
Angga yang mengingat kembali masa lalu hanya tersenyum melihat istrinya dengan lembut lalu beralih ke Keysha yang sedang bermain bersama dengan kucing peliharaannya.
"pa, ma ayo mai janga diam saja" ucap Keysha kesal berdiri menarik kedua tangan orang tuanya.
......................
di negara c malam hari, tempat Jesicca
"gue harus kabur dari sini dari pada di jodohkan dengan Cooper, mana mau gue" gumam Jesicca mengendap-endap sambil melihat ke kanan-kiri untuk memastikan tidak ada orang di sana.
"kaka jes mau kaburkan, ayoloh gue aduin kepada bunda dan ayah baru tau rasa" ucapnya menatap kakaknya tengil.
"coba saja lo aduin gue nggak akan membantu lo jika ada apa-apanya dan juga gue nggak akan membela Lo jika membuat masalah lagi" ucap Jesicca kesal karena kepergok oleh adik tengilnya.
"gue nggak takut tuh Bu..." baru saja ingin berteriak Jesicca langsung menyodorkan kartu blackcard Miliknya ke adiknya.
"Nah, beginikan enak, kenapa tidak sendari tadi kee kasihnya Lo bisa lanjutan acara kabur-kaburannya" ucapnya pergi dari sana berputar-putar sambil mengangkat blackcard keatas.
"mata duitan, untung adek gue kalo enggak gue bunuh dia sendari tadi bikin emosi saja, bisa nggak satu hari saja nggak moroting duit kerja keras gue" gumam Jesicca kembali mengendap-endap keluar dari sana.
sesampainya di luar mansion Jesicca mendorong motornya agak jauh dari mansion, Jesicca naik ke motor dengan kecepatan tinggi pergi dari sana. Jesicca berhenti di depan gedung apartemennya segera Jesicca masuk ke sana sesampainya di pintu apartemen langsung memencet pin.
"untuk sementara gue tinggal di sini, tapi sebelum itu gue harus menghilangkan jejak keberadaan gue jika di maka gue akan di seret pulang ke mansion lalu di jodohkan nggak-nggak itu nggak boleh terjadi, gue harus memikirkan bagaimana cara untuk membatalkan perjodohan itu" gumam Jesicca saat sampai di kamarnya.
Jesicca mengambil letopnya mulai meretas cctv jalan dan juga cctv mansion agar mereka tidak mengetahui kepergiannya.
skip siang
__ADS_1
di mansion keluarga Wijaya terdapat empat mobil yang terparkir di depan empat orang turun dari sana di sambut pelukan oleh orang tua Jesicca.
"wah, akhirnya kalian datang ayo masuk, hari ini Jesicca tidak ada aku tidak tau kemana perginya dia, kata irka dia pergi tadi malam hingga sekarang belum pulang" ucapnya melepas pelukannya.
"begitukah" ucapnya menatap sahabatnya sambil mengerutkan keningnya bingung karena seorang gadis pergi dimalam hari.
"kakak kabur kemarin malam bahkan dia menyogokku agar tidak mengadukannya kepada bunda dan ayah" ucap ember sambil tersenyum licik.
"APA KABUR" teriaknya syok mendengar ucapan anak kedua itu tapi cepat menetralkan raut wajah menatap tajam ke anak.
dia mengambil hp melacak Jesicca dari hpnya tapi hasilnya nihil lalu menelpon Jesicca dengan wajah marah.
"siapa yang kabur, tadi malam Jesicca ada meeting dadakan di kantor bersama dengan para menejer " ucap Jesicca kesal menatap tajam seorang gadis yang seusia dengannya.
"Vita sayang kau juga datang kesini, bunda sangat merindukanmu" ucapnya memeluk Vita dengan penuh kasih sayang sambil tersenyum.
Vita mengetahui Jesicca kabur dari adik Jesicca yang bernama Henry langsung mencari tahu keberadaannya, setelah mengetahuinya Vita langsung menyeretnya pulang. hingga sampailah mereka di sini dengan wajah tanpa dosa tersenyum menatap Jessica sebaliknya Jesicca menatap Vita tajam.
"Nah, perkenalkan dia Jesicca anak Perempuanku satu-satunya, Jesicca perkenalkan mereka calon mertuamu" sambil tersenyum ke Jesicca memperkenalkannya kepada keempat orang tamunya.
