Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
aku cemburu


__ADS_3

...Selamat membaca kaka-kaka etss tunggu dulu Kaka-kaka yang baca ini sehat nggak...


"Ahk kenyangnya" ucap siska sambil memegang perutnya yang sedikit kembung itu karena kekenyangan


"Ayub bayar sana" ucap Siska, Ayub yang mendengar nya pun menganggukan kepala


Ayub sekarng sedang memeriksa kantongnya untuk mengambil dompet, sudah 5 menit Ayub mencari dompet nya tapi tak kunjung datang


Siska yang melihat Ayub yang gelisah pun bertanya "kenapa Loh"


Ayub yang mendengar Siska bertanya pun menjawab dengan suara yang sedikit kecil "kayaknya dompet gue ketinggalan di masion deh"


"Apa!!!!!!! Dompet loh ketinggalan di masion, terus gimana kita bayar nih makanan astaga, mana uang gue dah habis" teriak Siska frustasi kepada ayub


...****************...


Dan disinilah akhir Siska dan Ayub mereka harus mencuci piring selama sejam


"nih piring banyak amat lagi ke restoran aja padahalkan warung" ucap Siska yang sekarang sedang mencuci piring


"Ayub mana airnya gua mau cuci piring nih tapi airnya tinggal sedikit"teriak siska


"bentar elah lu kira enggak berat apa nih ember" ucap Ayub yang sekarang sedang membawa seember air ke arah Siska


"Siapa suruh lo nggak bawa dompet dan itu handphone lo Mala mati, mana yang paling banyak makannya loh lagi" omel Siska kepada Ayub


Ayub yang mendengar omelan Siska pun tidak terima karena Siska mengucapkan jika dia yang banyak makan Hello disini Siska yang banyak makan "Siska asal Lo tau yang paling banyak makan itu loh karena habisin tiga piring sekaligus, sedangkan gue hanya habisin dua piring asal lo tahu"


Siska yang mendengar itu pun hanya memutar bola matanya malas dan mengucapkan "ehk kalau loh nggak ngajak gue jalan jalan mana mungkin gua makan tiga piring, mana ngajak jalan nya nggak bawa dompet lagi, jadi siapa yang salah di sini ha!!"


Ayub yang mendengar ucapan Siska pun menghela nafas frustasi apa yang dikatakan oleh Siska itu benar kenapa dia mengajak jalan-jalan Siska jika tidak membawa dompet haah


"Iya iya gue yang salah di sini dan berhenti mengomel, sana cuci piring gue mau nimbah lagi" ucap Ayub dengan pasrah


Untung saja media tidak mendapatkan mereka sedang ber cuci piring di sebuah warung jika mereka mendapatkan maka ada kabar seperti ini "berita terbaru dan berita terpanas hari ini adalah anak pengusaha yang terkaya ketiga dan keempat mencuci piring di sebuah warung, karena mereka tidak mampu membayar makanan yang mereka pesan karena mereka tidak membawa dompet masing-masing"


...****************...


...Skip...


Sekarang Siska sedang berada di di kantin sedang memakan pesanannya tak lupa juga ditemani oleh kedua sahabatnya itu


Adel yang melihat Siska memakan bakso dengan lahap pun bertanya "Sis loh kayak gak makan 2 hari deh makan loh cepet amat kek orang rakus tau nggak"


"betul tuh mana udah 2 mangkok lagi" ucap Widya kepada Siska


"Ghue lahphar bahngat" ucap Siska tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan


"Loh ngomong apa dah, nggk jelas"ucap adel

__ADS_1


"Telan dulu tuh makanan baru ngomong ntar keselek baru tau rasa dan kalau keselek siapa juga yang susah kita lah" omel Widya tapi percayalah Widya khawatir kalau Siska keselek


"Gue lapar banget sumpah dari kemarin gua nggak makan, makan sih tapi itupun di pagi hari di siangnya, dan malam harinya gue nggak makan" ucap siska yang sesudah menelan bakso yang ada di mulut nya


"Lah emang kenapa bukan nya kemarin hari Minggu yah, dan nggak mungkin kan di masion loh nggak ada makanan" ucap Widya dan di angguki Kepala oleh adel


Siska yang mendengar pertanyaan Widya pun mendengus kesal saat mengingat kejadian dimana dia harus mencuci piring saat Ayub tidak bisa membayar makan ahk bukan tidak bisa lebih tepat nya dompetnya ketinggalan


"Nggak usah di bahas deh, gue kalau ingat kejadian kemarin tuh jadi kesal" ucap Siska yang sedikit kesal


"Ohya gue mau ketoilet dulu, gue kebelet" ucap siska yang sesudah memakan bakso


Tapi baru 2 langkah dari meja nya sudah ada yang berteriak memanggil namanya


"Siska"teriak Rijal teman nya Ayub


Bisa di lihat ada Ayub, Haikal dan rijal yang berjalan kearahnya


"Kenapa"tanya Siska


"nih pak bos mau ngomong tapi malu dia nya manggil buk bos" ucap Rijal dan dapat tatapan tajam dari Ayub


