
"aku ingin bertemu dengan el aku baru saja selesai mengerjakan berkas-berkas perusahaan. aku juga ingin mengajak el ke mall jalan-jalan tapi sepertinya el sedang sibuk" ucap Tiara menatap marsel dengan imut.
"kau ingin jalan-jalan baiklah tunggu sebentar" ucap Marsel mengusap rambut panjang Tiara.
......................
"iya" ucap Tiara sambil mengangguk-anggukkan kepalanya Pelang.
Marsel yang mendengar tersebut langsung kembali fokus pada berkas. tidak lama kemudian marsel selesai menanda tangani berkas.
"Ara ayo pergi aku sudah selesai" ucap marsel memegang tangan Tiara.
"kalian mau kemana?" tanya Daniel.
"gue sama Ara kau pergi ke mall jalan-jalan kenapa kau ikut" ucap marsel.
"tidak gue tidak mau jadi nyamuk di antara kalian berdua" ucap Daniel pergi dari hadapan marsel dan Tiara.
Marsel dan tiara tidak menghiraukan ucapan Daniel mereka berjalan menuju ke lift menuju ke lantai bawah.
lift terbuka mereka keluar dari lift sambil berpegangan tangan. Marsel keluar dari perusahaan menuju ke parkiran mobil khusus coe. setelah sampai di depan mobil dengan sigap Marsel membuka pintu mobil untuk Tiara.
"makasih el" ucap Tiara diangguki oleh marsel sambil tersenyum mengusap rambut panjang Tiara.
Marsel berlari ke arah pintu kemudi mobil setelah masuk ke dalam mobil marsel melajukan mobilnya ke mall pusat kota.
skip
Marsel membuka pintu mobil untuk Tiara mengulurkan tangannya Tiara yang melihat tersebut tersenyum menyambut uluran tangan Marsel. mereka masuk ke dalam mall sambil memegang tangan.
"mereka sangat romantis" ucap pengunjung perempuan A.
"lo benar sudah tampan romantis lagi definisi calon suami idaman" ucap pengunjung perempuan B.
"andai saja pacarku seromantis dia" ucap pengunjung C membayangkan bahwa kekasihnya bisa seperti marsel.
dan masih banyak pengunjung yang memuji kemesraan mereka.
"el sini disana ada toko coklat mampir yah" ucap Tiara memasang wajah imutnya.
"ya ampun kepada Tiara memasang wajah imutnya jadi tidak dibisa menolak" batin marsel.
Tiara yang mendengar batin marsel langsung tersenyum ceria.
"iya boleh tapi kau tidak boleh memasang wajah imut seperti itu didepan orang lain ok" ucap marsel.
"ok" ucap Tiara tersenyum menarik tangan Marsel menuju ke arah toko coklat.
......................
ditempat serena dkk.
"Jesicca lihat deh apa warna lipstik ini cocok dengan aku tidak" ucap Vita memperlihatkan pergelangan tangan yang sudah di coret dengan lipstik.
"warnanya cocok untukmu" ucap jesicca.
"aku beli delapan untuk kalian semua" ucap Vita yang membuat Serena dkk menatap Vita.
"kenapa kau membeli banyak lipstik?" tanya Gladis.
"aku membeli banyak lipstik untuk kalian juga bukan untukku sendiri" ucap Vita.
"oh, seperti Vita sedang senang hari ini" ucap serena.
__ADS_1
"tentu saja aku sedang senang hari ini kemarin aku mendapatkan tender proyek yang sangat besar" ucap Vita.
"aku tidak percaya dengan ucapmu bukan kau selalu mendapat tender besar kau hanya biasa-biasa saja, dan ini kau senang pasti ada apa-apanya iya kan?" ucap Yuna menatap penuh selidik.
"sebenarnya sih aku tidak terlalu senang dengan tender ini tapi yang membuatku senang adalah orang yang bekerja sama dengan perusahaan aku dia sangat tampan" ucap Vita.
"wow sepertinya Vita sudah mulai merasakan jatuh cinta" ucap serena.
"sepertinya" ucap fira.
......................
di tempat Radit dkk selena dan Anna.
"Anna kau coba deh seragam ini" ucap Selena memperlihatkan baju seragam.
"baiklah aku akan mencobanya kau tunggu aku disini ok" ucap Anna pergi ke ruang ganti.
setelah Anna pergi Selena kembali melihat-lihat baju yang ada di sana.
"Radit sini deh" Panggil Selena kepada Radit.
Radit menghampiri Selena yang sedang melihat-lihat baju.
"ada apa selena" ucap Radit di belakang selena.
