Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
sembuh


__ADS_3

...selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah jangan sakit sakittt...


tepat hari ini hari kamis, Siska di nyatakan sembuh karena penawaran nya sudah didapatkan dan juga Angga tidak melewatkan momen ini untuk mengambil keuntungan


dan banyak dokter yang sedang melakukan puji syukur kepada tuhan karena masih di beri kesempatan untuk melihat matahari lagi dan juga mereka tak lupa memberikan ucapan makasih dan pujian kepada kedua dokter yang menolong mereka dari kematian


dan kedua dokter muda itu mendapat naikan Pangkat karena sudah berani menguji penawar racun yang terkenal itu dengan tubuh mereka sendiri


"apa yang kau mau, mengapa kau mengumpulkan saya dan ke-3 anak kami"tanya Brayen dengan bingung


karena Angga tiba-tiba saja mengumpulkan mereka disini selepas melihat Siska yang sedang tertidur karena pengaruh dari obat bius


"kau pasti tau di balik kedua dokter yang menemukan penawaran racun Batrachotoxin ada Laboratorium dan semua bahan yang di perlukan oleh kedua dokter itu adalah punyaku" ucap Angga yang santai tapi masih dengan nada dingin


"yah lalu"


sedangkan Nabil,Rasya,Devan hanya menyimak saja, mereka tidak akan ikut campur kalau tidak di perlukan


Angga yang mendengar ucapan brayen pun dengan santai mengatakan "aku ingin minta bayaran, karena semua yang ku lakukan bukanlah gratis"


"kau ingin meminta berapa akan ku berikan, tinggal ucapkan berapa angka yang ingin kau minta" ucap brayen dengan nada sombong


"aku tidak membutuhkan uang mu tuan brayen karena tanpa uangmu saja aku sudah kaya bahkan melebihi kekayaan mu" ucap Angga dengan nada yang tak kalah sombong


Brayen yang mendengarnya pun hanya mendengus tidak suka, sedangkan ke-3 Saudara itu hanya diam


"apalah daya gue yang cuman modal minta uang sama ayah" batin Devan


"nih Napa pada pamer kekayaan sih, nggak tau apa gue kismin" batin Rasya


"mentang-mentang banyak duit, pamer di depan yang nggak punya duit" batin Nabil


"lalu apa yang ingin kau minta padaku yang tak sekaya dirimu tuan Angga" tanya Brayen dengan nada malas

__ADS_1


Angga yang mendengar nya pun hanya tersenyum kecil dan juga tidak ada yang menyadari jika Angga tersenyum walau hanya kecil


"aku ingin meminta restu padamu untuk hubungan saya dan anak mu, siska" ucap Angga yang dengan nada serius


UHHK UHHHK UHKK


Brayen yang sedang meminum kopi yang panas pun tersedak karena Mendengar ucapan Angga apakah dia tidak salah dengar


begitu juga dengan ke-3 bersaudara itu Mereka terkejut apa yang barusan mereka dengar "apakah kau tak salah meminta tuan" tanya Rasya yang sudah sadar dari keterkejutan mereka


"tidak" jawab Angga dengan santai


"kau jangan asal meminta begitu tuan, karena saya yakin adik saya tidak memiliki hubungan apapun denganmu" ucap Nabil dengan dingin


"kau salah anak mudah aku dan adikmu Memiliki hubungan yang kalian tidak ketahui, bahkan sebelum Siska di bawah kerumah sakit saya dengannya sudah sempat berciuman" ucap Angga dengan bar-bar tapi ada Nada keseriusan


ke-3 bersaudara yang mendengar pun terkejut apa, mereka tidak percaya jika adik mereka berciuman dengan pria dihadapannya ini tapi dari suara Angga yang saat ini serius jadi ini sulit di percayakan


Leon yang mendengar ucapan demi ucapan atasannya pun hanya mengelus dada untuk menenangkan jantungnya yang ingin keluar dari tempat nya mengapa atasannya ini selalu mengatakan kata-kata blak-blakkan


