
Alex hanya diam sedari tadi akhirnya angkat bicara "uncle datang lagi ke sini bahwa Alex jalan-jalan" ucap berharap.
"iya nanti uncle akan membawamu dan Alexa jalan-jalan sekalian bertemu dengan auntmu" ucap Lex pergi dari sana di ikut oleh marsel yang hendak ke kantor.
......................
"Alex Alexa ayo kita ke markas black sun" ajak Tiara mengandeng tangan twist a.
"iya ayo" senang Alexa sambil memikirkan tentang penyiksaan yang akan dia lakukan dengan tahanan ibu dan ayahnya.
sesampainya mereka di sana mereka langsung di sambut oleh mafiso black sun.
"selamat datang Queen, Queen kecil dan Kim kecil" sambut Mereka sambil membungkukkan badannya sedikit.
Tiara dan twins a mengangguk Pelang lalu berjalanan tanpa menghiraukan mereka. Alex dan alexa berjalan dengan tatapan mata tajam serta menusuk sama seperti Tiara dan Marsel.
mereka berjalan Sampai di tembok ruang lalu menekankan sebuah tembok yang ternyata terdapat sebuah tombol. setelah menekannya tembok terbuka lebar mereka masuk kedalam.
"bagus" ucap Alexa tersenyum tipis memuji ruang rahasia markas yang nantinya akan menjadi miliknya.
"amis" gumam Alex menatap sekeliling tempat.
mereka berhenti di sebuah sel yang berisi lima orang dengan keadaan yang di rantai.
"buka" perintah Tiara sedang segera mafiso yang menjaga disana langsung membukanya.
"Alex alexa" panggil Tiara sambi melirik kearah tahanan.
Alex dan Alexa mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Tiara langsung masuk dengan tatapan tajam.
"keras" perintah Alex sambil menunjuk ke arah salah satu dari mereka.
mafiso langsung mengikuti Perintah Alex dengan segera menyiram air keras kepada Anna. Anna yang di siram dengan air keras langsung terbangun lantaran sakit yang dia alami karena disiram dengan air keras.
ahk.....
"pasti menyenangkan" gumam Alexa tersenyum devil.
"lemon" perintah Alexa yang di turuti oleh mafiso.
"siram" tunjuk Alexa kepada Selena dengan tatapan mata yang dingin.
ahkk.......
terbangun dari tidurnya sambil berteriak dengan keras sambil mengeluarkan air mata karena perih yang dialami.
"hahaha, maaf bibi pasti perih Iyah" tawa Alexa yang membuat beberapa mafiso yang ada di sana ketakutan..
"Lo siapa?" tanya Selena sambil menahan perih di tubuh.
"bibi, Lo tidak perlu tau siapa gue" ucap Alexa tersenyum devil lalu mengeluarkan berlatih menggores wajah selena.
Alex langsung mengeluarkan pisau yang dia sudah buat satu Minggu sebelum berangkat ke negara ini.
"mau apa lo, jangan macam-macam denganku anak kecil" ucap Anna memberanikan diri.
Tiara yang melihat tersebut hanya tersenyum tipis lalu pergi meninggalkan twins a untuk bersenang-senang.
Alex tidak menggubris ucapan Anna mulai menyiksanya dengan dengan menusuk kedua p***** milik anna.
paman, bibi dan ibu Selena yang melihat tersebut hanya bisa diam melihat anak dan keponakan mereka disiksa.
"hahaha, menyenangkan" tawa Alexa yang kencang lantaran senang karena sudah satu Minggu dia tidak menyiksa tahanan dan juga tidak dibiarkan untuk mengerjakan misi menangkap penghianat dll.
"adikku benar-benar gila, baru satu Minggu dia tidak menyiksa dan mendapatkan misi untuk menangkap penghianat" gumam Alex sambil menggelengkan kepalanya Pelang.
setelah Alex menyiksa Anna begitu juga dengan Alexa yang selesai menyiksa Selena langsung menatap ke arah tiga orang yang masih hidup.
"buaya" perintah Alex menyuruh mereka memasukkan Anna dan Selena di kandang buaya.
......................
di universitas teknologi.
"Lex tadi malam orang tua Lo nelpon gue, nyaring Lo kata Lo nggak pulang semalam"ucap Vero.
"bukan urusan gue mau mereka cari gue atau tidaknya itu sih terserah mereka" ucap Lex Santai.
"durhaka Lo, oh iyah memangnya Lo kemana?" ucap Vero penasaran.
"gue menginap di mansion kakak gue di tengah hutan," ucap Lex malas.
