
"bisa jadi, kalian semua tahukan kalo Sarah dan Marsel sangat dekat bahkan seperti pasangan kekasih" ucap Leo di angguki oleh mereka.
"bukan hanya itu aku pernah melihat Marsel dan Tiara sedang kencan di taman saat di negara l tujuh tahun yang lalu" tambah Leo yang membuat mereka mengerutkan keningnya bingung.
......................
di negara l.
seorang gadis terbangun dari tidurnya sambil merenggangkan kedua tangannya ke atas lalu mengusap-usap kedua mata.
tok tok
saat hendak kembali tidur suara ketukan pintu terdengar yang membuat beranjak dari tempat tidur. dia membuka sedikit pintu melihat siapa yang mengetuk alangkah terkejutnya melihat siapa yang mengetuk. dia langsung menutup pintu kamarnya karena kaget. untung saja Raina cepat menutup pintu jika tidak pasti Devan melihatnya hanya memakai romper saja.
"Rai kenapa kau kembali menutup pintu kamarmu lagi" ucap seorang pria sambil menyentuh pintu kamar dia adalah Devan.
"kau kenapa ada disini" tanya sambil menyandarkan tubuhnya di balik pintu.
"tentu saja menjemputmu kita akan melihat cincin pernikahan kita" ucap Devan yang membuat Raina mengerutkan keningnya.
"iya tapi kenapa sepagi ini, dan bukankah pernikahan kita akan di tunda selama satu tahun" ucap Raina berjongkok di balik pintu.
"siapa bilang kalo jam 09.00 masih pagi dan pernikahan kita akan di percepat satu Minggu dari sekarang" ucap Devan yang membuat raina kaget perdiri membuka pintu tanpa dia sadari.
"APA DI PERCEPAT YANG BENAR SAJA" teriak raina yang membuat Deva menutup telinga sambil menunduk karena malu dengan pakaian Raina.
"Rai kau masuk kembali ke kamarmu ganti pakaianmu aku akan menunggu di bawah" ucap Devan yang membuat Raina sadar langsung masuk kembali ke kamarnya.
Raina tersipu malu dengan kebodohannya tadi lantaran kaget dia langsung masuk ke kamar mandi. beberapa menit kemudian di keluar dengan handuk yang melilit di tubuh masuk ke dalam ruang ganti memakai dress biru.
Raina keluar dari kamar langsung menuju ke lantai bawah di sana sudah ada Devan, kiano (Kakak laki-laki raina) dan orang tuanya.
"ini nih kebiasaan begadang kau selalu bangun kesiangan, jika saja mama tahu siapa bosmu sudah mama labrak itu orang" ucap mama kesal.
"jika mama tahu kalo aku bos itu aku sendiri pasti akan" batin Raina membayangkannya.
"mam jangan dilabrak nanti aku di pecat atau aku turun jabatan jadi direktur menjadi cleaner memangnya mama mau anak cantik mama satu-satunya jadi cleaner" ucap Raina cepat sambil menakut-nakuti mamanya.
"labrak saja bos Raina itu mam biar tau rasa dia, masa anak gadis bangun kesiangan" ucap kiano memanas-manasi mamanya.
"benar juga apa yang di katakan Rai jika dia menjadi cleaner pasti aku di tertawakan oleh teman-teman sosialita ku" batin mama menggelengkan kepalanya Pelang.
"kau jangan memanas-manasi mama" ucap raina kesal lalu duduk di dekat Devan dengan keduanya tangannya di lipat membuang wajahnya kesamping.
"begitu saja sudah ngambek" ejek kiano sambil melihat ke arah adiknya.
karena raina kesal dia tidak menghiraukan kiano dia langsung menatap mamanya "mam apa benar apa yang tadi di ucapkan Devan kalo pernikahan kami akan di percepat satu Minggu lagi?" tanya raina yang diangguki oleh mama.
"Tante aku dan Rai mau pergi dulu hari ini aku di suruh mengambil cincin pernikahan oleh mama katanya dia sudah pesan" ucap Devan berdiri di ikut oleh Raina yang juga ikut berdiri.
"baiklah hati-hati Jangan ngebut di jalan" ucap papa yang dianguki oleh Devan. Devan dan Raina pergi dari sana sesampainya di mobil Devan langsung membuka pintu mobil.
