Transmigrasi Sarah

Transmigrasi Sarah
school


__ADS_3

"baiklah kalo begitu kalian berdua berangkat malam ini saja, kebetulan aku sudah menyiapkan dua pesawat pribadi untuk kalian dan juga untuk kami berdua kembali ke negara c" ucap Marsel sambil menatap mereka berdua yang membuat mereka mengangguk pelan.


......................


"putri kau dan Marsel akan kembali lagi ke negara c?, dan apa twins a ada disana?, aku sangat merindukannya Kepada kau tidak membawa kesini" sahut Raina dengan semangat menatap Tiara.


"iya aku dan el akan kembali ke sana aku banyak pekerjaan apa lagi sana ada orang yang aku sayang, mereka berada di negara A untuk belajar, aku tahu dan oh iya karena aku tidak datang di pernikahanmu aku memberikan rumah di dekat pantai" ucap Tiara sembari memberikan Raina, Serena dan Yuna sertifikasi rumah.


mereka bertujuh langsung mengetahui siapa orang yang di sayang oleh Tiara kalo bukan orang tua dan kedua kakak Sarah. mereka bertujuh sudah mengetahui bahwa Tiara yang ada di depan mereka bukan jiwa Tiara asli melainkan jiwa orang lain.


"makasih" ucap mereka bertiga tersenyum senang.


......................


di negara A.


di sebuah mansion dua orang anak kecil dengan jenis kelamin yang berbeda sedang saling menatap satu sama lain lalu berlari sambil memegang belati di tangan masing-masing. mereka adalah Alex dan Alexa yang sedang berlatih tanding banyak pengawal dan pelayan yang melihat tersebut dengan tegangan.


"siapa kira-kira yang yang menang di antara tuan muda kecil dan nona muda kecil"


"gue nggak tau soalnya mereka berdua sama-sama hebat"


"wajarlah mereka hebat orang tuanya saja begitu hebat apa lagi anaknya, mungkin jika mereka sudah dewasa pasti akan melebihi tuan muda besar dan nona muda"


"saya harap tuan muda kecil dan nona muda kecil tidak terluka sedikitpun"


"saya juga berharap sama dengan anda, akan sayang jika mereka terluka"

__ADS_1


pertandingan terus berlanjut hingga beberapa saat kemudian mereka berhenti dengan belati masih-masing berasa di leher. mereka berdua langsung menurunkan belati dari leher masih-masing lalu mengangkat tangan mereka berdua lalu bertos kayaknya seorang petarung.


"Kaka, Alexa melihat kakak usia delapan belas tahun kaka akan ke negara ini, Kaka mendapatkan laporan jika robot manusia yang Kakak cipta akan di diincar oleh musuh, aku berharap Kaka berhati-hati dalam melangkah jika tidak maka masa depan yang aku lihat akan terjadi" sahut Alexa khawatir dengan masa depan yang dia lihat.


"kau tenang saja Kakak akan berhati-hati seperti apa yang kau ucapkan jadi tenanglah ok" ucap Alex menenangkan Alexa yang sudah pucat.


"iya, aku hanya berharap jika apa yang aku lihat tidak akan pernah ternyata" ucap Alexa tersenyum memeluk Alexa.


beberapa saat kemudian Alexa melepas pelukannya lalu pergi dari sana, Alex yang melihat khawatir sang adik Hanya bisa diam sambil memejamkan mata lalu pergi dari sana.


"semoga apa yang di ucapkan nona muda kecil tidak akan pernah terjadi" batin Beberapa pelayan dan pengawal yang mendengar ucapan Alexa.


Alexa masuk ke kamar untuk membersihkan dirinya setelah itu langsung keluar dengan seragamnya tepat saat itu Alex juga keluar dengan pakaian Seragam yang berbeda.