"apa lo menginap di mansion Tengah hutan ******" ucap vero penasaran pasalnya hanya 1 mansion ditengah hutan.
"bagaimana Lo tau" ucap Lex menatap Manik mata Vero.
"sudah gue duga, tentu saja gue tau karena hanya satu mansion yang terletak di tengah hutan yaitu mansion milik kakak lo, mansion milik mafia yang paling di takut oleh dunia gfd" ucap Vero.
"mafia yang di takuti, apa maksud Lo?" tanya Lex kebingungan.
"Lo nggak tau" ucap Vero, Lex yang mendengar tersebut langsung menggelengkan kepalanya Pelang tanda dia tidak tahu sama sekali.
"biar gue beri tahu, gfd itu mafia yang di takuti di Dunia karena kekejamannya terhadap musuh yang berani mengusik mereka, bukan hanya itu. mafia tersebut di rumorkan sudah menikah dengan Queen dari mafia black devil yang membuat mafia itu tambah di takuti" jelas Vero.
"oh, jadi apa masalahnya jika Kakak gue mafia" ucap Lex dengan malas lalu pergi dari sana.
......................
di ruangan rahasia markas black sun.
"sudah puas ayo pulang tapi sebelum itu kalian mandi" ucap Tiara yang diangguki oleh twins a.
"bunda aku tidak ingin pulang dulu setelah mandi" ucap Alexa yang membuat Tiara mengerutkan keningnya.
"kau mau apa memangnya?" tanya Tiara berjongkok menyamai tinggi Alexa.
__ADS_1
"aku ingin berkeliling di sini bunda apa lagi nanti aku akan menjadi Queen disini saat usiaku 17 tahun" ucap alexa tersenyum.
"baiklah tapi ingat kau tidak boleh lama-lama jalan-jalan karena kita harus pulang soal sudah jam tiga siang" Tiara tersenyum tipis lalu mengandeng tangan twist a menuju ke kamar untuk mandi.
......................
di negara l.
"sudah jam segini masih belum selesai" gumam Raina melihat jam tangannya.
"lebih baik gue begadang saja tangung" gumamnya lagi mengerjakan dokumen.
tidak terasa matahari sudah mulai terbit para karyawan sudah mulai berdatangan. Raina mengerjakan dokumen hingga pagi membuatnya mendapatkan sebuah mata panda di matanya.
"sudah jam enam ternyata" gumam Raina beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar khusus yang ada di ruangnya.
Raina kekamar mandi tidak lama kemudian dia selesai keluar dari kamar mandi dengan dress biru hitam.
"Aqila tolong handle semua ke jadwal saya hari ini" ucap raina mengunakan telpon kantor.
Raina keluar dari sana perusahaan dengan keadaan yang mengantuk tapi dia masih bisa menahan rasa kantuknya. di melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar nanti tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"di gue sarapan di cafe itu" gumam Raina melihat semua cafe yang baru buka. Raina mengherankan mobil di depan lalu keluar dari mobil masuk ke ke cafe.
"itu bukannya Raina sedang apa dia" batin seseorang melihat Raina masuk ke dalam cafe dia adalah Devan.
"mau pesan apa nona" ucap pelayan menyerahkan buku menu.
"saya pesan kentang goreng burger dan lemon teh" pesan Raina setelah melihat menu.
"tunggu sebentar nona" ucap pelayan meninggal Raina sendiri.
Devan masuk ke dalam cafe menghampiri Raina yang duduk sendiri.
"Raina Lo sedang apa disini?" tanya Devan sampai di samping Raina.
Raina kaget tidak menyadari kedatangan Devan saat itu.
"makan" ucap Raina mengantuk tidak lama Pesan Raina datang. Devan Duduk di samping Raina yang sedang makan.
dring....
hendphone Raina berbunyi membuatnya mengerutkan keningnya, dia membuka hpnya melihat siapa yang menelepon.
"Aqila saya sudah bilang handle jadwal saya"
^^^"maafkan saya nona saya hanya menyampaikan bahwa besok anda akan mengikuti pertemuan perusahaan cabang sap company"^^^
"saya tahu itu"
Raina melanjutkan makannya dengan lahap Tampa menghiraukan Devan yang duduk di sampingnya.
"ngantuk, mungkin inilah mengapa mereka tidak suka jika gue begadang" gumam Raina selesai makan.
Devan mendengar tersebut mengerutkan keningnya.
"Gladis, Jesicca" ucap Raina berdiri memeluk mereka.
"kau begadang lagi Raina, kami selalu saja maniak kerja, kau sudah beberapa kali di larang masih saja" ucap Jesicca menyentil dahi Raina.
