
"itu benar kita harus memperketat penjagaan yang ada di sini, gue khawatir jika masalah ini bocor maka murid-murid lainnya akan khawatir" ucap Gino takut jika masalah tersebut bocor kepada murid-murid lainnya.
......................
"ini nggak bisa di biarkan begitu saja kita harus melakukan sesuatu agar masalah ini nggak bocor, tapi gue penasaran dengan hal ini siapa kira-kira yang menyuruh orang tersebut datang menyerang murid USK, walaupun organisasi penyelidikan akan mengurusnya tapi kita nggak bisa terus-terus menyusahkan mereka kita juga harus bertindak sebagai ketua dan wakil osis di setiap gedung" ucapnya menatap mereka berlima serius sambil menaruh tangannya di dagu.
"Arka, benar kita sebagai ketua dan wakil osis Juga harus ikut menyelidiki hal ini" ucap Alex menatap mereka serius sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jari.
"seperti akan begadang sepanjang malam ini, mana gue ada tugas lagi pasti gue dihukum nih his tercoreng sudah nama baik gue sebagai wakil osis yang teladan" batin Teo sedih.
"ngantuk banget gue, mau tidur tapi gue nggak enak Kepada yang lain mana lagi besok gue ada praktek bedah besok pagi" batin Defan menahan kantuknya.
"s**l besok pagi gue harus pergi ke pelatihan lagi apa gue izin saja sekali-kali bolos nggak apa-apa kali" batin Gino tersenyum-senyum sendiri.
"ngantuk bah, gue tidur ajak kali yah, yang lain juga sedang fokus dengan pikiran masing-masing jadi mereka nggak sadar" batin Bastian mulai menutup mata.
drak
Alex memukul meja dengan kuat yang membuat mereka semua kaget Bastian yang tidur kaget hingga jatuh dari tempat duduknya dengan cara tidak elit.
"ee, ayam ayam" ucap Teo kaget sekali kesal karena Alex memukul meja.
"Teo ke cepur got di depan gedung ke tiga" ucap Defan kaget mengelus-elus Dadanya begitu juga dengan yang lain tapi mereka hanya diam menatap Alex kesal.
"aduh, sakit banget kepala gue, Lo Alex jahat banget sih liat ini gue jatuh dengan cara nggak elit" ucap Bastian kursi yang jatuh dari belakang.
"hahaha, makanya kalo kita sedang bahas sesuatu itu jangan tidur terimakan karmanya" tawa arka melihat hal tersebut.
yang lain Hanya diam tapi di hati mereka menatap mereka berdua datar tapi di hati mereka sangat ingin tertawa keras tapi menjaga image mereka semua.
"rasakan itu bisa-bisa Lo mau tidur sedangkan gue dan yang lain sedang membahas sesuatu, hahaha ada untung juga gue bisa mendengar suara batin orang lain, kasih bunda karena telah mewariskan salah satu kemampuanmu untukku" batin Alex tersenyum tipis.
......................
di negara i.
di sebuah rumah yang kecil dengan halaman yang luas terdapat sepasang suami istri dan juga satu orang anak perempuan dengan permainan.
__ADS_1
"haha" Tawanya pelang yang membuat sang suami bingung dengannya.
"kenapa kau tertawa ren apa kau sedang memikirkan hal yang lucu" ucapnya menatap istrinya dengan rumit.
"an, aku tertawa karena aku mengingat tentang awal pertama kali aku masuk sekolah dulu yang membuat seisi sekolah heboh karena" ucapnya sambil tersenyum.
flashback
telah mengantarkan karen pulang ke apartemen Angga pulang, karen masuk kedalam apartemen saat melihat Angga sudah tidak terlihat. Karen mengambil hp mencari nomor yang akan dia telpon.
"saya ingin masuk di SMA ******* tolong urus itu besok sudah siap, kirim seragamnya ke apartemen saya, anda taukah dimana apartemen saya" ucap Karen menutup telepon Tampa menunggu jawaban.
Karen masuk ke kamarnya membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya ke kasur tidak lama kemudian dia tertidur.
jam lima karen terbangun dari tidurnya membersihkan diri dan memakai baju santai tidak lama terdengar suara bel dari luar, karen keluar dari apartemen di sana seorang pria dengan membawa paperbag di tangannya.
