
"bukan suara perut Alexa" ucap Alexa Tampa sadar.
"ayo kita makan malam sepertinya putri kecil kita lapar" ucap Marsel mengendong Alexa menuju ke ruang makan.
......................
Di negara l.
Raina terbangun dari tidurnya merasa tubuhnya berat alangkah terkejutnya melihat Devan memeluk pinggangnya. Devan merasa pergerakan dari Raina terbangun dengan senyum terbit di bibirnya.
"kau sudah bangun" ucap Devan ******* ***** Raina yang membuatnya terkejut.
"lo mencuri first kiss gue" teriak Raina bangun dari kasur tapi dengan sigap Devan menarik tangan Raina yang membuatnya kembali berbaring di tempat tidur.
"aku sudah mencurinya tadi saat aku tidur" ucap Devan santai.
"bagaimana ini lo sudah mencuri first kiss gue, yang akan gue berikan kepada suami gue nanti" ucap Raina khawatir.
"aku akan menjadi suamimu apa kau lupa" ucap Devan yang membuatnya sadar.
"tapi kemungkinan gue atau lo akan memutuskan pertunangan kita, gue nggak mau menikah Tampa adanya cinta satu sama lainkan" ucap Raina.
"siapa bilang kita akan menikah Tampa adanya cinta, aku mencintaimu begitu juga denganmu" ucap Devan yang membuat Raina terkejut.
"bagaimana Lo bisa tahu kalo gue mencintaimu" ucap Raina.
"sudah lama" ucap Devan ******* bibir Raina dengan lembut.
Raina hanya diam tanpa membalas ****** Devan yang membuat kesal. Devan mengigit bibir bawah Raina yang membuatnya terbuka. Dengan sigap Devan langsung memasukkan ******** di ***** Raina. Devan mencari ***** Raina saat bertemu Devan langsung memainkannya ******** dengan ***** Raina.
Raina memukul dada Devan yang membuatnya melepaskan *********. Devan memegang bibir Raina yang basah dengan liurnya lalu melapnya dengan tangan.
"Lo mau membunuhku" ucap Raina memalingkan wajahnya ke samping.
"aku kamu" ucap Devan memeluk dengan erat tubuh Raina, Raina pasrah hanya mengangguk Pelang.
"sekarang kau tidak boleh tersenyum kepada pria lain selain aku kau mengerti kan jika tidak aku akan menghukum mu" bisik Devan di telinga Raina lalu tersenyum lembut mengelus rambut Raina.
"i....y...a" gugup Raina tanpa melihat wajah Devan.
"tolong lepaskan aku lapar mau masak di dapur" ucap Raina yang membuat Devan melepas pelukannya.
Raina pergi dari sana dengan wajah merah tapi bisa dia kembali. setelah sampai di dapur Raina langsung mencari bahan makanan untuk di masak di kulkas.
"bagus di sini banyak bahan, aku masak ayam bakar kecap, nasi goreng, jus jeruk dan chocolate cake" gumam Raina mengeluarkan semua bahan.
beberapa saat kemudian masakkan Raina sudah jadi lalu membawanya ke meja makan. Raina menatanya dengan rapi setelah itu membuka hendphonenya.
"wah tampan banget sih, aku jadi kangen dengannya" ucap Raina melihat foto yang dikirim oleh Tiara.
"siapa yang tampan?" tanya Devan cemburu menepati tunangannya sedang memuji orang lain.
"bukan siapa-siapa"ucap Raina cepat Devan kesal langsung mengambil hp Raina.
Devan melihat siapa yang di puji oleh Raina dia merasa lengah melihat siapa yang dia puji.
"siapa anak ini dia sangat tampan" ucap Devan memuji ketampanan Alex.
"dia anak dari sahabatku, usianya masih lima tahun" ucap Raina yang membuat Devan kaget.
"bukankah sahabatmu seusia denganmu" ucap devan diangguki oleh Raina.
