
...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah jangan sakit sakittt...
"bang b-badan Siska k-kenapa sakit b-bangat kalau di g-gerakin yah" aduh Siska karena setiap menggerakkan badannya akan r
terasa sakit
ke-3 abangnya yang mendengarnya aduan dari sang adik pun hanya memaksa senyum dan menahan air mata yang akan keluar
"kamu yang kuat yah dek, kamu akan sembuh sebentar lagi" ucap Rasya yang menahan tangisnya yang akan keluar
"t-tapi kapan s-siska sembuh ini ud-udah se-seminggu tapi si-siska belum s-sembuh uhk uhk" ucap Siska dan mengeluarkan darah di mulutnya karena Siska selalu memaksakan untuk berbicara
Rasya yang melihat adiknya memuntahkan darah dari mulutnya langsung menghapusnya dengan kain yang sudah meraka siapakan kapan saja
"huss adek jangan maksa ngomong dulu yah, adek akan sembuh kok yang penting adek harus kuat" ucap Nabil yang sedang memicit pelan kepala Siska
sedangkan Devan yang sudah tak kuat Melihat kondisi adiknya pun keluar dari ruangannya, Devan yang sudah berada di luar ruangan tiba-tiba air matanya keluar Tampa bisa di tahan lagi
"tuhan tolong jangan ambil adikku" batin Devan
...****************...
"kau cepat perintahkan pada dokter lambat itu mereka harus cepat mendapatkan penawarnya, aku tidak mau melihat keadaan anakku menahan rasa sakit seperti itu" ucap brayen yang sedang melihat Siska di sebuah layar hp
"baik tuan" ucap bawahan
"dan satu lagi waktu yang ku berikan hanya 3 hari, jika mereka belum mendapatkan penawarannya maka beritahu pada mereka jika mereka akan hilang sampe ke akar-akarnya dari bumi ini" ucap brayen dengan dingin
...****************...
"bagiamana Leon kau sudah mendapatkan dimana manusia yang meracuni gadisku" tanya Angga dengan dingin
__ADS_1
"sudah tuan kami sudah mendapatkan dimana keberadaannya tadi malam tapi tiba-tiba saja keberadaannya hilang dari subuh" jawab Leon
"bagaimana kalian sampai kehilangan jejak bukankah kalian banyak yang melacaknya"tanya Angga yang bertambah dingin
"y-yah tuan menurut kami dia seperti bersembunyi di tempat yang susah di jangkau oleh alat elektronik dan kami juga bisa menyimpulkan kalau dia jarang memakai alat-alat yang bersangkutan dengan eletronik" jelas leon
"bukankah orang yah berkerja sama bersama dia bernama anggel" tanya Angga
"Iyah tuan"
"kalau begitu cari saja dia dan bawah keruangan bawah tanah kita akan menyiksanya dan mencari informasi kepadanya"
"tapi tuan kami mendapat sebuah informasi jika yang bernama anggel mengalami kecelakaan fatal di malam hari bahkan wajahnya hancur dan tidak kenali" ucap Leon yang fokus membaca berita yang di berikan oleh bawahannya
"wajahnya hancur yah, terus keadaan tubuhnya bagaimana" tanya angga Kepada leon
"tubuhnya baik-baik saja hanya terkena goresan sedikit" balas Leon
"ahh kalau begitu cepat cari jejak anggel Leon jangan sampai kalian kehilangan dia, dan kau pasti tau apa maksudku kan leon" ucap Angga
yang dimaksud tuannya itu bahwasa gadis yang bernama anggel itu belum mati dan kecelakaan nya itu hanya rencana dan bagaimana tubuhnya bisa di simpulkan itu adalah tubuh orang lain
karena dia mengalami kecalakaan fatal tapi hanya wajahnya saja yang hancur sedangkan tubuhnya hanya mengalami luka-luka kecil haha sungguh bodoh yang membuat rencana
"bertahan yah sedikit lagi" batin angga
...****************...
"ahhhk aku ingin pergi ke mall dan menarik perhatian Alvaro dan ayub, mengapa aku harus mengurung diri disini, bahkan aku tidak berikan hp" teriak seorang gadis di suatu rungan
"ck loh berisik anggel" ucap wanita itu
__ADS_1
"APA LOH BILANG GUE BERISIK, KALAU BEGITU LEPASKAN AKU BIARKAN AKU PERGI KE MALL DAN SALON AKU INGIN MENARIK PERHATIAN ALVARO DAN AYUB" teriak anggel yang bergebu-gebu
sedangkan wanita yang mendengar teriakan maut dari anggel pun hanya mendengus kesal karena telinga sangat sakit
"apakah loh punya otak kalau loh benar-benar punya otak loh harus gunain baik-baik, diluar sana loh dan gue sedang jadi incaran pawangnya siska" ucap wanita itu dengan sinis
"dan pasti loh nggak lupa kalau loh itu udah mati, karena rencana kita 2 hari yang lalu" ucap wanita itu lagi
"ahhk gue tau tapi berikan gue kebebasan sedikit saja gue ingin berbelanja dan ingin ke salon dan juga berikan gueu sebuah hp" ucap anggel nada frustasi
"ck loh memang nggak punya otak, jika gue kasih loh kebebasan sedikit saja maka kita akan langsung tertangkap apa loh kira pawangnya Siska sedikit haa!! dan juga jika loh Memiliki hp maka akses kita akan cepat di ketahui" ucap wanita itu dengan frustasi atas kegoblokan anggel
"terus gue sampai kapan disini, sampai tua gitu haa!! gue nggak mau yah bahkan gue nggak mau kalau disini selama sebulan gue butuh kesenangan" ucap anggel
"gue akan sewa lelaki yang akan memuaskan mu malam ini dan besoknya aku akan memberikan lelaki yang berbeda lagi dan juga loh jangan keluar sebelum keadaan membaik" ucap wanita itu
"hahaha baik lah aku setuju aku ingin lelaki yang kau sewa itu harus dengan usia yang sudah agak matang dan jangan lupa wine nya" ucap anggel tersenyum
sedangkan wanita itu hanya menghela nafas kasar dia tau betul sifat anggel karena sifat anggel itu adalah turunan darinya
tapi wanita itu sedikit gila ***, dalam keadaan seperti ini dia masih ingin di layanin haah wanita itu hanya mengusap dadanya
"gue harus sabar ingat dia itu adik loh, dan juga loh yang ngajarin adik loh jadi j*lang" batin wanita itu
...****************...
"Widya Ayuk kita lihat keadaan Siska yuk" ajak Adel yang sedang berada di rumah Widya
"loh aja deh Del, gue saat ini nggak kuat lihat keadaan Siska" ucap Widya dengan wajah tertunduk
"loh nggak bisa gitu Widya, kita harus kuat dan nyemangatin Siska buat dia semangat hidup jika loh saja nggak kuat terus bagaimana Siska yang terbaring di rumah sakit sana, dia butuh kita disisinya dan tugas kita harus nyemangatin dia" ucap Adel yang panjang lebar
__ADS_1
sedangkan Widya yang mendengar ucapan Adel pun langsung mengangkat kepalanya dan melihat Adel "loh benar Del seharusnya kita disisinya, baik lohh tunggu gue disini gue mau ganti baju"
sedangkan Adel yang melihat Widya yang sedang berlari pun hanya terkekeh geli "loh harus kuat dan loh harus sembuh Siska gue dan Widya nggak mau loh pergi jauh dari kita" batin Adel sendu