
"ayo" tarik Devan membuat raina tersentak kaget.
"tapi aku" ucap raina terpotong mendengar ucapan dari para sahabatnya.
"pergi selamat bersenang-senang" teriak Vira tersenyum tipis lalu mereka masuk kedalam markas red night.
......................
di negara i mansion Brawijaya.
sepasang suami isteri terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang masuk ke dalam celah-celah jendela.
"pagi el" ucap Tiara tersenyum melihat Marsel yang baru bangun dari tidur.
"pagi juga ara" ucap Marsel merenggangkan kedua tangannya lalu ******* bibir Tiara lembut lalu beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
Tiara beranjak dari tempat tidur masuk ke ruang ganti mengambil jas hitam untuk Marsel yang akan berangkat ke kantor.
tok tok
"bunda kau sudah bangun" Teriak Alexa menggedor gedor pintu kamar.
"sayang ada apa?" tanya Tiara setelah membuka pintu kamarnya.
"aku ingin jalan-jalan di kota ini" ucap Alexa cemberut memajukan bibir ke depan.
"bukan uncle sudah berjanji akan menemani kalian untuk berjalan-jalan jadi Tunggulah dia datang kembali ke sini" ucap Tiara mengelus rambut putrinya.
Alex hanya diam memendam bunda dan adiknya datar dan dingin.
"Alex kau juga kalo mau jalan-jalan tunggu uncle mu datang ke sini" ucap Tiara tersenyum memegang pipi Alex.
"baik" ucap Alex pergi dari sana di ikut oleh Alexa dari belakang.
Tiara masuk kembali ke kamar melihat Marsel selesai mandi dia pun masuk kedalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Tiara keluar dengan handuk yang melilit di tubuh dia masuk ke dalam ruang ganti.
"Ara" pelukannya dari belakang yang membuat Tiara terkejut.
"kau ini yah El membuatku kaget saja, untung saja aku tidak jantung" ucap Tiara kesal.
"yah, maaf tadi anak-anak kenapa?" tanya Marsel.
"itu tadi anak-anak ini jalan-jalan" ucap Tiara melepas pelukannya mengambil pakaian. Tiara memakai dress berwarna putih hitam yang membuat terkesan menawan.
"nanti temani aku pergi ke kantor" ucap Marsel yang diangguki oleh Tiara.
mereka keluar dari kamar turun dari kamar menuju ke ruang makan di sana sudah ada twins a yang sedang sarapan pagi.
"halo anak-anak bunda kalian ingin ikut ke kantor bersama dengan ayah, apa lagi Alex harus ikut karena nanti kau yang akan mengurus El company apa kau mengerti kesayanganku" ucap Tiara yang diangguki oleh Alex.
Tiara dan marsel sarapan setelah itu mereka pergi ke perusahaan bersama dengan twins a. sesampainya mereka di perusahaan mereka di sambut oleh karyawan yang ada di sana.
mereka masuk kedalam lift khusus coe di lantai 30 sesampainya di sana mereka langsung masuk ke ruang coe.
"Alex kau pelajari ini semua" ucap Marsel memberi dokumen.
......................
Di negara l pagi hari.
seorang gadis terbangun dari tidurnya dia merasa ada yang memeluk dari belakang dia berbalik melihat orang yang memeluknya.
"pagi sayang" ucap gadis tersebut lalu ******* pipinya dia adalah Serena dan Ergan.
Ergan terbangun sambil tersenyum melihat wajah cantik Serena dia membalas ******** pipi Serena.
"pagi juga darling" ucapnya bangun dari tempat tidur.
"Serena kau mau tidak ikut aku reuni sekolahku" ucap Ergan memegang pucuk kepalanya.
"boleh tapi apa tidak apa-apa aku ikut?" tanya Serena menatap wajah Ergan.
"tidak apa-apa, kebetulan kami hanya membawa pasangan ke acara reunian itu aku sudah membelikan mu pakaian" ucap Ergan tersenyum lalu menunjuk ke arah dress biru yang tergantung.
