Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
Rion Menjenguk


__ADS_3

...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...


Sekarang ini mereka sedang memakan makanan yang di belikan oleh ayub dan alvaro di ruangan siska sekarang sudah banyak sekali penhuni


"Eh gimana keadaan lo Sekarang." Tanya haikal yang sedang asik memakan Snack kepada siska


"Hum keadaan gue baik-baik aja nggak ada yang perlu di khawatirin, dan sekarang kalian semua tolong gue habisin nih makanan." Ucap siska uang sedang memakan pizza.


Semua penhuni mendengar ucapan Siska pun mengangguk kan kepala dengan semangat siapa yang akan menolak makanan yang enak dan juga yang paling penting gratis.


Ayub tersenyum sangat lebar kearah Siska dan di balas oleh Siska dengan senyum manisnya, "itung-itung genit dikit nggak apa-apa kan." Batin siska.


Alvaro yang melihat ayub dan siska saling ngelempar senyum pun seakan tidak mau kalah, "siska perlu aku bukain Snack nya." Tanya alvaro karena melihat siska yang seperti sedikit kesusahan membuka Snack nya.


"Hum bisa deh, maksih alvaro udah mau bukain." Ucap siska dengan malu-malu dan di balas senyum kecil oleh alvaro.


Ayub yang melihat itu hanya mendengus tak suka mengapa dia kalah Strat ck.


"Sttt del Napa tuh sih Siska nggak biasanya di malu-malu gitu." Bisik widya kepada adel karena melihat tingkah Siska yang tak biasa.


"Ntah gue pun nggak tau, mungkin siska mau ngecaper kali." Balas adel dengan blak-blakan.


"Sayang punyaku juga susah di buka ihh bukain dong." Ucap adel dengan Suara manja nya kepada langit.


Sedangkan langit yang mendengar ucapan manja kekasihnya pun tersenyum, "sini aku bukain." Ucap langit.


Sedangkan yang lain memandang sepasang kekasih itu dengan pandangan horor kenapa mereka pacaran di hadapan orang jombloh sih


"ck emang nggak tau tempat." Batin semuanya.


Widya memandang adel dan langit dengan tatapan malas baru juga dia mau ngajak Adel mau ngibah ehh udah NGEBUCIN aja.


"Ehk kalian berdua kalau mau NGEBUCIN bukan disini tempatnya yah, nggak tau apa gue juga jombloh yang butuh di perhatiin juga tapi nggak ada yang mau perhatiin gue." Ucap dramatis widya.

__ADS_1


Adel ingin membalas ucapan dramatis Widya tapi terhenti karena melihat kedepan lebih tepat ke arah widya yang sekarang ini sedang di sodorkan Snack yang sudah di buka oleh kedua cowok.


Kalian tau siapa kedua cowok itu, dia adalah devan yang menyodorkan beng-beng yang sudah di buka dan begitu juga dengan haikal yang menyodorkan coklat yang sudah di buka.


Ruangan yang tadinya berisik sekarang sunyi karena ulah kedua cowok itu yang sekarang sedang aduh tatapan tajam.


Tapi berbeda lagi dengan keadaan siska, ayub, alvaro, mereka tidak mengetahui keadaan ruangan itu karena mereka sudah disibukkan oleh kegiatan masing-masing mereka.


Ayub sibuk memandang wajah Siska yang sedang makan sambil tersenyum itu, ahh Ayub ingin sekali melihat senyum itu hanya untuknya seorang saja dan juga ayub sesekali membuka Snack untuk Siska.


Alvaro juga sedang sibuk mengelus kepala siska dengan lembut sambil mengajak Siska mengobrol ringan.


Sedangkang siska yang sudah sibuk dengan memakanan Snack nya, siska akan memastikan kalau makanan yang ada di diruangan ini akan dia cicipi semuanya.


Widya yang melihat dua tangan yang sedang menyodorkan Snack dengan keadaan terbuka pun bingung harus mengambil punya siapa.


Widya yang sudah pusing pun langsung mengambil kedua makanan yang di sodorkan oleh devan dan haikal.


"Huaaa makasih, astaga berasa punya cowok dua aja hahaha." Ucap widya yang tertawa dan berhasil membuat ruangan yang tadi sunyi kembali ramai.


"Hmm gue sih setia yah gue nggak mau jadi orang serakah, gue akan pilih cowok yang tulus sama gue aja dan sayang sama gue." Ucap widya dengan senyum.


Sedangkan guntur menganggukkan kepala pertanda dia mengerti ucapan widya.


"Gue tulus sama lo wid, gue juga cinta dan sayang sama lo tapi loh nggak peka sama perasaan gue." Batin devan yang memandang widya dengan senyum kecil.


"Kalau begitu kamu harus memilih aku widya karena aku adalah orang yang tulus dan sayang sama kamu." Batin haikal yang memandang widya dengan tatapan obsesi.


uhk uhk..


"Aer woy aer." Teriak siska yang sudah tersedak dengan makanan.


Mereka mendengar teriakan siska pun dengan panik mencari air tapi sudah 2 menit lamanya mereka semua nggak ada yang mendapatkan air.

__ADS_1


"astaga mana Aer woy sahabat gue udah tersedak gitu." Teriak adel dengan panik.


Sedangkan alvaro dan ayub sedang mengelus punggung Siska mereka tidak tau harus melakukan apa lagi, mereka juga panik tapi mereka tidak tau akan melakukan apa.


"Ini gue minta Aer woy kok nggak ada yang kasih huhu sakit bangat nih leher gue, ini lagi napa dua manusia ini hanya ngelus punggung gue nggak berbantu tau nggak." Batin siska yang sedang mengomel-ngomel.


"Jadi kalian berdua beli nih makanan yang banyak gini tapi nggak ada yang beli air sama sekali gitu." Ucap rasya sambil bertanya kepada alvaro dan ayub.


Sedangkan yang mendapatkan pertanyaan itu pun menggerutu mengapa mereka berdua melupakan itu.


uhk uhk..


"Woy aer yaelah,Napa kalian hanya diam aja." Batin siska yang berteriak.


devan, nabil dan ayub, alvaro akan berlari keluar untuk membeli air pun terhenti karena seseorang membuka pintu dengan keras.


Brakk..


Dan terlihat lah pria tampan yang sedang berjalan kearah siska dengan panik dan tak lupa membawa sebotol besar air


Siska yang melihat pria itu membawa air kearahnya pun tersenyum lirih, "kau penyelamatku huhu." Batin siska


Pria itu menyodorkan air Kepada siska dan di diminum oleh Siska dengan rakus, "ahhh leganyaaa." Ucap siska.


"Gimana masih ada yang sakit nggak." Tanya pria itu yang memandang Siska dengan khawatir.


Siska tersenyum dan menggeleng kan kepala dan memeluk lengan kanan rion ntah kenapa Siska menganggap pria ini adalah kakaknya juga.


"Huaa makasih bangat lo rion, gue nggak nyangka loh masih ingat gue dan ngejenguk gue." Ucap siska yang sedang memeluk lengan kanan rion.


Rion yang melihat siska memeluk lengannya dan juga melihat Siska tersenyum kearahnya pun membalas senyum Siska yang tak kalah manis.


ohya promosi cerita baru ku, mampir yuk cerita 'judul menjadi istri dari seorang ceo' ceritanya adalah seorang CEO dingin tanpa sengaja ngehamilin gadis cantik yang kadang polos dan kadang ngeselin

__ADS_1


cerita ini akan banyak kisah rumah tangga yang romantis, dan cinta yang tulus ayok simak


__ADS_2