
"putri sini sayang grandpa mau bicara denganmu" ucap grandpa.
......................
"mau bicara apa grandpa" ucap Tiara duduk di samping grandpa.
"kau dan marsel sudah lama pacaran grandpa mau kau menikah dengannya" ucap grandpa yang membuat Tiara terkejut.
"tapi grandpa Tiara Masih tujuh belas tahun bagaimana mungkin aku menikah muda" ucap Tiara menetralkan rasa terkejutnya.
"grandpa tidak mau tahu kau harus menikah dengan marsel, grandpa juga sudah bicara dengan pak Iyan Tentang ini" ucap grandpa mengelus rambut Tiara.
"apa benar ayah?" tanya marsel yang diangguki oleh ayah Iyan membuat Marsel senang.
"iya kebetulan tuan Brawijaya dan almarhum kakekmu sahabat jadi tentu dia juga pernah melihatmu" ucap ayah Iyan.
"saat pertama kali kita bertemu aku sudah tahu kalo kau adalah cucu dari sahabatku Emilio, jadi aku berinisiatif untuk menikahkan kalian berdua apa lagi kalian sudah pacaran selama 6 tahun" ucap grandpa.
"kalo El setuju maka aku juga akan setuju dengan permintaan grandpa" ucap Tiara tersenyum.
"yes, akhirnya aku bisa menimang cucu dan juga dapat menantu cantik" ucap bunda Desi senang.
"bagaimana marsel apa kau setuju?" tanya ayah Iyan.
"tentu saja aku mau apa lagi saat di negara i banyak orang yang menyukai Tiara yang membuat aku sangat marah dan kesal" ucap marsel berdiri dari tempat duduknya menuju ke arah Tiara lalu memeluknya.
pertemuan antara perusahaan dipenjuru dunia berjalan dengan baik tanpa hambatan begitu juga dengan Tiara yang kebetulan melihat Kim black dragon yang ikut dalam pertemuan itu.
satu-persatu dari keluar dari hotel dan juga banyak yang menginap di sana begitu juga keluarga Mahardika dan Wiguna menginap di hotel itu.
......................
disalah satu kamar hotel.
"Ayah tahu saat pertemuan tadi aku seperti melihat Tiara anak Tania dan haris" ucap bunda Bayu menatap suaminya.
"masih sih bunda" ucap ayah Bayu tidak percaya.
"iya masa bunda berbohong sih ayah, waktu itu bunda juga melihat teman-temannya Tiara loh, sumpah bunda tidak berbohong" ucap Bunda bayu serius.
"jika bunda tidak berbohong maka apa yang Bunda Lihat itu benar atau wajah orang lain yang bunda lihat yang sama persis dengan wajah Tiara dkk, tapi jika itu benar lalu kenapa mereka menaruh mayat palsu" ucap ayah Bayu.
"jika yang bunda lihat orang yang sama persis dengan wajah Tiara dkk mana mungkin wajah mereka sangat mirip sekali" ucap bunda tampak berpikir.
"ayah juga tidak tahu tentang itu, tapi yang pasti itu bukan Tiara dkk bunda lihat kan dengan mata kepala bunda sendiri saat pemakaman Tiara kemarin" ucap ayah Bayu.
"iya juga sih" ucap bunda Bayu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"tapi tetap saja aku sangat penasaran dengan mereka" ucap bunda Bayu.
"aku harus menelpon Tania, memberi tahukannya tentang apa yang aku lihat" ucap bunda Bayu menelpon Tania.
__ADS_1
......................
di tempat Tiara dan Marsel
"Marsel lihat disana Kim black dragon" ucap Tiara menunjuk ke arah seorang pria.
"kau benar apa kau mau mengikutinya ara?" tanya marsel.
"ini kesempatan bagus el kita harus mengikutinya" ucap Tiara tersenyum devil.
Marsel dan tiara bergegas menuju ke mobil setelah mereka masuk mereka langsung mengikuti Kim black dragon.
jalan sepi Tiara bergegas keluar dari kaca mobil sambil memegang pistol mengarahkannya ke ban mobil.
dor
bom
mobil meledak dan terbakar sedangkan Kim black dragon berhasil keluar dari mobil sambil menatap tajam ke arah mobil Tiara dan marsel. Kim black dragon menghampiri mobil mereka mengeluarkan pistol mengarah ke mobil Tiara dan marsel.
Tiara dan marsel keluar dari mobil menatap Penuh dendam kepada Kim black dragon.
"halo paman Xavier lama tidak bertemu kau sungguh luar biasa kau bisa bersembunyi dari queen devil dan Kim God of darkness" ucap Tiara menatap tajam ke arah Kim black dragon.
"ternyata kau, selama kau berhasil menemukanku, itu artinya hidup kau tidak lama lagi" ucap Xavier.
"harusnya aku yang bilang seperti itu hidupmu tidak lama lagi tapi malah keduluan" ucap Tiara cemberut.
"Ara jaga cemberut begitu dong nanti cantik hilang" ucap Marsel.
"hati-hati Ara Jangan sampai Kau terluka jika tidak aku akan mengambil alih pertarungan mu" teriak marsel.
"iya kau tenang saja el" teriak Tiara disela-sela pertarungannya.