"terimakasih" ucap Serena senang memeluk Ergan lalu pergi ke kamar mandi.
Ergan yang melihat tersebut hanya tersenyum lalu pergi ke kamar sebelah untuk mandi di sana. setelah selesai mereka keluar dari apartemen menuju ke tempat reuni sekolah Ergan.
sesampainya mereka membuat teman-teman Ergan langsung heboh.
"siapa yang Lo bawah ke sini?" tanya seseorang menepuk pundak Ergan.
"Titan dia calon istriku" ucap Ergan tersenyum, Serena bersembunyi di balik bahu Ergan.
"kenapa kau sembunyi?" tanya Ergan berbalik memeluk Serena.
"aku hanya tidak ingin orang-orang yang mengenalku mengejekku" ucap Serena tidak sengaja melihat Raina dan Devan disana.
"Ergan Lo dengan siapa?" tanya Devan mehampiri mereka.
Raina menajamkan penglihatannya alangkah terkejutnya melihat sahabatnya ada di sana.
__ADS_1
"Serena" ucap Raina merebut Serena dari pelukan Ergan yang membuat kesal.
"kau tahu aku sangat merindukanmu nanti setelah kita pulang dari sini kita ke mall bawah calon suamimu juga kita akan membuat para laki-laki menjadi babu kita" ucap Raina yang membuat Devan dan Ergan terkejut.
"Rai kau mau aku membawa barang belanjamu" ucap Devan yang diangguki oleh Raina.
"Tidak kata penolakan dan kau juga harus ikut karena kau calon suami dari Serena apa kau mengerti" tunjuknya ke arah Ergan.
"Puuuu, iya" ucap Ergan menghela nafas mengiyakannya saja.
"itu bukannya Serena tapi kenapa dia bersama dengan Ergan musuh bebuyutan gue" batih seseorang yang ternyata adalah delvian.
"delvian kau hanya sendirian" ucap seseorang menghampiri Delvian yang menatap Serena. Serena yang mendengar tersebut langsung melihat ke arah delvian sebentar lalu memalingkan wajahnya.
"ergan aku lapar" ucap Tiara memegang perutnya sesekali melihat kearah Ergan.
Ergan mengambilkan cake chocolate untuk Serena dengan senang hati dia menerima lalu ******* pinggir bibir Ergan.
delvian yang melihat tersebut kesal mengepalkan tangannya sambil menatap marah ke arah Ergan lalu Pergi dari sana.
skip mall.
Gladis, Yuna, Jesicca, Vira, Fira dan pasangan mereka sedang menunggu Raina, Devan, Serena dan Ergan.
"lihat mereka di sana" tunjuk Fira melihat Raina dan yang lain.
"kalian lama sekali" gerutu Yuna kesal.
"maaf Yuna, eee kenapa kau dengan alvin?" tanya Serena menatap Yuna dengan bingung.
"sebenarnya kemarin Malam ayah bunda, kedua calon mertuamu mengajakku untuk menemui orang yang akan menjadi suamiku" ucap Yuna tersenyum.
"oh, jadi dia yang akan menjadi Calon suamimu yuna" ucap Serena diangguki oleh Yuna.
"bukan hanya itu, mereka merencanakan pernikahan kita 2 Minggu lagi" ucap Yuna membuat mereka terkejut begitu juga dengan Serena yang tidak percaya.
"sudah jika kita membahas ini terus kapan kita berbelanja nya" ucap Gladis masuk ke mall di ikut oleh yang lain.
"mereka cantik dan tampan"
"beruntung sekali laki-laki yang bersama gadis-gadis itu"
"dasar wanita ****** harusnya gue yang bersama dengan ketujuh laki-laki itu"
"hahaha mimpi Lo ketinggian lihat saja ketujuh gadis itu sangat cantik sedang Lo seperti tante-tante"
"jadi iri deh dengan mereka"
"Yuna coba pakai pasti imut" ucap Alvin memakaikan bandol tikus di kepalanya.
......................
Di negara l, taman sore hari.
"lihat siapa di sana" ucap Tiara menunjuk ke arah seorang laki-laki.
