
Sekarang Siska berada diruang tamu karena ayahnya meminta untuk bertemu tapi ayah nya belum juga datang Siska heran ayahnya yang memanggil bertemu ayahnya juga yang telat datang, Diruangan tamu itu ada juga Abang nya
"Maaf ayah telat soalnya jalan pulang macet" dan hanya di balas anggukan oleh ke4 anaknya
"Siska kamu tau alasan ayah meminta mu datang keruang tamu sekarng" tanya ayah yang langsung the dhe point
"Jika ku tau aku tidak akan datang kemari ayah" balas Siska dengan santai
ayahnya yang mendengar balasan dari Siska hanya menhembuskan nafas nya dengan pelan
Sedangkan para Abang" nya menyimak
"Ayah meminta mu kesini karena ayah mau meminta maaf karena tidak peduli padamu selama ini, ayah tau sekarang meminta maaf sudah terlambat tapi beri satu kesempatan pada ayahmu ini" ucap brayen dengan nada sendu
"Aku juga meminta maaf karena ber sikap bodoh amat padamu tolong beri aku kesempatan juga untuk menebus Kesalahan abang dulu" ucap Rasya menunduk tidak berani menatap adiknya itu
"Bukan hanya Abang rasya dan ayah yang meminta maaf dan memintah kesempatan kami juga mau meminta maaf dan beri aku dan kak Nabil kesempatan" ucap Devan
Nabil yang mendengar menganggukan kepala "iya tolong maaf kan kami"
Siska yang melihat itu pun ingin memaafkan apa salah nya saling memaafkan dia juga ingin merasakan namanya kasih sayang keluarga,
Dikehidupan pertamanya dia tidak pernah merasakan kasih sayang keluarga jadi dikehidupan keduanya dia harus merasakannya
"Kalian bersungguh-sunguh meminta maaf kepadaku dan meminta kesempatan sekali lagi" tanya Siska
Ayah dan ke3 Abang nya langsung menganggukan kepala dengan cepat dan setelah itu mereka menunduk kan kepala
Mereka berfikir Siska tidak akan memberikan kesempatan jangankan kesempatan, memaaf kan saja pasti tidak akan di beri
Karena mereka berpikir-pikir apa yang mereka lakukan dimasa lalu itu sudah sangat kelewat batas
"Jika begitu mengapa kalian tidak melihat kearah ku dan memeluk ku"
Ayah dan ke3 Abang nya yang mendengar perkataan Siska langsung melihat kearah Siska dengan pandangan bingung
"Ckck aku mau memaafkan kalian tapi jika kalian melakukan kesalahan lagi maka tidak ada kesempatan lagi"
Mendengar jawabn itu ayah langsung memeluk anaknya itu "makasih sayang udah mau memaafkan ayah dan memberikan ayah kesempatan untuk menebus kesalahan ayah"
Siska yakin ayahnya sedang menangis karena dia merasakan bahu nya basah
"Iya ayah dan kumohon ayah jangan menangis ingat umur ayah, ayah sudah tua ayah tak malu di lihat oleh anakmu" ucap Siska blak-blakan
Ke3 abang nya yang mendengar langsung menahan tawanya mengapa adiknya itu terlalu blak-blakan dan merusak suasana haru saja sedangkan ayahnya yang mendengar nya pun hanya menhembuskan nafas dengan kesal
"Awas ayah gantian kami juga ingin memeluk adik kami" ucap Rasya dan menarik ayah nya menjauh dari Siska
Hap sekarng mereka ber4 memeluk bersama-sama "makasih udah mau kasih kami kesempatan" ucap Rasya yang mewakili adik-adik Nya
