Transmigrasi Sarah

Transmigrasi Sarah
belajar membuat senjata rahasia dan racun


__ADS_3

"makanya kalian sering-sering buka hp" untuk nio mengejek.


"kami selalu buka hp cuma malas buka sosmed" ucap farel kesal.


......................


di negara l pagi hari.


matahari bersinar terang memasuki celah-celah jendela membuat sepasang suami istri terbangun dari tidurnya.


"pagi Ara" ucap Marsel mencium kening Tiara.


"pagi juga el" Tiara membuka matanya lalu tersenyum menatap wajah tampan suaminya.


Tiara dan Marsel beranjak dari tempat tidur Tiara keluar dari kamar sedang Marsel masuk ke dalam kamar mandi.


"apa Alex belum bangun?" tanya Tiara tidak segaja berpapasan dengan pengasuh Alex.


"belum nyonya" ucap pengasuh Alex.


Tiara yang mendengar tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. lalu pergi dari sana menuju kamar putranya yang sedang tidur lelap.


kreek


pintu kamar membuka Alex Tiara menuju ranjang lalu di kasur.


"Alex bangun sayang sudah pagi" ucap Tiara sambil mengusap rambut putranya.


"bunda masih ngantuk" ucap Alex membelakangi Tiara.


"Alex sudah bangun" ucap Tiara mencium pipi Alex yang membuat terganggu.


"baik bunda" ucap Alex beranjak dari tempat tidur pergi ke kamar mandi.


Tiara yang melihat tersebut tersenyum lalu pergi dari sana menuju dapur.


"bi tolong siapkan bahan-bahan membuat nasi goreng" ucap Tiara.


pelayan langsung mengambil bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.


beberapa menit kemudian masak Tiara sudah siap dia membawanya ke ruang makan lalu menatanya dengan rapi.


"bi tolong jaga sebentar yah saya mau ke kamar dulu untuk mandi dan juga kalo Alex dan Alexa biarkan mereka makan dulu" ucap Tiara pergi dari sana.


saat Tiara sampai di kamar seseorang memeluknya dari belakang sambil menenggelamkan wajahnya di leher Tiara siapa lagi kalau bukan Marsel.


"kau kenapa belum mandi bukan tadi kau masuk kedalam kamar mandi" ucap Tiara mengelus rambut Marsel.


"aku ingin mandi bersamamu" ucap Marsel melepas pelukan lalu mengangkat Tiara dengan bridal style menuju ke kamar mandi.


dibawah ruang makan.


"bi dimana ayah dan bunda?" tanya Alexa celingak-celinguk mencari Tiara dan marsel.


"nyonya ada di kamar nona Alexa" ucap pelayan diangguki oleh Alexa.


"loh, dimana ayah bunda kenapa mereka masih belum datang ke ruang makan" ucap Alex yang baru datang.


"dikamar" ucap Alexa diangguki oleh Alex.


"oh iya katanya hari ini aunt fira akan mengajarimu tentang racun kan" ucap Alex.


"iya, memang kenapa" Alex mengerutkan keningnya.


"tidak ada" ucap Alex duduk di meja makan diikuti oleh Alex.


"aneh" batin Alexa.


Pelayan menaruh makanan di piring Alex dan Alexa lalu pergi dari sana.


"makasih bi" ucap Alexa tersenyum lalu memakan makannya diikuti oleh Alex.


"adik aku tidak aneh yah" ucap Alex menatap tajam ke Alex.


"duh, aku lupa kalo kak Alex bisa mendengar batih orang sama seperti bunda" gumam Alexa memasukan makanannya ke mulut.


setelah sarapan mereka ke laboratorium disana sudah ada Fira, Vita, Gladis, Jesicca, rain, Serena, dan Yuna.


"kalian kenapa lama sekali ini sudah jam 08.10" ucap Yuna kesal.


"maag aunt Yuna" ucap Alexa menunduk.


"kalian saja yang datang terlalu cepat" ucap Alex menatap tajam ke Yuna.


"kau" ucap Yuna terpotong oleh Gladis.


"sudah-sudah kalo kalian lanjutkan kapan kita mengajari mereka membuat racun dan senjata rahasia" ucap Gladis yang membuat Yuna dan Alex diam.


Fira mulai mengajari Alexa membuat racun sedangkan yang lain mengajari Alex membuat senjata rahasia yang bisa dibawa kemana-mana.


"Alex kau tambahkan lagi sedikit tanaman Manchineel agar nanti efek racun cepat menyebar ke seluruh tubuh yang membuatnya mati dengan cara cepat" ucap Fira diangguki oleh Alexa.


Alexa menambah tanaman Manchineel atas instruksi dari fira.


"Alex lihat pisau ini walaupun kecil tapi ini sangat mematikan ingat Jangan pernah remehkan senjata kecil" ucap Gladis.


