
"ayo pergi kau harus mandi membersihkan dirimu yang penuh darah dari orang itu" ucap Marsel sambil menggenggam tangan Tiara.
"iya" ucap Tiara
................
enam tahun kemudian.
Tiara dan Marsel sudah menikah dan mempunyai dua anak kembar yang bernama Alex Brian Brawijaya dan Alexa Sarah Brawijaya. Marsel memutuskan untuk masuk ke keluarga Brawijaya dan sekarang namanya adalah Marsel Brawijaya.
"ayah ini tidak seru lihat dia langsung mati" rengek seorang anak perempuan yang berusia 5 tahun.
"Alexa kau ini yah" ucap seorang wanita muda menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dia adalah Tiara.
"tentu saja mati sayang kau saja menyiksanya dengan sangat parah" ucap seorang pria muda dia adalah Marsel.
"tapi aku belum puas menyiksanya" ucap dengan tatapan polos.
"el Alexa mirip siapa sih kenapa dia kejam?" tanya Tiara.
"yah mirip kitalah siapa lagi" ucap Marsel.
"bunda lebih baik kau suruh Alexa mandi dia sudah berlumuran darah" ucap anak laki-laki berusia 5 tahun.
"kau benar Axel" ucap Tiara melihat anak perempuannya.
"ayo sayang sini kita pergi ke kamar mandi" ucap Tiara.
"iya bunda" ucap Alexa mengandeng tangan Tiara.
setelah Tiara pergi dari sana Marsel menatap anak laki-lakinya.
"Alex kau sudah memutuskan masa depanmu nanti ingin memimpin mafia mana?" tanya Marsel berjongkok menyamai tinggi Alex.
"aku ingin memimpin black devil dan good darkness"ucap Alex.
"baguslah kalau kau sudah memutuskannya anak red night dan black sun nanti akan dipimpin oleh adikmu Alexa" ucap Marsel diangguki oleh Alex.
"iya ayah aku sudah memikirkannya dengan matang-matang tentang ini apa lagi adik lebih dari dulu ingin pemimpin kedua mafia tersebut" ucap Alex.
"ya sudah nanti kita bahas lagi sama bunda ayo pergi dari sini" ucap Marsel pergi dari sana diikuti oleh Alex.
......................
di negara i di mansion jovangka.
"sudah 6 tahun kau pergi adik, sebegitu benci yah kau kepada Kakak hingga kau tidak ingin menemui kakak lewat mimpi" gumamnya sambil meneteskan air mata.
"harum sedang apa lo disini?" tanya seorang sambil menepuk pundak harum.
__ADS_1
"Iqbal gue hanya merindukan sosok Tiara adik kita" ucap harum sambi melihat bingkai foto besar dengan wajah Tiara yang terpajang di dinding ruang keluarga.
"sama gue juga merindukannya harum tapi gue mencoba untuk mengikhlaskan kepergian yah walaupun sulit" ucap Iqbal ikut melihat foto Tiara.
"harum Iqbal kalian belum tidur nak, bukan besok pagi Iqbal ada rapat di kantor ayah dan harum kau jika harus pergi pekerja besok" ucap wanita tua tapi masih terlihat mudah.
"bunda aku hanya merindukan sosok Tiara saja, yang membuatku tidak bisa tidur" ucap harum.
"iya bunda tahu kau merindukannya tapi yang ikhlas yah sayang" ucap bunda sambil tersenyum.
"iya bunda harum akan mencoba untuk mengikhlaskan nya" ucap harum pergi dari sana di ikut oleh Iqbal.
"kau lihat sayang kedua kakakmu sangat menyayangimu mereka bahkan tidak bisa mengikhlaskan kepergianmu hingga saat ini, kau sudah 6 tahun pergi tapi mereka masih sama, jika kau dengar apa yang bunda ucapkan tolong kau masuk ke dalam mimpi mereka bilang kepada mereka ikhlaskan aku yah sayang ku" ucap bunda mengusap foto Tiara lalu pergi.
ayah di balik dinding meneteskan air mata karena tidak kuasa mendengar bercakap anak dan istri yang merindukan sosok Tiara yang sudah 6 tahun pergi.
setelah bunda pergi ayah langsung masuk ke dalam berhadapan dengan foto Tiara sambil menatapnya dengan tatapan kerinduan.
"sayang anak ayah kua dengar apa yang bunda kau ucapkan nak datanglah ke mimpi kedua kakakmu, agar mereka tidak merasa bersalah atas kematianmu tapi jika kau masih kecewa dengan perlakuan mereka kau bisa masuk ke dalam mimpi Ayah atau bunda" ucap ayah lalu pergi dari sana.
