Transmigrasi Sarah

Transmigrasi Sarah
pertemuan antara kakak dan adik


__ADS_3

"adik ipar aku tahu kau sangat mencintainya, tapi apa kau lupa siapa yang membuat kita ada disini"


"tentu saja paman dan Selena yang membuat kita di sini mam"


......................


"iya, maaf Anna gue tau gue salah tapi jangan selalu mengungkit masa lalu"


"masa lalu Lo bilang, lihat sekarang karena Lo menabrak iblis itu kita tidak akan di sini"ucapnya marah.


"salah, ini semua salah Xavier adik durhaka itu jika saja di tidak membunuh Cakra dan alias 8 tahun yang lalu pasti kita tidak akan disiksa di sini"


"maksud paman apa?"


"ayahmu membunuh orang tua angkat iblis itu yang membuat datang kesini. satu tahun setelah datang kesini kau malah berurusan dengannya hanya karena laki-laki yang bernama Radit itu"


Selena yang mendengar tersebut langsung merasa bersalah atas apa yang menimpa mereka.


"Selena dengar ibu kau tidak usah merasa bersalah atas apa yang menimpa kita kau juga tidak tahukah"


"kau tahu Selena iblis itu adalah putri satu-satunya keluarga jovangka tapi di usianya 3 tahun. dia diangkat menjadi putri keluarga Brawijaya tapi diusianya 15 tahun dia kembali untuk balas dendam ke ayahmu Selena"


"jika dia baru kembali di usianya yang ke 15 lalu yang selama ini di keluarga jovangka siapa?"


"dia adalah Karen anak dari Hazel tangan kanan alisa. dia menyamar menjadi Tiara di keluarga jovangka bahkan dia tidak segan-segan merusak imagenya. itu adalah rencana darinya agar nanti dia bisa keluar dari keluarga jovangka dan diganti oleh putri yang asli Tampa ketahuan".


"Paman apa nama Tiara Karen Wilson".


"bagaimana kau bisa tahu nama lengkapnya"


"itu karena dia anak baru di kelasku dulu, bahkan aku pernah berurusan dengan selama satu Minggu sebelum kita di tahanan di sini"


"itu artinya yang selama ini aku fitnah bukan Tiara asli melainkan orang lain" Selena membuka matanya lebar-lebar Sangking kagetnya.


"Paman rasa orang tua Anna juga ikut di siksa oleh iblis itu" tebaknya.


"apa ini tidak mungkin, mana mungkin ayah dan ibu juga di sekap oleh iblis itu" cemas Anna.


"siapapun yang terlibat ataupun yang tidak terlibat dengan kita maka dia akan bernasib sama dengan yang terlibat" sambil menggelengkan kepalanya Pelang.


"itu artinya ayah dan ibu juga his his his" tangisnya membayangkannya.


......................


beberapa hari kemudian.


sepasang suami istri dan dua orang anak kembar sedang menunggu jemputan mereka adalah Marsel, Tiara dan twins a. tidak lama kemudian mobil hitam datang menjemput mereka.


"tuan anda langsung ke mansion" membuka pintu untuk Marsel sekeluarga.


"yah" Marsel menahan kepala Tiara agar tidak terbentur.


selama berjalan Tiara memutuskan untuk tidur pundak Marsel sedang Marsel mengelus rambut Tiara.


"Ayah, negara ini sangat indah" Alexa melihat pemandangan dengan mata berbinar.


Marsel yang mendengar tersebut hanya tersenyum tipis melihat anak bungsunya senang.


Alexa menatap Marsel "ayah, nanti bawah Alexa ketaman bermain yah, pasti seru jika kita pergi bersama-sama ke sana".


Marsel mengelus pucuk kepala Alexa"iya nanti kita pergi bersama-sama".


tidak lama kemudian mereka sampai di depan masion mewah di tengah hutan. Marsel turun terlebih dahulu kemudian mengangkat Tiara bridal style.


"kalian langsung masuk ke kamar saja, ayah sudah menyuruh mereka membersihkan kamar untuk kalian" ucap Marsel masuk ke dalam mansion meninggalkan twins a.


"baik ayah" Alex menarik tangan Alexa masuk ke dalam mansion.


mereka masuk ke dalam lift menuju ke lantai dua.


"Kaka itu kamarku lalu itu kamarmu" Alex menunjuk pintu kamar warna putih kemudian hitam.


