Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
Nikmatnya Ciptaan Tuhan


__ADS_3

...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...


"Kenapa kalian diam saja." Tanya Siska dengan bingung.


"Hem ini siapa sis." Tanya Adel yang menunjuk dengan malu-malu kearah Rion.


Hello menurut Adel dan Widya Rion adalah salah satu pria tampan yang mereka lihat.


Sedangkan langit melihat dengan tajam kearah Adel, "jangan genit sayang, ingat udah punya pacar." Bisik langit dengan senyum manisnya.


Adel yang mendengarnya bisikan itupun meneguk ludah dengan pelan ahhk dia lupa jika sudah mempunyai pawang, Adel melihat kearah langit dan tersenyum lebar dan mengangkat 2 jarinya.


Widya yang melihat itu tertawa kecil, siapa suruh udah punya pawang masih aja genit, untung saja dirinya belum punya saat widya akan ngecaper udah di Pepet aja sama Haikal dan devan.


Widya yang melihat itu pun tidak mengambil pusing dia akan melakukan ngecaper kepada Rion tapi saat akan bersuara widya merasakan tiba-tiba saja dirinya di buat merinding.


Saat widya melihat kebelakang ternyata ada haikal yang memandang dengang tatapan tajam tapi widya tak takut dengan tatapan itu tapi saat melihat tatapan tajam dan menusuk dari devan pun dirinya dibuat mematung di tempat sungguh tatapan itu sangat menakutkan.


Terpaksa widya mengubur kan niat nya yang akan ngecaper itu, "kenapa gue takut yah." Batin widya bertanya-tanya.


"Ehem kenalin nama gue rion temannya siska." Ucap rion dengan senyum kecil yang memperkenalkan namanya.

__ADS_1


"Nikmat mana lagi yang engkau dustakan" Batin widya dan adel.


"Nggak usah peluk-peluk juga belum muhrim" Ucap alvaro dengan dingin sambil melepaskan tangannya siska yang menyangkut di lengannya rion.


"Ihk apa-apaan sih." Ucap siska dengan sebal.


"Yang di katakan sama Alvaro itu betul sis belum muhrim." Ucap ayub dengan lembut kearah Siska tapi saat melihat kearah rion dengan tatapan tajam.


Sedangkan rion hanya menampilkan wajahnya dengan senyum tapi berbeda dalam hatinya, "cihh 2 bocah kira ini gue takut apa sama mereka, menganggu saja." Batin rion.


...****************...


"Huh terus gue harus ngapain di ruangan sendirian kek gini, ih bosan tau awas aja kalau gue dah sehat gue akan keluar nggak akan pulang selama 4 hari berturut-turut." Omel siska dengan kesal.


Karena tadi Siska sempat beradu mulut dengan ayah dan ke-3 abangnya itu, siska ingin keluar dari rumah sakit ini tapi kata ayahnya kondisinya belum sangat membaik.


Siska yang mendengar nya itupun menganggukkan kepala dengan patuh karena dia ini masih anak baik.


Tapi saat Siska akan mengajukan permohonan nya untuk keluar dari ruangan dengan alasan ingin menhirup udara yang segar di tolak mentah-mentah sama ayah dan ke-3 Abangnya.


Siska dengan keras kepalanya pun membantah namun Siska kalah memegangnya apa yang di harapkan satu lawan empat yang pasti 4 lah yang menang.

__ADS_1


Dengan kesal Siska tidur dan saat dia bangun semua orang yang berada di ruangannya sudah tak ada, siska yang bosan pun turun dari tempat tidur nya dan berjalan tertatih-tatih kearah pintu.


Tapi saat siska membuka pintu muncul 3 pria botak dengan badan besar-besar dan memiliki wajah yang tak bersahabat yaitu DATAR


"Nona di larang keluar oleh tuan." Ucap salah satu pria itu.


"Tapi paman sis-."


"Tidak ada tapi-tapian nona, silakan masuk kembali keruangan nona jika nona ada perlu hubungi kami." Ucap pria itu dengan nada yang halus tapi menjijikankan menurut siska.


Coba kalian bayangkan seorang pria yang berbadan besar dan dengan kondisi wajah yang datar mengucapkan kata yang lembut huh sungguh menakutkan.


Siska sekarang sedang duduk di tempat tidurnya dengan malas saat siska akan tidur dia melihat kearah pintu karena Mendengar suara pintu di buka.


Siska terdiam Karena sekarang ini dia melihat ciptaan tuhan yang indah yang sedang berada disini, mengapa mahkluk itu semakin tampan saat tersenyum kearahnya.


Dan mengapa juga jantung Siska terus saja berdetak dengan sangat cepat saat melihat makhluk ciptaan tuhan itu.


"Bagaimana keadaan mu hm." Tanya angga yang tersenyum manis ke arah siska dan berjalan mendekat kearahnya sambil membawa sesuatu.


"Nikmat nya ciptaan tuhan." Batin siska

__ADS_1


__ADS_2