Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 49


__ADS_3

Mansion Jasper..


"Kapan kau akan melakukan rencana mu itu?" tanya Jasper menatap Mario.


"Malam ini pa," jawab Mario.


"Kau lakukan dengan benar, jangan sampai ada kesalahan," tegas Jasper.


"Iya pa,"


Jasper menepuk pundak Mario. "Kau memang anak papa."


Mario hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Jasper setelah Jasper pergi Mario menatap Jasper dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Aku akan menghukum orang yang salah, balas dendam ini akan segera berakhir" gumam Mario.


**


Malam harinya..


Mario dan Laura tengah menikmati makan malam romantis di salah satu restoran berbintang di ibu kota.


"Apa kau menyukainya?" tanya Mario.


"Iya, ini sangat indah. Terimakasih."


Laura mencium aroma bunga mawar merah yang Mario berikan padanya.


"Aku ke toilet sebentar," kata Laura.


"Iya."


Laura pergi ke toilet dan tak lama ia kembali.


"Sudah," tanya Mario.


"Hmm.." jawab Laura.


"Kita pulang sekarang?"


Laura mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban kemudian Mario menggenggam tangan Laura untuk kemudian mengantar Laura pulang.


Saat di perjalanan pulang tiba tiba saja Mario menginjak rem secara mendadak karena mobil mereka di cegat mobil lain dan dari mobil itu keluar enam orang dengan postur tubuh yang besar, mereka semua mengenakan pakaian serba hitam.


Mario keluar dari mobil untuk melawan orang orang itu sedangkan Laura berdiam diri di dalam mobil.


Tak butuh waktu lama orang orang itu berhasil melumpuh kan Mario hingga laki laki itu babak belur dan berujung pingsan. Setelah itu mereka membawa paksa Laura dengan membiusnya kemudian membawa Laura pergi dari sana.


**


Kantor Baldwin Corp..


Geovano baru saja selesai meeting, ia duduk di kursi kebesarannya dan Kenand duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Ken, tidak ada meeting lagi kan?" tanya Geovano pada asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Iya, tidak ada," jawab Kenand.


"Baiklah, aku akan pulang sekarang."


"Tunggu Vano," cegah Kenand.


"Apa?"


"Ada hal yang ingin aku tanyakan."


"Florencia," tebak Geovano dan di jawab angguk kan kepala oleh Kenand.


"Aku masih tidak bisa mempercayainya. Bagaimana bisa ada orang bertransmigrasi ke tubuh orang lain? Itu tidak masuk akal," kata Kenand.


Geovano terkekeh. "Tapi itulah kenyataannya, transmigrasi jiwa itu memang ada dan itu terjadi pada Florencia."


"Jika yang ada di dalam tubuh Nara itu jiwa Florencia, berarti jiwa Nara.."


"Iya, Nara sudah meninggal," potong Geovano.


"Bagaimana dengan om Harun dan Laura? Mereka pasti akan sangat syok setelah mengetahui jika Nara sudah meninggal," tanya Kenand.


"Aku akan memberitahu papa dan Laura tapi nanti saat waktunya sudah tepat."


"Bagaimana dengan perasaan mu?" tanya Kenand lagi.


Geovano tersenyum. "Aku tau apa yang aku rasakan dan aku yakin dengan perasaan ku. Aku mencintai Florencia bukan Nara."


Tiba tiba saja nada pesan masuk terdengar dari ponsel Geovano yang ada di atas meja. Geovano mengambil ponselnya kemudian membaca pesan itu.


Pesan itu berisi foto Laura yang terikat di kursi dalam keadaan tak sadar kan diri lengkap dengan ancamannya.


'JIKA KAU INGIN ADIK MU SELAMAT DATANG LAH KE BANGUNAN TUA DI JALAN XXX DAN INGAT JANGAN LAPOR PADA POLISI ATAU PUN ORANG LAIN JIKA INGIN ADIK MU SELAMAT DAN JIKA KAU MELANGGAR MAKA KAU AKAN MELIHAT ADIK MU TEWAS DENGAN SANGAT MENGENAS KAN.'


Seketika rahang Geovano mengeras, laki laki itu mencengkram kuat ponselnya.


