
...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...
"Eh gue dengar-dengar ada dua Murib baru." Ucap Adel Kepada Widya dan Alvaro/Ayub dkk.
"Iya gue juga dengar gitu, kata murib-murib disini mereka cantik." Ucap Guntur sambil memakan makanannya.
Mereka sekarang sedang berada di kantin, dan juga sekolah mereka di hebohkan oleh kedua Murib baru yang katanya cantik, tapi tidak di menhebohkan satu sekolah.
"Alah masih juga cantik kan aku iya kan ayang." Ucap Adel dan meminta persetujuan kearah langit.
langit menganggukkan kepala, "iya kamu yang paling cantik disekolah ini yang." Ucap langit yang membuat Adel tersenyum lebar.
"Pisau mana pisau." Batin Widya dengan malas.
"Orang bucin mah beda." Batin Guntur.
"Masih cantik kan juga siska." Batin Ayub dan Alvaro.
"Memang cantik sih tapi masih cantik kan widya" Batin haikal dan Devan.
Dan yang lain hanya memutar bola mata mereka dengan malas, setiap mereka berkumpul pasti tidak akan terlewatkan hal yang membuat mereka muak melihat nya.
"Hem permisi bisa nggak kita duduk disini." Tanya seorang gadis dengan tubuh yang pendek dan gadis disamping nya yang ber mek'up.
Mereka semua melihat kearah dua gadis itu, "lo berdua mau gabung sama kita yah." Tanya Adel.
"Iyah kita mau gabung bisa nggak." Ucap gadis itu dengan pandangan penuh harap.
"kalian berdua buta di tempat ini udah full dan kami tidak ingin menerima seorang mahluk duduk di dekat kami." Ucap adel dengan pedas.
"Lagian kalau cuman mau numpang pansos jangan sama kita, kalian berdua beda level sama kita." Ucap widya yang tak kalah pedas.
"Teruskan bakat mu nak." batin guntur yang melihat dan mendengar ucapan Widya dan adel yang begitu pedas.
Sedangkan para cowok hanya menyimak saja, mereka juga tidak ingin berdekatan dengan gadis bermek'up tebal di hadapan mereka ini.
"K-kamu kenapa hiks ngomong hiks kaya gitu sama anggel dan anggun." Ucap anggel.
"Kimi kinipi ngiming kiyi giti alah bacot lo, mending pergi dari sini benarin tuh beda yang udah luntur." Ucap Adel dengan menhina.
__ADS_1
Sedangkan kedua gadis itu diam-diam mengepalkan tangan mereka dan pergi dari situ cepat-cepat meninggalkan kantin yang sedang berbisik-bisik tentang mereka.
iya Paling mereka berdua mau pansos..
sayangnya salah orang haha..
Murib baru aja belagu..
begitulah bisik-bisik yang terdengar di telinga mereka..
disisi lain
"Mas Angga belum mau pulang." Tanya Siska dengan bingung karena sedari tadi Angga menemani nya.
Dan ntah kenapa juga sedari tadi tidak ada ganguan dari teman atau saudara nya, bahkan ini sudah menunjukkan jam 03:13 dan tidak ada yang menjenguk Siska.
"Belum aku tidak mau kamu sendirian di ruangan luas ini." Jawab Angga yang duduk di sofa.
"Terus mas kapan pulangnya." Tanya Siska.
"Kenapa kamu nanya aku kapan pulang, kamu berniat ngusir aku." Tanya Angga yang menatap Siska dengan tatapan rumit.
Siska tidak mau Angga salah paham terhadap apa yang dia ucapkan dan juga perasaan Siska saja atau apa dirinya juga ingin berlama-lama dengan Angga.
Angga yang mendengar jawaban Siska pun menganggukkan kepala mengerti, "kamu itu yang lebih penting dari pekerjaan saya yang di kantor." Ucap Angga.
haa apa tolong sadar kan Siska dari halusinasi nya ini dia yang salah dengar atau pak Angga yang salah mengucapkan kata, "m-maksud mas."