"dia menikah muda diusia 18 tahun, dulu mereka sempat pacaran selama 5 tahun, karena orang tua si pria sahabat dengan grandpa mereka memutuskan untuk menikah mereka" ucap Raina.
"wah hebat mereka bisa bertahan selama itu, jika laki-laki lain tidak cukup satu orang saja sedangkan dia" kagum Devan sambil menggelengkan kepalanya Pelang.
......................
di tempat Vira.
"lo ternyata hanya memanfaatkan gue selin" teriak seorang laki-laki menujunya seorang gadis.
"salah Lo sendiri ngapain lo mau aja dimanfaatin" ucap gadis bernama Selin.
Vira yang melihat tersebut mengerutkan keningnya bingung lalu mendekati mereka berdua.
"jika gue tau dari awal gue pasti tidak akan pernah mau mengejar Lo" teriaknya lagi sambil menunjuk ke arah Selin.
"Lo saja yang bodoh delvian, percaya kepada gue hingga seseorang yang mencintai Lo dengan tulus malah Lo sia-siakan" ucap Selin yang laki-laki tersebut merupakan delvian.
delvian yang mendengar tersebut langsung teringat kejadian dimana di menghina mencaci maki Serena.
"jika bertengkar itu di tempat yang tidak ada orang, Lo hanya mempermalukan diri sendiri" sindir Vira.
Selin dan delvian yang mendengar tersebut langsung melihat ke arah Vira berdiri
"kasih sekali dia dimanfaatin"
"pasti dia menyesal telah menyia-nyiakan orang yang tulus mencintainya"
"mereka Hanya mempermalukan diri sendiri dengan bertengkar di depan umum"
dring
hp Vira berbunyi yang membuat mengalihkan perhatian di hpnya melihat siapa yang menelepon.
"nada dering hp itu mirip dengan nada dering hp serena" batin delvian yang mendengar nada dering hp Vira.
Vira tidak mengangkat telponnya lalu pergi dari sana menuju ke tempat yang tenang. delvian yang melihat tersebut langsung mengikuti Vira dari belakang lalu menariknya.
"lepas" ucap Vira memberontak karena di tarik oleh orang yang tidak dikenal.
delvian melepas tangan Vira di dekat kursi taman. delvian duduk di sana lalu menarik tangan Vira agar duduk.
"gue mau tanya Lo kenal dengan cewek ini" ucap delvian memperlihatkan foto Serena.
"dari mana Lo mendapatkan foto sahabat gue" ucap Vira menatap tajam ke arah delvian.
__ADS_1
"Lo sahabatnya Serena pantas saja Nada dering hp Lo mirip dengannya" ucap delvian kaget sekali senang.
"bisakah Lo mempertemukan kami berdua" ucap delvian dengan tatapan sendu.
"gue nggak bisa" ucap Vira yang membuat delvian menatap Vira bingung.
"tidak bisa bagaimana Lo sahabatnya, tentu saja mempertemukan gue dengannya" tanyanya menatap Vira lekat lekat.
"yah gue nggak bisa karena malam ini Serena akan bertemu dengan calon suaminya" ucap Vira yang membuat delvian kaget.
"calon suami" gumam delvian tapi masih di dengar oleh Vira.
"dia dijodohkan oleh orang tuanya, dan malam ini dia akan bertemu dengannya" ucap Vira berdiri pergi dari sana.
"tidak mungkin" ucap delvian dengan tatapan mata kosong lalu meneteskan air mata.
"Vian, Lo menangis" ucap seseorang menepuk pundak delvian yang membuatnya terkejut dia adalah Alvin.
"tidak gue" ucap menangis Alvin langsung memeluknya karena sedari tadi dia mendengar percakapan Vira dan delvian dari kejauhan.
"sabar, gue yakin Lo pasti bisa mendapatkan orang yang tulus mencintaimu seperti Serena" ucap Alvian sembari mengelus punggung delvian.
......................
malam harinya.
"SERENA YUNA DIMANA KALIAN, KITA AKAN BERANGKAT" teriaknya bunda.