Sedangkan Rijal dia sedikit takut,tapi itu langsung di buang karena mana mungkin Ayub Sahabatnya akan ngamuk di sini mana di hadapan siska, karena Rijal tau Ayub tertarik kepada Siska


"kenapa cepat elah gue kebelet nih" ucap Siska yang mengarah ke Ayub


"loh jangan ngunkit kejadian kemarin gue jadi kesal kalau ngingat nya" ucap Siska yang jarinya sedang menempel di bibir nya Ayub


Ayub yang merasakan jarinya Siska di bibir nya pun menjadi gugup astaga kenapa tubuh nya lebay sekali baru kena sentuhan udah gugup saja


Tiba-tiba ada seseorang memukul pelan tangan Siska alhasil jarinya Siska terlepas dari bibir nya Ayub


Kalian menanyakan siapa yang memukul pelan tangan nya Siska maka Jawaban nya adalah "Alvaro"


"Ehk loh kenapa muluk-muluk tangan gue haa!!" Ucap Siska


Alvaro yang mendengar ucapan Siska pun langsung menyentil pelan kening nya Siska dan mengucapkan kata dengan lembut "sejak kapan mukul-mukul kamu ubah menjadi muluk-muluk"


Ings, ringisan Siska walau Alvaro menyentil kening nya pelan tapi itu masih sedikit sakit "yah serah aku lah"


Sedangkan penjuruh kantin yang mendengar ucapan Alvaro pun kaget dan dia buat bingung mengapa Alvaro berkata-kata lembut dan jangan lupa memakai kosa kata aku kamu


Lebih mengejutkan Siska malah membalas ucapan Alvaro memakai kosa kata aku dan kamu juga


Apa mereka tidak salah mendengar dan melihat saat Alvaro mengucapkan kata lembut kepada Siska dan apa tadi mengucapkan kata kamu wow ada rahasia apa yang mereka sembunyikan Ya gitulah pikiran semua penjuru kantin


Alvaro menyadari kalau mereka menjadi pusat perhatian pun langsung menarik tangan Siska lembut kearah taman belakang sekolah


Sekarang mereka sedang duduk di kursi yang di sediakan oleh sekolah di taman belakang

__ADS_1


"jangan dekat-dekat sama Ayub" ucap Alvaro kepada Siska


Siska yang mendengar ucapan Alvaro pun mengangkat alis nya dan bertanya "emang kenapa"


"Aku cemburu"ucap alvaro


...****************...


...Mari kita kembali di kantin ...


Setelah alvaro dan Siska meninggal kantin, kantin menjadi ribut seperti pasar karena mereka mengisikan Siska dan Alvaro


"Apa kak Alvaro dan kak Siska udah pacaran karena mereka menggunakan kosa kata aku dan kamu" ucap murid A


"Aku pun tidak tau, tapi suara kak Alvaro kalau melembut enak di dengar yah" ucap Murid B


"Apa perjuangan Siska yang selama ini mengejar Alvaro membuahkan hasil" ucap Murid C


Begitu lah yang terdengar dari murid penjuruh kantin dan masih banyak lagi


Ayub yang mendengar bisik-bisikan pun langsung menginggalkan kantin dengan tangan mengepal, Ayub tidak suka melihat Siska mengunakan kosa kata aku-kamu dengan pria lain


Rijal yang melihat Ayub pergi pun menyusul nya dan dia meninggal kan Haikal yang terdiam sambil melihat kearah Widya


Setelah cukup lama dia melihat kearah Widya, dia pun mendekati Widya dan mengucapkan kata "loh mau nggak pulang barang gue"


"Loh ngajak gue" tanya Widya kepada Haikal, karena Widya kurang yakin kalau dia yang di ajak pulang bersama


Tapi pikiran Widya semuanya salah karena Haikal menganggukan kepalanya


Widya yang mendengar Haikal mengajak nya pulang pun menjadi bingung dan menbatin "nih anak nggak kesambet setan di jalan gitu, karena Haikal jarang ahk bukan tidak pernah mengobrol dengan ku dan tiba-tiba mengajak nya pulang"


Widya yang bingung pun langsung menganggukan kepala saja, karena sopirnya tidak akan menjemputnya alasannya sopirnya meminta cuti pulang ke kampung selama seminggu


Haikal yang melihat Widya menganggukan kepala pun tersenyum puas


...Hai-hai gimana ceritanya maaf ya nggak jelas 😁...


...****************...


...Episode berikutnya...


Widya tidak menyadari jika ada seseorang yang menatapnya dengan tatapan itu sangat tajam, dan yang menatapnya tajam adalah devan


bukan Widya yang menyadari tapi Adel, Adel menyadari kalau devan melihat Widya dengan tatapan tidak suka dan tajam dalam pikiran Adel "apakah Devan menyukai Widya"


dan disitu juga langit melihat ke arah Adel langit tidak suka saat Adel melihat kearah devan dengan tatapan seperti itu


...****************...

__ADS_1


__ADS_2