"uncle" teriak Alexa berlari menghampiri Lex yang sedang bersama seorang wanita muda.
"keponakan kesayangan ku" ucap Lex mengendong Alexa.
"dia siapa?" tanya Alexa melihat wanita muda tersebut dengan raut wajah penasaran.
"dia aunt Vanya kakak dari ayahmu" ucap Lex memperkenalkan Vanya.
"dimana ayah dan bunda mu?" tanya lex mencari Kakaknya.
"ayah dan bunda ada disana sedang bermesraan" ucap Alex baru datang.
Lex dan Vanya langsung melihat ke arah yang di maksud oleh Alex.
"adik" teriak Vanya yang membuat Marsel dan Tiara berbalik melihat siapa yang Teriak.
Vanya menghampiri mereka berdua lalu menarik Tiara melihat wajah yang membuat puas.
"adik ipar kau sangat cantik" puji Vanya menghiraukan Marsel.
"Kaka apa kau tidak merindukanku" ucap Marsel yang membuat Vanya mengerutkan keningnya.
"tidak kakak tidak merindukanmu" ucap Vanya memberi kalung kepada Tiara dia memasangkannya di leher Tiara.
"terimakasih Kakak ipar, kalung yang kakak ipar beli adalah kalung yang aku incar selama ini" ucap Tiara tersenyum memeluk Vanya.
"baru ketemu mereka sudah akrab" gumam Marsel dan Lex yang melihatnya dari jauh.
"benarkah bagus dong" ucap Vanya tersenyum lalu memeluk Tiara erat.
twins a menghampiri Tiara dan Vanya yang sedang berbincang-bincang.
"aunt aku mau jalan-jalan dengan ayah dan bunda" ucap Alexa kesal.
"keponakan aunt mau jalan-jalan kalo begitu sama aunt saja yah, nanti aunt bawah kalian berdua ke taman bermain" ucap Vanya diangguki oleh twins a.
"Kaka apa tidak merepotkan?" tanya Tiara yang membuat Vanya menggelengkan kepalanya Pelang.
__ADS_1
"tidak sama sekali adik" ucap Vanya mengendong Alexa memegang tangan Alexa menjauh dari sana.
"Kaka Vanya setelah membawa twins a pergi jalan-jalan, bawah mereka ke pulang yah" teriak Marsel dengan keras yang diajukannya jempol oleh vanya.
"El temani aku pergi ke mansion jovangka" ucap Tiara yang membuat Marsel mengerutkan keningnya menatap wajah Tiara.
"kenapa tiba-tiba?" tanya Marsel memegang tangan Tiara.
"tiba-tiba saja aku merindukan bunda dan ayah pemilik tubuh ini, mungkin ini perasaan milik Tiara asli" ucap Tiara tersenyum.
"baik kalo begitu kita pergi ke sana sekarang, mumpung mereka pergi jalan-jalan bersama dengan Kaka Vanya dan adik lex" ucap Marsel menarik tangan Tiara ke mobil.
skip
mereka sampai di depan gerbang mansion jovangka Marsel turun menemui satpam.
"pak saya mau bertemu dengan tuan dan nyonya jovangka apa mereka ada?" tanya Marsel.
"mereka ada di dalam tuan silahkan masuk" ucap satpam membuka gerbang.
Marsel kembali ke dalam mobil Kemudian masuk ke dalam gerbang mansion jovangka. di memarkirkan mobilnya di depan mansion Marsel dan Tiara turun memencet bel mansion. mansion terbuka memperlihatkan wajah bunda yang kaget melihat Tiara.
"Tiara Putriku kau masih hidup sayang" ucap bunda menangis memeluk Tiara dengan erat.
"bunda, aku masih hidup tapi dengan jiwa yang berbeda" ucap Tiara membalas pelukan bunda.
"jiwa yang berbeda, apa maksudmu?" tanya bunda melepas pelukannya menatap wajah Tiara yang tersenyum.
ayah yang kebetulan lewat kaget langsung menjatuhkan gelas yang ada di tangan lalu berlari ke arah Tiara.
