Transmigrasi Menjadi Antagonis

Transmigrasi Menjadi Antagonis
pacaran


__ADS_3

...Selamat membaca Kaka cantik and ganteng etsss tunggu dulu kalian sehat nggak sehat lah Jangan sakit sakittt...


Sekarang semuanya sedang berada di rumah sakit tadi dokter mengatakan jika kondisi Widya baik-baik saja karena mereka membawa cepat Widya ke rumah sakit jika lama maka kondisi Widya akan memburuk karena kekurangan banyak darah tapi untung saja tidak


"Ini hiks gara-gara gue seandainya hiks gue ngejauh dari kalian hiks mungkin ini tidak akan terjadi hiks" ucap Siska sambil menangis


"Ini bukan salah loh ini salah kita semua karena tidak terlalu waspada dengan keadaan" ucap Alvaro menenangkannya


"yang diucapkan oleh Alvaro betul ini salah kita semua bukan salah lo sendiri jadi berhenti menangis" ucap ayub sambil menhapus air mata Siska


Alvaro yang melihat tindakan Ayub yang mengambilkan kesempatan dalam kesempitan pun melototkan matanya dan mengeluarkan aura dingin dia tidak suka saat melihat tangan Ayub menyentuh wajah gadisnya


Ayub yang merasakan tatapan menusuk dan merasakan aura dingin langsung mencari dari mana sumbernya ternyata oh ternyata sumbernya dari Alvaro


bukannya takut dengan tatapan tajam dan auranya dingin Alvaro Ayub malah tersenyum mengejek kepada Alvaro seakan-akan mengatakan "loh bisa apa"


Sendangkan yang ada berada di ruang tunggu rumah sakit merasakan aura dingin pun hanya merinding


"Jadi aku harus apa" tanya Siska tiba-tiba


"cukup bersama kami saja dan jangan keluar sendirian kami para lelaki akan membagi tugas" ucap Alvaro


"Tugas apa?" Tanya Siska yang bingung ini bingung betulan


"Hum kami memutuskan untuk membagi tugas seperti Alvaro,ayub, Rasya yang akan ngejaga lo dari jauh maupun dekat sedangkan Widya yang akan menjaganya Devan,Haikal, Guntur dan sisanya menjaga Adel" ucapan rizal panjang lebar, Rizal yakin Alvaro maupun Ayub tidak mau menjelaskan karena ini sangat panjang entah kenapa mereka tidak mau berbicara panjang-panjang


...****************...


"Ngit Yang loh katakan betul sekali widya baik-baik aja" ucap Adel kepada langit

__ADS_1


Oh ya langit dan Adel sekarang sedang berada di taman rumah sakit, karena langit langsung menarik Adel saat mendengar kabar Widya baik-baik saja


"Yang gue katakan betul kan karena sahabat loh itu kuat" ucap langit dengan senyum lembutnya


Adel yang mendengar ucapan langit pun hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan langit


"Adel gue mau ngomong sesuatu sama lo itu sangat penting dan gue mau lo jawab sejujur-jujurnya" ucap langit yang sedang memandang serius ke arah Adel


Adel yang melihat dan mendengar ucapan serius pun jantungnya berdetak cepat 2 kali lipat dan dia sangat gugup untuk mengeluarkan kata-kata dan akhirnya dia hanya menganggukkan kepala


"gue sebenarnya suka sama lo ahk lebih tepatnya gue cinta sama lo, gue tahu lo nggak akan percaya karena tiba-tiba gue mengatakan kalau gue cinta sama lo, tapi lo harus percaya kalau gue emang cinta sama lo, gue sebenarnya mau bilang ini dari dulu tapi gue nggak berani untuk ngungkapin perasaan gue tapi sekarang gua berani jadi intinya lu mau nggak jadi pacar gue" ucapan panjangang lebar langit


saat langit mengatakan kata-kata itu jantungnya berdetak kencang seakan-akan ingin lepas dari tempatnya karena dia takut Adel akan menolak perasaannya dan akan menghindarinya lebih tepatnya menjauh darinya


Adel mendengar ungkapan perasaan dari langit pun hanya diam saja karena dia masih loading masih memproses ucapan yang diberikan langit untuknya


"Jadi gue ditembak nih" batin Adel yang senang karena menurut adel dia juga sebenarnya sudah jatuh cinta kepada langit saat berdekatan dengan langit Dia merasakan nyaman dan jantung nya akan berdetak lebih cepat


"Gue mau kok jadi pacar lo, gue juga cinta sama loh" ucap Adel yang malu-malu


Langit yang mendengar jawaban dari Adele pun langsung memeluk dengan erat dan berkata "terima kasih loh udah Nerima gue, gue nggak akan janji buat loh tersenyum terus karena gue langsung akan melakukan dengan tindakan karena prempuan itu tidak membutuhkan sebuah janji tapi perempuan membutuhkan sebuah tindakan"


Adel yang mendengar hanya menganggukan kepala dengan tersenyum sangat manis karena dari sekian mantannya Adel, mereka tidak pernah mengatakan kata-kata yang keluar barusan dari mulutnya langit


"Oh ya mulai sekarang pakai aku kamu ya" pintah langit yang sekarang sedang memeluk Adel dan kepala sedang bersandar dibahunya Adel


"Iyah" jawab Adel yang sambil mengelus kepala langit


Author: yang pacaran mah bedaᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ

__ADS_1


...****************...


"Loh berdua dari mana, baru kelihatan aja" ucap Guntur karena melihat kedatangan Adel dan langit


"Tadi gue sama Adel beli makanan buat kalian nih ambil" ucap langit yang menyodorkan tas hitam yang sedikit besar dan sedikit penuh kepada Guntur dan di terima senang hati oleh Guntur


"Tapi gue lihat lihat ini yah di hawa kalian ini ada yang beda gitu" ucap Haikal


"iya kayak ada yang beda gitu sahabatnya yang sedang terduduk di ranjang rumah sakit dia malah senyum gitu" ucap Widya


oh iya mereka semua sekarang sedang berada dalam ruangan Widya


Adel yang mendengar suara yang sangat familiar itu pun langsung melihat ke arah ranjang rumah sakit


"Huaaa loh udah sadar lu nggak apa-apa kan mana yang sakit bilang sama gue" ucap Adel yang berlari ke arah Widya dan langsung memeluk tubuh Widya


"Gue baik-baik aja kok, yang sakit di pergelangan tangan gue aja" jawab widya dan membalas pelukan Adel dengan sebelah tangannya karena sebelah tangannya yang kanan tangan sakit karena luka sayatan


"Siska nih makan gue tau loh belum makan dari pagi" ucap Alvaro yang menyodorkan sebuah nasi bungkus kepada Siska


sebelum Siska mengambil nasi yang diberikan oleh Alvaro tiba-tiba saja Ayub menyodorkan nasi kepada Siska


"Nih punya gue aja, dan tadi juga sendok nya udah gue cuci kok" ucap Ayub tersenyum kecil


Alvaro yang melihat itupun melototkan matanya kepada ayu ayu pun tak mau kalah dan langsung melototkan matanya kepada Alvaro


"Loh tunggu aja, gue kasih pelajaran loh" batin Alvaro


"Dipikir gue takut Ama tatapan nya alahhh gue udah terlatih dengan tatapan tajam ke ginian, lagian tatapan bokap gue lebih tajam" batin Ayub

__ADS_1


Hai hai hai gimana kabar kalian..gimana lanjut gak lanjut gak..


__ADS_2