"Sudah-sudah acara pelukan nya sekarang waktu nya makan malam" ucap brayen yang mengganggu acara pelukan mereka
"Ayo Siska kamu harus berjalan dengan ayah kearah ruang makan" ucap brayen yang sedang berjalan mengandeng tangan Siska
"Dan kalian ber3 berjalan di belakang kami jangan ada yang berjalan di samping Siska"
"Ayah kami juga ingin berjalan berdampingan bersama adik kami" ucap nabil
"No no tidak bisa" ucap brayen
"Ayah mengapa kami tidak bisa berjalan di samping adik kami bukan kah kami abangnya disini" ucap Devan
"Yah ayah aku juga memiliki posisi tinggi untuk berjalan disamping adikku karena aku anak pertama disini" ucap Rasya
"Dari kalian ber 3 hanya ayah yang memiliki posisi tinggi untuk di samping Siska" ucap brayen yang sombong
Sedangkan Siska hanya menyimak perdebatan Keluarga nya tapi tak bisa dipungkiri Siska bahagia "semoga mereka tidak akan pernah berubah" batin Siska
"Ayah tidak bisa begitu kami juga disini memiliki posisi tinggi" ucap Rasya dan di anggukkan kepala oleh ke 2 adiknya
"Emangnya kalian siapa" tanya brayen remeh
"Kami adalah anak keluarga smith dan Abang dari Siska Amelie Smith" jawab lantang Rasya
"Dan kami juga memiliki posisi tinggi untuk berjalan di samping Siska" ucap nabil
"No no kalian hanya abangnya
__ADS_1
Sedangkan aku, aku adalah ayah dari Siska dan kalian tidak tau betapa Siksa nya aku membuat Siska dengan ibunya" ucap brayen blak-blakan dan vulgar
Ternyata blak-blakan Siska turun dari sang ayahandanya
Sedangkan ke 4 anaknya yang mendengar itu langsung melotot mengapa ayah nya berbicara sevulgar itu..
...****************...
Sekarang Siska berada dalam kamarnya setelah acara perdebatan Keluarga nya yang dimenangkan oleh ayahnya tentu nya
Tok tok
Siska yang mendengar ada yang mengetuk pintunya pun langsung membuka nya
"Loh bang rasya ngapain kesini" tanya Siska yah yang datang itu adalah Abang Pertama nya
"Abang boleh tidur barang kamu nggak dek" tanya Rasya yang di anggukkan kepala Siska, Apa salah nya tidur bareng abangnya
Rasya yang melihat respon dari adiknya pun tersenyum lebar dan langsung memasuki kamar adiknya
Siska yang melihat Abang nya sudah masuk akan menutup pintu kamarnya tapi sebelum pintu kamarnya Ter tutup sudah ada 2 manusia di depan pintu kamar Siska
"astaga" kaget Siska yang melihat kedua Abangnya yang sudah ada di depan kamarnya sambil tersenyum, pertanyaan Siska sejak kapan kedua abangnya itu ada disini
"Abang mau tidur bareng kamu bisa" tanya nabil Siska yang mendengarnya pun hanya menganggukkan kepala
"Loh bang Rasya loh ngapain disini" Rasya yang mendengar suara pun membuka mata nya
"Gue, yah tidur bareng adik gue dan loh berdua ngapain disini" tanya rasya yang tidak senang melihat kedua adiknya ini
"yah kita juga mau tidur bareng adik kita lahh" ucap Devan yang diangkut di kepala oleh Nabil
sedangkan rasya hanya menghela nafas dia kira, dia akan tidur bersama adiknya berdua, ini malah berempat Untung saja ayahnya tidak ikut-ikutan
dan berakhirlah kok 4 bersaudara itu tidur di atas ranjang sambil berpelukan seperti Teletubbies
...****************...
