Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 21


__ADS_3

Langkah jenjang seorang laki laki nampak tergesa gesa memasuki mansion mewah itu. Geovano membuka pintu dan di sana terlihat Florencia yang tengah terlelap dalam tidurnya. Sangat cantik.


Geovano membaringkan tubuh tegapnya di sebelah Florencia dengan netra yang terus menatap wajah polos istrinya itu. Di selipkannya rambut yang menghalangi wajah Florencia lalu di belai lembutnya pipi putih mulus itu.


"Cantik."


Geovano merengkuh Florencia masuk ke dalam pelukannya. Florencia menggeliat dan..


"Aaa ... "


"Apa yang kau lakukan? Lepas! Lepaskan aku!"


Florencia mencoba untuk mendorong badan Geovano tapi laki laki itu malah semakin mempererat pelukannya.


"Malam ini saja, biarkan aku tidur bersama mu dan memeluk mu."


"Are you crazy?"


Florencia terus saja menggerak kan badannya di pelukan Geovano.


"Diamlah atau nanti dia akan bangun," peringat Geovano.


"Dia?" Florencia mengkerutkan kedua alisnya.


"Junior ku."


"Junior?"


Pertanyaan polos yang keluar dari mulut Florencia itu berhasil membuat Geovano terkekeh gemas.


"Mau pegang?" goda Geovano.


"Hah?"


"Tidur lah, besok kita akan ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian. Kau tenang saja, wanita itu akan di hukum dengan sangat berat, aku tidak akan melepaskannya begitu saja. Kau jangan takut, aku ada di sini, aku akan melindungi mu. Dan terimakasih karena kau selamat."


Geovano mengarahkan wajah Florencia untuk bersandar di dada bidangnya. Entah mengapa Florencia si macan betina itu kini berubah menjadi Florencia si kucing yang penurut.


Florencia tidak se-bodoh dan se-polos itu, ia mengerti maksud dari ucapan Geovano hanya saja ia merasa sangat asing dengan perasaan dan keadaan yang seperti ini, alhasil Florencia hanya bisa membeo menanggapi ucapan Geovano.


Wajar kah jika saat ini Florensia merasa.. Ah entahlah.. Badannya terasa sangat kaku. Jantungnya berdetak tak karuan dan jangan lupakan juga wajahnya yang terasa sangat panas. Ingin sekali Florencia menyumpah serapahi laki laki yang ada di hadapannya itu tapi tidak bisa karena lidahnya mendadak kelu.


Ingat kah kalian? Jika Florencia itu adalah seorang gadis berusia dua puluh tahun. Seorang bos mafia yang sangat kejam dan tidak memiliki hati. Tujuan hidupnya adalah balas dendam. Kehidupan yang dia tahu hanyalah kehidupan undergroud yang kejam dan menakutkan. Menghilang kan nyawa orang adalah hobinya. Dunianya penuh dengan ancaman ia bahkan tidak pernah tahu, hari esok ia masih bisa melihat dunianya yang gelap itu atau tidak.


Ini adalah pengalaman pertama Florencia berdekatan dengan seorang laki laki. Dan untuk pertama kalinya juga ada orang yang mengatakan suatu kalimat yang tidak pernah ia dengar sebelumnya 'Aku akan melindungi mu' simple memang tapi kalimat itu berhasil membuat hati Florencia sedikit menghangat, ingat hanya sedikit.


**


"Sayang cepet, keluarin aku dari sini, di sini sangat kotor aku gak suka. Emangnya kamu tega lihat pacar kamu yang cantik ini harus mendekam di penjara?" kata Callista manja.

__ADS_1


Bastian menyeringai. "Jangan menyebut nama ku." katanya dingin.


"Apa maksud mu?"


"Aku akan membebaskan mu, asal kan kamu menutup mulut mu itu. Jangan bilang pada polisi jika aku adalah dalang dari kecelakaan yang Nara alami."


"Iya, kau tenang saja. Aku tidak akan mengkhianati mu. Sayang.."


"Hmm"


"Vano udah tau tentang hubungan kita."


"Apa? Kok bisa?"


"Aku gak tahu, mungkin Nara yang memberitahu nya."


"Akh.. Sial!!" kesal Bastian. "Setelah kau bebas nanti, kau harus meminta maaf pada Vano. Lakukan apa saja, sampai dia mau menerima mu kembali."


"Aku capek!!! Aku muak!! Aku gak mau bersandiwara lagi!!" Callista menghela napasnya kasar.