"kau berani sekali berbuat mesum dengan anakku" teriak Brayen Kepada angga yang setelah memukul meja


"kau jangan salah paham dulu tuan atau calon papa mertua, saya mencium anak anda karena keinginan kami berdua tanpa paksaan siapa pun" ucap Angga


tentu saja yang di ucapkan Angga hanya lah kebohongan semata, mereka berciuman kan hanya ingin memberikannya nafas buatan Kepada Siska tapi Angga mengarang cerita seakan-akan mereka berciuman tanpa paksaan


"siapa yang ngajarin anak gue ciuman" batin Brayen bertanya-tanya


"adek gue diam-diam menghanyutkan yah" batin devan


"kasian kedua bujang lapuk itu, semoga mereka tabah" batin miris Nabil


Nabil mengetahui jika Ayub dan Alvaro menyukai adik mereka, mereka berdua seakan-akan bersaing ingin mendapatkan perhatian dari Siska

__ADS_1


"gimana yah rasanya ciuman" batin Rasya


Angga yang melihat mereka semua berdiam pun bertanya kembali lagi "bagaimana tuan"


"kasih kami untuk berfikir dan kami juga ingin melihat kalian berdua sedekat apa karena saya tidak percaya dengan anda tuan Anggara Pratama Alexsander" ucap brayen dan diangguki kepala setuju oleh ke-3 anaknya


...****************...


disebuah ruangan atau bisa di bilangan kamar yang sudah berantakan dan barang-barang yang berserakan dimana bahkan dipenuhi dengan pecahan


"ahhhhhk mengapa dokter-dokter sial*n itu mendapatkan penawaran racunnya, dan juga mereka mendapatkan dimana itu penawaran nya, bukannya aku sudah menghancurkan alat kerja dokter-dokter sial*n itu" ucap wanita itu dengan suara frustrasi


yah wanita itu menyewa orang untuk merusakan peralatan para dokter yang akan di gunakan untuk mencari penawaran nya, dan wanita itu memantau dan dia juga dengan jelas melihat jika peralatan itu rusak tak akan bisa di pakai


dan itu membuatnya bahagia tapi apa ini, mengapa dokter-dokter sial*n itu mendapat penawarnya pertanyaannya bagaimana para dokter menemukan penawarnya tanpa alat bantu


"kalau begini apa yang harus aku lakukan, aku sudah tidak mempunyai rencana lagi dan di tambah uangku semakin menipis" ucap nya dengan mengacak-acak rambutnya


"uangku tidak akan bisa bertahan selama sebulan apa gue lepas saja anggel untuk melakukan pekerjaannya untuk menopang uangku yang tinggal sedikit" ucapnya lagi


...****************...


"gimana perasaan loh udah baikan kan" tanya Widya Kepada Siska


mereka ber-3 sendang berada dalam ruangan bersama "Iyah gue udah baikan kok" jawab Siska yang tersenyum kearah Widya dan Adel


Siska sudah mengetahuinya dari ke-2 temannya ini jika Siska terkena racun yang mematikan dan belum ada penawaran nya dan juga Siska mengetahui jikalau penawaran nya di temukan kedua dokter muda dan itu berkat bantuan Angga


tanpa tiba-tiba Siska mengingatkan di saat di beri nafas buatan oleh Angga dan juga di mengingat gimana lembutnya bibirnya Angga yang tertempel di bibirnya dan itu membuat wajah Siska memerah


Adel dan widya yang melihat Siska yang sedang melamun dengan kondisi wajah memerah pun dibuat khawatir


"Siska loh kenapa masih sakit wajah loh merah, bilang sama gue mana yang sakit" tanya Adel dengan khawatir

__ADS_1


Siska yang mendengar ucapan Adel pun tersadar dan menggeleng kepala untuk membuang pikirannya yang sedang memikirkan bibirnya angga


"gu-gue nggak apa-apa, mungking disini panas makanya wajah gue merah" alibi Siska


__ADS_2