
"kau selalu saja bilang begitu bukan kau juga hecker terhebat yang berkerja sama dengan kepolisian" ucap Tiara.
"putri ternyata kau ada di disini bukan kau tadi bilang akan pergi menjalankan rencana" ucap Yuna.
......................
"ah Iyah aku lupa kalo begitu el aku pergi dulu nanti file untuk proyekmu kirim ke image aku saja ok" ucap Tiara.
"baiklah" ucap Marsel mengusap rambut panjang Tiara.
"tunggu Raina ini coklat yang gue janjikan waktu itu " ucap Marsel memberikan satu kotak coklat.
"makasih" ucap Raina mengambil kotak coklat.
"untuk aku mana" ucap Tiara meminta coklat.
"tidak ada Ara kau tidak sempat membeli untukmu nanti jika proyek dan semua pekerjaan yang ada di kantor selesai baru aku beli untukmu"ucap Marsel mengusap rambut panjang Tiara .
"kau selalu saja lupa" ucap Tiara menggembungkan pipinya.
"pergi"ucap Tiara kembali ke wajah datarnya.
"ayo pergi ke kantor" ucap Daniel menatap Marsel.
"baiklah" ucap Marsel kembali ke wajah datarnya.
Marsel, deniel, dan devis pergi tinggal Radit dkk dan Bayu dkk di kelas.
"Iqbal harum apa benar Tiara memiliki perusahaan" ucap Angga.
"gue tidak tau apa-apa" ucap Iqbal dianguki oleh harum.
"itu benar bahkan kami merasa dia bukan Tiara yang kami kenal selama ini dia sudah berubah. bahkan dia sama sekali tidak ingin berbicara dengan kami berdua" ucap harum.
Bayu yang mendengar tersebut langsung mencengkram kuat baju harum.
"apa yang lo lakukan kenapa Tiara ha hingga dia berubah menjadi dingin dan datar" ucap Bayu marah.
"itu bukan urusanmu" ucap harus sinis menatap Bayu.
"itu juga urusanku, terakhir kali gue bertemu dengan tiara masih bisa tersenyum kepadaku saat gue pergi bersama dengan orang tuaku. dan sekarang gue kembali ke sini Tiara sudah berubah dingin dan datar bahkan hanya tersenyum kepada satu orang saja yaitu Marsel. gue sudah menitipkan pesan kepada kalian berdua Untuk menjaga Tiara tapi apa yang kalian lakukan kalian berdua membuatnya berubah" ucap Bayu marah.
"kita memang sahabat waktu kecil tapi sekarang kita bukan sahabat lagi saat Lo membuat Tessa kecelakaan dan mati" ucap harum.
"itu sudah takdir harum" ucap Bayu lepas Cengkraman baju harum.
__ADS_1
"sudah takdir Lo bilang andai saja kau menjaga Tessa dengan baik pasti dia masih ada di sini bersama kita Bayu" ucap Iqbal.
"kalian bertiga bisa tidak usah mengungkit salah itu" ucap Arya marah.
"Tessa sudah tenang di sana apa kalian pikir dengan bermusuhan seperti ini akan membuat Tessa bahagia di sana tentu saja tidak" ucap Arya marah.
Bayu, Iqbal dan harum yang mendengar tersebut langsung menghentikan perdebatan mereka.
Bayu, harum, Arya, Tessa, dan Iqbal dulunya adalah sahabat saat kecil di karena orang tua mereka saling mengenal. hingga suatu kejadian yang membuat Tessa kecelakaan yang membuat harum dan Iqbal menyalahkan Bayu. yang tidak menjaga Tessa dengan baik yang membuat membenci Bayu tapi tidak dengan Arya mereka tidak menyalakan Bayu. Tiara kecil sangat sedih atas kepergian Tessa tapi dia mengerti bahwa itu adalah takdir yang membuatnya tidak membenci Bayu.
......................
di cafe *****
"apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Selena" ucap Tiara di angguki oleh Yuna dkk.
"dia sudah kembali kesini dan dia sekarang berada di cafe ******* bersama seorang gadis yang bernama anna" ucap Gladis.
"baiklah kita pergi ke sana sekarang" ucap tiara.
Tiara dkk berdiri pergi dari tempat duduknya menuju ke mobi mereka masih-masih.
