
Setelah menceritakan semuanya Radit dkk tercengang mendengar Tersebut
"jadi selama ini gue salah menilai tiara" ucap haru meneteskan air mata.
"jadi selama ini Tiara tidak pernah melakukannya kepada Selena" ucap Radit tidak percaya.
"iya dia tidak pernah melakukan itu, apa Lo tahu Tiara selama ini selalu melihat Selena di bully oleh orang lain, bahkan gue dan Tiara pernah menyelidiki alasan mengapa dia membuliy selena" ucap Angga.
"apa alasannya?" tanya nio Erlangga menatap Angga dengan penuh tanda tanya besar.
"itu karena Selena simpan dari ayah gadis itu yang membuat gadis itu marah besar membuatnya selalu membuliy Selena, bukan hanya itu Selena juga memfitnah Tiara dengan motif pembullyan agar kalian membencinya" ucap Angga.
"Radit" ucap Selena memeluk lengan Radit dari samping sambil tersenyum manis.
"Selena Kapan Lo datang kesini?" tanya Radit menepis tangan Selena sedikit keras.
"aku baru saja datang bersama dengan Anna" ucap Selena menunjuk ke arah pintu masuk markas.
"oh" ucap Radit malas Selena.
"semoga saja gadis j*l*ng itu tidak dengar apa yang kami bahas tadi " batin Iqbal kesal dengan Selena yang membuat membenci adik perempuannya.
"dasar gadis j*l*ng kenapa dia datang ke sini membuat gue teringat akan adik yang ku tampar gara-gara dia" batin harum meninggal tempat itu menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua markas.
"gue kira dia gadis yang baik tapi ternyata dia adalah gadis j*l*ng bahkan dia perusak rumah tangga orang lain" batin Erlangga menatap jijik Selena.
"dasar gadis bermuka dua" batin nio mengambil jaketnya dan kunci mobilnya meninggalkan markas.
"gue pergi dulu yah soalnya gue ada urusan penting" ucap Angga mengambil kunci motornya.
"oke"ucap Radit duduk di sofa.
"gue tidak menyangka bahwa Selena melakukan hal tersebut, andai saja Tiara masih hidup gue akan berlutut meminta maaf kepadanya" batin Radit menyesal dengan apa yang selama ini dilakukan terhadap Tiara.
......................
negara l markas god of darkness
"apa kau mengantuk" ucap Marsel melihat Tiara terus-terusan menguap.
Tiara hanya mengangguk-angguk kepalanya Pelang sambil mengucek mata.
"pantas saja Ara mengantuk sudah tenang malam" gumam marsel melihat jam tangannya.
"ayo kita keluar dari sini besok kita datang ke sini lagi untuk menyiksanya" ucap Marsel mengusap Pelang rambut Tiara.
"iya, tapi gendong" ucap Tiara merentangkan kedua tangannya.
Marsel mengangkat Tiara seperti koala menuju ke kamar pribadinya yang ada di lantai tiga markas.
__ADS_1
sesampainya mereka di kamar marsel langsung menurunkan Tiara ke kasur dengan hati-hati karena dia takut Tiara terbangun. setelah membaringkan Tiara ke kasur Marsel ikut membaringkan tubuhnya di samping Tiara sambil memeluknya.
"selamat tidur Ara" ucap marsel Pelang di telinga Tiara lalu mencium pucuk kepala Tiara.
Marsel mulai menutup mata menuju ke alam bawah sadar sedangkan Tiara sudah sedari tadi telap di gendong marsel.
dimansion Brawijaya
"kemana putri kenapa dia belum pulang juga" gumam grandpa yang mondar-mandir di depan pintu.
"Kris apa Putri memberimu kabar?" tanya grandpa Kepada tangan kanan.
"tidak tuan besar, nona muda tidak memberikan kabar sama sekali" ucap Kris sambil menundukkan kepalanya.
"apa jaga-jaga putri di culik, tapi bagaimana mungkin diakan bisa bela diri" gumam grandpa.
"ahh, sudahlah mungkin dia bersama dengan calon suami" gumamnya.
"Kris anda sudah bisa pergi" perintahnya.
"baik tuan besar saya pergi dulu" ucap meninggalkan grandpa sediri setelah melihat Kris pergi grandpa juga pergi dari sana menuju ke lift.
......................
di salah satu bandara.
"sudah dua tahun gue meninggal negara i Bagaimana keadaan Angga sekarang aku sangat merindukannya dan juga nona apa dia sudah menemukan keberadaan Kim black dragon" gumam gadis itu sambil keluar dari bandara.
"jemput saya di bandara *****" ucap gadis tersebut langsung mematikan teleponnya.
beberapa saat kemudian mobil hitam berhenti di depan gadis tersebut dan seorang sopir keluar dari mobil.
"nona Karen silahkan masuk" ucap sopir mobil.
"hmm" dehemanya gadis tersebut yang bernama Tiara Karen Wilson kemudian masuk ke dalam mobil.
sopir langsung masuk ke dalam am mobil setelah melihat Nonanya masuk ke dalam mobil.