"coba deh baju ini seperti cocok untukmu" ucap Selena memperlihatkan baju kokoh.
"baiklah aku akan mencobanya kau tunggu di sini" ucap Radit mengusap rambut Selena.
......................
ditempat marsel dan Tiara.
"el sepertinya aku harus mengabari ayah deh" ucap Tiara melihat jam tangannya.
"memang kenapa?" tanya marsel penasaran.
"ayah menyuruh pulang belum jam satu siang dan sekarang sudah jam 12.54 jadi aku harus mengabarinya keluarga aku dulu tapi pakai handphonemu yah" ucap Tiara.
"baiklah" ucap marsel memberikan handphonenya ke Tiara.
Tiara mengetik nomor ayahnya di handphone Marsel kemudian menelponnya.
"halo" ucap Tiara setelah ayah mengangkat teleponnya.
"iya dengan siapa?" tanya ayah di sebrang sana.
"ini Tiara ayah aku memakai handphone Marsel" ucap Tiara.
"oh Tiara kenapa sayang" ucap ayah diseberang sana.
"aku ingin minta izin kepada ayah aku tidak bisa pulang sesuai dengan keinginan Ayah" ucap Tiara.
"memang kau sedang berada di mana?" tanya ayah diseberang sana.
"aku sedang berada di mall bersama dengan marsel ayah" ucap Tiara.
"bisakah kau memberikan telpon ini kepada marsel" pita ayah.
"baiklah" ucap Tiara memberikan telpon tersebut kepada marsel.
"ada apa!" tanya marsel yang bingung.
__ADS_1
"ayah mau bicara denganmu" ucap Tiara menyodokkan handphone Marsel.
Marsel mengambil handphonenya mengarahkannya ke telinganya.
"ada apa ayah" ucap Marsel.
"Marsel ayah kau jaga Tiara jangan sampai di pulang dengan luka goresan sedikitpun" ucap ayah diseberang sana.
"tentu saja aku akan menjaga Tiara dia itu pacarku" ucap Marsel.
"aku percaya padamu kalo begitu aku tutup dulu telponnya" ucap ayah mematikan teleponnya.
"guys itu putri dan Marsel bukan?" ucapan seorang gadis yang baru saja masuk ke restoran.
"iya vita mereka Marsel dan tiara kita samperin aja mereka" ucap seorang gadis.
mereka bertujuh menghampiri Tiara dan marsel.
"putri" panggil salah satu gadis tersebut menghampiri Tiara dan marsel.
"di sini" ucap Tiara kaget cool melihat ketujuh Sahabatnya ada di mall.
"bahan makanan di mansion sudah hampir habis maka kita kesini belanja kebutuhan dan sekali membeli makeup. kebetulan kami melihat kalian jadi kami menghampiri kalian sekali makan siang" ucap Yuna.
"oh" ucap Tiara dan Marsel.
"duduk" perintah Tiara menatap kearah para sahabatnya.
"baik" ucap mereka serentak mengikuti perintah Tiara.
"nona tua mau pesan apa" ucap pelayan yang menghampiri Tiara dkk.
"spaghetti, juz melon dan nasi goreng pedas, dan juz alpokat" ucap marsel yang membuat Tiara membulatkan matanya menatap marsel.
"kau masih mengingat makanan sesukaku" ucap Tiara.
"tentu saja aku mengingatnya" ucap marsel.
"samai saja semua biar mbaknnya tidak repot" ucap Vita diangguki oleh yang lain.
"kalian sedang apa disini bukankah kau sedang bekerja dikantor dan marsel kau sedang mengurus restoranmu?" tanya Gladis bingung.
"pekerjaan kami sudah selesai makanya aku dan el memutuskan untuk jalan-jalan di mall sekali belanja" ucap Tiara.
"oh, aku kira kalian lari dari tanggung jawab" ucap fira.
"kau kira kau apa lari dari tanggung jawab" ucap Tiara kesal mengerut bibirnya.
"bibirmu mau aku cium" ucap marsel yang membuat Tiara menutup mulutnya dengan tangan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"oh iya, kalian sudah belanja apa yang kalian butuhkan" ucap Marsel.
"belum" ucap Jesicca mewakili yang lain.
beberapa saat kemudian pelayan datang pelayan mengantar makanan yang mereka pesan.
"silahkan nona dan tua" ucap pelayan tersebut sambi menata semua makanan.
"kasian Mbak" ucap Yuna.
"sama-sama nona" ucap pelayan tersebut membungkukkan kepala kemudian pergi
Tiara dkk dan marsel memakan yang sudah di siapkan oleh pelayan.
__ADS_1