
"Bayu jika ini keputusanmu maka gue juga akan membantumu sebagai sahabat" ucap Arya menepuk pundak Bayu kemudian keluar dari ruangan tersebut.
......................
di negara c mansion keluarga Maheswari.
"mami papi bagaimana kalo besok kita pergi ke pemakaman princess aku sangat merindukannya" ucap seorang laki-laki bernama Brian.
"baik kita besok akan kesana" ucap seorang seorang pria bernama daran.
"sungguh Pi kita akan ke pemakaman princess" ucap seorang wanita cantik bernama Irena.
"iya mi kita akan kesana kan sudah lama tidak mengunjungi makam Sarah" ucap papi daran.
"wah, kalian ingin pergi pemakaman princess Pi mi" ucap seorang yang baru datang ke ruang makan.
"iya Leo, kita akan pergi pemakaman adikmu, apa kau mau ikut kesana?" tanya bunda Irena.
"tentu saja aku ingin kesana aku juga sangat merindukannya apa lagi tingkah kekanak-kanakannya itu" ucap leo.
"aku sangat merindukanmu Sarah adikku sayang setiap kali aku melihat fotomu entah kenapa aku merasa kau masih hidup kemanapun kau berada aku hanya bisa mendoakan mu dari sini" batin Brian.
"adik aku sangat merindukan aku masih belum ikhlas dengan kepergianmu sebelum orang yang membuat rem mobil rusak itu belum aku temukan maka aku tidak akan pernah bisa ikhlas" batin Leo sambil mengepalkan tangannya.
"Leo kenapa kau hanya berdiri di sana cepat duduk kita mulai makan malam" ucap bunda Irena.
"iya" ucap Leo duduk di samping Brian memulai makan malam bersama.
......................
di mansion Brawijaya.
"grandpa aku ingin berbicara denganmu sebentar apa boleh" ucap Tiara duduk di samping grandpa di ruang keluarga.
"boleh dong cucu kesayangan grandpa" ucap grandpa mengelus pucuk kepala Tiara.
"se be nar nya aku bukan Tiara" ucap Tiara terbata-bata menunduk kepalanya kebawah.
"apa yang kau bicarakan putri Grandpa tidak mengerti sama sekali dengan ucapanmu, coba ulangi apa yang kau ucapkan tadi" ucap grandpa menatap Tiara bingung.
"sebenarnya aku bukan Tiara aku hanya jiwa yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuhnya setelah kecelakaan 4 bulan lalu" ucap Tiara.
"kau bisa saja bercandanya putri Grandpa tahu kau hanya bercanda" ucap grandpa.
"aku tidak bercanda nama asliku adalah sarah queen putri Maheswari aku anak dari daran dan irena" ucap Tiara cepat sambil menatap grandpa.
"apa maksudmu putri, jika kau bukan putri terus yang ada di sampingku siapa?" tanya grandpa.
"apa kau percaya dengan nama transmigrasi" ucap Tiara sambil menatap grandpa.
__ADS_1
"iya grandpa tahu, perpindahan " ucap grandpa.
"iya, jiwaku transmigrasi ke tubuh ini" ucap Tiara.
Tiara menceritakan tentang apa yang selama ini dia alami dari a sampai z sedang grandpa hanya menyimak.
"lalu kenapa cucu kesayangan aku" ucap grandpa sambil menangis.
"dia sudah tidak ada, maaf sebelumnya saya tidak masuk kedalam tubuh cucu kesayangan anda" ucap Tiara menangis sambil berlutut di kaki grandpa.
"tidak apa mungkin ini sudah takdir, walaupun jiwanya sudah tidak ada ditempatnya lagi tapi raganya masih ada di sini aku tetap akan menganggap mu sebagai cucuku, walaupun bukan dengan jiwa yang sama" ucap grandpa membangun Tiara yang berlutut agar duduk di samping kemudian memeluk Tiara.
"terimakasih grandpa kau sudah menganggap ku sebagai cucumu" ucap Tiara menghapus air mata.
"apa teman-teman putri tahu tentang ini?" tanya grandpa.
"mereka belum tahu tentang apa-apa aku masih merahasiakannya, setelah balas dendam Tiara telah usai aku akan memberikan mereka berlapang" ucap Tiara.
"kau belum makan kan, sana pergi isi perutmu lalu kembali ke kamar ini sudah hampir larut malam grandpa juga mau kembali ke kemar" untuk grandpa beranjak dari tempat duduknya.