"nona apa anda langsung ke apartemen atau ke perusahaan?" tanya sopir tersebut.
"tidak keduanya tolong antar saya ke taman ****" ucap Karen sambil melihat ke luar kaca mobil.
"baik" ucap sopir mobil melajukan mobilnya.
sesampainya di taman **** Karen langsung menuju ke tempat duduk yang selalu dia dudukkinya bersama dengan Angga.
"Angga" ucap Karen yang membuat Angga mengembalikan tubuh melihat siapa yang memanggilnya.
"Lo siapa kenapa Lo tahu nama gue?" tanya Angga bingung pasalnya dia Sama sekali tidak mengenali Tiara palsu.
__ADS_1
"aku Tiara" ucapnya memperkenalkan diri kemudian langsung duduk di samping Angga.
"tiara siapa" ucap Angga menyipitkan matanya.
"astaga Angga kau tidak mengenali aku padahal aku selalu bersamamu selama tiga tahun" ucap Karen menepuk jidatnya.
"apa maksudmu gue Sama sekali tidak mengerti?" tanya angga bingung.
"baru dua tahun tidak bertemu kau malah tidak mengenaliku, aku memberimu satu petunjuk nama Tiara Putri jovangka" ucap Karen.
"bukan Tiara sudah m*t*" gumam Angga bingung.
"baiklah kau masih bingung aku akan menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tapi kau jangan memotong ucapanku kau mengerti" ucap karen diangguki oleh Angga.
"lima belas tahun yang lalu ayahku menghianati keluarga Brawijaya ibuku sangat marah saat itu karena dia adalah tangan kanan dari nyonya alisa selaku queen dari mafia red night, setelah menangkap ayah aku dia di kurung di ruang bawah tanah dan sejak saat itu aku di latih dengan keras saat usia dua tahun untuk menjadi anggota mafia, hingga satu tahun kemudian keluarga Brawijaya membawa seorang gadis yang baru mereka selamatkan dari penculikan, dia adalah Tiara putri jovangka karena tuan dan nyonya sangat menyukai Tiara saat pertama kali pertemu mereka langsung mengangkat Tiara menjadi anaknya, karena nyonya Brawijaya tidak dapat hamil hingga mereka memutuskan untuk mengadopsi Tiara saat itu juga" ucap karen terjebak kerena halus dia langsung minum.
"maaf,baik aku akan melanjutkannya Tiara Tampa pikir panjang langsung menyetujui untuk menjadi anak angkat keluarga Brawijaya, dan sejak saat itu Tiara menjadi nona muda keluarga Brawijaya yang di kenal sebagai dengan nama putri, tuan dan nyonya Brawijaya juga ingin nona tinggal bersama dengan mereka tapi nona menolaknya karena dia khawatir dengan keluarganya pasti mencarinya dengan bujukan tuan dan nyonya akhirnya nona setuju tinggal bersama dengan mereka, setelah nano menyetujuinya mereka langsung menyembunyikan data-data nona dan saat itu juga aku juga dikirim ke keluarga jovangka untuk menyamar sebagai Tiara di keluarga jovangka" ucap Karen.
"jadi selama ini yang tinggal bersama dengan Tante Tania dan om Haris itu lo" ucap Angga.
"iya itu aku tapi dua tahun terakhir ini nona putri lah yang berada di keluarga jovangka demi mencari keberadaan Kim black dragon yang telah membunuh tuan dan nyonya Brawijaya" ucap Karen.
"aku mengerti sekarang, lalu nama Tiara palsu ini siapa?" Tanya angga mengerjai cinta pertamanya.
"jangan memanggilku dengan sebutan palsu aku hanya di suruh menyamar menjadi Tiara saja, namaku Tiara Karen Wilson" ucap Karen mengerucutkan bibirnya.
"apa kau tahu aku sangat merindukanmu" ucap Karen memeluk Angga.
"tapi aku tidak" ucap Angga jahil yang membuat Karen melepaskan pelukannya.
"apa kau tidak mencintaiku lagi seperti dulu" ucap Karen menunduk kepalanya menahan air matanya.
"tentu saja tidak aku hanya sedikit kecewa denganmu kenapa kau tidak memberi tahukan tentang ini dari awal" ucap Angga mengangkat memegang dagu karen.
"do you want to be my girlfriend" ucap Angga berlutut di depan Karen.
"Yes" ucap Karen meneteskan air mata.
"jangan menangis aku tidak ingin melihat orang yang aku cintai menangis di depan, aku hanya ingin melihatmu tersenyum bukan menangis" ucap Angga memeluk karen.
"sudah jam segini mau aku antar pulang" ucap Angga melepas pelukannya.
"tidak aku mau ikut denganmu an" ucap Karen manja.
"tapi aku mau ke markas serigala perak ren" ucap Angga.
"aku tidak mau tahu aku ikut titik" ucap Karen memengang tangan Angga sambil menggoyangkannya.
"baik tapi jangan nakal-nakal di sana" ucap Angga mengingat saat Karen menyamar menjadi Tiara dia sangat genit di depan Radit.
__ADS_1
"sip bos" ucap Karen senang.