"Jesicca Wijaya" Jesicca memperkenalkan dirinya dengan kepada mereka dengan datar dan sorot mata yang tajam tapi Tampa mereka semua sadari senyum tipis terukir di bibir **** Jesicca.
"bukan dia Jesicca, cewek yang ada di taman waktu itu nggak nyangka kalo dia yang akan di jodohkan dengan gue, cewek dingin yang mengabaikan gue saat itu, gue kira Jesicca yang gue temui di acara konferensi pers saat itu" batin Ardian menghela nafas panjang menatap Jessica dingin.
"Bun Jesicca tidak ingin dijodohkan" terus terang Jesicca, yang membuat mereka semua menatap Jessica kaget.
"mau nggak mau Lo harus menerimanya Jesicca" ucap Vita mengubah ekspresinya menjadi datar menatap Jessica sambil mengerutkan keningnya karena bingung dengan jalan pikirannya.
__ADS_1
"bukannya dulu Lo bilang jodohkan dengan keluarga Cooper dan Lo menerimanya, sekarang ngapain Lo nolak bodoh" ucap Vita yang membuat Jesicca menatap tanpa ekspresi ke arah Vita.
"memangnya ini zaman Siti Nurbaya yang di jodoh-jodohkan, nggak kan lalu ngapain gue harus menerima perjodohan ini" ucap Jesicca melipat kedua tangannya di dada.
"Jesicca turutin kemauan bunda dan ayahmu ini semua demi kebaikan lo, mereka berdua mau melihat Lo bahagia dengan pilihannya" nasehat Vita yang membuat Jesicca menatap orang tuanya.
"Vita benar nak kami menjodohkanmu karena ingin melihatmu bahagia bukan melihatmu menderita, lihat bunda sekarang sangat mencintai ayahmu kami dulu juga sama sepertimu yang di jodohkan, jika bukan karena perjodohan ini kau dan adikmu tidak akan ada di dunia ini" jelasnya yang membuat Jesicca menunduk mendengar penjelasan bundanya.
"itu benar adanya jes jika bukan karena perjodohan ini mana mungkin kalian berdua bisa melihat dunia ini, ingatlah tidak semua berjodoh itu akan berakhir menyediakan ada juga yang berakhir dengan bahagia" nasehat ayah yang membuat Jesicca mengangguk.
"baiklah yah, aku terima berjodoh ini" cicit Jesicca yang membuat mereka senang langsung berpelukan sambil tersenyum.
"sudah ayo semua kita masuk kedalam" ucap sambil tersenyum menyuruh semua masuk, mereka semua masuk kedalam sambil tersenyum.
......................
satu tahun telah berlalu Jesicca mulai mencintai Ardian dan sekarang sedang mengandung anak pertama mereka. Vita dkk juga menyusul para sahabat mereka yang sudah menikah dan sudah akan memiliki anak. Serena dan Ergan di karuniai seorang anak laki-laki yang di beri nama Gian Dikdasmen mereka masih belum memberitahu tentang Gian kepada keluarga dan untuk Yuna dan Alvin menunggu anak pertama mereka lahir satu Minggu lagi.
keluarga maheswari belum mengetahui tentang Tiara yang merupakan jiwa sarah, Tiara masih memberi leo dan Brian petunjuk melalui teka-teki yang di kirim oleh Tiara memalui peretasan tapi sayang mereka masih belum bisa memecahkan teka-teki yang Tiara berikan.
Ares dan Ethan sudah masuk ke usk mereka sangat senang karena banyak sekali orang yang sama seperti dirinya yang memiliki Qi tinggi.
Gladis dan Evan menetap di negara g sambil memikirkan masa depan mereka berdua apa lagi sekarang Gladis di nyatakan hamil tiga Minggu yang lalu yang membuat keluarga kecil mereka bertambah satu.
Delvian sangat terpuruk karena telah menyia-nyiakan Serena yang membuat melampiaskan kemarahannya dengan mengurus perusahaan milik orang tuanya tanpa mau melirik perempuan.
mereka semua hidup dengan bahagia Serena dkk juga sudah memutuskan untuk berhenti menjadi mafia dan memutuskan untuk mengurus perusahaan dan juga keluarga mereka kecuali Gladis tentunya karena Evan memiliki mafianya sendiri. mereka semua menyebar di berbagai negara seperti Serena berada di negara s, Gladis negara g dll.
__ADS_1
end