Siska sekarang sedang menunggu Riana di restoran xxx kata Riana ada yang ingin dia di sampai kan dan itu penting harus bertemu sekarang karena riana besok akan pergi ke Singapura untuk berlibur dengan keluarga nya
"Maaf gue telat" ucap Riana yang baru sampai di restoran
"Jadi gue ngajak Lo ketemuan di sini gue ingin mengatakan sesuatu sama Lo" ucap Riana dengan serius
"Apa" tanya Siska dia juga sangat penasaran mengapa dia di ajak ketemuan jam 07:00 malam begini
Riana yang mendengar jawaban dari Siska langsung menyodorkan tangan nya kepada siska dan mengucapkan "selamat loh yang kepilih jadi model utama dan mengganti kan gue bulan depan"
Kalian tidak lupakan disaat Riana mengajak ketemuan Siska, jika kalian lupa dia ada di chapter 6 berjudul "alvaro"
Disitu Siska mengikuti persyaratan yang diajukan oleh bos perusahaan itu, tapi bos perusahaan itu tidak ada saat itu, kata riana bos perusahaan itu harus pergi ke Kanada ada urusan penting
Oke mari balik ke topik..
Siska terkejut apa dia menjadi model utama hello MODEL UTAMA apa dia tidak salah dengar
Siska yang sudah sadar pun menerima tangan 🤝 Riana dan mengucapakan "makasih"
"Gue hanya mau bilangan itu aja, jadi gue pergi duluan yah, soalnya gue buru-buru" pamit Riana
"Hum hati-hati dijalan" ucap Siska
...****************...
Siska sudah mau pulang ke masion nya, dalam perjalanan dia melihat pria yang dia kenal berlari dan di belakang nya dapat dilihat ada yang mengejarnya
Siska menhentikan mobilnya ke pria yang dia kenal itu dan menyuruh pria itu naik dan tentu pria itu pun naik dengan terburu-buru
Setelah melihat jika pria tersebut sudah naik pun langsung melajukan mobilnya
Dan dapat dilihat orang yang mengejar pria yang dia kenal itu, tetap mengikuti kemana perginya mobil Siska
Siska yang melihat mereka mengejar nya pun melajukan mobilnya seperti pembalap, setelah melajukan mobilnya, Siska melihat ke arah belakang dan ternyata yang mengejar mereka sudah ketinggalan jauh
"Apa kah kau punya hutang sebanyak itu sehingga mereka mengejar mu" tanya Siska
Sedangkan pria itu terkekeh mendengar apa yang baru saja Siska katakan
__ADS_1
"Dan apa kau kira keluarga Pujiyanto mempunyai hutang, oh tentu tidak
Sejak kapan keluarga terkaya ke 4 Memiliki hutang" ucap Ayub sombong
Sedangkan Siska yang mendengar suara Ayub yang menyombongkan kekayaan nya itu, hanya memutar malas bola matanya emang Ayub kira hanya dia yang kaya dia juga kali, bahkan kekayaan Ayub tak seberapa dengan nya ayo abaikan si Siska yang menyombongkan dirinya juga
Dia mengatai Ayub karena menyombongkan kekayaan nya terus Siska apa ahk seperti pepatah udang bilang kepiting di bakar sama-sama Merah
"Lalu kenapa loh di kejar-kejar begitu, apa lo udah hamilin anak orang dan tak mau bertanggung jawab sampai-sampai Keluarga wanita itu menyuruh orang untuk ngejar loh keseluruh penjuruh" tanya Siska yang Ngadi-ngadi
Sedangkan Ayub yang mendengar pertanyaan sekaligus pernyataan itu hanya melotot kan matanya
Apa yang barusan Siska bilang tadi dia udah hamilin anak orang dan tak mau bertanggung jawab oh astaga bukan dirinya sekali
Dan lagi jika Keluarga Ayub mendengar itu sudah di pastikan Ayub akan di garis dari kartu keluarga
Ayub langsung menyentil kening siska dan mengatakan "enak bangat lo ngomong gitu, mana ngomong gue hamilin anak orang nggak mungkin lah gue kan anak baik-baik"
Siska meringis karena keningnya sakit, sungguh Ayub kalau menyentil tidak pakai perasaan dan itu sangat sakit sekali epribadi
