
Baik tapi jangan nakal-nakal di sana" ucap Angga mengingat saat Karen menyamar menjadi Tiara dia sangat genit di depan Radit.
"sip bos" ucap Karen senang.
......................
"kau naik apa kesini?" tanya Angga memegang tangan Karen sambil berjalan ke parkiran.
"aku di antar oleh sopir" ucap Karen.
"suruh sopir mu pulang saja kasih akan dia" ucap Angga.
"oke kau tunggu di sini ok" ucap Karen menghampiri mobil hitam yang terdapat seorang sopir berdiri di samping mobil.
"pak anda bisa pulang duluan" ucap Karen diangguki oleh sopir.
"baik nona" ucapnya memasuki mobil kemudian menyala mobil meninggalkan taman.
karen menghampiri Angga yang sedang berdiri di samping motornya "ayo pergi" ucap Karen.
Angga naik ke motor lalu menyalakan mesin motor.
"naiklah" ucap Angga yang diangguki oleh Karen, Karen Segera naik.
setelah duduk nyaman di motor Karen Angga langsung melajukan motornya membelah jalan.
beberapa menit kemudian Karen dan Angga sampai di markas serigala perak.
"wah, ini markas geng kamu an besar hampir sama dengan markas cabang red night" ucap Karen kagum.
"aku kira kau sama besar dengan markas utama" ucap Angga menggelengkan kepalanya.
"yah, sudah ayo masuk" ucap Angga lagi menarik tangan Karen.
setelah masuk ke markas Angga dan Karen langsung menghampiri Radit dkk.
"ayo duduk ren" ucap Angga yang terlebih dahulu duduk.
"aku duduk di mana" ucap Karen melihat semua tempat sudah penuh sedang sigap Angga menari tangan karen agar duduk di pangkuannya.
"apa aku berat jika aku duduk di pangkuanmu" ucap Karen polos.
"tentu saja tidak kau sangat ringan" ucap Angga memeluk karen dari belakang.
"ang dia siapanya lo?" tanya Nio penasaran dan bingung dengan Angga karena tiba-tiba membawa seorang gadis cantik ke markas.
"dia pacarku namanya Tiara karen Wilson dia teman Tiara dulu kami selalu pergi bertiga" ucap Angga berbohong. mana mungkin dia bilang karen kalo adalah calon tangan kanan Tiara di mafia red night.
"bukan Lo suka sama Tiara adiknya Iqbal dan harum?" tanya Wisnu menatap Angga.
__ADS_1
"sebenarnya gue suka sama Tiara sebagai seorang adik perempuan gue saja, mana mungkin gue berani suka dengan kepada Tiara bisa-bisa gue boyok di tangan Marsel" ucap Angga.
mereka berbincang-bincang hingga tidak terasa sudah hampir tengah malam.
"an sudah tengah malam aku sudah mengantuk apa lagi besok aku ada urusan" ucap Karen mengucek matanya mengantuk.
"gue pulang dulu yah soalnya pacar gue sudah ngantuk" ucap Angga menari tangan karen pergi dari sana.
......................
di negara l markas god of darkness.
matahari dari bersinar terang menyelimuti seluruh kamar seorang gadis dan laki-laki terbangun dari mimpi indahnya.
"selama pagi ara" ucap Marsel tersenyum.
"pagi juga el" ucap Tiara membalas ucapan selamat pagi Marsel.
"kau mau mandi dulu atau sarapan dulu?" tanya marsel.
"mandi dulu terus sarapan tapi sarapannya kau yang masak aku sudah lama tidak merasakan masakanmu" ucap Tiara.
"itu sih bisa diatur nyonya kau pergilah mandi aku ingin ke kamar sebelah untuk mandi di sana" ucap marsel beranjak dari tempat tidur.
setelah Marsel keluar dari kamar Tiara langsung bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. beberapa saat kemudian Tiara keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuh. Tiara memakai baju hitam dan celana hitam dan terakhir sepatu hitam setelah itu langsung keluar dari kamar menuju ke lantai bawah ruang makan.
"kau sudah selesai Ara, aku sudah menyiapkan sarapan pagi untukmu setelah itu kita pergi ke ruang bawah tanah untuk menyiksa Xavier untuk membalaskan dendam atas kematian bunda dan ayah angkat pemilik tubuh yang aku pakai" ucap Marsel panjang lebar.
setelah mereka sarapan Tiara dan Marsel langsung pergi ke ruang bawah tanah untuk menyiksa Xavier.
"menyiapkan" ucap Marsel menatap kearah salah satu anggota God of darkness.
"saya sudah menyiapkannya kim" ucapnya.
