Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 44


__ADS_3

"Eungh.."


Florencia menggeliat karena silauan sinar sang mentari mengusik tidurnya. Florencia perlahan membuka matanya kemudian membangun kan badannya lalu duduk bersandar di kepala tempat tidur. Mata Florencia membola saat ia melihat Geovano yang tengah duduk bersedekap dada di sofa kamarnya.


"Morning my wife," sapa Geovano dengan senyum manisnya.


"Apa yang kau lakukan di kamar ku?" sarkas Florencia.


"Menunggu istri ku bangun dari tidur cantiknya," kata Geovano dengan kerlingan nakalnya.


Florencia memutar bola matanya malas.


Geovano melangkah kan kakinya mendekat ke arah Florencia. "Kau bersiaplah aku akan menunggu mu di bawah," kata Geovano seraya mengelus ngelus kepala Florencia dan berlalu pergi.


Florencia menyentuh kepalanya. "Ada apa dengannya? Semakin lama om om itu semakin meresah kan."


Florencia menggeleng kan kepalanya dan berlalu pergi ke kamar mandi.


**


Kini Florencia dan Geovano tengah sarapan. Florencia duduk tepat di depan Geovano tanpa melihat ke arahnya. Florencia mengabaikan Geovano yang sedari tadi menatapnya intens.


"Cantik.."


Pujian Geovano itu sontak membuat Florencia melihat ke arah Geovano. Pandangan mereka bertemu untuk sesaat sebelum Florencia memutusnya dan kembali fokus dengan sarapannya.


Jika biasanya seorang gadis akan tersipu malu saat di puji oleh lawan jenis maka berbeda dengan Florencia. Florencia sama sekali tidak merasakan apa pun.


"Ck! Dasar om pedo!" rutuk Florencia dalam hatinya.


"GEOVANO!"


Teriakan itu berasal dari Kenand yang baru saja datang dan langsung mengoceh marah pada Geovano.


"Dasar bos tidak bertanggung jawab! Apa kau sudah melupakan tanggung jawab mu pada perusahaan hah? Kau selalu menolak panggilan dari ku dan mengabaikan pesan pesan ku. Apa kau tau tuan Geovano yang terhormat, kita hampir saja kehilangan proyek senilai milyaran hanya karena kau menolak untuk bertemu dengan para investor!" hardik Geovano dengan napasnya yang memburu.


Setelah Florencia pulang dari rumah sakit kemarin, Kenand menelepon Geovano untuk datang ke perusahaan karena para investor ingin bertemu langsung dengannya tapi dengan santainya si bos arogan itu menolak dan mengatakan jika ia lebih memilih melihat istri cantiknya yang tengah tertidur pulas dari pada melihat para investor yang kulit wajahnya sudah mengendur itu.


Mendengar alasan itu tentu saja membuat amarah Kenand meledak. Ingin sekali ia melempar tubuh bos arogannya itu ke kandang buaya.


Untung saja saat itu Harun membantunya jika tidak sudah di pasti kan, proyek milyaran itu akan lepas dari genggaman Baldwin Corp.


Geovano menatap Kenand jengah. "Sudah? Jika iya pergilah! Kau mengganggu waktu ku bersama istri ku saja."


Kenand menatap tajam Geovano, dadanya naik turun menahan amarah. "Kau mengusir ku?"


"Pergilah! Kau tau di mana letak pintu keluarnya kan?"


"GEOVANO!!"

__ADS_1


Geovano mengabaikan ucapan Kenand. "Flo, hari ini kau akan pergi ke mansion mu?" tanyanya menatap Florencia.


"Hmm.."


"Aku ikut dengan mu."


"Ck! Apa kau tidak punya pekerjaan lain?"


"Kenand yang akan mengurus pekerjaan ku."


"Geovano, kau memang sangat menyebalkan," kesal Kenand.


Geovano tersenyum misterius. "Kenand, kau ingin ikut bersama kita?"


"Ck! Tadi kau mengusir ku, sekarang kau mengajak ku. Mencuriga kan," curiga Kenand.


Entah kenapa tiba tiba saja suasana di ruang makan menjadi sangat mencekam. Geovano melihat ke arah Florencia yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.


Geovano menunjuk kan cengir kudanya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Apa aku boleh memberitahu Kenand tentang diri mu? Cepat atau lambat dia juga akan mengetahuinya bukan?"


"Jika nanti sahabat mu itu terkena serangan jantung, aku tidak bertanggung jawab untuk itu."