"hahaha kau tambah hebat yah" ucap Xavier memuji gaya bertarung Tiara.
"tentu saja kau kira aku lemah, oh iya tentang anak perempuanmu satu-satunya itu apa kau pernah melakukan hubungan ****" ucap Tiara.
"dari mana kau tahu tentang itu, sedangkan istriku saja tidak mengetahuinya" ucap Xavier.
"tentu saja aku tahu, aku pernah menyamar menjadi murid disekolah yang sama dengan putrimu dan juga aku pernah menyelidiki tentang itu" ucap Tiara tersenyum.
"bagaimana ini, aku harus mencari cara agar aku bisa kabur dari sini dia sangat kuat aku tidak bisa melawannya" batin Xavier yang sudah kewalahan menghadapi Tiara.
Xavier menatap sekeliling saat melihat marsel seketika dia langsung tersenyum.
Xavier langsung berlari kearah marsel setelah mencapai marsel Xavier langsung mencekik leher Marsel dari belakang.
Tiara yang melihat tersebut hanya menatap Xavier dengan malas Tampa menghiraukan apa yang dia lakukan terhadap marsel malah dia kasihan pada Xavier.
"aku akan membunuh laki-laki ini jika kau tidak membiarkanku pergi dari sini" ucap Xavier mengancam
__ADS_1
"lakukan saja jika kau berani untuk melakukan Paman Xavier" ucap Tiara menantang Xavier.
"tentu saja aku berani melakukannya" ucap Xavier mencekik kuat leher marsel.
Marsel hanya diam mulai bergerak mengarah siku ke perut Xavier yang membuatnya melepas cekikikannya.
setelah lepas dari Xavier marsel langsung menghampiri Xavier kemudian langsung memukul pundaknya dengan keras yang membuat pingsan.
Tiara yang melihat tersebut tersenyum tipis melihat kelakuan calon suaminya itu.
"Ara kita bawah dia ke markas God of darkness saja yah" ucap marsel menghampiri Tiara.
"iya El itu lebih baik" ucap Tiara memeluk marsel.
Tiara dan marsel mengikat Xavier setelah itu langsung masuk ke dalam mobil setelah itu langsung meninggalkan tempat itu menuju ke arah markas god of darkness.
......................
di negara i markas Radit dkk
"harum Iqbal apa lo mau ikut balapan di sirkuit" ucap Erlangga.
"tentu saja gue mau ikut sekalian gue mau melampiaskan marah aku kepada mafia yang sudah membunuh adikku" ucap Iqbal dianguki oleh harum.
"apa lo masih tidak ikhlas dengan kepergiannya bukan dulu itu maumu supaya Tiara pergi dari hidupmu sendiri dan sekarang setelah Tiara pergi Lo malah tidak mengikhlaskan" sindir Angga.
"itu dulu setelah kami melihat setelah melihat berubah Tiara itu membuatku sadar dengan apa yang gue dan Iqbal lakukan selama ini" ucap harum.
"setelah apa yang buat dengan Tiara selamat ini, kalian baru sadar Sekarang nasi sudah jadi bubur Tiara tidak akan pernah kembali lagi ke sini" ucap Angga menahan air mata.
"apa Lo suka dengan tiara?" tanya Wisnu.
"iya gue suka dengan Tiara memang kenapa ha, sejak dulu hingga sekarang gue suka dengannya" teriak Angga.
"saat gue tahu Tiara sudah punya pacar itu membuatku sakit Tapi gue tahu bahwa marsel sangat tulus mencintai Tiara, jadi gue mundur" ucap Angga.
"sejak kapan Lo suka dengan Tiara?" tanya nio yang penasaran.
"lima tahun yang lalu, saat itu gue tidak sengaja pertemu dengan Tiara saat itu gue masih belum tahu bahwa dia adik kalian berdua, awal pertemu ku dan Tiara dia bersikap sangat dingin dan datar itulah membuatku suka dengannya, setelah mengetahui bahwa Tiara adalah adik kalian berdua itu membuatku heran karena kalian tidak menganggap Tiara adik kalian" ucap Angga.
"itu artinya Lo sudah lama suka dengan Tiara, dan juga mengapa Lo selalu menasehati Iqbal dan harum" ucap farel.
"iya, bukan hanya itu sebenarnya Tiara sama sekali tidak pernah membuliy Selena" ucap anga yang membuat Radit dkk kaget.
"apa maksudmu angga?" tanya Radit yang sedari tadi hanya diam kini ikut bersuara.
"Tiara sama sekali tidak pernah membuliy Selena" ucap Bayu yang membuat mereka mengerutkan keningnya bingung.
"gue dan Tiara dulu selalu menghabiskan waktu bersama, gue tahu watak asli Tiara selama ini bukan seperti apa yang kalian lihat selama ini" ucap Angga.
"tolong ceritakan tentang Tiara yang selama ini Lo tahu" ucap Iqbal memohon kepada Angga.
__ADS_1
Angga mulai menceritakan tentang semua hal yang dia ketahui tentang Tiara selama ini bahkan semua yang pernah mereka lakukan.
setelah menceritakan semuanya Radit dkk tercengang mendengar tersebut.