
...Untuk para membaca yang ganteng dan cantik selama membaca...
siska sekarng sudah siap dengan seragam sekolahnya nya, dia turun dari kamarnya menuju ruang makan
Siska sudah sampai di meja makan dan langsung makan tanpa suara, Acara makan siska berhenti karena ada yang menyodorkan udang di piring nya
Siska Melihat siapa yang menyodorkan udang ke arah piring nya dan dapat dia lihat disitu sudah ada Abang Devan tersenyum manis
Yah Devan lah yang memberikan udang kearahnya
Siska yang lama maupun Siska yang sekarang sama-sama alergi udang pun langsung membuang udang yang di berikan kepadanya
Devan yang melihat nya melotot dan ingin memarahi Siska tapi sebelum Devan memarahi Siska, suara Siska terdengar lebih dulu
"Gue alergi udang asal loh tau" ucap siska ketus dan setelah itu dia pergi dari bangkunya padahal sisa makannya masih banyak tapi Siska sudah tidak ada nafsu makan
Sedangkan Devan terdiam mengapa dia tidak tau kalau adiknya alergi udang dan lebih parahnya dia hampir memarahi adiknya itu
"Sabar boy bukan cuman kamu yang tidak tau Siska alergi udang kami pun sama, kami tidak tau jika Siska alergi udang jadi jangan pantang menyerah" ucap brayen menyemangati anaknya itu
Mereka ayah dan anak itu akan berjuang mendapatkan perhatian siska, entah mengapa kejadian kemarin lalu saat Siska membongkar apa yang dia rasakan selama mereka tidak peduli dengan Siska, mereka jadi memperhatikan Siska
...****************...
...Kejadian kemarin lalu......
"Keluarga Smith sekarang sedang berkumpul bahkan ada opa, Oma dan Tante, om dan sepupu-sepupunya kalian tanya kemana bunda nya Siska maka jawaban bunda Siska sudah pulang kerahmatullahi
"Brayen mana anakmu yang pembuat masalah itu" tanya Tante Novi
"Lagi ada di kamarnya sebentar lagi dia akan turunn"jawab brayen dengan malas
Belum cukup lama Brayen mengatakan itu Siska sudah turun, dengan pakaian celana panjang bermotik hitam putih sedangkan atasannya adalah kaus lengan pendek berwarna hitam dan rambutnya di guncir asal-asalan, dan itu terlihat sangat cantik di mata Keluarganya
tapi keluarganya gensi bila mengatakan anak, adik,cucu nya sangat cantik
Siska sebenarnya tidak mau bergabung dengan keluarga ini, tapi bibi pembantu dirumah yang merawat nya dari kecil meminta dia bergabung dengan keluarganya ini, mau tidak mau Siska harus menuruti permintaan bibinya itu
Sekarang Siska sudah duduk di lantai bergabung dengan saudara-saudara nya yang lain
Saudara-saudara yang melihat Siska duduk di sebelah merekapun menjauh dari siska seakan-akan Siska adalah kuman yang menjijikan
Tapi bukan Siska nama nya kalau tidak bersifat bodoh amat
"kamu dari tadi Kemana saja kita disini sudah ngumpul sejam dan kamu baru turun, apakah kamu tidak diajar kan sopan santun" ucap tantenya yang bernama prince
"Tau kalau aku jadi riana aku tidak akan Sudi melahirkan seorang anak yang seperti ini" ucap tantenya Novi yang membawa-bawa maminya Siska
Keluarga yang lain hanya mendengarkan saja tidak ada niatan membela Siska atau memisahkan mereka
"Kamu kenapa diam saja, apakah kamu selain tidak diajarkan sopan santun, bisu juga" Tante Novi
"Hah Brayen mengapa kau tetap menyuruh nya tinggal disini dan lagi ku dengar kau memberikan dia uang perbulan 25 juta apakah itu benar Brayen, jika itu benar bukan kah itu sudah kelebihan batas" tanya Tante prince
__ADS_1
Siska yang sudah tidak tahanpun Langsung menjawab dengan pedas
