Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
rencana 1


__ADS_3

...Selamat membaca Kaka cantik and ganteng etss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit-sakit...


"di mana mana jalan tuh pakai kaki bukan pakai mata paham nggak sih loh atau lo nya aja yang jalan pakai mata tapi gue lihat lu jalan pakai kaki tuh" ucap Siska dengan nada sinis


entah kenapa baru pertama kali Siska melihat seorang gadis seperti ini dia langsung tidak menyukainya dia tidak suka dengan gadis lemah apalagi baru disenggol udah jatuh


gadis yang mendengar ucapan Siska pun memandang Siska dengan tatapan sinis dan mengejek


"Loh gak tau gue siapa haa!!" Tanya dia dengan nada mengejek seakan-akan Dia adalah seorang ratu Yang patut dipatuhi dan ditakuti


Siska yang mendengar pertanyaan dari gadis yang di hadapannya pun menjawab dengan nada tak santai juga "gue nggak tahu loh siapa dan gue juga nggak mau tahu loh Itu siapa dan minggir dari jalan gue mau makan atau loh mau gue tendang sampai terbentur di dinding"


Gadis itu semakin marah karena ucapan Siska dia tidak ingin Siska membantah ucapannya dan dia juga ingin Siska menghilang dari sekolah ini karena siska memiliki wajah cantik dan sayangnya wajah cantik itu melebihi wajahnya dan dia tidak suka ada yang melebihi kecantikannya


tiba-tiba gadis itu langsung menampar wajahnya dengan sendiri dan mengacak-acak rambutnya terus membuka kancingnya


"Hiks-hiks aku salah apa sama kamu hiks Jangan pukul aku" ucap gadis itu tersebut kepada Siska


sedangkan Siska yang Melihat trik murahan yang digunakan gadis dihadapannya pun hanya tersenyum miring, Dia kira Siska bodoh


"Apakah kau perlu bantuan" tanya Siska kepada gadis tersebut sedankan gadis yang mendengar pertanyaan Siska pun bingung apa yang dimaksud dengan Siska


tiba-tiba Siska melangkahkan kakinya ke arah gadis tersebut dan langsung menamparnya dengan kuat bahkan bibir di bawah robek dan berdarah, tidak sampai di situ Siska langsung memukul perut gadis tersebut dan teks tersebut langsung duduk


"Bangsat sial sakit banget awas loh kalau bukan ini rencana gua balas" batin gadis tersebut


"Arggah sakitt loh kenapa mukul gue,salah gue apa" ucap gadis itu dengan suara yang sengaja dibesar-besarkan

__ADS_1


tiba-tiba bel istirahat berbunyi dan semua siswa keluar dan mereka dikejutkan dengan pertunjukan sanguinis sedang membeli murid baru


ya yang di hadapan Siska sekarang adalah murid baru yang bernama Angelia Kirana seorang murid baru yang pindahan dari kanada apa kalian pikir Siska tidak tahu hahaha dia tahu bahwa yang di hadapannya sekarang adalah anggelia Kirana


sedangkan Angel yang melihat semua murid tersenyum kecil Karena dia pikir rencananya sudah berhasil menjatuhkan Siska di hadapan semua murid


"Hiks-hiks sakit tolong berhenti memukul gue gue nggak salah apa-apa sama lo" ucap anggel


tiba-tiba ada suara seorang gadis yang terdengar di seluruh telinga murid


"Wah-wah lo kalo ngebully nggak ngajak-ngajak yah" ucap Adel yang sekarang sedang berada di samping Siska


"mana korbannya udah kayak gembel lagi ternyata lu udah punya bakat yang jadinya gembel" ucap Widya yang melihat jijik ke arah Angel


"Upss yang kau katakan itu betul Widya dia itu kayak gembel ah salah salah belum cukup Hey lo bawain air yang di pinggir toilet dekat cepat sana" perintah Adel kepada salah satu murid yang cupu


"Nah kan udah cocok jadi gembel beneran udah bau lagi pergi sana merusak pemandangan mata gue tahu ditambah lagi bau loh yang busuk, sangat menyengat di hidung gue" ucap pedas Widya


sedangkan Angel yang mendengar ucapan kedua manusia pun menahan amarahnya ditambah lagi dia disiram dengan air yang sangat bau


"Sial gue tandain kalian bertiga" batin anggel


tidak sengaja Anggel melihat kearah seorang remaja pria berjalan menuju ke arah mereka dan Angel pikir ini adalah kesempatan


"Hiks hiks kalian jahat gue punya salah apa hiks sama kalian hiks gue di sini anak baru hiks jadi tolong jangan bully hiks gue" ucap Angel yang sekarang sedang menangis


"astaga ternyata lo yang anak barunya kata murid-murid itu lo cantik lah mana cantiknya kayak gembel gini masih cantikan gue lah" ucap Adel

__ADS_1


"Ho'oh mana dibilang muka lo polos lemah lembut Hello disini mata gue masih baik ya jadi gue lihat lo itu gak polos lah itu udah nggak perawan" ucap Widya dengan blak-blakan


sedangkan Siska hanya menikmati pertunjukan yang dibuat oleh kedua sahabatnya itu emang ya mereka itu pantas di juluki queen pembullyan


"Ini ada apa" suara berat berat seksi yang terdengar di pendengaran di telinga murid


"Hiks Mereka ngebully aku hiks ntah apa hiks salah ku" ucap Anggel


"Hei loh apa-apaan ngerubah cara bicara lo sama pacar gue mau caper gitu haa!!" Ucap Adel dan langsung memeluk lengan langit


"Nggak hiks nggak sama sekali akuĀ  hanya jawab hiks pertanyaannya saja, dan aku mau hiks sopan sama kakak kelas hiks" jawab Angel yang sekarang sedang menangis


"Siska" Panggil Rasya kepada Siska


Siska yang mendengar namanya dipanggil pun langsung melihat ke arah Rasya dan mengangkat alisnya pertanda kenapa


"Apa betul kamu membully nya" tanya Rasya dengan lembut


"Iyah dia hiks ngebully aku hiks aku nggak ada sal--" ucapan Angel terputus karena Siska langsung memotong ucapannya


"hei di sini gue yang ditanyain bukan loh jadi diam atau gua mau tampar lagi loh haa!!" Ucap Siska dengan siap mengangkat sebelah tangannya lagi


Tapi ada seseorang yang menahan tangannya tersebut "Kenapa kak Devan nahan tangan aku" tanya Siska kepada Devan


"Kendaliin emosi mu Siska ini masih lingkungan sekolah" ucap Devan dengan nada kelembutan


Devan bingung mengapa siska sangat berani mengangkat tangannya apalagi ini masih di dalam lingkungan sekolah dan di hadapannya ini murid baru oh iya Devan lupa bahwa adiknya ini adalah seorang Queen Bullying

__ADS_1


"Dia yang duluan tiba-tiba dia nabrak aku dan nggak minta maaf sama aku kak malahan dia bilang aku itu nggak cantik cacat dan gue nggak punya ibu" ucap Siska dengan mata berkaca-kaca


__ADS_2