"makasih" ucap Raina tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Devan menaruh tangan di atas pintu mobil agar Raina tidak terbentur.
Devan langsung berjalan ke pintu kemudi dia menatap Raina saat di dalam yang membuat Raina bingung pasalnya mobil belum jalan.
"kenapa mobilnya belum kau jalankan?" tanya raina menatap intens Devan yang membuat tersenyum tipis.
"kau duduk di pangkuanku" ucap Devan yang membuat raina tersentak kaget.
"tapi" ucap raina terpotong "tidak ada tapi-tapian sekarang duduk di pangkuanku" ucap Devan memotong ucapan raina.
Raina Hanya pasrah berdiri pindah ke panggung Devan sambil berdecak kesal atas perilaku devan. Devan mulai menjalankan mobil sedang keluar dari pekarangan Manson.
......................
di tempat Gladis dkk.
sekarang Gladis dkk sedang berada di salah satu universitas swasta di negara l karena mendapatkan undangan mengajar mereka untuk praktek merakit selama 2 hari di sana.
"nah, semua sudah tahukan kalo hari ini sampai besok kalian akan di diajarkan oleh pegawai dari perusahaan teknologi robotika untuk praktek merakit sebuah robot dll" ucap dosen yang diangguki oleh mereka semua. "selama mereka mengajari kalian jangan yang membuat masalah kalian mengerti" tambahnya.
__ADS_1
"silahkan masuk" ucap dosen yang baru datang bersama dengan Gladis dkk para mahasiswa yang melihat tersebut langsung heboh karena kecantikan mereka.
Alvin tertegun melihat calon istrinya dan juga calon kakak ipar ada di Sana. delvian dan alvian yang melihat Serena terkejut.
"Serena kenapa ada di antara mereka" batin delvian dan alvian bersama sambil menatap Serena terkejut.
"nah, semua perkenalkan mereka adalah orang yang akan mengajari kalian praktek merakit membuat robot dll selama 2 hari dari sekarang" ucapnya sambil senyum lalu keluar dari sana di ikut oleh dosen yang satunya lagi.
"hai semua perkenalkan nama gue Yuna alexander's harwes dan ini kembar gue namanya Serena alexander's harwes kalian bisa memanggil gue Yuna sedang kakak gue Serena salam kenal semua" ucap Yuna tersenyum yang membuat mereka terpana.
Alvin yang melihat tersebut kesal sekali cemburu saat Yuna tersenyum kepada mereka semua.
"kenapa dia harus tersenyum seperti itu sih, bikin kesal saja" batin Alvin mengepalkan tangannya sambil menatap kearah yuna.
"Gladis, Fira, Vita, Jesicca" ucap mereka satu persatu memperkenalkan diri.
"baiklah kalian semua sudah mengetahui nama kami, kita langsung saja praktek merakit tolong keluar semua bahan-bahannya dan bergabung dengan kelompok yang sudah di tentukan oleh dosen kalian" ucap Yuna.
mereka semua langsung berkumpul dengan kelompok mereka yang terbagi menjadi 3 orang dalam satu kelompok.
Gladis melihat mereka sudah berkumpul dengan kelompok masing-masing langsung mengeluarkan bahan-bahan yang dia bawah lalu mempraktekkannya di depan mereka sambil menjelaskan.
Fita, Vita, Serena berjalan mengawasi mereka satu persatu sambil memperhatikan cara pembuatan apa sama atau tidak. Yuna menghampiri kelompok Alvin melihat rakitannya Yuna melihat langsung memperbaiki kesalahan yang mereka rakit.
"Vin disana salah harusnya itu ini di sini" ucap Yuna tersenyum saat Alvin menatapnya kesal.
"Sana pergi jangan sok perhatian, kau senangkan tebar pesona Kepada mereka" sindir Alvin mengusir Yuna.
"oh, jadi kau cemburu" goda Yuna yang membuat Alvin tambah kesal memalingkan wajahnya ke samping.
"punya hubungan apa Alvin dengan kembar Serena" batin Alvian melihat interaksi antara Alvin dan Yuna.
"sepertinya Alvin dan kembar Serena punya hubungan spesial tapi apa, apa jangan-jangan Alvin pacaran dengannya" batin delvian menatap Alvin.
