Transmigrasi Sarah

Transmigrasi Sarah
mampir


__ADS_3

"baiklah" ucap Alvin membuat Marsel mengambil alih tubuhnya.


Angel yang melihat Alvin mengembalikan kesadaran Marsel ikut mengembalikan Tiara mengambil alih tubuhnya.


................


di kediaman keluarga jovangka.


"Ayah aku merindukan dengan Tiara aku ingin kau meneleponnya suruh di pulang. Apa ayah tidak merindukan anak perempuanmu jika Ayah merindukannya telpon dia." Ucap bunda sedih.


"Tentu saja aku merindukannya tunggu sebentar ayah ambil henbphonenya dulu" ucap ayah pergi ke kamar untuk mengambil handphonenya.


Sesaat kemudian ayah datang kemudian langsung duduk di dekat bunda. Mencari kontak Tiara setelah menemukannya dia langsung menelpon Tiara.


"Halo Tiara" ucap ayah setelah Tiara mengangkat teleponnya.


"Iya ayah ada apa kenapa ayah menelpon aku apa ada masalah?" Tanya Tiara di sebrang sana.


"tidak ada hanya saja bundamu sangat merindukan begitu juga dengan ayah. kau bisa tidak menginap di sini selama 1 Minggu" ucap ayah.


"bisa ayah tapi aku harus minta izin dulu kenapa pemilik mansion" ucap Tiara di sebrang sana.


"baiklah kalo kau sudah meminta izin kepada Gladis aku langsung ke sini yah" ucap ayah.


"baiklah ayah" ucap Tiara.


"kalo begitu ayah tutup dulu telponnya ingat jangan lupa kau harus menginap di sini" ucap ayah memutuskan telponnya.


......................


di tempat Tiara.

__ADS_1


"Ara siapa yang menelepon mu" ucap Marsel yang penasaran.


"oh ini ayah pemilik tubuh ini yang menelpon dia ingin aku menginap di sana kau antar aku ke sana yahh" ucap Tiara.


"baiklah kau tenang saja aku akan mengantarmu ke sana" ucap Marsel sambil mengacak rambut panjang Tiara.


"oh iya, tentang leader mafia god of emptiness dan tangan kanan leader apa kau ingin menyiksanya atau bagaimana" ucap Marsel.


"aku ingin menyiksa mereka" ucap Tiara.


"baiklah kau bisa menyiksa mereka jika bahumu sudah sembuh dari luka tembak" ucap Marsel.


"baiklah kalo begitu aku akan menyiksa mereka aku ingin membalas mereka" ucap Tiara.


"iya, kalo begitu kau pergi bersih tubuhmu dan obati lukamu setelah kau membersihkan tubuhmu lalu kita pergi ke Mansion orang tua pemilik tubuh yang kau tempati" ucap Marsel.


"baiklah" ucap Tiara pergi untuk membersihkan tubuhnya dari darah begitu juga dengan Marsel.


"apa kau sudah siap" ucap Marsel dianguki oleh Tiara.


Marsel berjalan menuju ke arah pintu keluar dari markas menuju mobil yang sudah di siapkan oleh anggota God of darkness. Marsel membuka pintu mobil untuk Tiara dengan senyum manisnya. setelah Tiara masuk Marsel langsung berlari kearah kemudi. Marsel melajukan mobilnya keluar dari markas untuk mengantar Tiara ke mansion jovangka.


Marsel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi banyak sumpah serapah dari pengedaran. tidak berapa lama kemudian mereka sampai di kemudian jovangka.


"el ayo mampir apa kau ingin ingin mampir" ucap Tiara dengan wajah dibuat-buat sedih.


"baiklah aku akan mampir tapi hanya sebentar " ucap Marsel.


Tiara yang mendengar tersebut langsung menarik Marsel menuju ke arah pintu mansion.


"bunda Tiara sudah datang" ucap Tiara yang sudah masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


"sayang bunda sangat merindukanmu oh iya siapa yang ada di belakangmu" ucap bunda yang mengalihkan pandangan ke arah Marsel.


"oh dia Marsel kekasihku bunda kami sudah pacaran selama 5 tahun dan sekarang berjalan ke 6 tahun" ucap Tiara.


"kau sudah pacaran selama itu tapi kenapa kau baru memberi tahu bunda kau memilih pacar seganteng ini" ucap bunda.


"nak Marsel ikut kami makan malam bersama saja kemungkinan kedua kakak Tiara sebentar lagi dia akan pulang kemudian kita langsung makan malam. kebetulan bunda baru saja ingin masak" ucap bunda.


"baiklah Tante" ucap Marsel


"tidak usah panggil Tante panggil saja aku bunda sama seperti teman-teman Tiara dan juga teman-teman Kakak Tiara yang lain" ucap bunda tersenyum.


"baik Ten eee bunda maksudnya" ucap Marsel.


"ternyata El bisa malu juga ternyata" ucap Tiara menggoda Marsel.


"ara kau ini yah selalu menggoda aku saat ada kesempatan" ucap Marsel mengacak rambut panjang Tiara.


"jangan mengacak-acak rambutku jadi berantakan" ucap Tiara yang cemberut.


"maaf Ara" ucap Marsel mencubit pipi Tiara.


"bunda kami pulang" ucap Iqbal dan harum bersama.


"oh kalian sudah pulang ternyata sudah sana ganti baju kemudian Langsung turun untuk makanan malam" ucap bunda.


"baiklah" ucap mereka serentak.


Tiara dan yang lain menunggu kedatangan Iqbal dan harum untuk makan malam bersama. sesaat kemudian Iqbal dan harum datang.


......................

__ADS_1


bersambung


__ADS_2