"baiklah" Alex berjalan menuju ke kamar yang ditunjuk oleh Alexa setelah Alex masuk Alexa Juga masuk ke dalam kamar.


marsel membaringkan Tiara di kasur lalu pergi dari sana.


"pelayan jika istriku bangun bilang kepada aku keluar sebentar" ucap Marsel saat berpapasan dengan pelayan.


"baik tuan besar" ucap pelayan lalu pergi dari sana.

__ADS_1


setelah pelayan pergi Marsel langsung mengambil kunci mobil lalu menuju ke garasi mengambil mobil sport hitam.


Marsel menuju ke sebuah universitas teknologi ternama setelah sampai dia langsung menuju ke ruangan dosen.


......................


di salah satu kelas universitas teknologi ternama di kota j negeri i.


"Lex" panggil seorang dengan nada kesal.


"ini orang kenapa sih dari tadi gue panggil tidak menyahut" batinnya kesal kemudian terlintas ide jahil di otaknya.


"Lex Lo di panggil dekan di ruangannya" teriaknya Yang membuat orang yang Lex kaget.


"keterlaluan banget sih Lo vero" ucap Lex yang orang tersebut merupakan Lex adik dari Marsel.


"Iyah, maaf Lo sih dari tadi gue panggil tidak menyahut dari tadi Lo pikirin apa sih?" tanya vero penasaran.


"gue kepikiran dengan kakak gue" ucapnya sedih.


"kakak Lo yang diusir oleh bokap Lo 18 tahun yang lalu" ucap vero yang dianguki oleh Lex.


"gue pergi dulu yah bro" ucap Lex menepuk pundak Vero pergi dari sana.


"kasih Lex" batinnya melihat sahabatnya sedih lalu pergi dari sana.


Lex sampai di ruangan dekan dengan sedikit bingung karena dekan tiba-tiba memanggilnya.


"pak kenapa anda memanggil saya" ucap Lex setelah membuka pintu.


"ada seseorang yang ingin bertemu denganmu lex" ucap dekan yang membuat Lex bingung.


"adik kau sudah besar yah" ucap seseorang dari belakang yang membuat Lex tersentak.


"kau siapa?" Tanya Lex Dengan perasaan tercampur aduk.


"kau tidak mengenali aku adik" ucapnya merentangkan kedua tangannya.


"kaka rian" ucap Lex yang diangguki oleh Marsel.


Iyah orang yang ingin bertemu dengan Lex adalah Marsel.


Lex tersenyum lalu masuk ke dalam pelukan Marsel dengan perasaan senang dan juga sedih. karena sudah 18 tahun lamanya mereka tidak bertemu.


"Kaka selama ini berada di negara l bersama dengan orang tua angkat Kaka, apa kau tahu Kaka sudah menikah dan dikaruniai dua anak kembar" ucap Marsel mengusap air mata Lex.


"hai dimana Lex adik yang bisanya tersenyum bahagia saat melihat kakak laki-lakinya sekarang dia malah sedih" canda Marsel.


"tunggu tadi Kaka bilang kalo, Kaka sudah memiliki istri dan dua anak kembar dimana mereka sekarang?" tanya Lex.


"mereka ada di mansion, apa kau mau bertemu dengan mereka" ucap Marsel diangguki oleh Lex.


"iya sangat" girang Lex.


"baiklah ayo pergi dari sini, pak saya izin membawa adik saya pulang" ucap Marsel menatap dekan dengan tajam.


"silahkan pak Brawijaya" ucap dekan berkeringat.


......................


di mansion Brawijaya.


"loh, sudah sampai ternyata Tapi kenapa El tidak membangunku" gumam Tiara beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.


setelah mandi Tiara turun dari ke bawah dengan wajah segar.


"wah, anak bunda kalian sedang apa?" tanya Tiara.


"ini bunda aku dan Kaka sedang membuat penelitian tentang kuman yang terkandung dalam makanan" ucap Alexa menghampiri Tiara dengan membawa hasil penelitiannya.


"wah hebat kalian" ucap Tiara mengusap rambut putrinya.


"ayah kalian kemana" ucap Tiara bingung.


"tadi kata pelayan ayah sedang pergi sebentar " ucap Alex.


"begitu yah" ucap Tiara mengangguk Pelang.


"kalian mau Kemana sekarang" ucap Tiara melihat kedua anaknya hendak pergi.