"Terus lo kenapa di kejar-kejar gitu" tanya Siska karena dia penasaran di hari pertama Ayub bertemu dengan nya, lagi baku hantam dengan preman
"Biasa musuh keluarga perusahaan bokap gue" ucap Ayub santai
"Oh gue kira lo hamilin anak orang" jawab Siska
"Dari tadi Lo nuduh gue hamilin anak orang perasaan deh, atau lo aja yang gue hamilin" tanya Ayub yang sedang menaikin turun alis nya dan jangan lupa senyum menggoda
Sedangkang Siska langsung menhentikan mobilnya tiba-tiba dan langsung menatap Ayub yang sedang tersenyum menggoda
Dan sialnya Siska malah menatap nya karena ayub sungguh-sungguh tampan tapi jantung Siska tidak berdetak cepat
Ayub yang melihat Siska menatap nya tanpa berkedip pun, merasakan jika jantungnya Ayub berdetak dengan cepat, ada apa dengan jantungnya Ayub, apakah dia mempunyai riwayat penyakit jantung
Ayub yang langsung sadar dari lamunannya pun langsung bertanya kepada siska "Terposana sama ketampanan gue heh"
Siska yang mendengar nya pun langsung sadar pun hanya menatap Ayub dengan tajam
"Lo mau gue tembak dengan pistol gue ke arah jantung lo, Lo pasti ngga lupakan semalam yang lalu gue nolong lo" tanya Siska yang menaik turunkan alis nya kearah Ayub
Ayub yang mendengar nya pun langsung mengingat kejadian dimana siska menolong nya tanpa banyak bicara dan aba-aba dia menembak preman tepak di jantungnya
Padahal jarak preman dengan Siska cukup jauh tapi peluru itu tepat mengenai sasaran
Bukan hanya 1 Preman yang dia tembak tapi 2 dan Ayub yakin Siska bukan sembarangan orang, karena tidak ada yang bisa menembak dengan jarak jauh dan mengenai sasaran
Ayub penasaran dengan Siska dan dia mencari semua informasi tentang Siska dari informasi yang dia dapatkan adalah Siska itu ada cewek yang suka mencari perhatian dan sangat mencintai Alvaro tapi akhir-akhir ini sifat Siska berbeda
Ayub bukan sembarang orang dia juga seperti Alvaro yang banyak sekali rahasia dan author akan membongkar di chapter berikut
Balik ketopik...
"Tembak aja, tapi menurut gue nih yah loh nggak usah nembak gue pakai pistol, karena peluru itu nggak akan mempan, mending lo nembak gue pakai perasaan" gombal Ayub kepada siska
Siska yang mendengar pun langsung menatap Ayub, jangan lupa dengan tangan Siska yang sedang mengelus pistol, ntah Siska mendapatkan darimana
"Ohya gue nggak percaya gimana kalau gue buktiin" ucap Siska dan mengangkat pistol itu kearah Ayub
Siska melanjutkan ucapannya "dan kita lihat kalau peluru ini benar-benar nggak mempan sama loh" tanya Siska yang sedang tersenyum menyeramkan kearah Ayub
Tapi menurut Ayub senyum Siska tidak menyeramkan tapi itu terlihat sangat manis
Ayub mengangkat tangan nya kearah pistol dan menurunkan nya dengan santai dan berkata
"Gue hanya bercanda" ucap Ayub
Siska yang mendengar nya pun hanya mendengus kesal
Sekarang Siska sedang berada di restoran karena tadi di dalam mobilnya Ayub berkata kalau dia lapar jadi mereka berhenti dan memakan makanan yang mereka pesan
Belum lama Siska makan hp nya sudah bergetar pertanda ada yang menelpon
Siska mengambil hp nya dan melihat siapa yang menelepon nya oh ternyata Abang pertama nya yang menelpon nya
"Loh dimana sekarang siska" tanya Rasya dengan nada suara khawatir
"Gue lagi di restoran lagi makan emang kenapa" jawab Siska
__ADS_1
"Emang lo makan sampai berapa lama haa!! lo keluar dari masion jam 07:30 dan sekarang sudah jam 10:30!!" teriak Abang Nabil
Sedangkan Siska yang mendengar Abang Nabil nya berteriak Langsung menjauh kan handphone nya dari telinga demi keselamatan Telinga nya