......................
di negara c cafe *****.
"kak Leo apa sudah ada petunjuk tentang pelaku peretas 6 tahun yang lalu" ucap seorang pria.
"nggak Brian gue sama sekali belum menemukannya" ucap Leo.
"Iyah, gue tahu mau apa lagi" ucap Leo.
"Leo kangen" ucap seorang wanita sambil memeluk Leo dari belakang.
"lepas nggak" ucap Leo marah.
"tidak aku tidak mau lepaskan nya aku merindukanmu apa kau tidak" ucap wanita tersebut membuat Leo kesal.
"gue bilang lepas yah lepas" ucap Leo berdiri lalu menghempaskan tangan wanita tersebut hingga tersungkur di lantai.
"dan jangan sekali-kali kau memelukku seperti tadi lebih baik Lo pergi dari sini gue muak dengan tampang Lo" ucap Leo sinis sambil menunjuk.
"kak bagaimana rasanya di peluk oleh gia artis kontak perusahaan" ucap Brian mengejek.
"lebih baik lo diam jangan sampai gue marah lalu mengikatmu di tiang listrik" ucap Leo tambah kesal.
"Leo kau tidak mau membantuku berdiri begitu" ucap wanita tersebut bernama gia sambil mengangkat tangan berharap Leo membantunya berdiri.
"jangan harap gue bantu Lo" ucap Leo bergi dari cafe diikuti oleh Brian di belakang.
"sial lihat saja nanti Leo gue akan membuat bertekuk lutut di hadapanku lihat saja nanti" batin gia kesal di tambah malu.
__ADS_1
"gue tidak menyangka bahwa artis ternama gia mencoba menggoda bosnya sediri"
"haha pasti dia malu"
"gue nggak menyangka gia bertingkah seperti j*l**g atau dia memang j*l**g"
"diam kalian" teriak gia pergi dari sana.
......................
di negara L di mansion Brawijaya.
"Ara tentang Selena Anna keluarganya masih ingin kau kurung" ucap Marsel.
"mau sih, tapi aku kasih kepada mereka semua yang meminta untuk di bunuh" ucap Tiara.
"ayah bunda siapa yang minta untuk dibunuh biar Alexa dan Kaka Alex yang membunuhnya" ucap Alexa menghampiri orang tua di ikut oleh Alex.
"oh, itu tahanan bunda yang ada di markas red sun di Indonesia, bunda dan ayah sudah menahan mereka selama 6 tahun lamanya" ucap Tiara lembut.
"itu artinya mereka di tahanan di markas utama black sun yang akan aku pimpin nanti saat aku berusia 17 tahun yah" ucap Alexa semangat.
Tiara dan Marsel yang mendengar tersebut langsung mengangguk Pelang mendengar ucapan anak bungsunya.
"aku ingin kesana menyiksa mereka semua" ucap Alexa lagi.
"lihat tu anakmu jadi psikopat, jika saja kau tidak membawa mereka ke ruang penyiksaan di markas Goo of darkness saat usia mereka baru menginjak 1 tahun" bisik Tiara kesal.
"Araku sayang itu bukan salahku juga bukan kau juga sama bahkan lebih sadis mendidik mereka, kau menyuruh mereka untuk membunuh mata-mata yang menyamar menjadi pembantu di mansion ini" bisik Marsel.
"Ayah bunda kapan kalian berbisik-bisik" tanya Alex.
"tidak ada yang penting ko sayang" ucap Tiara.
"ayah aku ingin kesana untuk menyiksa tahanan bunda dan ayah di markas black sun" ucap Alexa.
"baiklah kita akan kesana selama 1 bulan" ucap Marsel yang membuat Alexa tersenyum.
"benar ayah kapan kita berangkat" ucap Alexa.
"Minggu depan baru kita kesana" ucap Tiara yang membuat semangat Alexa memudar.
"kenapa lama sekali bunda" ucap Alex.
"itu karena bunda dan ayah banyak urusan di kantor sayangnya bunda" ucap Tiara berdiri dari tempat duduk menghampiri kedua anaknya lalu mencium mereka satu persatu.
"sudah sudah malam lebih baik kalian tidur ayah tidak ingin kalian sakit lalu kalian tidak dapat menyiksa tahanan ayah dan bunda bagaimana" ucap Marsel berpura-pura sedih.
"baik ayah" ucap mereka serempak lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Ara ayo ke kamar" ucap Marsel mengendong Tiara bridal style menuju ke kamar lantai dua.