Transmigrasi Sarah

Transmigrasi Sarah
Ares dan Ethan


__ADS_3

Alex dan Alexa sudah menyandang gelar ketua osis diusianya yang ke empat tahun bukan hanya itu mereka juga banyak memasuki organisasi lainnya yang juga posisinya ketua yang membuat mereka sangat sibuk.


......................


"Jiana, panggil kak cia gue mau dia mengurus Beberapa hal' perintah Alexa memutarkan kursinya membelakangi kursi jiana.


"Apa Lo lupa kalo cia ada di lapangan" ucapnya yang membuat Alexa menepuk jidatnya lupa kalo cia berada di lapangan untuk mengawasi pelaksanaan pertandingan dan juga ikut serta dalamnya.


"Kenapa bisa lupa, duh, mungkin karena banyak tugas dari osis dan organisasi lainnya membuat gue banyak pikiran dan melupakan semuanya" ucap Alexa memutar kursi ke depan.


"Makanya Jangan terlalu banyak masuk organisasi, Lo yang susah sendiri gue sih sebagai wakil hanya bisa tertawa melihat penderita Lo" ucap jiana yang membuat Alexa memutar matanya malas.


"Diam Lo gue masuk banyak organisasi itu karena pinter banget bukan kaya Lo yang bodoh" ucap Alexa kesal.


"kalo gue bodoh lalu untuk apa gue menjabat sebagai wakil Lo bego" ucap jiana tidak terima dengan ucapan Alexa.


"Bisa saja Lo menyuap orang untuk terpilih menjadi wakil ketua osis" ucap Alexa yang membuat jiana malas pergi dari sana dengan perasaan kesal sambil memanyunkan bibirnya.


"Begitu saja ngambek dasar bocil, akan menang dia bocil masih berusia lima tahun sama seperti gue, jika dia bocil lalu gue apa nenek-nenek" gumam Alexa kesal mau bilang bocil tapi dia juga bocil.


"sudahlah nanti tambah banyak pikiran jika memikirkan hal-hal yang tidak bermutu, lebih baik gue pergi ke laboratorium kimia akan disana gue bisa ada kerjaan dari pada di sini nggak bisa buat apa-apa" gumam Alexa berdiri pergi dari sana.


......................


di negara c.


di sebuah mansion mewah bernuansa modern terdapat dua orang pasangan yang sedang memikirkan nasib anaknya karena sudah banyak sekolah anak-anak yang menolaknya.


"pa bagaimana ini Ethan sudah di tolak banyak sekolah anak-anak aku sangat khawatir dengan ini, bagaimana kalo di tidak memiliki masa depan yang cerah seperti anak-anak lainnya" ucap sambil menatap anaknya sendu.


"kau tenang saja aku akan mengurus semuanya, aku akan melakukan apapun itu demi Ethan" ucapnya menenangkan istrinya.


saat mereka terus menerus membahas masalah salah anak mereka yang ditolak banyak sekolah anak-anak disana hingga pelayan datang memberi tahukan jika ada tamu ingin bertemu.


mereka pergi keruang tamu, mereka senang saat mengetahui siapa yang datang menemui mereka berdua.


"Tiara kau datang kesini, sudah satu bulan kita tidak bertemu bagaimana kabar twins A ?, dimana mereka apa mereka tidak ikut?, aku sangat merindukannya kau tau" ucap terus-menerus sambil mencari keberadaan twist A.


"kak Kiara, twist A tidak ada di sini mereka berada di negara A, kabar mereka berdua baik-baik saja, oh iya kak seperti kau terlihat sangat cemas coba ceritakan apa masalah kakak kepadaku" ucap Tiara melihat wajah Kiara yang cemas.


"adik sepupu, aku dan Kiara sedang mencemaskan keadaan Ethan yang selalu di tolak oleh sekolah anak-anak yang ada sini, yang membuatku dan Kiara cemas akan hal tersebut" ucapnya menatap istrinya yang sedang sedih.