Angga berdiri dan berjalan kearah Siska dan mendudukkan bokongnya di ranjang siska Angga mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Siska, "kamu lebih penting dari pekerjaan kantor aku, ahh bukan kamu lebih penting dari segalanya." Ucap Angga yang tersenyum kearah siska.
Angga akan melakukan pendekatan diri terhadap Siska dirinya akan menunjukkan sifat yang sudah lama tersembunyi dalam dirinya kepada gadis yang di cintai.
Angga sudah menyakinkan dan memastikan jika perasaan nya ini adalah perasaan cinta yang tidak pernah di duga oleh Angga
Siska yang mendengar ucapan demi ucapan yang romantis dari mulut Angga pun tiba-tiba dibuat salting dan imbasnya dirinya pingin membuang air kecil.
"Astaga gue pingin buang air kecil, ini gara-gara pak Angga kenapa coba tiba-tiba ngomong kata-kata romantis." Batin siska.
Siska menlepaskan tangan Angga yang berada di pipinya itu dan akan turun dari ranjangnya tapi di tahan oleh Angga.
__ADS_1
"Mau kemana." Tanya angga.
"A-aku p-pengen bu-buang air kecil." Jawab siska dengan gugup.
Angga Yang Mendengar ucapan Siska pun turun dari ranjang Siska dan mendekatkan dirinya kepada Siska
"Eh mas m-mau nga-ngapain." Tanya siska yang melihat angga sangat dekat dengan dirinya
Jangan bilang Angga akan menciumnya lagi oh tidak siska buru-buru membersihkan mulut dan sudut bibirnya dengan cepat.
"Kamu kenapa memegang bibir mu, apakah kamu ingin ku cium" Tanya Angga yang sudah di hadapan Siska.
"Ti-tidak, aku ha-hanya membersihkan b-bibirku." Ucap Siska.
"Apa kamu pikir aku akan mencium mu karena ingin membersihkan bibirmu, kamu tenang aja bibir mu bersih kok jadi aku hanya akan mengangkat mu untuk pergi ke wc." Ucap angga yang sudah memeluk siska tinggal mengangkatnya saja.
"Tidak usah ak-aku bisa pergi sendiri lagian WC nya dekat juga hanya butuh 8 langkah aja dari sini." Ucap siska.
Tapi angga tidak mendengarkan ucapan siska, angga mengangkat tubuh ringan Siska kearah wc, siska yang dibuat kaget karena tiba-tiba angga mengangkat nya dengan refleks tangan Siska memeluk lehernya angga.
"Astaga aku ini hanya sakit karena terkena racun bukan lumpuh, bahkan kaki ku saja baik-baik saja." Batin siska.
Angga menurunkan Siska dengan perlahan-lahan, "apa perlu ku bantu untuk membuang air kecil." Tanya Angga dengan polos.
Siska yang mendengar pertanyaan dari Angga pun melototkan matanya dengan kaget haa apa membantu membuang air kecil apakah Angga benar-benar sudah kehilangan akalnya.
"Tidak usah lagian membuang air kecil itu sangat mudah untukku." Balas siska dan angga menganggukkan kepala dengan patuh.
Siska melihat angga yang menganggukkan kepalanya sambil berdiri di dalam WC nya apakah angga tidak berniat keluar dari WC ini, mana mungkin siska membuang air kecil di hadapan angga hahaha itu mustahil.
Sudah 5 menit lamanya angga masih berdiri di dalam WC bersama Siska, "astaga kenapa dia belum keluar dari wc punya ku sudah di ujung." Batin siska yang tersiksa menahan sesuatu yang ingin keluar.
"Kenapa kamu diam saja apakah kamu tidak jadi membuang air kecil." Tanya Angga Kepada Siska yang diam saja.
"Haaah bagaimana aku bisa membuang air kecil, kamu berada di sini apakah kamu ingin melihat aku membuang air kecil." Ucap Siska.
"Apa boleh." Tanya angga dengan polos dan membuat siska melongo.
Siska yang sudah tidak tahan pun langsung menolak tubuh angga keluar dan menutup pintu WC dengan kasar.
__ADS_1
Angga yang sudah di luar pun mengkerut bingung, "memangnya aku salah apa." Batin angga