"Yang kau katakan itu benar Tante prince, aku mendapatkan uang 25 juta perbulan memangnya kenapa, apakah kau iri denganku Tante prince karena kau hanya mendapatkan uang 15 juta perbulan dari suami itu" jawab Siska
Kalian ingin tanya bagaimana siska tau, maka jawabannya adalah dari novel, kalian tidak lupakan jika ini adalah dunia novel dan siska pernah membaca cerita di novel ini
Tante prince yang mendengar nya pun marah dan itu membuat wajahnya memerah
"K-kau diam lah" teriak Tante prince
"Siska mengapa kau mengatakan seperti itu kepada ibuku" yah pasti ini anaknya Tante prince
Siska yang ditanya begitu pun menjawabnya
"Bukankah aku berkata benar jika uang perbulan ibumu lebih kecil dibandingkan dengan diriku"
"Diam lah kau ******" teriak Tante Novi yang ikut dalam pertikaian antara Tante prince dan dengan dirinya
Tidak ada yang mau menghentikannya
Oma dan opanya itu tidak suka dengan 2 mantunya itu yang semena-mena jadi mereka berdua tidak ikut campur
Sedangkan suami dari Tante Novi dan Tante prince juga hanya diam saja karena mereka tidak mencintai istri Meraka itu
Dan juga ayah dan abangnya juga tidak ada niatan membela, mereka ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh Siska saat bunda/ istri nya di bawa-bawa
Sebenarnya Brayen pun marah tapi dia menahan nya karena dia mau melihat bagaimana reaksi Siska
Bukan hanya Brayen yang marah ke 3 abangnya juga sangat marah karena membawa-bawa almarhum ibu mereka tapi sama hal dengan ayah, mereka menahan nya karena ingin melihat reaksi Siska
"Ops aku lupa orang tua Tante Novi sangat sibuk, mamanya Tante Novi sibuk menjual diri dan ayah Tante Novi sibuk bermain judi, jadi tidak ada waktu untuk mengajarkan sopan santun kepada anaknya, tapi Tante coba lah jaga mulutmu itu jangan sampai media mendengarnya Jika mereka mendengar mantu keluarga Smith berkata kasar kepada anak yang berusia 18 tahun, hancur sudah dengan nama baik keluarga Smith" ucapan Siska sangat pedas dan itu membuat Tante Novi melotot matanya, berani-beraninya dia mengungkit keluarga nya, dan menasihatinya
Olif anak dari Tante Novi yang mendengar nama nenek dan kakek nya di bawa-bawa pun emosi
"Apa yang kau katakan siska, meraka itu adalah orang tua mengapa kau tidak menhargainya dan lebih parah kau malah mengungkit-ungkit perkerjaan nenenk dan kakek ku" marah olif
"Bukankah yang aku katakan itu benar olif, jika perkerjaan nenek dan kakekmu begitu mengapa kau harus marah atau jangan-jangan kau malu karena pekerjaan mereka" jawab Siska
"Apa maksudmu haa!! Mengapa aku harus malu aku anak dari orang terkaya ke 10 dan loh hanya anak yang tak di inginkan" jawab olif dengan suara angkuhnya
Siska yang mendengar nya langsung tertawa dan mengatakan "hahahah hanya anak terkaya ke 10 sombongnya selangit heh loh sadar diri dong nih yah gue kasih tau"
"Kalau jika ibumu tak merangkak keatas ranjang om Boby mana mungking om Boby menikahi ibumu itu, jika om Boby tidak menikahi ibumu itu sekarang kau hanya anak gelandangan kau tau"
"Walau aku anak yang tak di inginkan seenggak nya aku anak dari orang terkaya ke3 dan kau masih di bawah ku jadi jangan sok keras" ucap Siska sambil menepuk pundak olif
Olif dan Tante Novi sudah tidak bisa berkutik apa apun serangan yang di berikan oleh Siska sangat tepat dan tak ada jalan keluarnya
