi menaiki mobi
...****************...
...Skip..masion...
Siska sehabis mengantar sahabat nya pulang dari rumah sakit pun langsung mandi dia gerah apa lagi tadi, dia di sekolah habis baku hantam
Siska selesai mandi dan dia berbaring di tempat tidur nya dia baru saja menutup matanya tapi sudah ada yang mengetuk pintunya
Tok tok..
Siska yang mendengarnya pun bangun dengan malas kearah pintu, tidak taukah dia sekarang lelah dan butuh istirahat
Siska sudah membuka pintu dan terlihat dengan jelas wanita paruh baya "kenapa bi"
Siska yang mendengar nya hanya mengangguk kepala "baik bi sebentar aku akan turun"
Ternyata ayah nih tubuh dah pulang..
Siska penasaran apa yang akan di lakukan oleh ayahnya Siska atau bisa dibilang ayahnya juga, kepadanya karena permasalahan di sekolah tadi
Siska tidak bodoh pasti ayahnya langsung pulang karena dia tau anak nya membuat masalah,.oh Ayo lah ayahnya pasti mempunyai mata-mata mana mungkin pengusaha yang terkaya nomor 3 tidak mempunyai mata-mata
Mari kita kenalan sama ayahnya siska
Brayen dianggara smith..dia dingin, licik, mulut pedas, dan juga pandai bela diri
Siska turun dari kamar nya dan menuju kearah ruangan makan dan dapat dilihat di ruangan makan itu sudah ada ketiga Abang nya dan ada bokapnya
siska sudah sampai di ruangan makan dan duduk tanpa suara
Ayahnya yang melihat putri satu-satunya sudah datang dan langsung duduk tanpa bermanja-manja dengannya merasa bingung, biasanya anaknya ini akan bergalayut manja tapi sekarang dia hanya diam, Brayen merasakan ada yang hilang tapi dia langsung membuangnya
Selesai makan keruang tamu..ucap brayen dan di balas anggukan kepala oleh ke4 anaknya
...****************...
Sekarang mereka sudah ada di rungan tamu, Abang nya duduk di sofa panjang sedangkan diri nya duduk di sofa untuk seorang diri begitu juga dengan ayahnya, ayahnya juga duduk di sofa untuk seorang diri
"Bagaimana sekolah kalian" tanya brayen kepada ke4 anaknya
"Biasa aja yah" Rasya
__ADS_1
"nggak ada masalah" Nabil
"no problem" Devan
Brayen yang mendengar jawaban singkat pun hanya menatap datar ketiga anaknya itu, dia sudah hafal dengan kata-kata yang barusan keluar dari mereka bertiga
dan Brayen melihat kearah Siska yang sedang duduk ogah-ogahan sambil memakan cemilan dan tidak berminat untuk menjawab pertanyaan
Siska yang merasakan ada yang menatapnya pun langsung melihat siapa yang menatapnya, oh ternyata ayahnya sedang menatapnya
"mengapa kau menatapku begitu ayah seolah-olah Aku ini adalah seorang penjahat" tanya Siska dengan nada dingin
brayen yang mendengar ucapan putrinya itu pun hanya menghela nafas apa yang baru saja dia lewati mengapa putrinya ini berbicara dingin kepadanya
"bagaimana sekolahmu" tanya Brayen dengan nada dingin tapi jika diteliti baik-baik ada kelembutan sedikit
"Sekolahnya masih ada disana dan tidak berpindah tempat" jawab Siska santai
Brayen yang mendengarnya menjadi kesal bisa kah kau menjawab dengan benar
Siska yang mendengar pun hanya memutar malas bola matanya
Dengan malas siska menjawab "mengapa ayah harus bertanya jika sudah tau apa yang terjadi di sekolahku"
Sedangkan Brayen terkejut dengan jawaban putrinya itu bagaimana dia bisa tau kalau aku sudah tau permasalahan di sekolahnya
Yah Brayen sudah mengetahui dari mata-mata nya, tapi Brayen entah kenapa mau mendengarkan secara langsung dari mulutnya Siska
dan Siska menjawab dengan santai,berarti Siska baru saja mengakui apa yang dia lakukan di sekolah tanpa membela diri
"Kau tau aku harus mengeluarkan uang ku untuk merawat ke 5 orang yang kau buat patah tulang itu, untung saja orang tua mereka tidak mempermasalahkan ini" ucap brayen panjang lebar
Sedangkan ke 3 anaknya- Siska terkejut tadi apa ayahnya berbicara lebih dari 4 kata wow sungguh keajaiban
"Yah aku tau, dan ayah kau tidak akan jatuh miskin mengeluarkan uang segitu untuk merawat ke 5 orang yang bermasalahan denganku, seharusnya ayah bersyukur karena aku mengeluarkan uang ayah"
Brayen yang mendengarnya mengangkat alis Brayen tidak mengeri harus bersyukurnya dimana
Siska yang melihat respon ayahnya pun langsung melanjutkan ucapannya "karena aku kasian dengan uang ayah yang memberontak ingin di keluarkan" menhentikan ucapan nya untuk mengambil sedikit nafas dan langsung melanjutkan ucapannya
"Yah mereka tidak akan mempermasalahkan ini karena derajat kita lebih tinggi ayah, dasar penjilat" ucap siska dengan pedas
Brayen dan ke 3 abangnya yang mendengarnya apa yang barusan di katakan putri/adik pun hanya melongo
Apakah ini masih putrinya yang manja dan mengapa dia dengan santai menjelaskan dan masih sempat mengatai orang lain
Sedangkan ke3 abangnya
Mengapa adiknya berubah menjadi santai begitu
"Hum terserahmu saja lain kali kau jangan membuat masalah karena ayah tidak mau uang ayah yang memberontak itu kau keluarkan dengan seenaknya saja" jawaban Brayen yang ada sedikit keangkuhan
Siska yang mendengarnya pun hanya memutar bola matanya "dasar ayah pelit aku hanya membantumu membebaskan uangmu itu"
"Biar itukan uang ayah, dan ayah tidak mau ada yang membantu apalagi yang membantu hanya membebaskan Sebagian kecil uang ayah" ucap ayah dengan nada sombong
Siska, ah bukan Siska saja ke3 abangnya pun memutar bola mata dengan malas karena kesombongan ayahnya ini
Jika kalian menanyakan dimana tokoh utama pratagonis wanita maka jawabannya adalah tokoh utama wanita pratagonis akan masuk lagi dalam dua bulan
__ADS_1
...Jika kita punya uang semua masalah akan cepat selesai..siska...