
Bayu pergi dari sana di ikuti oleh yang lain sedangkan harum yang mendengar tersebut Han menahan marah dan juga air mata
......................
Di Negara l dimansion keluarga Brawijaya.
"cih, Kaka Leo bikin aku kesal sudah aku yang mengirimkan pesan tapi dia malah banyak tanya" kesal Tiara.
hendphone berbunyi dengan sigap Tiara mengangkatnya sedang wajah kesal.
"halo siapa" ketus Tiara masih kesal dengan Leo yang banyak tanya.
"Ara ada apa kenapa kau bicara ketus?" tanya marsel bingung yang membuat Tiara langsung melihat layar hendphone.
"maaf el aku kesal dengan seseorang" ucap Tiara.
"oh, kau dimana sekarang?" tanya marsel.
"aku di mansion sedang bersantai memang Kenapa" ucap Tiara.
"aku ingin mengajakmu jalan-jalan di markas god of darkness milikku yang ada di sini sekali mencari keberadaan Kim black dragon dan mencari tahu siapa yang merusak rem mobilmu bagaimana" ucap Marsel.
"baik, tapi kau jemput aku yah" ucap Tiara.
"iya aku jemput sekarang aku sedang ada di jalan menuju ke Mansion keluargamu" ucap marsel.
"kau ingin titip sesuatu bilang saja" ucap marsel menawarkan.
"coklat yah beli aku banyak coklat dan minumannya coffee yah, cepat aku tunggu dah aku siap-siap dulu" ucap Tiara mematikan teleponnya.
beberapa saat kemudian Tiara sudah siap dengan memakai dress hitam putih. Tiara turun dari kamarnya menuju ke pintu keluar mansion.
"wah, sepertinya putri mau pergi kencan dengan marsel yah" ucap fira yang baru saja keluar dari dapur.
"iya tunggal tunggu di datang jemput aku" ucap Tiara tak berselang lama bel mansion berbunyi dengan cepat Tiara membuka pintu.
"kau sudah datang, tunggu di sini atau mau ikut soalnya aku ingin meminta izin kepada grandpa" ucap Tiara.
"aku ikut sekalian perkenalkan dengan grandpa" ucap marsel.
"baik ayo ketaman belakang di sana ada Serena dkk" ucap Tiara menarik marsel menuju ke arah taman belakang Mansion.
sesampainya Tiara langsung menghampiri grandpa yang sedang serius dengan permainan catur. sudah banyak coretan lipstik di pipi Yuna dan grandpa.
"iya ampun wajah kalian sudah mampir tidak aku kenali" ucap Tiara menggelengkan kepalanya Pelang.
"grandpa putri izin mau pergi ke markas god of darkness yah" ucap Tiara yang membuat grandpa kaget.
"kau mau apa kesana?" ucap grandpa mengalihkan perhatiannya kearah Tiara.
"anda tenang saja saya akan menjaga Ara disana tidak ada yang bisa menyakitinya atu melukainya" ucap marsel.
"kau siapa?" tanya grandpa menatap marsel penuh selidik.
"dia pacarku grandpa, dia pemimpin organisasi mafia god of darkness" ucap Tiara.
__ADS_1
"oh, itulah mengapa kau ingin kesana" ucap grandpa menganggukkan kepalanya.
"baik, grandpa izinkan tapi kau tidak boleh pulang dengan luka sedikitpun" ucap grandpa mengelus lembut pucuk kepala Tiara.
"ok, grandpa kau tenang saja ada el kok yang menjagaku" ucap Tiara merangkul lengan marsel.
"kami pergi dulu yah, dah" ucap Tiara melambaikan tangan sambil tersenyum meninggalkan taman belakang Mansion.
......................
di negara i markas red dragon.
"apa mansion yang gue mau sudah Lo urus axel" ucap Bayu.
"Lo tenang saja sudah gue urus tinggal mengeceknya apa Lo suka atau tidak, nanti bisa kita ganti dengan mansion yang sesuai dengan keinginanmu" ucap Axel.
"bagus gue besok kita akan kesana untuk mengeceknya jika mansion itu sesuai dengan selera aku maka mansion itu akan menjadi Markas utama kita" ucap Bayu.
suara hendphone Bayu berbunyi dengan cepat Bayu mengangkat teleponnya setelah mengetahui siapa yang meneleponnya.
"halo ayah ada apa" ucap Bayu yang bingung karena tidak bisanya ayahnya menelpon.
"begini Bayu ayah ingin kau ikut dalam pertemuan antara para pengusaha besar jadi semua ceo akan datang kau harus ikut dengan ayah pertemuan ini akan diadakan malam ini di negara l" ucap ayah Bayu.
"baik ayah aku ikut denganmu, kalo begitu aku matikan dulu teleponnya yah " ucap Bayu mematikan teleponnya.
"bro gue pergi dulu soal bokap gue ingin gue ikut pertemuan antara perusahaan jadi semua ceo akan datang" ucap Bayu memakai jaket kulit lalu mengambil kunci motornya.
"hampir saja lupa gue juga disuruh ikut kesana dan sebentar berangkat ke negara l" ucap Arya.