"nah, sekarang kau buatlah tapi kau harus hati-hati jangan sampai kau terluka" ucap Jesicca mengacak-acak rambut Alex.

__ADS_1


Alex mengambil besi lalu memanaskannya dengan api sedang merasa sudah panas. Alex langsung membentuk pisau sesuai dengan keinginan. beberapa menit kemudian Alex selesai membuat senjatanya sendiri.


"ini sudah bagus Alex tapi masih harus di tajam" ucap Serena melihat hasil kerja keras Alex.


"benar yang diucapkan aunt Serena kejamnya masih harus di tingkatkan" ucap alex kesal.


ditempat lain


"racun yang kau buat sudah sangat bagus Alex yah, walaupun sedikit lama tapi ini sudah sangat bagus" ucap Fira melihat tikus yang sudah terkapar tak bernyawa.


"itu Artinya aku harus berusaha keras untuk membuat racun" tekat Alexa.


"Jangan memaksakan dirimu Alexa, aunt tidak mau kau sama seperti bundamu dulu" ucap Fira mengigat kejadian beberapa tahun yang lalu.


"kejadian apa?" tanya Alexa penasaran.


"dulu saat usia kami masih 12 tahun bundamu waktu itu membuat kekacauan di markas red night milik grand mu dulu. saat itu bundamu membuat racun yang mematikan tapi selalu gagal, hingga satu Minggu bundamu akhirnya berhasil tapi sayang karena banyak anggota mafiso mafia karena racun tersebut" ucap Fira.


"racun apa itu aunt" ucap Alex tambah penasaran.


"lihatlah di belakangmu" ucap Fira yang membuat Alexa menoleh ke belakang.


"di dalam botol itu adalah racun buat bundamu" ucap Fira.


......................


ditempat Marsel dan Tiara.


"Ara temani aku rapat hari ini" ucap Marsel.


"hmm, bagaimana iya" pikir Tiara sambil mengarahkan telunjuknya di dagu.


Marsel yang melihat Tiara tampak imut langsung menciumnya.


"jangan cium aku juga sedang berpikir" ucap Tiara kesal memalingkan wajahnya ke arah lain.


"jadi bagaimana Ara kau mau kan" ucap Marsel berharap


"boleh deh, mumpung hari ini jadwalku kosong" ucap Tiara tersenyum.


"loh, kenapa bisa jadwal mu hari ini kosong ?" Marsel mengerutkan keningnya bingung.


"iya bisalah kan aku selalu membawa berkas penting untuk di kerjakan di rumah supaya bisa berduaan dengan suamiku yang ganteng ini" ucap Tiara tersenyum.


"wah ternyata istriku ini bekerja siang dan malam hanya untuk berduaan dengan aku ayo pergi" ucap Marsel menggenggam tangan Tiara keluar dari kamar.


"pelayan jikalau anak-anak mencari kami tolong bilangin kalo kamu sedang ada meeting dengan klien" ucap Tiara saat berpapasan dengan seorang pelayan pria.


"baik nyonya"


"silahkan masuk Istriku" ucap Marsel membuka pintu mobil.


"terimakasih suamiku yang tampan" ucap Tiara masuk.


setelah melihat Tiara masuk Marsel langsung masuk ke pintu kemudi mobil lalu memajukan mobilnya menuju ke tempat meeting.


skip


Tiara dan Marsel sampai di sebuah restoran yang mewah mereka masuk dengan bergandengan tangan.


"tuan akhirnya anda datang juga" ucap seorang pria dia adalah sekertaris Marsel setelah Devis berhenti menjadi sekretaris Marsel.


"mari tuan dan nyonya silahkan ikuti sini" ucap sekertaris Marsel mengarahkannya ke ruang vvip.


didalam ruangan terdapat seorang pria bersama dengan asistennya. Tiara yang melihat tersebut terkejut setelah mengetahui dengan siapa Marsel meeting.


"maaf saya terlambat beberapa menit tuan Maheswari" ucap Marsel meminta maaf.


"tidak masalah tuan Brawijaya" ucapnya berdiri lalu menjabat tangan Marsel.


"berkenalan dia adalah istriku tiara" ucap Marsel memperkenalkan Tiara.


"halo tuan Maheswari" sapa Tiara sambil menatap kerinduan ke arah daran Maheswari.


"ayah aku merindukanmu" batin Tiara sendiri karena tidak bisa memeluk daran.


"kenapa aku merasa bahwa Sarah putriku ada di sampingku" batin daran sendu.


"mari duduk" ucap Marsel memecahkan keheningan.


"ah, iya mari kita duduk" ucap daran canggung karena tadi dia menghayal.


meeting berjalan dengan lancar mereka juga menyetujui kerja sama kontrak.


"Marsel om tidak percaya kau bisa menikah dengan wanita cantik seperti dia" ucap daran santai.


"tentu saja bisa om secara Marsel kan ganteng" ucapnya Banga.


Tiara yang mendengar tersebut menggelengkan kepalanya Pelang.