"kak Reza dan kak Kiara tenang saja, aku dan Marsel akan mendaftarnya di undergraduate school king di school yang sama dengan Alex di gedung pertama" ucap Tiara menenangkan kedua sepupunya itu.

__ADS_1


Reza jovangka sepupu Tiara yang asli, Reza memakai nama jovangka karena dia anak dari adik Haris jovangka yang bernama Lion jovangka mereka berdua memutuskan tidak akan mengubah marga mereka itu mengapa Reza memakai nama jovangka.


dia menikah dengan Kiara Alaska dan memiliki dua anak laki-laki yang bernama Ares jovangka dan Ethan jovangka, Ares berusia delapan tahun dan Ethan berusia lima tahun dan tiga hari lagi dia akan resmi berusia enam tahun.


"aunt uncle" teriak dua anak laki-laki sambil berlari memeluk kaki jenjang Tiara dan Marsel, mereka berdua tersenyum mengangkat keduanya.


"keponakan uncle yang tampan bagaimana kabar kalian berdua" ucap Marsel tersebut mencubit pipi Ethan lalu beralih menatap Ares yang ada di gendong Tiara.


"baik uncle hanya saja aku sangat kesusahan untuk belajar karena guru-guru tidak mau mengajariku katanya aku sudah pintar" ucap Ares sendu.


"kasihan, baik kau juga akan uncle daftarkan mu undergraduate school king bagaimana kaka" ucap Marsel menatap Reza dan Kiara berganti.


"aku sih setuju-setuju saja hanya saja apa ke school akan menerima mereka berdua apalagi dulu Ares Juga selalu ditolak" ucap Kiara khawatir sekaligus senang.


"Kaka tenang saja school tersebut akan menerima Ares dan Ethan, kami berdua memasukan twist A disana saat berusia tiga tahun jadi sama sekali tidak masalah, Hanya saja kalian tidak akan sering bertemu dengan mereka berdua di school tersebut sangat ketat dan hanya meliburkan anak-anak selama 2 bulan satu tahum sekali itu pun jika mereka diizinkan, aku dan Marsel pernah tidak bertemu dengan twist A selama satu tahun lamanya" jelas Tiara yang membuat mereka semua langsung terdiam memikirkan hal tersebut.


"soal keamanan mereka berdua juga sangat terjamin karena penjaga disana sangat-sangat ketat tapi tenang saja kami berdua bisa masuk kedalam karena kami berdua Lulus dari sana hanya saja berbeda gedung dan juga school" jelas Tiara lagi yang membuat Reza dan Kiara tersenyum lalu mengangguk setuju.


"baiklah, kalian setuju maka kita semua akan ke negara A untuk mendaftar mereka berdua disana" ucap Marsel tersebut begitu juga dengan yang lain.


"lalu kapan kalian mendaftar mereka berdua ke sana?, kami sangat sabar menunggu mereka school di sana" ucap Kiara antusias sambil menatap mereka.


"nanti kita akan kesana mungkin 2 hari dari sekarang kami akan membawa mereka, kalian juga ikut karena mungkin itu adalah hari terakhir kalian bisa melihatnya, kami baru saja dua hari di negara ini mana mungkin kami pergi lagi dan meninggalkan pekerjaan kami yang ada di sini" Reza dan Kiara hanya mengangguk, anak-anak yang mendengar tersebut melompat-lompat senang mendengar pembicaraan mereka berempat.


......................


di sana Serena sedang bersantai bersama dengan Ergan, Ergan mengelus-elus perut rata Serena sambil tersenyum.


"hai anak ayah, Jangan menyusunkan mama jika tidak maka papa tidak akan segan-segan menghukum mu" ucap Ergan mengesehati anak yang dikandung oleh Serena.


setelah satu bulan pernikahan mereka, Serena di nyatakan hamil selama satu Minggu yang lalu, yang membuat Ergan sangat positif terhadap kebutuhan Serena. bukan hanya itu dia juga selalu tersiksa dengan keinginan Serena yang tidak masuk akal dipikirnya seperti dia di suruh makan bakso dicampur obat herbal dan juz sirsak coba bayangkan betapa tidak enaknya itu hingga Ergan muntah. Ergan dan Serena belum memberitahukan kepada yang lain atas ke hamil tersebut karena tidak ingin mereka semua repot dan lagi sekarang mereka berada di negara s.