"Vano ada apa?" tanya Kenand khawatir.


Hanya dengan melihat ekspresi Geovano saja Kenand sudah tahu jika terjadi sesuatu yang buruk.


Geovano pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan dari Kenand.


"Pasti terjadi sesuatu, aku harus menghubungi Flo."


Kenand mengambil ponselnya dari saku jasnya kemudian menelepon Florencia dan tak lama terdengar suara seseorang di sebrang sana.


" ... "


"Flo, terjadi sesuatu pada Geovano. Aku tidak tau apa itu, dia pergi begitu saja dengan tergesa gesa."


" ... "

__ADS_1


Ekspresi Kenand yang tadinya khawatir berubah begitu saja menjadi kebingungan saat mendengar kan perkataan seseorang di sebrang sana. Entah apa yang orang itu katakan? Dan setelah itu Kenand langsung pergi entah kemana.


**


Di sisi lain di waktu yang sama Jasper merasa sangat senang karena rencananya dengan sang putra berjalan dengan lancar.


Setelah kejadian penculikan Laura tadi, anak buah Jasper membawa Mario ke mansionnya sedangkan Laura, mereka membawanya ke sebuah bangunan tua.


"Papa bangga sama kamu Mario," kata Jasper seraya menatap Mario penuh rasa bangga.


Mario hanya tersenyum menanggapi ucapan Jasper itu. "Setelah ini, apa yang akan papa lakukan pada Geovano dan Laura?" tanyanya kemudian.


"Biar kan saja dia datang dulu ke bangunan tua itu. Malam ini papa akan membiarkan kakak beradik itu bersama untuk saling mengucap kan salam perpisahan. Setelah itu papa akan menyiksa mereka dan selanjutnya papa akan menghabisi Laura tepat di hadapan Geovano. Itu adalah balasan atas apa yang sudah ia lakukan pada papa. Papa akan menyiksa Geovano sampai dia sendiri yang akan meminta kematiannya pada papa," Jasper menyeringai. "Kau sudah mengirim foto Laura pada Geovano?" tanyanya kemudian.


"Iya, sudah pa. Dia akan segera datang ke bangunan tua itu."


"Bagaimana dengan luka mu? Apa anak buah papa terlalu parah memukul mu? Kau mau ke rumah sakit?" tanya Jasper seraya menatap wajah Mario yang penuh dengan lebam.


"Tidak usah pa, aku baik baik saja."


"Kau istitahatlah, besok kita akan bersenang senang."


"Iya pa."


Jasper melangkah kan kakinya menuju kamarnya begitu juga dengan Mario.


**


BUGH


BUGH


Wajah Geovano sudah penuh dengan lebam. Geovano memang menguasai bela diri tapi apalah daya ia kini, kemampuannya itu tidak sebanding dengan jumlah orang yang harus di lawannya. Bayangkan saja Geovano seorang diri harus melawan puluhan anak buah Jasper. Se-jago jagonya Geovano, ia akan tetap kalah bukan?


Tulang Geovano rasanya sudah remuk semua, hanya untuk berdiri saja ia tidak mampu. Dari sudut bibirnya keluar darah segar. Matanya sudah sangat berat tetapi ia tetap menjaga kesadarannya supaya tidak pingsan.


Bruk


Anak buah Jasper menyeret Geovano lalu memasuk kan Geovano ke ruangan yang sama di mana Laura di sekap.


Argh


Ringis Geovano seraya memegang perutnya yang terasa sangat sakit akibat tendangan dari anak buah Jasper.


Geovano menahan semua rasa sakit di tubuhnya dan kini netranya memandang seorang gadis yang sangat di kenalnya duduk terikat di kursi dengan kain yang menutup bagian mulutnya.


Geovano berjalan tertatih mendekati Laura kemudian ia langsung melepaskan ikatan tangan dan kaki Laura.


"Laura, kau tidak apa apa?" tanya Geovano panik seraya membuka kain yang membekap mulut Laura.


"Hmm.."


Mendengar itu sontak Geovano membulat kan matanya sempurna. Rahangnya nyaris saja terjatuh.

__ADS_1


"Kau!!!"


__ADS_2