Bayu dan Arya melaju motor mereka ke bandara sesampainya di sana sudah ada orang tua Bayu dan Arya menunggu mereka.
"kalian hampir saja kami tinggal" ucap ayah Bayu menatap tajam ke arah Bayu.
"itu salah ayah sendiri kenapa tidak memberitahu Bayu kalo kita sebentar lagi akan berangkat ke negara l" ucap Bayu.
"oh iya, ayah lupa" ucap ayah Bayu menggaruk kepalanya tidak gatel.
"sudah tua pikun lagi" gumam Bayu pelan tapi tetap di dengar oleh ayah Bayu.
"q aku bilang ayah pikun" ucap Bayu.
"Arya tadi malam ayah sudah memberitahu bahwa kita akan pergi ke negara l tapi kau hampir saja terlambat" ucap ayah Arya.
"iss, sudahlah ayo kita berangkat" ucap ayah Arya.
mereka berenam menaiki pesawat pribadi milik keluarga Bayu.
......................
skip malam hari di negara l.
disebuah hotel bintang lima sudah ramai dengan para wartawan menyiarkan berita tentang pertemuan antara para pengusaha besar.
satu persatu dari berbagai perusahaan telah tiba dari penjuru dunia karena akan banyak keuntungan yang mereka peroleh dari pertemuan ini.
__ADS_1
"wah, aku tidak menyangka bahwa pertemuan kali ini sangat megah di banding dengan pertemuan tiga tahun lalu, dimana mereka kenapa aku tidak melihatnya apa jaga-jaga mereka tidak ikut dalam pertemuan ini" gumam Jesicca menyusuri setiap tempat untuk mencari Tiara dkk.
"sayang kau sedang mencari siapa?" tanya ibu Jessica.
"ibu aku sudah mencari keberadaan Tiara dkk sejak tadi aku belum melihat mereka" ucap jesicca.
Tiara dan marsel saat ini berada di tengah-tengah kerumunan orang sedang makan hidangan.
"hai, apa kau masih sedih tentang yang tadi ara?" tanya marsel melihat wajah sang kekasih sedang sedih.
"iya, aku kira akan menemukan informasi tentang keberadaan Kim black dragon dan yang membuat rem mobilku rusak" ucap Tiara menundukkan kepalanya sambil menahan air mata.
"tenang oke" ucap marsel memeluk Tiara sambi mengelus rambut Tiara sesekali mencium kepalanya.
"bunda bukankah itu marsel" ucap seorang gadis sambil menuju ke arah marsel.
"iya itu marsel tapi siapa yang dia peluk apa jaga-jaga dia pacar Marsel, tidak bisa di biarkan aku harus menghukumnya nanti bisa-bisanya dia menyembunyikan calon mantu bunda" ucap seorang wanita yang ternyata bunda Desi.
mereka menghampiri marsel dan Tiara yang sedang bermesraan.
"Marsel Emilio, kau ternyata sudah di sini kakak, bunda dan ayahmu menunggumu hampir sejam lama" ucap bunda Shintia yang membuat Marsel dan tiara kaget langsung melepas pelukannya.
"eee bunda kaka" ucap Marsel menetralkan rasa terkejutnya melihat Kaka dan bunda Desi.
"wah kau sangat cantik, siapa namamu sayang" ucap bunda Desi menhanghapiri Tiara yang ada di dekat marsel.
"bunda perkenalkan dia Tiara kekasihku kami sudah pacaran selama 6 tahun lamanya, cantik kah tentu saja marsel kan sangat jago mencari pasangan" ucap marsel Banga.
"jadi, selama ini kau sudah punya pacar tapi kau sama sekali tidak memberitahu bunda sama sekali, untung Shintia melihatmu dan Tiara berpelukan jika tidak pasti bunda tidak tahu sama sekali tentang ini" marah bunda Desi menatap tajam ke arah marsel.
"sayang berapa umurmu" ucap bunda memengang kedua tangan Tiara.
"satu Minggu lagi aku akan masuk diumur 18 tahun tante" ucap Tiara tersenyum membalas ucapan bunda Desi.
"Tiara ternyata kau bersama dengan marsel, kami bertujuh mencari kau kemana mana" Pangil seseorang.
"kalian, untuk apa mencariku? apa ada masalah penting hingga kalian mencariku" ucap Tiara melihat kedatangan Yuna dkk.
"tidak ada putri kami mencari karena kami khawatir kau tidak datang" ucap Raina.
"oh, aku kira apa" ucap Tiara.
"Oya pergi kesana" ucap Yuna menarik Tiara menuju ke arah berkumpulnya para orang tua.
"eez, lo mau bawah kemana pacarku" ucap Marsel memegang tangan tangan Tiara.
"lo sudah membawa putri seharian entah kemana kami tidak protes sedang lo mana protes" ucap Yuna menatap tajam ke arah marsel.
"sudah-sudah lebih baik kita semua kesana, kebetulan ayahmu ada di sana" sarang Tiara.
mereka semua menuju ke arah meja yang di sana sudah ada kedua orang tua serena dkk dan grandpa sedang berbincang-bincang.
"grandpa" Pangil Tiara mendekati grandpa.
"putri sini sayang grandpa mau bicara denganmu" ucap grandpa.
__ADS_1