"kalian berdua jangan pacaran di sini, dan yuna kita di sini untuk mengajar dan mengawasi mereka merakit robot, mentang-mentang pacarmu ada disini sedang kami tidak" teriak Vita kesal.
"apa Alvin dan Yuna pacaran, gue harus menginterogasi alvin Nanti saat istirahat" batin delvian dan alvian.
"sudah aku pergi dulu, jangan sampai salah merakitnya" ucap Yuna tersenyum mengusap pipi Alvin lalu pergi dari sana.
"Alvin Lo dan kembar Serena pacaran?" tanya Alvian menatap Alvin intens.
"nggak gue dan Yuna nggak pacaran" ucap Alvin membantah ucapan Alvian.
"terus kenapa dia sangat perhatian terhadapmu apa lagi tadi dia mengelus pipimu, jangan bohong" ucap delvian sambil merakit.
"benar gue nggak bohong, tentang itu gue dan Yuna di jodohkan oleh orang tua kami sangat gue menenangkan Lo di taman dua hari yang lalu Lo ingat nggak" ucap Alvin diangguki oleh delvian.
"awalnya orang tua gue ngajak gue ke restoran Makan malam bersama dengan kedua rekan bisnis ortu gue, Tampa sepengetahuan gue mereka menjodohkan gue dengannya jadi gue terima sajakan gue juga suka dengannya saat bertabrakan di mall saat itu, dia juga menerimanya" tambah Alvin yang membuat Alvian kaget sekaligus takut.
"seram Alvin di jodohkan dengan mafia walaupun cantik tapi" batin Alvin menanyakan Yuna memegang pisau berlumuran darah.
......................
di negara i mansion jovangka.
Tiara berada di dapur bersama dengan bunda menyiapkan sarapan untuk para penghuni mansion. selesai menyiapkan sarapan mereka langsung menatanya di meja makan lalu menunggu kedatangan mereka semua.
"pagi semua" ucap Iqbal yang baru datang bersamaan dengan yang lain sambil tersenyum lembut.
Iqbal dan yang lain duduk di kursi masih-masing kemudian mengambil makanan yang sudah ada dimeja, mereka Mulai makan tanpa ada suara hanya suara dentingan sendok dan garpu yang ada di tangan mereka.
"bunda Tiara akan kembali ke negara l besok" ucap Tiara saat semua orang sudah selesai sarapan. ayah bunda Iqbal dan harum yang mendengar tersebut langsung menatap Tiara lalu melihat ke arah Marsel.
Marsel yang merasa ditatap seperti itu langsung membuka suara "kami tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang ada di negara l" ucap Marsel yang membuat mereka sedih.
"hahaha aku dan Marsel hanya bercanda" ucap Tiara tertawa menutup mulutnya menatap mereka satu persatu.
"kau ini yah" ucap Iqbal dan harum menggelengkan kepalanya Pelang menatap tajam ke arah adik perempuan mereka.
"oh iya, bunda tahu Raina, Serena, dan Yuna akan menikah bulan ini" ucap Tiara diangguki oleh bunda.
__ADS_1
"mereka akan menikah, sebentar lagi itu artinya kita akan kesana" ucap bunda tersenyum membayangkan bahwa mereka memakai baju pernikahan.
"itu benar, tadi mengabarkan kalo dia dan tunangannya akan menikah satu Minggu dari sekarang sedangkan Serena dan Yuna akan 12 hari lagi" ucap Tiara menjelaskan.
"kita akan kesana nanti" ucap ayah yang diangguki oleh yang lain.
"itu benar kita akan kesana aku akan membawa Jia kesana" ucap harum tersenyum.
"ayah bunda bukan aku dan harum juga menikah di bulan ini" ucap Iqbal menatap mereka satu persatu.
"oh yah ayah dan bunda lupa" ucap mereka berdua serempak menepuk jidatnya Pelang karena melupakan satu hal yang penting.
"kakek dan nenek sudah tua sampai lupakan pernikahan kedua uncle" ucap Alexa menggelengkan kepalanya Pelang.
"maklum kakek dan nenek sudah tua" ucap Alex memakluminya.
"kebetulan kami juga tidak bisa datang ke pernikahan mereka karena suatu pekerjaan apalagi twins a akan kembali ke negara A kembali sekolah di sana seperti kami dulu, mereka sudah libur selama satu bulan itu artinya mereka tinggal satu bulan lagi disini" ucap Tiara tersenyum.