"el kita pulang yuk, aku takut jika anak-anak melakukan kenakalan lagi di rumah" ucap Tiara khawatir.


"baiklah" ucap Marsel peka.


"om marsel pulang dulu yah, soalnya berlatih bela diri putra dan putriku sudah selesai sedari tadi aku Hanya takut jika para bodyguard akan menjadi sasaran samsak tinju mereka" ucap Marsel panjang lebar.


"om mengerti pergilah" ucap daran tidak masalah.

__ADS_1


......................


di mall pusat kota.


"kalian awasi kami dari jauh saja karena aku ingin berjalan-jalan berdua dengan adikku" perintah anak laki-laki.


"baik Tuan muda" ucap bodyguard.


"tunggu kak Alex" ucap anak perempuan menghentikan langkah anak laki-laki tersebut.


"ada apa Alexa?" tanyanya bingung.


bisa kalian tebak mereka adalah Alex dan Alexa anak Marsel dan Tiara.


"kita belum minta izin kepada ayah dan bunda kak" ucap Alexa khawatir.


"aduh, kakak lupa adik untuk kau mengingatku" ucap Alex mengambil hendphonenya lalu menelpon Marsel.


"halo ayah" ucap Alex setelah Marsel mengangkat telponnya.


^^^"ada apa Alex"^^^


"kak dan adik izin ke mall"


^^^..."pergi saja nak tapi dengan satu syarat kau harus menjaga adikmu dan kau juga tidak beloh terluka"...^^^


"ok ayah, kami juga sudah ada di mall sih ayah"


^^^"oh begitu, apa kalian butuh uang?"^^^


"tidak usah ayah"


^^^"baik ayah tutup telponnya"^^^


"baik"


setelah izin kepada Marsel Alex langsung memasukkan hendphone ke saku celananya.


"Kak bagaimana apa ayah setuju?" tanya Alexa antusias.


"iya ayah setuju tapi dengan satu syarat aku harus menjagamu dan pulang Tampa luka" ucap Alex.


"ayah ini selalu saja khawatir" gumam Alexa menggelengkan kepalanya Pelang.


"ayo masuk" ajak Alex menarik tangan adiknya.


mereka masuk kedalam banyak yang memuji ketampanan dan kecantikan mereka.


dek kau tidak jadi calon istri aku laki-lakiku.


mama lihat Kaka itu dia cantik, aku ingin nanti memiliki istri yang cantik seperti Kaka itu


iya nak dia cantik


"Kaka aku mau beli buku dan komputer baru" ucap Alexa menarik tangan Alexa ke toko buku.


"baiklah, tapi kenapa kau mau membeli komputer bukan komputer yang dibeli oleh ayahnya sangat bagus" ucapnya mengerutkan keningnya.


"iya bagus sangat bagus, tapi aku mau membeli komputer untuk main game saja" ucap Alexa diangguki oleh Alex.


bruuk


Alexa terjatuh karena tidak segaja menabrak seseorang wanita tua yang masih terlihat mudah.


"adik kau tidak apa-apakan" ucap Alex membatu Alexa berdiri dengan perasaan khawatir dan cemas.


"aku tidak apa-apa kak jadi tenanglah" ucap Alexa menenangkan kakaknya yang cemas dan khawatir.


wanita tua itu tertegun melihat wajah Alex yang mirip dengan anaknya Rian.


"Rian itu kau kan nak" batinnya melamun melihat wajah Alex.


"maafkan adik saya" ucap Alex dingin dan datar.


mendengar suara Alex membuat wanita tua terkejut.


"tidak apa-apa nak" ucapnya sambil tersenyum.


"mam kau kemana saja sih" ucap seorang pria yang baru datang.


"tuan muda anda harus berhati-hati karena musuh sedang mengawasi anda dan nona muda" ucap bodyguard yang mehampiri Alex.


"baik kau bisa pergi" usir Alex yang membuat bodyguard pergi dari sana.


"pap aku hanya jalan-jalan di sekitar disini" ucapnya tersenyum.


"dik sebaiknya kita pergi membeli komputer dan buku lalu kita pulang" ucap Alex memegang tangan Alexa menjauh dari sana.


"pap apa kau tahu tadi aku menabrak seorang anak perempuan dia sangat cantik dan juga aku bertemu dengan seorang anak laki-laki yang mirip dengan anak kita" ucapnya sedih.


"dia ada disini, loh kemana mereka"ucapnya sendu.


"mam aku tahu kau sangat merindukan Rian" ucapnya sedih.


wanita dan pria Tua tersebut merupakan Vania Smith dan Kenan Smith orang tua kandung Marsel.


"mungkin ini sudah takdir kita mam, seadanya dulu kita percaya kepada Rian pasti sekarang dia masih bersama kita sekarang. mungkin ini karma karena sudah mengusir Rian dari rumah" ucapnya menarik tangan istrinya pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2