Transmigrasi Sarah

Transmigrasi Sarah
Alex dan Alexa ketua OSIS di school


__ADS_3

"sudah jangan sedih lagi, papa akan berusaha mencarinya sampai ketemu, papa tidak akan menyerahkan kau tenang saja, demi anak-anak kita dan juga dirimu" ucapnya mengangkat Vania menuju ke lift.


......................


di tempat lain


"oh, iya Bayu Lo menerima berjodoh bukan karena ada alasan tertentu kan atau mau menjadikanku sebagai pelampiasan saja karena di tinggal pergi oleh cinta pertamamu yang bernama Tiara itukan" ucap seorang perempuan cantik.


"Hana dengarkan aku, aku menerima perjodohan ini karena ingin membuka lembaran baru bersamamu bukan untuk pelampiasan semata, awal aku memang menantang perjodohan ini karena aku ingin balas dendam terhadap mafia night Wolf atas penyerang mall enam tahun yang lalu hingga membuat orang yang aku cintai mati, tapi baru-baru ini aku mengetahui bahwa dia masih hidup dan sekarang sudah memiliki dua anak kembar, dari awal aku memang sudah tidak bisa memilihnya karena ada Marsel yang sudah jadi kekasih selama lima tahun dan sekarang mereka sudah resmi menjadi suami istri" jelas bayu sambil menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum lebar.


"aku mengerti sekarang, kau memilih kisah cinta yang rumit ternyata berbeda denganku aku menerima perjodohan ini karena aku ingin jauh darinya, orang yang aku suka yang tak lain adalah sahabatku sendiri kami berdua sudah lama bersama bahkan kami layaknya pasangan kekasih, tapi semenjak dia memiliki kekasih dia menjauhiku untuk menjaga hatinya " ucap Hana miris.


"sepertinya kita cocok untuk menjadi suami istri karena sama memiliki kisah cinta yang sangat miris kau mencintai sahabatmu yang tidak bisa kau capai sedang aku tidak padat memilikinya karena sudah dari awal memiliki kekasih" ucap Bayu tersenyum tipis lalu menatap Hana dengan lembut.


"bagaimana kalo kita pergi ke tempat yang indah dan tenang untuk kita kencan" usul bayu berdiri dari tempat duduknya lalu memegang tangan Hana.


Hana tersenyum berdiri dari tempat lalu pergi dari sana sambil berpegangan tangan sambil tersenyum senang bercerita tentang kehidupan masing-masing.


"Hana" bayu dan Hana berbalik saat mendengar suara seseorang.


"ternyata benar sekarang Lo sudah punya kekasih sekarang selamat yah, oh Iyah gue baru saja pulang dari rumah nenek gue maunya sih ke rumah Lo mengantar oleh-oleh tapi kebetulan gue ketemu Lo, ni ambil" ucap memberikan paperbag berisi oleh-oleh.


"makasih loh Rere untuk oleh-olehnya" ucap Hana tersenyum lalu memberikannya kepada bayu, bayu mengambil dengan senang hati.


"sama-sama gue pergi dulu yah, soalnya gue ada sedikit masalah di kantor hari ini, jika pak bayu galak itu tau maka tamat sudah, pasti karyawan yang akan mendapatkan impasnya" mendengar ucapan Rere bayu langsung membulat matanya sempurna.


"sejak kapan gue galak" batin Bayu menatap Rere kesal, Hana hanya menutup mulutnya menahan tawanya.


"dah" Rere Melambaikan tangannya berbalik pergi dari sana meninggalkan mereka pergi. dari kejauhan seorang pria kira-kira usianya dua puluh tiga tahun dan wanita yang berusia dua puluh dua tahun menatap mereka berdua dengan penasaran.


"ayo, kita ke apartemenku saja kebetulan tempatnya tidak jauh jadi sini" ajak Bayu yang dianggupi oleh Hana, Hana memegang tangan Bayu sambil menyandarkan kepalanya di lengan Bayu. Bayu hanya tersenyum mengusap rambut Hana penuh kasih sayang.


sesampainya mereka di apartemen Bayu langsung mendapatkan telpon dari dari bundanya, bayu menyuruh Hana untuk ke kamarnya saja untuk istirahat Dengan menunjuk ke kamarnya.