Serena dan Ergan memiliki untuk menetap di sana karena suatu pekerjaan yang harus di lakukan bukan hanya itu Ergan juga menyuruh Serena memindahkan perusahaannya kesana setelah mengetahui bawah Serena memiliki perusahaan sendiri yang dia bangun dari nol. selama dua hari mereka disana yang membuat mereka sangat nyaman karena Ergan dan Serena tidak tinggal di perkotaan melainkan perdesaan di pinggir kota. walaupun begitu mayoritas para penduduk disana adalah dokter dan pengusaha yang cukup kaya tapi tempat tersebut masih sangat asri karena para penduduk selalu membersihkan kawasan tersebut dan Juga rumah mereka kecil tapi mewah.


"Ergan jika anak yang ada di kandunganku sudah besar nanti aku ingin memasukkannya ke school tempat aku belajar dulu, tapi kita akan susah bertemu dengan dalam waktu yang lama" ucap Serena memikirkan pendidikan anaknya nanti.


"memangnya kau school dimana, hingga kita susah untuk bertemu dengannya?" tanya Ergan menatap istrinya penasaran.


"aku school di undergraduate school Queen gedung kedua di negara A, disana memiliki pelajaran yang sama seperti mahasiswa-mahasiswa yang ada di universitas besar dengan penjaga yang ketat kami yang school di sana sangat tekun dan tidak pernah melakukan apa-apa selain belajar, merakit, dll yang termasuk dalam belajar" jelas Serena mengingat kenangannya dulu dan juga Awal bertemu dengan para sahabatnya.


"disana aku bertemu dengan sahabat-sahabat ku kami masuk organisasi penyelidikan yang menuntaskan kasus yang ada di school bukan hanya itu orang-orang yang lulus disana akan mendapatkan gelar S1, S2, dan S3 sesuai dengan kemampuan mereka, aku dan sahabat-sahabatku mendapatkan gelar S3 diusia 14 tahun kecuali putri yang mendapat gelar S3 di usia sepuluh tahun" jelasnya lagi membuat Ergan mengangguk sambil membayangkan bagaimana kerjanya sahabat-sahabat istrinya itu mendapat gelar sarjana.


"gue baru dengar ada school yang bernama undergraduate school Queen" gumam Ergan menatap istrinya sambil mengerutkan keningnya, Serena yang mendengar tersebut hanya tersenyum lalu mulai menjelaskannya.

__ADS_1


"tentu saja kau tidak tau karena school tersebut karena sangat tertutup oleh orang luar tapi school tersebut selalu ikut dalam perlombaan apapun walaupun school tersebut sangat tertutup oleh orang luar, buka hanya school tersebut masih ada satu school yang bernama undergraduate school king, nah school tersebut merupakan mayoritas laki-laki sedangkan tempatku mayoritas perempuan, di setiap school tersebut tiga gedung dimana gedung tersebut tidak boleh dimasuki oleh gedung lain karena itu sangat dilarang jika ada yang melanggarnya maka akan dikenakan hukum menghafal aturan-aturan yang ada disana, kecuali osis yang dimana osis memiliki gedung sendiri mereka izinkan masuk ke gedung lain jika ada urusan lain" jelas Serena berdiri masuk ke kamar karena mengantuk.


Ergan yang melihat Serena masuk ke kamar Hanya diam "school yang sangat ketat tapi kenapa mereka tidak di izinkan masuk ke gedung yang lain, dan gue penasaran berapa banyak aturan" gumamnya menyusul Serena masuk kedalam kamar.


......................


di negara A malam hari.


di USQ gedung osis di sana terdapat dua orang yang sedang berada di tempat yang sangat mewah.