Geovano terkekeh. "Jika dia terkena serangan jantung, tinggal kubur saja."


"Yak!! Apa yang sedang kalian bicara kan?" tanya Kenand kesal.


"Kenand, aku ingin bertanya pada mu. Apa kau tau apa itu transmigrasi?" tanya Geovano.


Haa .. Haa .. Haa ..


Tawa Florencia menggelegar setelah mendengar jawaban dari Kenand.


"Flo, kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?" tanya Kenand bingung.


Jawaban yang di ucap kan Kenand itu memang tidak salah tapi transmigrasi yang di maksud Geovano itu adalah transmigrasi jiwa bukan transmigrasi program pemerintah untuk pemerataan penduduk. Sangat tidak nyambung!


"Kenand! Kau memang sangat bodoh! Maksud ku bukan transmigrasi program pemerintah tetapi transmigrasi jiwa." kesal Geovano.


"Oh.. Transmigrasi jiwa, bilang dong dari tadi."


Geovano menghela napasnya. "Kau mengetahuinya?"


"Aku pernah mendengarnya."


"Kau akan percaya jika ada orang yang bertransmigrasi jiwa ke tubuh orang lain?"


Haa .. Haa .. Haa ..


Kini giliran Kenand yang tertawa setelah mendengar pertanyaan dari Geovano.

__ADS_1


Sangat tidak masuk akal itu yang Kenand pikir kan.


"Geovano apa yang kau katakan? Kau itu orang terpelajar? Bagaimana bisa kau mempercayai hal seperti itu? Itu hanya cerita fiksi di novel dan film Geovano. Sebenarnya di sini yang bodoh itu aku atau kau?" tanya Kenand di sela sela tawanya.


"Kalian berdua yang bodoh!" semprot Florencia dan berlalu pergi.


Sungguh Florencia sangat kesal mendengar kan pembicaraan unfaedah kedua manusia di hadapannya itu.


**


Mansion Florencia..


Florencia, Geovano dan Kenand tengah duduk di sofa ruang tamu di sana juga ada Axel dan Alexa.


"Flo, kenapa kau membawa mereka ke sini?" tanya Alexa.


"Sudahlah biarkan saja mereka," acuh Florencia. "Uncle di mana?" tanyanya kemudian.


"Papa di ruangan pribadinya Flo."


Setelah mendengar jawaban dari Alexa, Florencia langsung pergi untuk menemui Matteo.


"Vano ini kita di mana?" tanya Kenand sedikit berbisik.


"Mansion Florencia."


"Florencia? Maksud mu Flo?"


"Hmm.."


"Vano apa yang sebenarnya terjadi? Sungguh aku sudah seperti orang bodoh yang tidak tau apa apa."


"Kau memang bodoh!" ejek Geovano. "Sudahlah nanti aku jelaskan," sambungnya lagi.


Tak lama Florencia kembali. Florencia menemui Matteo hanya untuk menyapa dan menanyakan tentang penjualan senjata yang akan di seludupkan secara ilegal ke Venezuela.


"Flo, apa boleh aku melihat foto mu? Aku ingin melihat wajah asli mu," kata Geovano.


Sebenarnya sedari tadi Geovano mencari foto Florencia tetapi sepanjang mata memandang Geovano tidak melihat adanya satu pun foto di mansion itu yang ada hanya sebuah lukisan awan gelap mendung dengan ukuran yang sangat besar yang terpajang di dinding ruang tamu.


"Apa kau lihat ada foto di mansion ini?" tanya Florencia


Geovano menggeleng kan Kepalanya.


"Flo tidak suka di foto tapi aku pernah ambil foto Flo secara candid." bisik Alexa, ya walau pun semua orang bisa mendengarnya. "Kau ingin melihatnya?" tanyanya kemudian.


Mata Geovano berbinar dan mengangguk semangat sedangkan Kenand yang tidak tau apa apa hanya menatap bingung.


"Wajah asli Florencia? Apa dia pernah melakukan oprasi plastik sebelum menikah dengan Geovano?" batin Kenand.

__ADS_1


Alexa mengeluarkan ponsel di saku jaket kulitnya. Setelah ia menemukan foto Florencia, Alexa langsung memberikan ponselnya pada Geovano.


Geovano membulat kan matanya sempurna saat ia melihat foto Florencia dengan wajah aslinya. "Wanita ini?"


__ADS_2