"halo bunda ada apa, kenapa menelpon apa ada masalah di mansion"


^^^"tidak ada bunda hanya ingin menyampaikan bahwa acara pertunanganmu dan Hana akan diadakan dua hari lagi, bunda dan ayah sudah membicarakan ini dengan orang tua Hana, dan bukan hanya itu tiga Minggu setelah pertunanganmu dan Hana kalian akan menikah"^^^


"terserah bunda dan ayah saja"


^^^"itu artinya kau tidak keberangkatan"^^^


"sama sekali tidak bunda, malah aku senang karena dengan begini aku bisa melupakan Tiara sekaligus bisa membuka hatiku untuk hana"


^^^"syukurlah kalo begitu, bunda tutup dulu telponnya"^^^


Bayu tersenyum masuk ke kamar di sana terdapat seorang wanita sedang tidur pulas dengan hati-hati Bayu menghampirinya lalu mengelus rambut.


"mmh" Hana membuka mata berlahan-lahan, Bayu yang melihat tersebut merasa bersalah telah membuat Hana terganggu.


"maaf aku karena telah menganggu tidurmu" Bayu mengelus rambut Hana, Hana hanya mengangguk pelan tidak mempermasalahkannya.

__ADS_1


"bunda tadi mengatakan kalo acara bertunangan kita akan diadakan dua hari dan tiga Minggu setelahnya kita akan menikah" ucapnya tersenyum ikut berbaring di samping Hana. Hana sendiri tidak mempermasalah hal tersebut karena dia percaya Bayu tidak akan melakukan hal-hal yang tidak pantas dengan dirinya.


......................


negara l.


di sebuah mansion mewah terdapat tiga orang pria dan satu wanita terlihat sangat cemas dan khawatir di raut wajah.


"ayah, bagaimana ini Evan sama sekali tidak ingin menikah dengan Gazelle aku takut dia akan macam-macam dengan keluarga kita" ucap wanita tersebut yang ternyata ibu dari Evan dia bernama Qilah.


"Jangan takut aku yakin mereka tidak akan berani apalagi dengan kita adalah kerabat jauh dengan keluarga Parker" ucap sang pria menyakini istri yang bernama Aiden.


"itu benar ibu, biarkan kakak bahagia dengan pilihannya selama ini aku dan kakak selalu bersama bahkan aku juga pernah bertemu dengannya sekali, dia memiliki sifat yang perhatian" ucap adik Evan yang bernama Jordan.


"Joydan, benar ibu biarkan adikku bahagia bersamanya jangan kekal dia dengan perjodohan yang tidak dia inginkan, ayah ibu kalian bisa memperalat ku dengan menjodohkan ku dengannya tapi tidak dengan adikku" ucap kakak Evan yang bernama Ardian.


"Ardian, ibu dan ayah sama sekali tidak memperalatmu, ibu sudah menjodohkanmu dari kecil dengan putri dari keluarga Wijaya sahabat ibu dan ayahmu" ucapnya marah mendengar ucapan dari anak pertamanya.


"dulu, kau mau saja dijodohkan dengan Jessica tapi sekarang kenapa kau tidak mau lagi Ardian, bahkan saat dia mau pergi school di negara A kau menangis tidak mau perpisahan dengannya tapi sekarang" ucap Aiden mengerutkan keningnya.


"itu dulu sebelum aku sama sekali tidak mengerti apa-apa, dan sekarang aku tidak ingin dijodohkan ataupun bertunangan dengan orang yang bernama Jesicca itu jika bukan karena kalian yang memaksa aku" ucap Ardian kesal.


"bayangkan saja anak tuan Wijaya itu memakai make up yang tebal sekali dan juga selalu memakai pakaian bahannya kurang" ucapnya bergidik Geri saat pertemuan dengan orang yang bernama Jesicca yang hampir sama dengan anak keluarga Wijaya, Ardian menyakini kalo dia adalah anak perempuan dari keluarga Wijaya.