Serena dan Yuna turun dari tangga berjalan dengan anggun. bunda yang melihat tersebut tersenyum menghampiri kedua anaknya.
"kalian sangat cantik" puji bunda sambil mengelus pipi Serena dan Yuna.
"makasih bunda" ucap Serena dan Yuna bersama sambil tersenyum lembut.
"Ayo kita pergi nanti telat" ucap ayah yang diangguki oleh mereka bertiga.
setelah memalui berjalan mereka sampai di sebuah restoran milik Serena itu sendiri. mereka duduk menunggu kedatangan seseorang. tidak lama kemudian mereka datang.
"halo Aldo" sapanya kemudian duduk.
"vian, lama tidak bertemu dimana putramu yang kau katakan Tampan" sapa balik ayah.
"kau akan tercengang melihat ketampanan putraku nanti" ucapnya sombong.
"oh iya diantar mereka siapa yang akan menjadi menantuku" ucap seorang wanita bingung.
"Widya dia yang akan menjadi menantumu, Serena anak pertamaku cantik kan" ucap bunda sambil tersenyum lembut.
"halo Tante perkenalkan namaku Serena dan ini Yuna adikku" ucap Serena memperkenalkan dirinya.
"kau sangat cantik" pujinya melihat Serena lalu menatap Yuna lalu tersenyum "begitu juga denganmu, cantik" pujinya kenapa Yuna.
"terimakasih" ucap mereka serempak tersenyum lembut.
tidak lama seorang laki-laki datang mehampiri mereka dengan tatapan tajam.
"Yuna lihatlah ada beberapa masalah di hotel flower Minggu depan kita harus kesana" ucap Serena yang membuat mereka menoleh ke arah Serena.
"anak itu benar-benar" geramnya bunda mengambil laptop Serena.
"bunda laptop Serena jangan diambil" rengek Serena dengan kesal. Serena pasrah karena mendapatkan tatapan tajam oleh bundanya.
"maaf Widya, putriku ini sangat gila kerja begitu juga dengan adiknya hingga membuat aku kesal dengan perilaku mereka berdua" ucap bunda tersenyum. Yuna yang mendengar tersebut mematikan laptop lalu menyimpannya dengan canggung menatap mereka.
"tidak masalah helen, nak duduk di dekat Serena" ucap Widya berdiri lalu menariknya duduk di samping Serena.
"dia anakmu Widya?" tanya bunda senang.
"iya, Helen dia putra keduaku namanya Ergan" ucapnya memperkenal putranya.
"dia sangat tampan" pujinya kepada calon menantunya.
"terimakasih Tante" ucap Ergan.
"Ergan berkenalan kan dia calon istrimu Serena" ucapnya membuat Ergan menoleh ke samping tempat Serena begitu juga dengan Serena. Pandangan mereka bertemu yang membuat terkesima.
"cantik" batin Ergan tersenyum tipis sambil menatap Serena dalam-dalam.
"tampan" batin Serena tertegun melihat calon suaminya nanti.
"hmm" dehem ayah yang membuat mereka tersadar dari lamunan mereka.
"bagaimana apa kalian setuju dengan berjodoh ini" ucap tuan Dikdas yang diangguki oleh mereka.
"ayah ibu, bisakah aku bicara berdua dengan serena" ucap Ergan meminta izin untuk berbicara dengan serena.
"boleh dong sayang" ucap Widya mengizinkan mereka berbicara berdua. Ergan membawa Serena di kursi taman Belakang restoran.
"kenapa kau menyetujui perjodohan ini?" tanya Ergan penasaran sambil menatap wajah cantik Serena.
"tidak ada alasan tertentu, aku hanya ingin mewujudkan keinginan orang tuaku sekaligus membuka hatiku kepada calon suamiku walaupun ini perjodohan aku tetap menerimanya" ucap Serena tersenyum.
Ergan tertegun mendengar ucapan dari colan istrinya itu. dia memegang pipi Serena dengan lembut lalu menatapnya.