__ADS_1


"kami kau ke taman depan bunda" ucap Alex.


"baiklah tapi hati-hati yah jika bermain disana, nanti kalian masuk mansion sebelum matahari terbenam" ucap Tiara pergi ke dapur memasak untuk makan malam nantinya.


"ok bunda" teriak Alexa pergi dari sana.


malamnya Marsel dan Lex sampai di depan masion Brawijaya.


Ting tong


bunyi bel pelayan yang mendengar bel langsung membuka pintu lalu mempersilahkan Marsel dan Lex masuk.


"baru pulang" ucap Tiara menatap tajam ke Marsel sambil menghentakkan satu kakinya.


"iya awalnya aku ingin pulang cepat tapi aku memutuskan untuk mampir sebentar di cafe" jelas Marsel.


"aku kira kau selingkuh dari ku" ucap Tiara menghela nafas panjang.


"mana mungkin itu terjadi, oh yah perkenalkan dia adikku Lex dan Lex perkenalkan dia Tiara istriku" ucap Marsel memperkenalkan Tiara kepada Lex.


"halo Kaka ipar" sapa Lex sambil tersenyum lembut.


"halo adik ipar, ternyata kau ganteng dari pada yang ku lihat dari foto dulu" puji Tiara tersenyum tipis.


"bunda kenapa lama sekali sih, kami sudah lapar" ucap Alexa menghampiri Tiara dan Marsel.


"bukan kami tapi kau saja" ucap Alex.


"wah, ini keponakanku mereka cantik dan tampan" puji Lex menghampiri twins a.


"tentu saja siapa dulu dong ayah" ucap Marsel memuji dirinya sendiri.


"sudah-sudah lebih baik kita makan malam sekarang, karena cacing yang ada diperut princes kita minta makanan" ucap Tiara mengandeng tangan Alex dan alexa.


Marsel dan lex mengikuti mereka sampai di Maja makan. sesampainya mereka langsung duduk di kursi.


"adik kau makan yang banyak kau juga el" ucap Tiara menaruh makanan di piring mereka Marsel dan Lex.


Alexa menaruh makanan di piring Kaka lalu mengambil makanannya sendiri. mereka makan sedang tenang Hanya denting garpu dan sendok yang mendengar.


"bagaimana masakan Kaka enakkan" ucap Tiara yang diangguki oleh Lex.


"syukurlah jika enak aku kira kau tidak akan suka" ucap Tiara menghela nafas panjang lalu tersenyum tipis.


"Kaka aku menginap di sini beloh yah" izin Lex yang membuat Marsel dan Tiara tersenyum tipis.


"boleh dong, tidak ada yang melarang mu jika kau mau menginap di sini" ucap Marsel menyetujui keinginan Lex.


mereka pergi dari ruang makan ke ruang keluarga.


......................


di negara l.


Di sebuah mansion mewah terpadat dua keluarga yang sedang memperbincangkan tentang pernikahan.


"Raina apa kau sudah merencanakan kapan kau akan menikah" tanya mama Riana.


"mama aku masih berusia 23 tahun" ucap Raina menatap kearah mamanya.


"lalu apa salahnya jika kau menikah di umur ke 23 tahun, sahabatmu Tiara menikah diusia 18 tahun dan sekarang sudah memiliki twins a " ucap mama Raina.


"benar apa yang di katakan mamamu Raina, tidak masalah jika kau menikah di usia 23 tahun" ucap seorang wanita.


"tapi Tante saya tidak mencintai anak Tante" ucap Raina sedih.


"aku tidak mau orang yang aku cintai hidup denganku karena berjodoh bukan dengan cinta" batin Raina sendu.


"aku sih setuju dengan ucapan mama, soal cinta akan tumbuh sering perjalanannya waktu" ucap seorang pria muda yang membuat Raina kaget.


dring


raina berdiri menjauh dari sana kemudian langsung mengangkat telponnya dengan kening mengerut.


"apa"


^^^"nona r saya hanya ingin menyampaikan bahwa sebentar lagi anda akan ikut rapat dengan petinggi perusahaan"^^^


"kesana"

__ADS_1


Raina mematikan telponnya dengan kesal lalu kembali ke tempat duduknya tadi.


"na, Devan benar Raina" ucap Tante sambil menatap ke arah Raina.


__ADS_2