"putriku kau masih hidup" ucap ayah memeluk dengan erat Tiara.
"hmm" dehem Marsel yang kesal karena diabaikan.
"Marsel kau ternyata menyembunyikan putriku" ucap ayah marah melepas pelukannya.
"ayah, Marsel sekarang sudah menjadi suamiku" ucap Tiara meredakan amarah ayahnya.
"ayah bunda aku ingin membicarakan tentang sesuatu yang pasti kalian tidak akan menerimaku" ucap Tiara yang membuat mereka mengerutkan dahinya.
"nanti kita berbicara setelah kau dan marsel masuk ke dalam" untuk bunda lembut.
Marsel dan Tiara masuk ke dalam mengikuti ayah dan bunda di ruang keluarga yang ternyata sudah ada harum, Iqbal, gia dan Jia disana bersama di orang tua mereka.
"kalian berdua coba tebak siapa yang ayah dan bunda bawa" ucap ayah menyembunyikan Marsel dan Tiara di belakangnya.
"siapa?" Tanya mereka penasaran ayah langsung menyingkir yang membuat yang membuat mereka terkejut.
"tiara" teriak Jia dan gia berlari memeluk Tiara dengan erat sembari menangis.
"kalian" ucap Tiara membalasnya pelukan mereka berdua.
"Lo tau nggak gue sangat sedih mendengar berita tentang kematian lo" ucap senang sekali terharu.
"tiara" panggil Iqbal dan harum dengan tubuh yang gemetaran menghampirinya Tiara. Tiara melepas pelukannya lalu menghampiri Iqbal dan harum. Marsel mengikuti Tiara dari belakang.
"halo Iqbal harum lama tidak bertemu" sapa Marsel tersenyum di samping Tiara.
"Lo juga masih hidup" ucap harum tersenyum lalu memeluk Marsel.
"tentu saja masih kami hanya bersembunyi dari musuh" ucap Marsel melepas pelukannya.
"bunda nanti aku ingin bicara" ucap Tiara tersenyum.
"iya Sayang nanti kita bicara setelah kita makan malam bersama dengan orang tua gia dan Jia ok" Ucap bunda mengelus pipi Tiara.
skip
setelah makan malam dan juga orang tua gia dan Jia sudah pulang tinggal mereka berenang di sana.
"bunda sebenarnya aku bukan Tiara" ucap Tiara terus terang Tampa ada kegugupan sama sekali.
"maksudmu apa sayang bunda tidak mengerti?" tanya bunda menatap Tiara bingung.
"apa anda pernah mendengar yang nama transmigrasi" ucap Tiara yang diangguki oleh mereka semua.
"perpindahan" ucap mereka serempak.
"itu benar sekali, saya mengalami yang namanya transmigrasi atau perpindahan jiwa nama saya sebenarnya adalah sarah Queen putri Maheswari" ucap Tiara yang membuat mereka terkejut tidak percaya.
"lalu di mana jiwa Tiara yang asli?" tanya ayah yang membuat Tiara menggelengkan kepalanya Pelang tanda tidak tahu.
"saya tidak tahu, berakhir saya bertemu dengan 6 tahun yang lalu setelah membunuh musuhnya yang selama ini dia cari" ucap Tiara sendu.
"sayang siapapun kau kami tetep menerimamu sebagai putri kami" ucap bunda yang membuat Tiara terharu.
"terimakasih ayah bunda kalian semua" ucap Tiara tersenyum lalu memeluk bunda diikuti oleh yang lain.
"nyonya ada yang ingin bertemu" ucap pelayan terpotong dengan suara teriak.
"ayah bunda" teriak Alexa yang baru datang di antar oleh Vanya dan lex setelah jalan-jalan.
"Alexa Jangan teriak nanti tenggorokanmu sakit" ucap Marsel membuat Alexa menggaruk-garuk kepalanya tidak gatal lalu mengangguk Pelang.
__ADS_1
"bunda mereka anakku dan Marsel" ucap Tiara yang membuat mereka senang lalu menghampiri twins a.