"aku akan mencintaimu sepenuh hati Serena" ucap Ergan yang membuat serena senang lalu memeluknya Ergan dengan erat.
"terimakasih aku juga akan mencintaimu sepenuh hati" ucap Serena mengeratkan pelukannya, Ergan mengelus rambut Serena lalu **********.
"gue kira akan memaafkan dia untuk mendapatkan perusahaan aku kembali tapi nyatanya gue malah jatuh cinta pada pandang pertama dengannya"batin Ergan tersenyum lembut melepas pelukannya.
"Ergan lebih baik kita kembali aku takut orang tua kita mencari kita" ucap Serena menarik tangan Ergan untuk kembali ke dalam restoran. Tapi sebelum itu Ergan menarik tangan serena membuatnya jatuh ke pelukan Ergan.
Serena terkejut lalu mengangkat kepala melihat Ergan yang tersenyum. Ergan menaikkan dagu Serena lalu ******* bibirnya lembut Serena membalasnya walaupun kaku. Ergan melepas ********* karena takut orang tuanya khawatir karena sudah lama pergi dengan serena.
"kau sangat kaku Darling" ucap Ergan membuat Serena cemberut memalingkan wajahnya ke samping.
"hahaha kau sangat lucu" ucap Ergan mengelus pipi Serena lalu menariknya pergi dari sana.
__ADS_1
sesampainya mereka di dalam restoran Serena dan Ergan terkejut karena orang tua mereka sudah tidak ada di sana.
"pelayan Dimana orang tua kami?" tanya Ergan menatap tajam ke pelayan membuat ketakutan.
"mereka sudah pergi tua muda Dikdasmen, mereka menitipkan ini untuk anda" ucap pelayan memberi secari kertas.
...anak ibu, ayah dan kedua calon mertua pulang dulu jadi bersenang-senanglah bersama dengan serena....
Ergan membaca tersebut senang lalu memperlihatkannya kepada pada Serena. Serena yang membaca tersebut terkejut Dengan isi tulisan yang dia baca.
Ergan membawa Serena di apartemen miliknya sesampainya mereka Ergan mengendong Serena dengan bridal style. dengan hati-hati Ergan membawa ke kamarnya lalu menelpon bawahnya untuk membawa baju untuk Serena besok.
"cantik" gumam Ergan tersenyum lalu ikuti berbaring di samping Serena lalu ******* bibirnya sekilas lalu ikuti memejamkan mata.
......................
di markas besar red night lima orang gadis dengan wajah senang mendengar salah satu sahabat akan menikah mereka adalah Fira, Vira Gladis, Jesicca dan raina.
"akhirnya dia sudah tidak mengejar laki-laki itu" ucap Vira tersenyum tipis.
"kau benar sekali, aku berharap serena bisa bahagia dengannya walaupun dia dijodohkan oleh ayah Aldo" ucap Raina senang sekali terharu karena sahabat sudah tidak mengejar laki-laki yang tidak menganggapnya ada.
"itu artinya kita akan jarang bertemu kita lagi" ucap Gladis Jesicca, Fira, dan Vira bersaman.
"mungkin, tapi aku berharap itu tidak akan terjadi " ucap Raina menggelengkan kepalanya Pelang. mereka yang mendengar tersebut langsung mengangguk Pelang menyetujui ucapan Raina.
"aku dengar Yuna juga dijodohkan oleh oleh ayah Aldo" ucap Fira menatap satu persatu sahabat.
"iya dia juga ikut di jodohkan oleh ayah Aldo dan bunda Helena" ucap Gladis membenarkan.
"mungkin ayah Aldo dan bunda Helena sudah kesal dengan Serena dan Yuna karena hanya memikirkan tentang bekerja bukan mencari calon suami" alibi Gladis mengetahui sifat kedua sahabatnya itu.
"itu usah bahas itu kita doa saja mereka, lebih baik besok kita pergi ke mall untuk bersenang-senang" ucap Fira bersemangat.