"jiana gue dengar kalo jiara kalah kemarin saat lomba sains hahaha" tawa Alexa sangat keras yang membuat jiana ikut tertawa keras.


"Lo benar kalo gue jadi dia pasti gue malu sampai tujuh keturunan karena kalah lomba sains, sok-soan mau ikut matematika ee, malah kalah dengan perlombaan sains malu sendirikan" ucap jiana menghapus air mata yang keluar akibat tertawa.


"Lo benar, tapi dia sama nggak malu sedikit seperti biasa dia tetep sombong, tapi gue nggak puas dengan apa yang di terima oleh jiara harus itu di keluarkan oleh headmaster tapi malah di pindahkan ke gedung ketiga" ucap Alexa merasa kesal dengan sikap headmaster yang tidak mengeluarkan malah memindahkan jiara.


"gue juga sedikit kecewa, yah mau gimana lagi kita tidak bisa membantahnya kita hanya wakil dan tetua osis, tapi nggak apa-apa sih kalo dia ada di gedung ketiga jadi kita tidak akan mengurus semua salah yang dia buat" ucap jiana senang tapi tiba-tiba dua gadis berteriak tidak terima mendengar ucapan jiara.


"kalian berdua jahat pada kami, harusnya kalian bujuk headmaster agar jiara di keluarkan tapi malah di pindahkan ke gedung ketiga tempat kami" ucap tidak terima.


"mau nggak mau Lo berdua harus menerimanya Milly" ucap Alexa mengejek.


Milly dan Ica adalah ketua dan wakil osis yang ada di gedung ketiga mereka berdua berusia 10 tahun mereka berdua menjabat selama 1 tahun yang lalu. tidak lama kemudian dua orang perempuan masuk mereka adalah Yuna dan Yuli mereka berdua ketua dan wakil osis gedung kedua yang berusia 11 tahun.


"terima saja nasib s**l kalian berdua, jangan banyak protes karena kita hanya osis" ucap Yuna menatap mereka semua.


"kalian mah enak, lah gue harus mengurus hama Yang bernama jiara dan antek-anteknya yang membuat gue pusing, sudahlah gue mau kembali ke kamar gue saja, yok Ica kita pergi gue ngantuk mau tidur dah semua gue mau tidur kalian juga mau begadang begadang saja gue pergi" ucap Milly menarik tangan Ica pergi dari sana.


mereka berempat yang melihat tersebut hanya menggeleng pelan menatap Milly lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju ke kamar masing-masing.


di gedung osis terdapat kamar banyak kamar disana tempat anggota osis di setiap gedung istirahat dan juga berkumpul bersama untuk membahas masalah yang berkaitan dengan school atau masalah lain. bukan hanya osis saja memiliki gedung sendiri tapi juga organisasi penyelidik Juga ada karena mereka berkerjasama dengan osis gedung mereka berada di dekat gedung osis.


di gedung osis undergraduate school king (Usk) di sana terdapat 6 orang yang sedang rapat tentang masalah setiap gedung.


"gue denger kalo ada penyusup di gedung ketiga yang hampir menyelakai seorang murid" ucapnya menatap ketua dan wakil osis gedung ketiga yang bernama Defan dan Teo.


"benar tapi untuk saja untung saja penjaga datang tepat waktu jika tidak murid tersebut akan terluka" ucap Teo.


"itu benar Bastian, kita harus menyelidiki kasus tersebut gue takut jika hal tersebut terulang kembali dan menyelakai murid lain" ucap Defan cemas.


"kalian tenang saja, anggota penyelidikan akan mengurus ini semua karena ini adalah bagian dari tugas mereka semua" ucap Alex menenangkan Defan yang cemas.


"itu benar kita harus memperketat penjagaan yang ada di sini, gue khawatir jika masalah ini bocor maka murid-murid lainnya akan khawatir" ucap Gino takut jika masalah tersebut bocor kepada murid-murid lainnya.

__ADS_1


__ADS_2