"iya, maaf tadi malam aku" ucap Raina tergantung sambil menundukkan kepalanya kebawah tidak berani melihat mata Gladis dan Jesicca.
"hmm" dehem Devan mencairkan suasana yang tengang.
"ada apa?" tanya Jessica mengerutkan keningnya bingung.
"tidak ada" ucap Devan canggung.
"his his his maafkan aku" tangis Raina yang membuat Gladis langsung mengangkat dagu Raina.
"kenapa rasanya sakit melihat Raina menangis seperti itu" batin Devan mendengar suara tangis Raina.
"kau tidak boleh menangis" ucap Jesicca lembut memegang pipi Raina lalu menghapus air mata Raina. Gladis menurunkan tangannya dari dagu Raina.
"Lo siapanya Raina?" tanya Gladis melihat Devan dengan tajam.
"gue tunangannya" ucap Devan yang membuat Gladis dan Jesicca terkejut.
"mana mungkin Lo tunangannya, yang gue tau tunangannya Raina tidak suka jika berdekatan dengannya, apalagi Raina lebih tidak suka jika ada yang mendekatinya seperti lo" ucap Jesicca panjang lebar.
Gladis dan Raina yang yang mendengar tersebut langsung bertepuk tangan kagum dengan Jesicca.
"tangan" ucap Jesicca malas, Gladis dan Raina yang mendengar tersebut langsung berhenti bertepuk tangan.
"kau memang tau sifatku jes" ucap Raina tersenyum tipis memeluk Jesicca.
"tentu saja" ucap jesicca melepas paksa pelukan Raina.
"ikut gue" ucap Devan menarik tangan Raina menjauh dari sana.
"lepas sih gue, nggak mau ikut denganmu" berontak Raina.
"lepaskan sahabat gue" teriak jesicca tapi tidak dihiraukan oleh devan. jesicca ingin mengejar Raina tapi di cegah oleh Gladis yang membuatnya mengurungkan niatnya.
"diam" ucap Devan yang membuat Raina terdiam dengan patuh mengikuti Devan Hingga ke mobil.
Devan membuka pintu mobilnya menyuruh Raina masuk ke dalam dengan paruhnya Raina masuk.
"mobil gue bagaimana?" tanya Raina menatap lurus ke arah devan.
"Lo tenang saja nanti gue suruh orang gue mengantarnya ke mansion orang tua lo" ucap Devan melajukan mobilnya.
di tengah perjalan Raina merasa kantuk yang berat yang membuat tertidur pulas di mobil Devan. Devan melirik ke arah Raina yang tertidur sampai tersenyum tipis lalu mengusap rambut Raina lembut. Devan memberhentikan mobilnya di depan gedung apartemen dengan mengendong Raina dengan bridal style masuk ke dalam. sesampainya di apartemen miliknya dia membaringkan tubuh Raina yang terlelap di kamarnya.
"kau sangat cantik, kau tahu aku sudah mulai mencintaimu" gumam Devan mencium bibir Raina sekilas.
__ADS_1
"I really love you" bisik Devan dari telinga Raina yang membuat sedikit terusik.
Devan membaringkan tubuhnya di samping Raina dengan tangannya di pinggang Raina. dia mengeratkan pelukannya Raina lalu mencium keningnya Devan memejamkan mata.
......................
sore di negara i.
"Lex kau dari mana saja, kenapa kau tidak pulang semalam?" tanya Vania khawatir.
"Lo nggak usah tau urusan gue" ucap meninggalkan Vania.
"Lex mama hanya bertanya kepadamu kenapa tidak pulang, sebegitu bencikah kau kepada mama" batinnya pilu.
Lex naik kamarnya dengan perasaan kesal di campur dengan perasaan senang karena bertemu dengan kakaknya.
"Lex dari mana saja kau kenapa kau tidak pulang semalam" ucap seseorang yang membuat Lex kaget.
Lex hendak membuka pintu kamar tapi di urungkan karena mendengar suara dari kakaknya Vanya.
"semalam aku menginap di mansion milik kak rian" ucap Lex yang membuat Vanya mengerutkan keningnya.
"kau bertemu dengan adik rian" ucap Vanya memastikan apa yang dia dengar tidak salah. Lex mengangguk Pelang mendengar ucapan dari kakak tertuanya.
"iya, kak kemarin aku bertemu dengan Kaka Rian dia mendatangi kampusku" ucap Lex yang membuat Vanya senang.
"jadi, kau menginap semalam di mansion adik Rian" ucap Vanya penasaran.
"iya, aku menginap di sana tadi malam bahkan aku bermain di keponakan kedua kita" ucap Lex yang membuat Vanya terkejut.