"Aku setuju, sudah lama kita tidak jalan-jalan di mall sekali Raina ajak tunanganmu agar bisa membawakan semua belanja kita, dan kami juga akan membawa pacar kita juga" ucap Gladis lalu memeluk mereka.
"baiklah aku akan mengajaknya kalian juga harus mengajak pacar kalian untuk menjadi babu kita" ucap Raina bersemangat.
dring
hp Raina berbunyi dia melihat siapa yang menelepon setelah mengetahui dia pergi dari sana meninggalkan sahabat yang masih berbincang-bincang.
"halo ada apa?"
^^^"kau ada di mana tadi aku pergi ke mansion orang tua mu tapi kau tidak ada di sana"^^^
"aku berada di mansion milik sahabatku memang ada apa hingga kau pergi ke mansion orang tua aku"
^^^"tidak ada aku hanya merindukanmu jadi aku pergi ke sana"^^^
Raina kaget setengah mati saat sahabat berada di depannya dengan wajah tak dapat di artikan.
"kalian kenapa ada di sini membuatku kaget saja" ucap Raina menurunkan hpnya dari telinga.
"kau membuat kami kaget tiba-tiba hilang, aku kira kau diculik oleh pria hidung belang" canda Fira sambil menggelengkan kepalanya.
"jahat sekali kau Fira" ucap Raina dramatis dengan memegang dadanya.
Devan yang mendengar tersebut mengerutkan keningnya bingung.
"girls we better get out of here" ucap Jessica sambil melirik ke arah hp Raina.
mereka berempat pergi dari sana meninggalkan Raina yang sedang bingung. Raina menaruh kembali hp di telinganya kembali berbicara dengan Devan.
"maaf Van tadi sahabatku"
^^^"tidak masalah malahan aku merasa lega karena sahabatmu semua wanita"^^^
"kau cemburu jika ada laki-laki disini"
^^^"tentu saja cemburu siapa yang tidak cemburu mengetahui tunangannya sedang bersama laki-laki"^^^
"disini memang ada laki-laki sih tapi bohong hahaha"
^^^"kau ini dimana kau sekarang akan menjemputmu dan tunggu saja hukum dariku"^^^
Raina mematikan telponnya lalu mengirimkan lokasi. Raina kembali berkumpul bersama dengan yang lain.
"kau sudah berbicara dengan tunanganmu raina?" tanya Fira menggoda Raina.
"sudah dong kalian tahu tadi aku bilang kalo di sini ada laki-laki.l, dia langsung marah Dong lalu menyuruhku untuk mengirim lokasi kita jadi aku kirim" ucap Raina yang membuat mereka kesal.
bruuk
Jesicca memukul kepala Raina Pelang membuat meringis memegang kepala.
"kau ini yah, kau lupa kalo kita berada di markas red night" ucap Jessica kesal kemudian langsung memalingkan wajahnya kesal dengan kecerobohan sahabat itu.
"aku lupa, maaf semua" ucap Raina dengan wajah bersalah.
beberapa saat kemudian suara bel dari gerbang berbunyi yang membuat mereka langsung keluar dari mansion.
"Devan" gumam raina terkejut melihat tunangannya sudah ada di depan gerbang. Raina segera kesana di ikut oleh yang lain.
"kau kesini ini sudah tengah malam" ucap Raina kesal di campur marah melihat tunangannya datang ke sini.
"menjemputmu apa lagi" ucap Devan santai membuat mereka tercengang.
"Raina coba cubit aku" ucap Fira tidak tercengang melihat hal tersebut karena setahunya Devan cuek.
Raina yang mendengar tersebut menatap Fira malas lalu mencubit tangannya keras yang membuat Fira kesakitan.
"ayo" tarik Devan membuat raina tersentak kaget.
"tapi aku" ucap raina terpotong mendengar ucapan dari para sahabatnya.
"pergi selamat bersenang-senang" teriak Vira tersenyum tipis lalu mereka masuk kedalam markas red night.
__ADS_1