"Nona ini Seragam anda semua sudah lengkap saya juga sudah mendaftar Anda seperti apa yang anda minta" ucapnya diangguki oleh karen.
"anda bisa pergi terima kasih" ucap Karen masuk masuk begitu juga dengan pria tersebut pergi dari sana.
skip
Karen sampai di sekolah dengan menggunakan motor sport yang baru saja sampai bersama dengan seragamnya.
"sepertinya ada maba deh di sekolah kita"
"semoga maba cogan"
dll
karen yang mendengar hanya diam turun dari motor lalu membuka helmnya memperbaiki rambutnya yang berantakan dengan tangan.
"syukurlah cecan dia bisa menjadi queen di sekolah ini setelah kepergian Tiara dkk"
"Lo mau nggak jadi pacar gue"
dll
__ADS_1
karen berjalan pergi dari sana mencari kantor kepala sekolah hingga akhirnya Karen menemukannya dengan sedikit kesusahan untung saja ada orang yang ada orang yang baik mengarahkannya ke kantor kepala sekolah.
"permisi pak saya anak baru, saya mau tau kelas saya ada di mana Iyah?" tanya karen saat di berbolehkan masuk.
"Tiara Karen wilson, kau masuk di kelas X IPA 2, ibu kara akan mengantarmu ke kelas itu kebetulan dia adalah wali kelasmu" ucap kepada sekolah menatap guru yang ada di sampingnya.
"ikut dengan ibu kita ke kelas sekarang sebentar lagi akan memulai pelajarannya" ucap Bu kara berjalan di ikuti oleh karen di belakang sesampainya di kelas para murid langsung heboh dengan kedatangan karen.
"kita kedatangan murid baru hari, silahkan memperkenalkan dirimu di depan teman-temanmu" ucap mempersilahkan karen memperkenalkan dirinya.
"karen negara l" ucap Karen membuat mereka semua tercengang dengan ucapan singkat dari karen.
"kau bisa duduk di samping gina" ucap ibu kara menatap meja kosong yang ada di belakang.
tidak terasa pelajaran selesai semua orang keluar dari kelas menuju ke kantin begitu juga dengan Karen yang di tarik oleh gina ke kantin. kantin penuh semua gina dan karen harus mencari meja yang kosong hingga senyum karen terbit yang membuat gina mengerutkan keningnya. karen berlari ke arah Radit dkk yang membuat gina kaget langsung mengejar karen untuk menghentikannya. tapi terlambat Karen langsung duduk di pangkuan Angga yang membuat tambah syok begitu juga dengan murid-murid lainnya yang syok.
"an aku kangen banget tau, tapi kenapa wajahmu dingin seperti itu apa aku membuatmu marah, maaf his his" Karen meneteskan air mata yang membuat Angga langsung mengubah raut wajah.
"tidak aku tidak marah benar jangan menangis ren, maaf aku" ucap Angga memeluk tubuh Karen yang membuat seisi Kantin heboh.
Karen yang mendengar tersebut hanya mengangguk mengusap air mata lalu bersembunyi di dada bidak Angga lantaran malu dengan kelakuannya.
"Lo Karen kapan Lo masuk jadi anak maba disini? dan lagi bukankah Lo baru datang kemari" tanya Wisnu menatap karena dengan bingung.
"tentu saja bisa gue anak satu-satunya keluarga Wilson jadi apapun yang gue mau dituruti oleh keluarga" ucap Karen yang masuk bersembunyi di dada Angga.
"gila maba itu pacarnya Angga, yang dingin itu bagaimana bisa dia mendapatkan hati Angga yang super super dingin"
"sial Gue kira akan ada yang bisa ki tembak, tapi ternyata sudah ada pawangnya"
dll
flashback end
Angga yang mengingat kembali masa lalu hanya tersenyum melihat istrinya dengan lembut lalu beralih ke Keysha yang sedang bermain bersama dengan kucing peliharaannya.
"pa, ma ayo mai janga diam saja" ucap Keysha kesal berdiri menarik kedua tangan orang tuanya.
__ADS_1