"iya kami juga tinggal satu bulan lagi disini lalu kembali sekolah ke negara A " ucap Alexa tersenyum tipis kearah mereka.
"kau mendidik mereka sangat ketat" ucap Iqbal setelah mendengar ucapan adiknya.
"itu benar kami terpaksa melakukan itu karena mereka akan pewaris perusahaan kami nanti jadi kami harus mengajarkan sejak dini agar mereka bisa mengurusnya" jelas marsel.
"sudah nanti kita bicara lagi saat kalian semua pulang dari kantor" ucap ayah berdiri dari kursi mengambil tas kerjanya ikut yang lain.
......................
satu bulan telah berlalu Raina, Serena dan yuna sudah menikah tanpa kehadiran Tiara, Marsel dan twins a walaupun begitu mereka tahu kalo mereka sibuk jadi mereka memakluminya. begitu juga dengan Iqbal dan harum mereka berdua sudah menikah dengan gia dan Jia.
Bayu dkk sudah mengetahui kalo Tiara dan Marsel masih hidup dan sekarang sudah memiliki anak kembar. begitu juga dengan Radit dkk sudah mengetahuinya saat Iqbal dan harum menikah. Bayu mengikhlaskannya walaupun harus menahan rasa sakit yang ada pada dirinya karena harus kehilangan orang yang dia cintai.
dan sekarang twins a sudah kembali ke negara A masuk ke sekolah Tiara dan Marsel pergi ke negara c mengurus perusahaan yang ada di sana.
"ayah sekarang mansion ini sudah sepi karena twins a sudah kembali masuk sekolah di negara A begitu juga dengan putri kita dan menantu kita sudah kembali ke negara l" ucap bunda sedih.
"iya, rumah terasa sepi tanpa twins a, apalagi Iqbal dan harum sudah tinggal rumah mereka sendiri" ucap ayah sambil menatap mansion yang sangat sepi.
"bunda bagaimana kalo besok kita libur sudah lamakan kita tidak berlibur berdua, nanti ayah akan menghandle semua jadwal satu Minggu penuh" ucap ayah membuat bunda kembali ceria.
"benar, ayah tidak berbohong kan" ucap bunda yang diangguki oleh ayah sambil tersenyum menatap wajah istrinya.
"yes, kalo begitu bunda pergi masukkan barang yang akan di bawah ke dalam koper" ucapnya lagi pergi dari sana.
......................
malam hari di negara A.
seorang anak laki-laki sedang duduk di meja yang terdapat banyak komputer di depannya sambil mengotak-atik komputer tersebut.
"wah-wah, ternyata ada seorang semut kecil yang sedang bermain-main denganku" batinnya nya sambil tersenyum tipis.
tok tok
"kak kau belum tidur aku masuk yah" ucap seorang gadis di Balik pintu.
"yah, masuk saja itulah" ucap Tanpa mengalihkan perhatiannya ke komputer gadis tersebut masuk kedalam kamar menhapiri kakaknya.
"kenapa kau belum tidur alexa" ucapnya memutar kursinya menatap adiknya tajam. yah mereka adalah Alex dan Alexa yang saat ini sudah 4 hari ada di negara A.
"aku merindukan ayah dan bunda" ucap Alexa menundukkan kepalanya kebawah sambil menahan air mata.
"fuu, adikku sayang ayah dan bunda mengirim kita ke sini untuk masa depan kita nanti, kau tahukan kalo ayah dan bunda punya banyak musuh itulah mengapa ayah dan bunda mengirim kita kesini, lagi bukan hanya sekali dua kali perpisahan dengan mereka" ucap Alex panjang lebar.
"aku mengerti kak aku kembali ke kamar dulu selamat tidur" ucap Alexa tersenyum keluar dari kamar kakaknya.
"ada-ada saja" gumam Alex tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya Pelang melihat tingkah laku adiknya.
Alex kembali mengotak-atik komputernya yang ada di depannya lalu komputer melihat eror.
"**** gue kalah, untung saja ayah tidak ada di sini jika tidak dia pasti akan kecewa lihat saja nanti gue akan membalasmu semut kecil" batin Alex mematikan Komputer lalu tidur.
__ADS_1