"Tiara sebentar dendammu akan terbalas dan Lo sebentar lagi akan akan beristirahat dengan tenang disana" batin Tiara menatap ke atas langit.
"putri kenapa berhenti ayo" ucap Yuna menarik Tiara masuk kedalam mobilnya setelah itu Yuna masuk ke mobil sendiri.
"itu dia Selena dan orang yang di sebelahnya orang yang bernama anna" ucap Yuna mengangkat dagunya.
"ayo hampir mereka" ucap Tiara kemudian akan memulai ektinnya.
"Selena Lo merindukanmu kenapa Lo tidak pergi ke sekolah selama dua ini" ucap yuna memeluk selena.
"apa Lo tidak merindukan gue" ucap yuna memasang wajah sedihnya.
"sepertinya Selena sudah memiliki teman baru lebih baik kita pergi ayo yuna" ucap Tiara menarik tangan Yuna.
"teman-teman bukan itu dia adalah sepupuku" ucap Selena menghentikan mereka.
"cih, aku tidak Sudi menjadi temanmu jika saja bukan karena ingin mencari keberadaan ayahmu dan kebusukanmu " batin Tiara dkk bersamaan.
"Selena mereka siapa" ucap Anna menunjuk ke arah Tiara dkk.
"oh mereka teman-teman aku Tiara, Yuna, serena, Raina, jesicca, Fira, dan Gladis" ucap Selena memperkenalkan mereka.
"Tiara" ucap Tiara mengulurkan tangannya ke arah Anna.
__ADS_1
"anna" ucap Anna menjabat tangan Tiara.
"Yuna" ucap Yuna mengulurkan tangannya ke arah Anna.
"Anna" ucap anna menjabat tangan Yuna.
mereka saling berkenalan satu sama lain setelah berkenalan mereka bergabung dengan Selena dan Anna.
"kalian hanya bertujuh kemana vita? tumben kalian hanya bertujuh biasa berlapang" ucap Selena.
"urusan" ucap Tiara di angguki oleh yang lain.
"adu kalian bisa tidak usah dingin kepada Selena" ucap Yuna.
Tiara dkk menggelengkan kepalanya Pelang menjawab bertanya Yuna.
"buuuu, maaf iya Anna mereka berenam memang dingin" ucap Yuna menghela nafas dengan tingkah laku mereka.
"cih, mana Sudi aku berbicara panjang lebar bersama dengan mereka kalo Yuna si sudah biasa. kan dia yang selalu memprovokasi musuh hingga marah dan menyerah duluan" batin selena dkk.
"dari ingatan Tiara yang aku dapat Yuna merupakan salah satu orang yang paling tidak disukai oleh musuh. karena perkataan pedasnya yang membuat para musuh kesal dengan Yuna dan membuat musuh menyerah terlebih dulu" batin Tiara.
"tidak masalah aku mengerti" ucap selena diangguki oleh Anna.
"kalo boleh tau Vita ada urusan apa?" ucap Selena.
"bisa urusan keluarga" ucap Yuna berbohong.
"ah, seperti kami tidak bisa lama disini kami harus pulang sudah sore" ucap Yuna Diangguki oleh Tiara dan yang lain.
Tiara dkk berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar dari cafe menuju ke arah mobil mereka masih-masih.
"Selena seperti teman-teman Lo itu orang kaya lihat saja mobil mereka sangat bagus" ucap Anna menatap iri dengan Tiara dkk.
"mereka memang kaya gue sengaja dekat dengan mereka hanya karena ingin memanfaatkan mereka" ucap Selena tersenyum licik.
skip di mansion jovangka.
"Tiara sudah pulang sayang apa kau capek?" tanya bunda.
"hmm" Tiara membalas dengan dehemanya saja.
Tiara mengeluarkan buku catatan kecil dari dalam tasnya kemudian menulis sesuatu "bunda apa Tiara bisa naik ke kamar aku capek mau mandi dan ganti baju" isi dari buku yang dicatat oleh Tiara.
"baiklah" ucap Bunda mengizinkan Tiara naik ke kamar.
__ADS_1
Tiara naik ke tangga menuju ke lantai dua kamar.
"kami pulang" ucap Iqbal dan harum bersamaan.