"ok grandpa" ucap Tiara pergi ke ruang makan yang ternyata sudah ada makanan yang tersusun rapi di atas meja.
"aku tidak menyangka bahwa cucu kesayangan aku sudah tidak ada lagi" ucap grandpa yang baru memasuki kamarnya.
"halo Grandpa" ucap Tiara asli menyapa grandpa.
"putri apa itu kau?" tanya grandpa sambil menangis menatap Tiara asli.
"iya grandpa sudah tahu" ucap grandpa sambil menatap sendu Tiara.
"sepertinya waktu aku sudah mampir habis, sampai jumpa lagi Grandpa putri sangat menyayangimu" ucap Tiara asli memeluk grandpa dengan mulai menghilang Tiara pandangannya.
......................
skip pagi
Tiara terbangun dari tidurnya kemudian langsung pergi ke kamar mandi tak berselang lama Tiara keluar dari kamar mandi.
setelah memakai baju santai Tiara langsung keluar dari kamar.
"pagi grandpa" ucap Tiara sambil mencium pipi grandpa.
"pagi sayang" ucap grandpa mencium pipi cucu kesayangan.
"kau tidak pergi ke kantor" ucap grandpa menatap Tiara bawah sampai atas.
"aku malas grandpa aku hanya ingin bersantai hari ini, aku capek selama aku menempati tubuh ini aku sama sekalian tidak pernah yang namanya bersantai" ucap Tiara.
"oh, bagaimana kalo kita permainan catur" ucap grandpa mengeluarkan papan catur diatas.
__ADS_1
......................
di negara i di mansion keluarga jovangka.
seorang laki-laki berdiri di depan bingkai foto Tiara saat masih kecil menatap kosong foto tersebut dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.
"hai, adik apa kau senang di sana" ucap laki-laki tersebut.
"andai saja aku bisa mengulang waktu itu maka aku bisa saja menarik paksa kau keluar dari mall" ucap laki-laki tersebut yang ternyata harum.
"harum kenapa Lo ada di sini" ucap seseorang laki-laki yang ternyata Iqbal.
"gue hanya merindukan Tiara" ucap harum tanpa menatap wajah Iqbal.
"sama gue juga merindukannya andai saja waktu bisa diulang kembali maka aku pasti bisa menjadi Kaka yang baik untuk Tiara" ucap Iqbal.
"Lo benar gue masih ingin terakhir kali dia tersenyum kepada kita, tapi kita malah menampar pipinya dengan keras tanpa menghiraukan rasa sakit yang dialaminya" ucap harum.
"gue sangat menyesal atas semua yang pernah aku lakukan terhadap Tiara, apa Lo ingat saat Tiara baru saja keluar dari rs di menatap kita dengan tatapan kecewa yang di tutup dengan raut wajah dingin dan datar" ucap Iqbal.
"sudah lebih baik kita pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat besok kita akan pergi ke sekolah kan" ucap harum pergi dari sana diikuti oleh Iqbal.
......................
di negara l di mansion keluarga Brawijaya
"GRANDPA YUNA YANG CANTIK DATANG" teriak Yuna keras.
"tidak usah teriak Yuna ini masih pagi kau kesini teriak atau mau jenguk grandpa?" tanya jesicca.
"kalian kesini ayo masuk" ucap Tiara baru saja tiba di depan pintu.
"kukira kau akan pergi bersama dengan marsel atau kekantor" ucap Vita.
"mau sih, tapi entah kenapa aku hari ini sangat ingin bersantai, iya sudah kenapa kita bicara di pintu ayo masuk grandpa ada di taman belakang mansion" ucap Tiara.
mereka semua pergi taman belakang tempat bersantai yang selalu grandpa datangi saat sedang merindukan grandma.
"bagaimana mana kabar kalian semua sudah lama tidak bertemu" tanya grandpa.
"baik, grandpa kami selama ini sangat sibuk dengan urusan mafia" ucap Yuna.
"Yuna temani grandpa main catur yah, soalnya putri selalu menang membuat grandpa kesal" ucap grandpa kesal.
"grandpa kenapa jadi aku sih, memang kenapa kalo aku menang apa salahnya coba" ucap Tiara menggelengkan kepalanya Pelang.
"grandpa biar tambah seru bagaimana kalo kita coret wajah orang yang kalah mengunakan lipstik bagaimana" tentang Yuna.
"ok siapa takut" ucap grandpa menyusun semua bidak catur dari awal.
__ADS_1
Tiara dkk yang melihat tersebut hanya menghembuskan nafas panjang mendengar tantangan Yuna.