"Rian sudah menikah dan memiliki dua anak sekarang" ucap Vanya yang diangguki oleh Lex.
"sudah aku mau masuk dulu yah kak, nanti kalo ada waktu kita kesana kebetulan aku sudah berjanji kepada Alex untuk mengajaknya jalan-jalan di kota ini" ucap Lex masuk meninggalkan Vanya yang masih berdiri di tempatnya.
Vanya yang melihat Lex masuk ke dalam kamar hanya diam tidak lama kemudian dia juga pergi dari sana.
......................
dimansion jovangka.
"Iqbal beberapa waktu yang lalu Lo menerima kontak kerja sama dengan perusahaan Smith yah" ucap harum duduk di samping Iqbal.
"iya, tapi aku heran dengan keluarga itu" ucap Iqbal yang membuat harum bingung.
"heram kenapa Iqbal?" tanya harum penasaran tinggi.
"yah heran saja , masak mereka mencari anak laki-lakinya yang sudah mereka usir selama 18 tahun, saat itu usianya masih 7 tahun kemungkinan dia sudah mati sekarang karena kelaparan" ucap Iqbal.
"iya juga sih, mana mungkin anak yang baru berusia 7 tahun bisa hidup, setelah di usir dari rumah Tampa membawa uang untuk bertahan hidup" ucap harum menyetujui ucapan Iqbal.
"kalian sedang membahas apa?" tanya bunda Tania yang membuat harum dan Iqbal kaget.
"tidak, kami tidak membahas apa-apa iyakan Iqbal" ucap harum tersenyum paksa.
"oh Iyah bunda harum berencana untuk menikahi Jia" ucap harum mengutarakan keinginannya yang membuat Tania senang.
"kau tidak sedang bercanda kan harum" ucap bunda Tania memastikan bahwa yang di ucapkan oleh anaknya benar.
"iya bunda mana mungkin harum bohong, kemarin juga aku sudah melamarnya di depan orang tua jia" ucap harum membuat Tania senang.
"jadi sebentar lagi aku akan segera mempunyai cucu dan menantu yang cantik seperti Jia" ucap bunda Tania girang.
"besok kita kesana untuk melamar Jia untuk harum" ucap ayah yang baru datang.
"kau benar ayah, setelah melamar Jia kita menikahnya satu bulan kemudian" ucap bunda senang.
"bukankah itu terlalu cepat ayah bunda" ucap Iqbal yang mengerutkan keningnya.
"terlalu cepat apanya" ucap ayah menggoda Iqbal supaya dia juga melamar kekasihnya.
"bilang saja kau iri dengan harum karena dia berani melamar Jia sedangkan kau sama sekali tidak berani melamar gia" ucap bunda dengan mengejek.
"oke baiklah, besok Iqbal akan melamar gia besok dan aku sama sekali tidak iri dengan harum" ucap Iqbal pergi dari sana dengan perasaan kesal.
gia kekasih Iqbal dia juga teman kelas Tiara dulu sahabat Jia.
"lihatlah bunda hahaha" tawa harum melihat Iqbal pergi dengan perasaan kesal.
"dasar anak zaman sekarang selalu tidak ingin mengalah" ucap ayah menggelengkan kepalanya Pelang melihat Iqbal pergi.
"sama seperti ayah dulu" ucap bunda mencubit pinggang ayah dengan kuat.
aakk
"sakit bunda, tega banget sih" ucap ayah mengusap pinggangnya yang dicubit oleh istri tercintanya.
......................
Di mansion Brawijaya.
"bunda markasnya bagus aku suka tidak salah aku memilih black sun untuk menjadi Queen di sana" ucap Alexa tersenyum.
"syukurlah jika kau suka sayang" ucap Tiara mengelus rambut putrinya.
"bukan hanya markas itu saja yang bagus tapi juga markas milikku nanti" ucap Alex yang sudah melihat markas yang akan nanti dia tempati.
"memangnya markas utama gfd dan Markas black devil itu jika bagus yah ayah?" tanya Alexa kepada Marsel.
"tentu saja bagus sayang, mana mungkin mafia yang di takut oleh dunia memiliki markas yang tidak bagus" ucap Marsel.
kriuk
suara perut Alexa berbunyi dengan keras yang membuatnya memalingkan wajahnya.
"suara apa itu?" tanya Tiara melirik ke arah Alexa.
__ADS_1
"bukan suara perut Alexa" ucap Alexa Tanpa sadar.
"ayo kita makan malam sepertinya putri kecil kita lapar" ucap Marsel mengendong Alexa menuju ke ruang makan.