"siram" ucap Tiara sambil menunjuk ke arah Xavier.
"baik Queen" untuknya mengambil air panas lalu menyiramkannya ke Xavier.
"aaakkkk panas" teriak kepanasan Xavier.
"paman apa tidurmu semalam nyenyak" ucap Tiara menatap Xavier dengan wajah dingin dan datar.
"kau anak kurang ajar cepat lepaskan aku jika tidak kau tidak akan pernah hidup tenang" teriak Xavier.
"kau mau membuat hidup menderita hahaha" ucap Tiara sambil tertawa keras yang membuat anggota God of darkness gemetar.
"kau bahkan tidak berdaya saat ini dan bahkan kau sama sekali tidak bisa keluar dari sini, apa lagi tempat ini adalah markas milik kekasihku God of darkness" ucap Tiara sambil tersenyum manis.
Xavier yang mendengar tersebut langsung terkejut karena dia tidak menyangka bahwa dia berada di markas mafia nomor 2 terkejam berdarah dingin.
__ADS_1
"aku tidak percaya dengan ucapanmu" teriak Xavier lagi yang membuat Marsel yang sedari tadi menahan kemarahannya ingin membunuh Xavier tapi diurungkan karena dia tahu Tiara tidak suka jika musuh yang sudah mati dengan mudah.
"El orang tua itu meneriaki aku" ucap Tiara cemberut sambil memanyunkan bibirnya kesal.
"Ara jangan cemberut seperti itu hmm, nanti jika kau sudah menyiksanya aku akan memasukannya ke kandang harimau" ucap Marsel mengusap rambut Tiara.
"benarkah aku tidak lagi cemberut tapi janji kau harus memasukkan dia ke kandang harimau setelah aku menyiksanya yah" ucap Tiara imut membuat Marsel gemes sendiri.
"pasangan kekasih yang sadis, aku berjanji tidak akan pernah mencari masalah dengan pasangan kekasih itu walaupun hal sekecil apapun itu" batin anggota Gfd (God of darkness).
"aku kasih dengan orang yang mencari masalah dengan pasangan itu" batin anggota lain yang ada di sana.
"iya janji" ucap Marsel mengelus rambut Tiara.
"sekarang ayo mulai" ucap Tiara bersemangat untuk menyiksa Xavier.
Tiara mulai mengambil belati kesayangan milik sambil menatap kearah Xavier dengan nafsu membunuhnya yang kental. mulai berjalan menghampiri Xavier setelah berhadapan dengannya Tiara langsung menguliti Xavier dengan belati.
"k…a…u iblis kejam" ucap Xavier lemah.
"terima kasih pujiannya" ucap Tiara yang membuat Anggota Gfd merinding.
Tiara melanjutkan aksinya yang memotong jari-jari tangan dan kaki Xavier satu-persatu. Xavier berteriak dengan keras sambil menatap kosong ke arah Tiara.
"Paman apa sakit maaf ya" ucap Tiara berpura-pura merasa bersalah.
"tidak usah berpura-pura tidak bersalah aku tahu di dalam hati pasti sangat senang sekarang" gumam Xavier yang masih didengar oleh Tiara dan Marsel.
Tiara menyimpan belatinya Lalu beralih mengambil sebuah pistol mengarahnya ke Xavier lalu membidikkan nya ke arah tubuh Xavier.
dor peluru pertama mengenai lutut Xavier yang membuatnya BB berteriak keras.
dor peluru kedua ke tangan.
Tiara terus menembaki tubuh Xavier dengan puas berbagai tempat bahkan bisa dibilang Xavier sudah terlukai lemah saat ini.
"apa kau sudah puas ara" ucap Marsel dengan cepat Tiara langsung menggelengkan kepalanya tanda belum puas.
Tiara menyimpan pistol tersebut kemudian mengambil kembali belati miliknya lalu memotong Lida Xavier. setelah memotong Lida Xavier Tiara langsung mencongkel matanya dengan kejam sambi tersenyum setelah itu mengakhirinya.
"aku sudah puas el sekarang kau bisa membawanya ke kandang harimau" ucap Tiara.
"apa dia masih hidup?" tanya marsel sambil menatap Tiara.
"iya dia masih hidup mana mungkin aku membiarkannya mati sebelum dia kau masukkan ke kandang harimau" ucap Tiara polos.
"masukkan" ucap Marsel.
dengan sigap mereka langsung membawa tubuh Xavier sambil menatap jijik kearahnya.
__ADS_1
"ayo pergi kau harus mandi membersihkan dirimu yang penuh darah dari orang itu" ucap Marsel sambil menggenggam tangan Tiara.
"iya" ucap Tiara.