"Kau putus dengan Vano maka kau juga akan kehilangan diri ku. Kita sudahi saja semuanya di sini," Bastian menatap Callista tajam.


"Tidak.. Jangan.. Aku akan melakukannya, aku pastikan Vano akan menerima ku lagi."


Bastian mengelus lembut kepala Callista. "Kau akan segera bebas, pengacara akan mengurus semuanya, tunggulah sebentar lagi."


"Iya.. I love you."


Selalu saja seperti itu, hanya deheman yang Callista dapat setiap kali ia mengungkap kan cintanya pada Bastian.


Cinta itu buta, itulah ungkapan yang tepat untuk menggambar kan cinta yang Callista rasakan untuk Bastian.


Callista dan Bastian sudah saling mengenal sejak SMA, sejak saat itu juga Callista jatuh hati pada Bastian ya bisa di bilang Bastian itu adalah cinta pertamanya. Callista selalu menunjukan perasaan cintanya itu secara terang terangan pada Bastian tetapi laki laki itu selalu menolaknya.


Sampai pada suatu ketika Bastian tiba tiba saja mendatanginya dan mengatakan jika ia akan menerima cinta Callista dengan syarat, syaratnya adalah Callista harus membuat Geovano jatuh cinta padanya. Dengan senang hati Callista menerima syarat itu dan dengan mudahnya ia bisa menjerat Geovano dengan kecantikannya.


Selama bertahun tahun menjalin hubungan dengan Geovano, Callista sama sekali tidak pernah mencintai laki laki itu. Bodoh memang, karena jika di bandingkan antara Geovano dan Bastian, mereka sangat jauh berbeda. Geovano jauh lebih baik dari pada Bastian dalam segala hal. Tapi ya mau bagaimana? Hati tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi pemiliknya.


**


"Eungghh.."


Florencia menggeliat, perlahan ia membuka matanya. Florencia melihat ke arah perutnya yang bertengger tangan kekar Geovano di sana.


Satu detik ..


Dua detik dan wushhh ..


Florencia menghempas kan tangan Geovano dari atas perutnya tetapi Geovano malah kembali memeluknya.

__ADS_1


"Lepas!" kata Florencia dingin.


"Kenapa? Bukankah kau juga menyukainya? Semalam kau bahkan memeluk ku juga."


"Itu tidak mungkin."


"Sudahlah mengaku saja."


"Jangan menguji kesabaran ku!"


"Aku tidak tahu sejak kapan kau menjadi orang yang sangat pemarah, dulu kau sangat sabar menghadapi ku. Aku merindukannya," Geovano melepas pelukannya.


Florencia bangun dari tidurnya kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi meninggalkan Geovano yang terus saja menatapnya.


Geovano mengambil ponselnya kemudian ia menghubungi sang asisten pribadinya.


"Aku tidak akan ke kantor hari ini," kata Geovano.


"Tapi kau ada meeting penting hari ini," kata Kenand.


"Kau urus meeting itu, aku akan mengurus istri ku."


"Ck! Dulu kau tidak perduli saat Flo mengalami koma sekarang dia hanya terluka sedikit saja kau sangat mengkhawatirkan nya."


"Tentu saja aku khawatir, dia istri ku."


Geovano mengakhiri panggilan teleponnya sepihak dan tentu saja itu membuat Kenand kesal di sebrang sana.


Florencia keluar dari kamar mandi dan langsung melengos keluar dari kamarnya mengabaikan Geovano seakan laki laki itu tak terlihat.


"Mau ke mana?"


Florencia memutar bola matanya malas dan terus melangkah kan kakinya tanpa menjawab pertanyaan Geovano.


Geovano mengikuti Florencia yang ternyata pergi untuk sarapan. Mereka sarapan dengan tenang.


Ponsel Geovano tiba tiba saja berdering dan ia langsung menggeser ikon hijau itu.


" ... "


"Apa? Bagaimana itu bisa terjadi?"


" ... "


Geovano mengakhiri panggilan teleponnya kemudian ia meremas ponselnya marah.


Florencia yang melihat itu hanya mengkerutkan alisnya saja. Florencia penasaran tapi tak mungkin kan jika ia bertanya.


"Dia kenapa? Kenapa dia terlihat sangat marah?" tanya Florencia dalam hatinya.

__ADS_1


"Flo sadarlah! Ada apa dengan diri mu? Kenapa kau penasaran tentang apa yang terjadi dengan dirinya," batinnya.


Florencia menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan pikiran aneh itu.


__ADS_2