Transmigrasi Sarah

Transmigrasi Sarah
tinggal bersama dengan keluarga jovangka


__ADS_3

Tiara naik ke tangga menuju ke lantai dua kamar.


"kami pulang" ucap Iqbal dan harum bersamaan.


......................


"kalian sudah pulang ternyata" ucap bunda.


"iyaa bunda, Tiara sudah pulang bunda" ucap Iqbal.


"baru saja naik kamarnya" ucap bunda.


"kalo begitu aku dan Iqbal naik dulu iya bunda aku capek ingin istirahat dikamar" ucap harum dianguki Oleh bunda.


"harum Iqbal belum makan malam bersama mulai bunda ingin kalian sudah ada di bawah bunda tidak ingin teriak memanggil kalian untuk turun. oh iya sekalian Panggil Tiara untuk turun iya" ucap bunda di angguki oleh mereka.


harus dan Iqbal naik ke kamar mereka masing-masing untuk istirahat.


......................


di dalam kamar Tiara.


handphone Tiara berbunyi Tiara melihat siapa yang menelepon mengangkat telepon tersebut dengan penasaran.


"ada apa" ucap Tiara.


"queen saya ingin menyampaikan bahwa dua hari lagi ada bertemu antara para pengusaha besar. jadi semua ceo akan ikut dalam pertemuan itu dan juga bisa mencari informasi terkait orang yang anda cari disana" ucap sekertaris jeni.


"baiklah saya akan kesana untuk mewakili putri company" ucap Tiara.


"oh iya queen untuk perusahaan queen company apa queen juga akan mewakilinya" ucap jeni.


"tidak saya akan menyuruh tangan kanan saya untuk menggantikan saya untuk mewakili perusahaan queen company" ucap Tiara.


"baiklah kalo begitu saya tutup telponnya dulu queen saya masih masih banyak lagi berkas yang harus saya periksa" ucap jeni.


"baiklah" ucap Tiara mematikan teleponnya.


setelah menutup teleponnya Tiara memasuki kamar mandi membersihkan tubuhnya yang lengket. setelah mandi Tiara langsung mengambil laptop mengotak Atik laptopnya mengecek apakah marsel sudah mengirim proyek kerja samanya.


Tiara melihat dan membaca dengan teliti proyek milik marsel setelah membaca Tiara langsung mengerjakannya.


harum dan Iqbal turun kebawah setelah beristirahat dan mandi.


"loh, kalian tidak memangil Tiara turun kesini" ucap bunda.


"kami berdua lupa bunda" ucap Iqbal terkekeh kecil menggaruk kepalanya tidak gatal.


"kalian ini, sana Pangil adik kalian turun ke sini setelah itu kita mulai makan malamnya" ucap bunda dibalas dengan anggukan kepala pelan.


Iqbal dan harum naik kelantai dua menuju ke kamar Tiara. harum dan Iqbal sampai di depan pintu kamar Tiara mengetuk pintunya pelan. harum memegang gagang pintu kamar Tiara yang ternyata tidak dikunci.

__ADS_1


"ternyata tidak dikunci" gumam harum pelan.


"harum lebih baik kita langsung masuk saja ke dalam kamar Tiara" ucap Iqbal dianguki oleh harum.


Tiara sedang fokus pada laptopnya tidak menyadari kedatangan harum dan Iqbal di kamarnya.


"pantas saja marsel meminta bantuan aku ternyata proyek ini sangat sulit untuk di kerjakan" ucap Tiara.


"apa yang di lakukan Tiara apa jangan-jangan dia mengerjakan Proyek yang di minta oleh marsel tapi bagaimana mungkin dia akan masih sma mana mungkin" batin Iqbal.


"seperti Tiara mengerjakan Proyek yang di minta oleh marsel" batin harum.


Tiara berhenti mengetik membalikkan badannya terkejut melihat harum dan Iqbal.


"lakukan" ucap Tiara menetralkan rasa terkejutnya melihat harum dan Iqbal.


"tidak kami tidak melakukan apa-apa" ucap harum.


"oh, masuk" ucap Tiara menatap harum dan Iqbal bergantian.


"kami berdua sebenarnya ingin memanggilmu untuk turun kebawah, kami sudah mengetuk pintu kamar yang ternyata tidak dikunci. kami memutuskan untuk masuk memanggilmu" ucap Iqbal menjelaskan.