"mana ada, dia itu cantik, berpendidik, tapi sayang dingin ayah dan ibu bertemu dengannya tiga hari yang lalu" pujian saat bertemu dengan Jessica.


"kalian kenapa mengalihkan pembicaraan kita bukan tadi kita sedang membahas berjodoh Kaka Evan Jayden Cooper" ucap menggelengkan kepalanya pelan menatap mereka bertiga.


"bahkan teman-teman saja tidak tau kemana perginya Evan bukan hanya itu aku jika pergi ke tempat di mana Evan selalu singgahi tapi tidak ada" ucapnya lagi sambil.


.....................


Di negara g pagi hari.


Marsel, Tiara, Gladis dan Evan sampai di negara g awalnya Marsel mau menyiapkan dua pesawat pribadi tapi karena satu pesawat pribadi rusak jadi mereka memutuskan untuk berangkat bersama dengan tujuan yang berbeda.


"Kita perpisahan di sini Gladis, semoga kalian bisa bahagia selalu aku dan Marsel akan selalu membantu kalian jika ada masalah, ingat kalian jangan bertengkar karena masalah sepele saja atau masalah besar kalian harus mencari taunya dulu" nasehat Tiara Kepada mereka berdua.


"kami mengerti putri, kau tenang saja aku dan Gladis tidak akan bertindak sembrono jika ada masalah, kami akan membicarakan terlebih dahulu sebelum bertindak" ucap Evan tersenyum.


"Tolong jaga Gladis untuk kami bertujuh, kami sangat menyayanginya Jangan pernah kau menyakitinya jika tidak kami akan membawa jauh darimu untuk selama-lamanya dan kau tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi camkan itu" ucap Tiara sambil menatap Evan tajam.


"Itu tidak akan pernah terjadi, aku akan menjaganya seperti harta Karunku sendiri tidak akan ku lepas Jesicca walaupun dia yang memintaku untuk pergi dari" ucapan Evan membuat Tiara terharu sekali senang karena sahabat mendapatkan orang yang tulus mencintainya.


"aku pegang kata-katamu, kami pergi sebentar lagi penerbangan kami berdua ke negara c" ucap Tiara memegang tangan Marsel menjauh dari sana.


"mereka pasangan yang serasi" ucap Evan menatap mereka berdua lalu mengengam tangan Gladis pergi dari sana.


mereka berdua masuk ke dalam taksi sudah mereka pesan di bandara hanya sedikit orang karena masih sangat pagi. pesawat yang di tumpangi orang Tiara dan Marsel sudah lepas landas menuju ke negara c.


......................

__ADS_1


di negara A.


di sebuah lapangan terdapat satu juta murid dari dua school yang berbeda the king of the undergrad school dan queen of the undergrad school mereka sedang mengadakan pertandingan pengetahuan untuk gedung pertama dan untuk gedung kedua, ketiga dilapangkan yang berbeda. di setiap gedung memiliki lapangan sendiri untuk mengadakan pertandingan dll karena mereka tidak dibiarkan masuk ke area gedung lain selain gedung mereka sendiri.


seperti saat ini mereka sedang mengadakan sebuah pertandingan tentang pengetahuan dari teori-teori yang sangat susah maupun yang gampang bukan hanya itu mereka jiga mengadakan pertandingan sakit dan meracik obat atau racun.


Alex dan Alexa tidak ikut dalam pertandingan tersebut karena tidak diperbolehkan ikut oleh guru-guru yang ada di sana karena urusan organisasi osis bukan hanya itu yang harus mereka selesaikan.


awalnya Alex dan Alexa tidak setuju dengan keputusan dari guru yang tapi karena banyak kegiatan organisasi dia dan mengurus semua kegiatan yang membuat pasrah untuk tidak mengikuti pertandingan.


"disini sangat membosankan, kita tidak boleh ikut pertandingan kali ini" ucap Alexa menatap dari jauh lapangan pertandingan yang membuat kesal karena dia sendiri di gedung pertama.


"lebih baik aku pergi ke laboratorium kimia atau ke ruang rahasia osis mungkin di sana sudah ada jiana" gumam Alexa tersenyum meninggalkan tempat tersebut sambil bersenandung kecil.