biasanya kalau mereka menyulitkan Siska, Siska hanya akan diam saja atau merengek pada Brayen atau tidak pada oma dan opanya tapi ini dia malah membalasnya dengan ucapan sangat pedas
Hohoho.. mereka tidak tahu saja, jika di raganya si Siska adalah jiwa lain
Siska sudah tau asal muasal keluarga Smith jadi tidak heran dia berbicara dengan lantang dan satu hal di keluarga ini sangat menunjung tinggi derajat Smith
__ADS_1
"*Hum ternyata mulut pedasku turun ada putriku" batin Brayen
"Aku suka sifatmu sekarang dek" batin para abangnya
"Perkataannya sungguh pedas seperti brayen dan diriku/suamiku" batin oma/opa*
Para om mengaktifkan mode nyimakš¤£
"Sudah-sudah tidak usah di bahas waktunya kita makan malam" ucap oma
Sekarang mereka berada di meja makan, mereka makan dengan keadaan hening tapi keadaan hening itu tidak berlangsung lama
"Brayen ku dengar anak perempuanmu itu mematahkan tulang temannya di sekolah" suara setan maksudnya suara Tante prince terdengar
"Yah Tante prince aku mematah tulang mereka apakah mau ku praktekkan kepada Tante prince" tanya Siska yang sedang tersenyum miring
"Sifat nya sama seperti diriku di masa muda" batin opa
Tante prince yang mendengarnya pun langsung kicep Tante prince ntah kenapa langsung takut dengan senyum dari Siska itu
"Mengapa Tante menanyakan itu kepada ayahku, mengapa tante tidak bertanya padaku langsung, mumpung aku berada disini" lanjut Siska santai dan sedang memakan makannya
"Siska ibuku hanya mau menanyakan mengapa kau menakutinya apakah begini sifatmu" tanya Sandra anak dari ibunya prince
"Aku tidak menakuti ibumu Sandra aku hanya menjawab pertanyaan ibumu itu, dan di mana letak aku menakuti ibu mu" Siska
"Kau selalu saja menjawab apakah kau tidak diajarkan sopan santun oleh ibumu Siska" ucap Sandra, ntah Sandra melupakan fakta atau pura-pura lupa bahwa ibunya Siska sudah pulang kerahmatullahi saat dia berusia 1 tahun
Prang..
semua yang ada dimeja terkejut atas sikap Siska yang langsung yang membanting gelas itu
Bisa mereka lihat Siska sedang menahan amarah karena dadanya naik turun
Sial kenapa Siska tidak bisa mengendalikan emosinya, apa karena tubuh ini tidak terima jika ibunya di bawa-bawa seperti itu
Siska menatap candra dan berkata
"Yah kau benar sandra aku tidak di ajarkan sopan santun sama sekali oleh ibuku karena kau tau ibuku sudah pulang diatas sana"
"Dan sebenarnya aku berharap ayahku atau para Abang ku yang akan mengajarkan aku sopan santun tapi harapan ku itu terlalu tinggi"
"Mereka membenciku karena aku ibu dan istri dari mereka pergi selama-lamanya"
"Dan aku masih mempunyai harapan karena aku mempunyai Oma dan opa ,Tapi hahaha aku ternyata, selalu saja berharap yang tinggi yang tidak bisa ku gapai"
"Mereka juga membenciku karena aku menantu kesayangan mereka pergi dari dunia ini"
"Asal kau tau sandra aku tidak di ajarkan sopan santun bahkan aku tidak di ajarkan Apa itu kelembutan jadi jika aku berkata kasar padamu atau keluarga mu, maklumin saja karena dari kecil aku tidak mendapatkan arti kelembutan atau sopan santun itu" setelah mengatakan itu Siska pergi dari sana meninggal orang yang mendengar merasa bersalah
"*Apakah kau semenderita itu" batin ayah bersalah
"Maaf kan kami" batin Abang
__ADS_1
"Apakah seberat itu hidupmu cucuku" batin opa/oma*
...ORANG MENANGIS bukan karena mereka lemah.MEREKA MENANGIS karena telah BERUSAHA KUAT dalam waktu yang lama-johnny Depp...