"ayo berangkat, nanti kita telah masuk" ucap Alex menarik tangan Alexa.


sedikit penjelasan


seperti Alex dan Alexa mereka mempelajari semuanya seperti dokter, masak, music, dll mereka. mereka berdua sudah banyak mendapat prestasi bukan hanya itu mereka berdua sangat populer disana. Alex dan Alexa masuk ke sana saat masih berusia tiga tahun Tiara dan Marsel sengaja memasukkan mereka berdua karena memiliki Qi tinggi.


sebelum masuk ke tubuh Tiara, Sarah dulu adalah lulusan dari school tersebut begitu juga dengan Marsel yang lulus di school khusus laki-laki tersebut, Tiara sama dengan Sarah dia juga Lulus di school tersebut hanya saja berbeda gedung. Sarah berada di gedung pertama sedangkan Tiara berada di gedung kedua.


kedua school tersebut terdapat tiga gedung dimana dari berbagai tingkat seperti gedung pertama di khususkan untuk orang yang memiliki Qi tinggi, gedung kedua dikhususkan untuk orang-orang yang memiliki kecerdasan tinggi dan gedung ketiga dikhususkan untuk anak-anak yang kemampuannya yang dikatakan kayak untuk masuk ke school tersebut dengan cara melakukan tes disana usia mereka rata-rata murid yang ada di sana tujuh tahun dan seterusnya.


kembali ke topik


Alex turun dari mobil dengan tatapan tajam dengan mobil yang mengantar Alex kembali berjalan untuk mengantar Alexa.

__ADS_1


"lihat itu Alex, aku dengar kemarin dia menciptakan sebuah robot yang bernama situation reader"


"yah, aku juga dengar itu, katanya robot tersebut bisa membaca situasi yang ada dengan cepat dan memberikan solusi untuk kita"


"dia begitu hebat, bukan hanya dia adiknya Juga aku dengar dari sepupuku dia juga dari sekolah yang sama dengannya dengan adiknya, katanya dia berhasil menciptakan sebuah racun yang sangat hebat bernama nerve paralytic"


"mereka berdua sangat hebat dapat menguasai banyak bidang bukan hanya itu mereka juga banyak menguasai bahasa"


Alexa yang mendengar tersebut hanya diam dengan tatapan tajam dan dingin yang membuat orang para murid ketakutan. beberapa saat kemudian Alex masuk di sebuah laboratorium kimia.


"cih, dasar tidak berguna harusnya mereka semua harus kreatif dalam menciptakan sesuatu percuma mereka semua berada di gedung pertama harus itu mereka semua berada di gedung ketiga saja" batin Alex kesal memulai kegiatannya.


tidak jauh berbeda dengan Alexa banyak yang membicarakannya dan juga kakaknya yang bisa menciptakan robot dan juga racun bahkan. itu membuat Alexa risih dengan hal tersebut tidak mau lama-lama Alexa langsung melangkah kaki dengan cepat.


"mereka membuatku muak dengan mendengar pujian yang tidak bermutu dan sama sekali tidak bermanfaat sama sekali" batin Alexa muak dengan pujian mereka.


......................


di keluarga Smit negara i.


"Lex Vanya kalian mau kemana?" tanya Kenan menatap kedua anaknya yang sedang membawa koper besar.


"gue dan kakak gue healing di pantai kebetulan teman gue punya Resort kepada kalian mau ikut mending nggak usah itu hanya merusak suasana kita" pedas Vanya pergi dari sana diikuti oleh Lex.


"sebegitu benci kah mereka terhadap kita hingga dapat mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar, aku tahu dulu aku salah" ucap Vania meneteskan air matanya.


"bukan hanya kau yang salah tapi aku juga Seandainya dulu aku cek resimasih hidup apa nya pasti mereka tidak akan seperti ini Aku berharap Rian masih hidup dan bisa berkumpul dengan kita seperti dulu sebelum ,kejadian itu terjadi" ucap Kenan menenangkan istrinya.

__ADS_1


"jika Rian kembali ke sini aku akan berlutut di depan sambil minta maaf atas ucapan ku yang membuat hatinya sakit" ucap Vania sedih mengingat kata-katanya.


"sudah jangan sedih lagi, papa akan berusaha mencarinya sampai ketemu, papa tidak akan menyerahkan kau tenang saja, demi anak-anak kita dan juga dirimu" ucapnya mengangkat Vania menuju ke lift.


__ADS_2