Alex sendiri saat ini sedang berada di sebuah tempat yang dimana terdapat banyak sekali senjata api dll.


dor


dor


Alex menembak papan target yang ada di depannya sambil menatap tidak puas di papan target, Alex berjalan mengambil belati melempar ke papan target dengan wajah puas.


"ini Sangat memalukan untukku" batin Alex menatap papan target yang tadi dia tembakkan dengan tatapan malas lalu mengalihkan pandangannya kearah belati dengan sedikit puas.


"cara menembakku harus tingkatkan begitu juga dengan lemparan belatiku" gumam Alex menggelengkan kepalanya pergi dari sana.


"dia terlihat sama sekali tidak puas dengan pelatihannya tadi padahal tembakkannya dan lemparannya sangat tepat, mungkin karena dia anak Marsel sangat jenius membuatnya ingin melampauinya" batin seseorang keluar dari bersembunyinya.


Alex sendiri menyadari ada seseorang yang mengawasinya sedari tadi tapi karena Alexa orang yang cuek dan merasa sama sekali tidak ada niat buruk dengan orang yang memperhatikannya.


Alex berjalan menuju sebuah tempat di mana tempat tersebut merupakan ruang rahasia ketua osis dan wakil osis saja yang tau dan Alex adalah ketua osis, didalam ruangan rahasia terdapat seorang pria dengan tatapan dingin dia adalah wakil osis yang bernama Gino.


"bagaimana apa Lo sudah menyiapkan semua keperluan untuk pertandingan basket" ucap sambil menatap tajam wakilnya.


"sudah gue sudah menyiapkan semuanya dan juga sudah menyampaikan pesan kepada kapten basket dan mungkin besok mereka akan berlatih" ucap Gino memberikan laporan ke pada Alex.


"bagus Gino, huuu, ini sangat melelahkan bagaimana keadaan Alexa apa dia juga sedang mengurus pertandingan matematika" ucapnya lelah.


"mungkin saja akan dia ketua osis" ucapnya yang diangguki oleh Alex.


saat ini Alexa berada di sebuah ruangan disana terdapat seorang gadis yang bernama jiana yang menjabat sebagai wakil osis.


"tetua apa yang kita harus lakukan jika Hani yang mewakili lombanya maka jiara tidak akan terima ini" ucapnya bingung.


"Lo tenang saja Hani akan mengikuti lomba matematikanya, kita akan membuat jiara mengikuti lomba sains lomba tersebut bertepatan dengan lomba matematika yang akan diikuti oleh Hani, jika jiara ikut lomba matematika maka nama school ini akan tercoreng dengan kekalahannya, maka" ucap Alexa tersenyum licik.


"Lo benar xa jika dia kalah maka kita keluarkan saja jiara dari school ini, dia adalah sampah di school gue benci sifatnya yang suka membuliy anak-anak lain, di kira dia yang paling berkuasa di school ini karena anak salah satu donatur disini" ucap jiana mengetahui apa yang dipikirkan oleh Alexa.


"haha, Lo benar-benar tau isi perkiraan ku jiana, tapi gue nggak bisa lakukan hal di luar Kendali gue, Lo tau akan jiara itu akan melakukan berbagi cara untuk ikut perlombaannya, Lo tau jiana kalo saja para guru mengizinkanku dan kakakku ikut berlomba maka gue yang akan mengikuti lomba tersebut tapi tidak" ucap Alexa tidak diperbolehkan ikut lomba matematika di ibu kota.


"Lo yang sabar, orang Sabar banyak yang suka tapi bohong hahaha, mana ada yang suka dengan Lo yang super duper galak dan kejam memberikan hukum hahaha, gue kasih dengan orang yang nantinya yang akan menjadi pasangan lo" ucapan jiana membuat Alexa memutar matanya.

__ADS_1


Alex dan Alexa sudah menyandang gelar ketua osis diusianya yang ke empat tahun bukan hanya itu mereka juga banyak memasuki organisasi lainnya yang juga posisinya ketua yang membuat mereka sangat sibuk.


__ADS_2