"oh" ucap Tiara berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar kamar.


harum dan Iqbal mengikuti Tiara dari belakang. menuruni tangga menuju ke bawah ruang makan.


"kau sudah datang sayang sini duduk di samping bunda" ucap bunda diangguki oleh Tiara.


Tiara langsung menulis di buku kecil "terimakasih bunda" isi dari buku yang ditulis oleh Tiara.


"sama-sama anak bunda yang cantik" ucap bunda tersenyum mengusap rambut panjang Tiara.


"Tiara kau tinggal bersama dengan bunda dan ayah saja yah sayang tidak baik jika kau terus menyusahkan Gladis sayang" ucap bunda.


Tiara menulis "tapi bunda aku masih merindukan mereka bunda aku sudah dua tahun tidak bertemu dengan mereka"


"jika aku tinggal di sini maka aku tidak bebas melakukan apapun yang aku mau termasuk mencari tau siapa yang membuat Tiara kecelakaan dan menemukan informasi tentang keberadaan Kim yang Tiara cari" batin Tiara.


"Tiara bunda mohon" ucap bunda yang membuat Tiara menghela nafas panjang.


"baik" ucap Tiara.


"sudah kalian makan" ucap ayah yang sedari tadi hanya diam menyimak berbicara anak dan istrinya.


mereka memulai makan malam bersama Tanpa suara yang terdengar suara sendok yang berbenturan.


"selesai" ucap Tiara meninggal ruang makan.


Tiara memutuskan tidak berkumpul bersama di ruang keluarga lebih memilih naik ke kamar melanjutkan proyek yang dikerjakan.


"loh Tiara tidak ikut berkumpul" ucap bunda mencari keberadaan Tiara.

__ADS_1


"mungkin dia sedang berada di kamarnya bunda tapi saat aku dan harum masuk ke dalam kamar kami melihat Tiara sedang mengerjakan sesuatu" ucap Iqbal.


"oh" ucap bunda sambil mengangguk-anggukkan kepalanya Pelang.


Tiara fokus mengerjakan proyek hingga jam 23.00.


"sudah jam segini lebih baik aku istirahat sebentar lalu melanjutkan proyeknya mumpung besok hari Minggu" ucap Tiara.


Tiara beristirahat sejenak setelah itu langsung melanjutkan proyek hingga jam 02.56.


"tidak terasa sudah jam dua lebih baik aku tidur besok aku juga harus ke perusahaan mengurus semua berkas yang bertumpukkan" ucap Tiara naik ke atas kasur busa.


tidak lama kemudian mata Tiara langsung tertutup.


......................


pagi jam 06.00 Tiara terbangun masuk ke dalam kamar mandi setelah itu turun ke bawah. Tiara menuju ke arah dapur untuk membuat sarapan pagi yang ternyata bunda juga berada di sana.


"pagi" ucap Tiara menyapanya bunda yang sedang.


"pagi Tiara sayang sedang ada apa kepada kau pergi ke dapur.


"membuat" ucap Tiara membuka pintu kulkas mengambil buah-buahan.


"kau mau membuat sarapan pagi" ucap bunda.


"iya" ucap Tiara memotong buah-buahan yang dia ambil.


setelah memotong buah-buahan Tiara langsung pergi dari sana. Tiara memakan buah yang sudah dia potong selesai memakannya Tiara mengambil kunci mobilnya.


"pergi" ucap tidak pamit kepada ayah dan bunda.


"mau kemana sayang" ucap ayah.


"s a j d t d l (sudah ada janji dengan teman di luar) "ucap Tiara.


"oh baiklah tapi ingat kau harus pulang jam satu siang" ucap ayah.


Tiara langsung pergi dari sana setelah mendapatkan izin. Tiara masuk ke dalam mobil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalan.


skip


Tiara sampai di perusahaan Queen company di sambut oleh sekertaris Hana.


"selamat datang queen" ucap Hana membungkukkan kepalanya.


"hmm" dehemanya masuk ke kantor menuju ke lift khusus coe.


Tiara sampai di ruang coe di sana sangat banyak berkas bertumpukkan di atas meja.


"Queen ini semua berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Hana.

__ADS_1


"keluar" ucap Tiara menyuruh Hana keluar setelah Hana keluar Tiara duduk di kursi menanda tangani berkas.


__ADS_2